Liputan6.com, Jakarta - Memasuki bulan Syawal, suasana kemenangan setelah Ramadan masih terasa hangat di tengah masyarakat. Namun di balik euforia Lebaran, ada satu fenomena yang kerap terjadi: menurunnya semangat ibadah secara perlahan tanpa disadari. Momen ini menjadi perhatian penting bagi para khatib dalam menyampaikan khutbah Jumat.
Syawal bukan sekadar bulan perayaan, tetapi juga fase krusial yang menentukan apakah ibadah selama Ramadan mampu berlanjut atau justru terhenti. Banyak ulama menekankan bahwa tanda diterimanya amal seseorang adalah kemampuannya untuk tetap istiqamah setelah Ramadan berlalu.
Karena itu, tema khutbah Jumat di bulan Syawal umumnya berfokus pada refleksi diri, konsistensi ibadah, serta penguatan keimanan. Berikut lima teks khutbah Jumat bulan Syawal yang lengkap dengan doa, disusun dengan tema aktual dan relevan dengan kondisi umat, dirangkum Liputan6.com pada Kamis (26/3/2026).
Khutbah Jumat: Puasa Syawal, Menutup Kekurangan di Bulan Ramadhan
Khutbah Pertama
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ وَاسِعِ الْفَضْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَمُضَاعِفِ الْحَسَنَاتِ لِذَوِي الْإِيمَانِ وَالْإِحْسَانِ، اَلْغَنِيِّ الَّذِي لَمْ تَزَلْ سَحَائِبُ جُودِهِ تَسِحُّ الْخَيْرَاتِ كُلَّ وَقْتٍ وَأَوَانٍ، الْعَلِيمِ الَّذِي لَا يَخْفَى عَلَيْهِ خَوَاطِرُ الْجَنَانِ، الْحَيِّ الْقَيُّومِ الَّذِي لَا تَغِيضُ نَفَقَاتُهُ بِمَرِّ الدُّهُورِ وَالْأَزْمَانِ، الْكَرِيمِ الَّذِي تَأَذَّنَ بِالْمَزِيدِ لِذَوِي الشُّكْرَانِ.
أَحْمَدُهُ حَمْدًا يَفُوقُ الْعَدَّ وَالْحُسْبَانِ، وَأَشْكُرُهُ شُكْرًا نَنَالُ بِهِ مَوَاهِبَ الرِّضْوَانِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، دَائِمُ الْمُلْكِ وَالسُّلْطَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، نَبِيٌّ رَفَعَ اللَّهُ بِهِ الْحَقَّ حَتَّى اتَّضَحَ وَاسْتَبَانَ. صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَالْإِحْسَانِ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat iman, Islam, dan kesehatan, sehingga kita dapat melaksanakan ibadah Jumat pada hari ini. Semoga seluruh amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Kini kita telah berpisah dengan bulan Ramadhan. Kita tidak mengetahui apakah masih diberi kesempatan untuk bertemu kembali dengannya di tahun mendatang. Oleh karena itu, sebelum ajal menjemput, hendaknya kita terus menjaga istiqamah dalam ibadah dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Salah satu amalan yang sangat dicintai oleh Allah adalah puasa. Rasulullah SAW bersabda:
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ فَهُوَ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
Artinya: “Setiap amal anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”
Puasa merupakan ibadah yang sangat istimewa karena dilakukan dengan penuh keikhlasan dan hanya diketahui oleh Allah SWT.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Di bulan Syawal ini, kita dianjurkan untuk melaksanakan puasa enam hari. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
Artinya: “Barang siapa berpuasa Ramadhan, kemudian diikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun.”
Puasa Syawal memiliki banyak keutamaan. Selain mendapatkan pahala yang besar, puasa ini juga menjadi tanda diterimanya ibadah Ramadhan.
Para ulama menyatakan bahwa tanda diterimanya amal adalah ketika seseorang mampu melanjutkan amal tersebut dengan amal kebaikan lainnya.
Selain itu, puasa Syawal juga berfungsi sebagai penyempurna kekurangan dalam puasa Ramadhan. Sebab, tidak ada ibadah manusia yang benar-benar sempurna.
