Kalender Islam Bulan Juni 2026, Ibadah di Akhir Dzulhijjah dan Awal Muharram

9 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Kalender Islam Bulan Juni 2026 ini perlu dipahami umat muslim. Kalender Islam, atau yang dikenal juga sebagai Kalender Hijriah, merupakan sistem penanggalan yang krusial bagi umat Muslim di seluruh dunia.

Berlandaskan pada pergerakan bulan (qamariyah), kalender ini menjadi penentu utama dalam pelaksanaan ibadah serta peringatan hari-hari besar keagamaan. Keunikan Kalender Hijriah terletak pada durasinya yang lebih pendek sekitar 10-11 hari dibandingkan kalender Masehi, menyebabkan perayaan keagamaan selalu bergeser setiap tahunnya.

Bulan Juni 2026 Masehi akan menjadi periode yang sarat makna bagi umat Islam, karena mencakup dua bulan penting dalam Kalender Hijriah. Periode ini akan diawali dengan sebagian akhir dari bulan Dzulhijjah 1447 H, yang merupakan bulan terakhir dalam penanggalan Islam. Selanjutnya, bulan Juni akan menyambut awal dari bulan Muharram 1448 H, yang menandai dimulainya Tahun Baru Islam.

Dengan demikian, Kalender Islam Bulan Juni 2026 akan dipenuhi dengan berbagai amalan sunah dan peringatan hari besar yang memiliki keutamaan tinggi. Berikut Kalender Islam Bulan Juni 2026 selengkapnya. 

Dzulhijjah 1447 H: Bulan Mulia di Awal Juni 2026

Bulan Dzulhijjah adalah bulan ke-12 dan terakhir dalam Kalender Hijriah, serta termasuk salah satu dari empat bulan haram (mulia) dalam Islam. Pada bulan ini, umat Muslim sangat dianjurkan untuk menunaikan berbagai amalan berpahala, termasuk ibadah haji dan kurban. Penetapan awal Dzulhijjah 1447 H telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI, yang menetapkan 1 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada Senin, 18 Mei 2026 M.

Proses penetapan awal bulan Dzulhijjah ini didasarkan pada hasil hisab (perhitungan astronomis) dan rukyatul hilal (pengamatan hilal) yang dilakukan di berbagai wilayah Indonesia. Kemenag RI memastikan bahwa posisi hilal pada hari pemantauan memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Ketinggian hilal berada antara 3° 17 menit 33 detik hingga 6° 56 menit 58 detik, dengan sudut elongasi antara 8° 54 menit 49 detik hingga 10° 37 menit 7 detik, yang mengindikasikan hilal dapat terlihat.

Bulan Djulhijjah sendiri akan berakhir hingga sekitar akhir Juni 2026. Beberapa tanggal krusial di akhir Dzulhijjah 1447 H yang jatuh pada Mei-Juni 2026 perlu diperhatikan umat Islam. Wukuf di Arafah, yang menjadi puncak ibadah haji, bertepatan dengan Puasa Arafah pada Selasa, 26 Mei 2026 M (9 Dzulhijjah 1447 H). Sehari setelahnya, umat Muslim akan merayakan Hari Raya Idul Adha pada Rabu, 27 Mei 2026 M (10 Dzulhijjah 1447 H).

Setelah Idul Adha, terdapat Hari Tasyrik yang berlangsung dari Kamis hingga Sabtu, 28-30 Mei 2026 M (11-13 Dzulhijjah 1447 H). Pada hari-hari ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak zikir dan diharamkan untuk berpuasa. Selain itu, ada juga Puasa Ayyamul Bidh Dzulhijjah yang jatuh pada Minggu, 31 Mei 2026 M (14 Dzulhijjah 1447 H), Senin, 1 Juni 2026 M (15 Dzulhijjah 1447 H), dan Selasa, 2 Juni 2026 M (16 Dzulhijjah 1447 H). Bulan Dzulhijjah 1447 H diperkirakan akan berakhir pada 15 Juni 2026 M, dengan total 29 hari. Sehingga pada bulan Juni, tepatnya tanggal 1 Juni, masih menjadi bagian dari hari tasyrik.

Memasuki Tahun Baru Islam: Muharram 1448 H

Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam Kalender Hijriah dan merupakan salah satu dari empat bulan suci dalam Islam. Bulan ini menandai dimulainya tahun baru bagi umat Muslim, yang dikenal sebagai Tahun Baru Islam. 1 Muharram 1448 H diperkirakan akan jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026 M.

Tanggal 1 Muharram ini juga telah ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional di Indonesia untuk memperingati Tahun Baru Islam. Peringatan ini memiliki makna historis yang mendalam, karena menandai peristiwa penting hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Peristiwa hijrah ini menjadi tonggak awal perhitungan Kalender Hijriah dan memiliki nilai spiritual yang tinggi bagi seluruh umat Muslim.

Amalan Penting di Bulan Muharram 1448 H

Bulan Muharram juga menawarkan berbagai kesempatan untuk memperbanyak amalan sunah, khususnya puasa. Puasa Tasu'a dianjurkan pada Rabu, 24 Juni 2026 M (9 Muharram 1448 H), sebagai persiapan sebelum Puasa 'Asyura. Puasa 'Asyura sendiri akan dilaksanakan pada Kamis, 25 Juni 2026 M (10 Muharram 1448 H), yang memiliki keutamaan besar dalam menghapus dosa setahun yang lalu.

Selain itu, umat Muslim juga dapat melanjutkan amalan puasa sunah Ayyamul Bidh Muharram. Puasa ini akan dilaksanakan pada Minggu, 28 Juni 2026 M (13 Muharram 1448 H), Senin, 29 Juni 2026 M (14 Muharram 1448 H), dan Selasa, 30 Juni 2026 M (15 Muharram 1448 H). Melaksanakan puasa-puasa sunah ini di bulan Muharram merupakan bentuk penghormatan terhadap bulan suci dan upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Daftar Amalan Islam Bulan Juni 2026 Lengkap dengan Tanggalnya

1. Puasa Ayyamul Bidh Dzulhijjah 1447 H

Puasa sunnah pertengahan bulan Hijriah yang dianjurkan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah.

Senin, 1 Juni 2026 — 15 Dzulhijjah 1447 HSelasa, 2 Juni 2026 — 16 Dzulhijjah 1447 H (perkiraan penyesuaian kalender)

2. Puasa Senin Kamis

Amalan sunnah rutin yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW.

  • Kamis, 4 Juni 2026
  • Senin, 8 Juni 2026
  • Kamis, 11 Juni 2026
  • Senin, 15 Juni 2026
  • Kamis, 18 Juni 2026
  • Senin, 22 Juni 2026
  • Kamis, 25 Juni 2026
  • Senin, 29 Juni 2026

3. Amalan 1 Muharram 1448 H (Tahun Baru Islam)

Diperkirakan jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026.

Amalan yang dianjurkan:

  • Membaca doa akhir tahun dan awal tahun
  • Memperbanyak dzikir dan istighfar
  • Membaca Al-Qur’an
  • Bersedekah
  • Memperbanyak sholawat
  • Muhasabah atau introspeksi diri
  • Memperbanyak doa dan amal kebaikan

4. Puasa Muharram

Puasa sunnah yang dilakukan selama bulan Muharram dan termasuk puasa terbaik setelah Ramadhan.

Waktu pelaksanaan:

Mulai 16 Juni 2026 hingga akhir Muharram 1448 H

5. Puasa Tasu’a

Puasa sunnah pada 9 Muharram untuk menyertai puasa Asyura.

Rabu, 24 Juni 2026 — 9 Muharram 1448 H

Keutamaan:

Menyelisihi tradisi kaum YahudiMenjadi pelengkap puasa Asyura

6. Puasa Asyura

Puasa sunnah pada 10 Muharram yang memiliki keutamaan besar.