Oleh karena itu, marilah kita berusaha melaksanakan puasa Syawal sebagai bentuk ikhtiar menyempurnakan ibadah kita.
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي هَذَا الْيَوْمِ الْكَرِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الطَّاعَاتِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ سَائِرَ الْأَعْمَالِ.
أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَحَافِظُوا عَلَى الطَّاعَاتِ، وَاجْتَنِبُوا الْمَعَاصِيَ.
وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيمٍ، فَقَالَ:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِهِ، فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفِتَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَاحْفَظْ بِلَادَنَا وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ.
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فَاذْكُرُوا اللَّهَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.
Khutbah Jumat: 5 Karakter Orang Bertakwa
Khutbah I
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ، وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
Amma ba’du.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Kita baru saja melewati bulan Ramadhan, bulan yang penuh keberkahan, yang tujuan utamanya adalah membentuk pribadi yang bertakwa. Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Taqwa adalah menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Dalam Al-Qur’an, Allah menjelaskan karakter orang bertakwa, di antaranya dalam Surah Ali Imran ayat 133–135.
Allah berfirman:
وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ...
(Ayat lengkap QS. Ali Imran: 133–135)
Dari ayat tersebut, terdapat lima karakter orang bertakwa:
1. Gemar Berinfakالَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ
Orang bertakwa gemar bersedekah, baik saat lapang maupun sempit. Sedekah tidak mengurangi harta, bahkan mendatangkan keberkahan.
2. Menahan Amarahوَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ
Orang bertakwa mampu mengendalikan emosi. Rasulullah bersabda bahwa orang kuat adalah yang mampu menahan marah.
3. Pemaafوَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ
Mereka mudah memaafkan. Sifat pemaaf justru meninggikan derajat seseorang di sisi Allah.
4. Suka Berbuat Baikوَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
Orang bertakwa adalah muhsinin, yaitu gemar berbuat baik bahkan kepada orang yang berbuat buruk kepadanya.
5. Segera Bertaubatوَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً...
Jika berbuat dosa, mereka segera ingat Allah, memohon ampun, dan tidak mengulanginya.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Itulah lima karakter orang bertakwa. Semoga kita termasuk di dalamnya.
أَقُولُ قَوْلِي هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Khutbah II
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Orang yang bertakwa akan mendapatkan banyak keutamaan:
1. Mendapat Petunjuk (Furqan) يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا Allah memberi kemampuan membedakan yang benar dan salah.
2. Mendapat Ampunanوَيَغْفِرْ لَكُمْ Dosa-dosa diampuni oleh Allah.
3. Mendapat Jalan Keluar dan Rezekiوَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا
Allah memberi solusi dan rezeki dari arah tak disangka.
4. Dijanjikan Surga وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ
Inilah puncak kebahagiaan orang bertakwa.
Ma’asyiral Muslimin,
Mari kita berdoa agar Allah menjadikan kita hamba yang bertakwa.
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ...
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ...
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَوَحِّدْ صُفُوفَهُمْ، وَاجْمَعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الْحَقِّ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ...
فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ
Khutbah Jumat: Menjaga Konsistensi Semangat Beribadah di Bulan Syawal
Khutbah Pertama
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلَى جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظَرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أُولِي الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ. أَمَّا بَعْدُ
فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ:
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Hadirin jamaah shalat Jumat rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT atas segala nikmat iman, Islam, dan kesehatan, sehingga kita dapat berkumpul dalam majelis yang mulia ini.
Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan para sahabatnya. Semoga kita termasuk umat yang mendapatkan syafaat beliau di hari kiamat kelak.
Hadirin jamaah yang dimuliakan Allah,
Kita baru saja melewati bulan Ramadhan, bulan yang penuh dengan keberkahan dan ampunan. Di dalamnya kita dilatih untuk meningkatkan kualitas ibadah, seperti puasa, shalat, membaca Al-Qur’an, bersedekah, serta berbagai amal kebaikan lainnya.
Kita merasakan bagaimana suasana ibadah menjadi lebih hidup. Masjid-masjid dipenuhi jamaah, Al-Qur’an lebih sering dibaca, dan semangat berbagi kepada sesama semakin meningkat. Ini adalah tanda adanya peningkatan spiritual dalam diri kita.
Namun, pertanyaannya adalah: apakah semangat itu akan terus kita jaga setelah Ramadhan?
Hadirin jamaah rahimakumullah,
Para ulama menjelaskan bahwa ada beberapa hal yang dapat menjaga konsistensi ibadah kita.
Pertama, senantiasa merasa diawasi oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:
أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ
Artinya: “Engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu.”
Kedua, menyadari bahwa setiap amal kita dicatat oleh malaikat. Allah SWT berfirman:
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُۥ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُۥ
Artinya: “Barang siapa mengerjakan kebaikan sebesar zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan sebesar zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya.”
Ketiga, mengingat bahwa hidup di dunia ini terbatas dan akan berakhir dengan kematian. Allah SWT berfirman:
وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ
Artinya: “Setiap umat memiliki ajal. Apabila ajalnya telah datang, mereka tidak dapat menundanya dan tidak pula mempercepatnya.”
Keempat, mengingat janji dan ancaman Allah SWT. Dengan mengingat janji-Nya, kita akan semakin semangat beribadah. Dan dengan mengingat ancaman-Nya, kita akan menjauhi perbuatan maksiat.
Hadirin jamaah yang dirahmati Allah,
Marilah kita terus menjaga semangat ibadah yang telah kita bangun selama Ramadhan. Jangan sampai kita menjadi hamba yang hanya rajin beribadah di bulan tertentu saja.
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ كَانَ يَوْمُهُ خَيْرًا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ رَابِحٌ، وَمَنْ كَانَ يَوْمُهُ مِثْلَ أَمْسِهِ فَهُوَ مَغْبُونٌ، وَمَنْ كَانَ يَوْمُهُ شَرًّا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ مَلْعُونٌ
Semoga kita termasuk orang-orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin.
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ سَائِرَ الْأَعْمَالِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ
فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَحَافِظُوا عَلَى الطَّاعَاتِ، وَاجْتَنِبُوا الْمَعَاصِيَ.
وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ قَدْ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيمٍ، فَقَالَ:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفِتَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَاحْفَظْ بِلَادَنَا وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ.
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فَاذْكُرُوا اللَّهَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.
Khutbah Jumat: Syawal Bulan Peningkatan Ibadah
Khutbah I
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَا هَادِيَ لَهُ.أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ،
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُوْلُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ، وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Kini kita berada di bulan Syawal, bulan setelah Ramadan yang penuh berkah. Kita tidak mengetahui apakah amal ibadah kita selama Ramadan diterima oleh Allah SWT atau tidak, dan apakah kita masih dipertemukan dengan Ramadan berikutnya.
Para ulama salaf dahulu berdoa selama enam bulan setelah Ramadan agar amal mereka diterima, dan enam bulan berikutnya agar dipertemukan kembali dengan Ramadan.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Kata Syawal bermakna peningkatan. Maka seharusnya setelah Ramadan, kualitas iman dan ibadah kita semakin meningkat, bukan justru menurun.
Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
Artinya: “Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.” (QS. Al-Hujurat: 13)
Namun realita yang terjadi, sebagian orang justru menurun ibadahnya setelah Ramadan. Masjid kembali sepi, amalan berkurang, bahkan kemaksiatan kembali dilakukan.
Padahal, hal tersebut bertentangan dengan tujuan Ramadan yang membentuk pribadi bertakwa.
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ أَحَبَّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ مَا دَامَ وَإِنْ قَلَّ
Artinya: “Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan terus-menerus walaupun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Maka, kunci utama setelah Ramadan adalah istiqamah, yaitu konsisten dalam kebaikan.
Allah berfirman:
فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ
Artinya: “Maka tetaplah engkau (Muhammad) di jalan yang benar sebagaimana diperintahkan.” (QS. Hud: 112)
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Amalan-amalan yang telah kita biasakan di bulan Ramadan hendaknya tetap kita jaga, seperti:
Membaca Al-Qur’anSalat malam (tahajud dan witir)BersedekahMenjaga keikhlasan dan kesabaran
Selain itu, di bulan Syawal terdapat amalan istimewa yaitu puasa enam hari di bulan Syawal.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
Artinya: “Barangsiapa berpuasa Ramadan kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka seperti berpuasa setahun penuh.” (HR. Muslim)
Puasa ini dapat dilakukan berurutan ataupun tidak, selama masih di bulan Syawal.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Marilah kita jadikan bulan Syawal sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas iman dan ibadah kita, bukan justru menurunkannya.
Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang istiqamah.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah II
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Marilah kita terus menjaga ketakwaan kepada Allah dengan istiqamah dalam ibadah dan menjauhi kemaksiatan.
Perbanyaklah amal saleh, khususnya di bulan Syawal ini, dan jadikan sebagai awal peningkatan kualitas diri kita menuju bulan-bulan berikutnya.
Selanjutnya, marilah kita bershalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ...
Doa:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدْ صُفُوْفَهُمْ، وَاجْمَعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الْحَقِّ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَر
Khutbah Jumat: Lima Peristiwa Penting di Bulan Syawal
Khutbah I
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا، وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ، لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ.أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ،
يَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَاتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا، وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً، وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ، إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا.
اللَّهُمَّ عَلِّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا، وَانْفَعْنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا، وَزِدْنَا عِلْمًا، وَأَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ.
Amma ba’du.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Allah Ta’ala berfirman:
فَأَمَّا مَنْ أَعْطَىٰ وَاتَّقَىٰ وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَىٰ فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَىٰ
Artinya: “Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, serta membenarkan pahala terbaik (surga), maka Kami akan mudahkan baginya jalan menuju kemudahan.” (QS. Al-Lail: 5–7)
Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan para pengikutnya hingga akhir zaman.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Bulan Syawal adalah bulan kesepuluh dalam kalender Hijriyah yang memiliki banyak pelajaran berharga dalam sejarah Islam.
Ada lima peristiwa penting di bulan Syawal yang dapat menjadi ibrah bagi kita:
1. Pernikahan Nabi ﷺ dengan Aisyah radhiyallahu ‘anha
Rasulullah ﷺ menikahi Aisyah di bulan Syawal. Hal ini menunjukkan bahwa menikah di bulan Syawal adalah sesuatu yang baik dan tidak perlu dihindari.
2. Perang Uhud
Perang Uhud terjadi pada 15 Syawal tahun ke-3 Hijriyah. Awalnya kaum Muslimin unggul, namun karena sebagian pasukan tidak taat, keadaan berbalik.
Allah berfirman:
قُلْ هُوَ مِنْ عِندِ أَنفُسِكُمْ
Artinya: “Katakanlah: itu dari (kesalahan) dirimu sendiri.” (QS. Ali Imran: 165)
Pelajaran: pentingnya ketaatan kepada Allah dan Rasul.
3. Perang Khandaq (Ahzab)
Terjadi pada Syawal tahun ke-5 Hijriyah. Kaum Muslimin menghadapi pasukan sekutu yang besar, namun Allah menolong mereka.
Rasulullah ﷺ berdoa:
اللَّهُمَّ اهْزِمِ الْأَحْزَابَ
Artinya: “Ya Allah, hancurkanlah pasukan sekutu.”
Pelajaran: kemenangan datang dari pertolongan Allah.
4. Perang Hunain
Terjadi pada Syawal tahun ke-8 Hijriyah. Kaum Muslimin meraih kemenangan setelah melalui ujian.
Pelajaran: jangan sombong dengan jumlah atau kekuatan, tetap bergantung pada Allah.
5. Anjuran Puasa Syawal
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
Artinya: “Barangsiapa berpuasa Ramadan kemudian diikuti enam hari di bulan Syawal, maka seperti puasa setahun.” (HR. Muslim)
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Dari peristiwa-peristiwa tersebut, kita belajar tentang ketaatan, kesabaran, tawakal, dan semangat meningkatkan ibadah setelah Ramadan.
Semoga kita termasuk hamba yang mampu mengambil pelajaran dan mengamalkannya.
أَقُوْلُ قَوْلِي هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah II
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.
يَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah dengan memperbanyak amal saleh dan menjaga keistiqamahan setelah Ramadan.
Perbanyaklah shalawat kepada Nabi ﷺ:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ...
Doa:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ قُلُوْبَنَا، وَزَكِّ نُفُوْسَنَا، وَثَبِّتْنَا عَلَى طَاعَتِكَ
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْمُتَّقِينَ، وَارْزُقْنَا الْإِخْلَاصَ فِي الْعَمَلِ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذُ
Pertanyaan dan Jawaban seputar Topik
1. Apa saja peristiwa penting yang terjadi di bulan Syawal?
Beberapa peristiwa penting di bulan Syawal antara lain pernikahan Nabi Muhammad SAW dengan Aisyah radhiyallahu ‘anha, Perang Uhud, Perang Khandaq (Ahzab), Perang Hunain, serta anjuran puasa enam hari di bulan Syawal. Peristiwa-peristiwa ini mengandung banyak pelajaran tentang ketaatan, kesabaran, dan tawakal kepada Allah.
2. Apa hikmah dari Perang Uhud dalam Islam?
Hikmah dari Perang Uhud adalah pentingnya ketaatan kepada perintah Rasulullah SAW. Kekalahan yang terjadi menjadi pelajaran bahwa pelanggaran terhadap perintah dapat membawa dampak besar, serta mengajarkan umat Islam untuk tetap disiplin dan tidak lengah.
3. Mengapa puasa Syawal sangat dianjurkan?
Puasa Syawal dianjurkan karena memiliki keutamaan besar, yaitu seperti berpuasa selama satu tahun penuh. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.
4. Apakah benar bulan Syawal dianggap bulan sial untuk menikah?
Tidak benar. Anggapan bahwa bulan Syawal adalah bulan sial untuk menikah merupakan mitos yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Justru Nabi Muhammad SAW menikah dengan Aisyah radhiyallahu ‘anha di bulan Syawal, yang menunjukkan bahwa bulan ini tetap baik untuk melangsungkan pernikahan.
5. Apa pelajaran utama dari peristiwa di bulan Syawal?
Pelajaran utama dari peristiwa di bulan Syawal adalah pentingnya menjaga keimanan setelah Ramadan, selalu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, tidak sombong, serta tetap istiqamah dalam menjalankan ibadah dalam kondisi apa pun.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4770582/original/005521900_1710298713-masjid-pogung-dalangan-quTgb4lMbKo-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537973/original/087366600_1774496444-059021300_1731541467-puasa_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531526/original/098176600_1773619110-unnamed__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3132930/original/017755800_1589895984-gambar-ketupat-vektor-31231312.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5165547/original/039502800_1742184289-b4a3c7bb548ce7350daf939ff99bd501.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/930851/original/099558700_1437121241-20150717-Salat_Id_di_Al_Azhar-Jakarta_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5330982/original/065971600_1756372896-Gemini_Generated_Image_e81ukwe81ukwe81u.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5066926/original/050970300_1735272788-1735270009668_100-kata-mutiara-islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502257/original/039710500_1770975132-tavares_b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463464/original/035712800_1767615770-unnamed__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456521/original/033087800_1766898100-Gemini_Generated_Image_xyevcgxyevcgxyev_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5116935/original/013302500_1738379955-1738376234285_tujuan-khutbah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500774/original/010238600_1770876564-unnamed__15_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3430346/original/057356100_1618535827-coffee-cup-with-different-dried-fruits-nuts.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2815542/original/073249700_1558775153-iStock-1142815561.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501801/original/034251400_1770956928-unnamed__13_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3234893/original/091449100_1599797359-lagu-pernikahan-laudya-cynthia-bella-en-07abdf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534796/original/005967200_1773893358-unnamed__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3420247/original/bic-faithful-dark-skinned-woman-keeps-hands-praying-gesture-asks-allah-good-health-believes-wellness-has-veiled-head-wears-white-shirt-keeps-eyes-closed-enjoys-peaceful-atmosphere_273609-26346__2_.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448205/original/085550400_1766022443-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-18T084617.730.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381466/original/043629600_1613720800-photo-1512632578888-169bbbc64f33.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5154231/original/041919200_1741337635-20250307-Tadarus-ANG_2.jpg)