Kamis, 25 Juni 2026 — 10 Muharram 1448 H

Keutamaan:

Menghapus dosa-dosa kecil setahun yang laluMenjadi salah satu puasa sunnah paling Utama

7. Puasa Ayyamul Bidh Muharram 1448 H

  • Puasa sunnah tanggal 13, 14, dan 15 Muharram.
  • Minggu, 28 Juni 2026 — 13 Muharram 1448 H
  • Senin, 29 Juni 2026 — 14 Muharram 1448 H
  • Selasa, 30 Juni 2026 — 15 Muharram 1448 H

8. Memperbanyak Dzikir dan Sedekah di Bulan Muharram

Muharram termasuk salah satu bulan haram atau bulan mulia dalam Islam.

Amalan yang dianjurkan:

  • Bersedekah kepada fakir miskin
  • Memperbanyak istighfar
  • Membaca Al-Qur’an
  • Menyambung silaturahmi
  • Membantu sesama
  • Memperbanyak doa dan ibadah sunnah

9. Sholat Sunnah dan Qiyamul Lail

  • Amalan yang bisa rutin dilakukan sepanjang Juni 2026:
  • Sholat Tahajud
  • Sholat Dhuha
  • Sholat Witir
  • Membaca Al-Mulk sebelum tidur
  • Dzikir pagi dan petang

Metode Penentuan Kalender Hijriah di Indonesia

Penentuan Kalender Hijriah di Indonesia melibatkan metode yang komprehensif untuk memastikan keakuratan. Kalender Hijriah didasarkan pada pergerakan bulan, di mana awal setiap bulan ditandai dengan terlihatnya hilal (bulan sabit baru). Visibilitas hilal dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kondisi cuaca, sehingga kalender Islam seringkali merupakan estimasi untuk acara-acara di masa depan.

Di Indonesia, penentuan awal bulan Hijriah secara resmi dilakukan melalui Sidang Isbat yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI. Sidang ini melibatkan kombinasi hasil hisab (perhitungan astronomis) dan rukyatul hilal (pengamatan hilal secara langsung). Kriteria MABIMS juga digunakan sebagai pedoman dalam menentukan visibilitas hilal. Meskipun demikian, beberapa organisasi, seperti Muhammadiyah, menggunakan metode hisab astronomis global untuk menentukan tanggal 1 Dzulhijjah lebih awal tanpa menunggu pengamatan hilal secara langsung, sebagai bagian dari sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

5 Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kalender Islam Bulan Juni 2026

1. Kapan Tahun Baru Islam 1448 H jatuh pada kalender Masehi?

Tahun Baru Islam 1448 H atau 1 Muharram 1448 H diperkirakan jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Tanggal tersebut juga ditetapkan sebagai hari libur nasional di Indonesia.

2. Apa saja amalan sunnah penting di bulan Muharram 1448 H?

Beberapa amalan sunnah di bulan Muharram antara lain Puasa Tasu’a pada 9 Muharram, Puasa Asyura pada 10 Muharram, serta Puasa Ayyamul Bidh pada tanggal 13, 14, dan 15 Muharram.

3. Mengapa Kalender Hijriah berbeda dengan kalender Masehi?

Kalender Hijriah menggunakan sistem peredaran bulan (qamariyah), sedangkan kalender Masehi berdasarkan peredaran matahari. Karena itu, jumlah hari dalam Kalender Hijriah lebih pendek sekitar 10–11 hari setiap tahunnya.

4. Apa keutamaan bulan Dzulhijjah dalam Islam?

Bulan Dzulhijjah termasuk salah satu bulan mulia dalam Islam. Pada bulan ini terdapat ibadah haji, Hari Raya Idul Adha, puasa Arafah, dan hari tasyrik yang memiliki banyak keutamaan bagi umat Muslim.

5. Bagaimana cara menentukan awal bulan Hijriah di Indonesia?

Awal bulan Hijriah di Indonesia ditentukan melalui Sidang Isbat oleh Kementerian Agama RI dengan menggabungkan metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyatul hilal (pengamatan bulan sabit baru).   

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |