Liputan6.com, Jakarta - Hari Tasyrik merupakan periode waktu yang sangat istimewa dalam kalender Islam, datang setelah perayaan Hari Raya Idul Adha. Tiga hari berturut-turut ini memiliki kekhususan tersendiri, baik dari segi makna historis maupun amalan ibadah yang dianjurkan bagi umat Muslim di seluruh dunia. Memahami pengertian Hari Tasyrik menjadi krusial untuk mengoptimalkan ibadah dan meraih keberkahan di waktu yang mulia ini.
Periode ini bukan sekadar kelanjutan dari euforia Idul Adha, melainkan juga hari-hari yang ditetapkan oleh syariat Islam dengan ketentuan khusus. Umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak zikir dan menikmati karunia Allah SWT, sekaligus dilarang untuk berpuasa. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya keseimbangan antara ibadah ritual dan menikmati anugerah Tuhan.
Berikut pengertian Hari Tasyrik, mulai dari waktu pelaksanaannya, asal-usul penamaan, berbagai keistimewaan, amalan yang dianjurkan, hingga larangan utama yang berlaku. Dengan demikian, umat Islam dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan lebih khusyuk dan penuh rasa syukur. Berikut selengkapnya:
Mengenal Pengertian Hari Tasyrik: Waktu dan Penamaan
Hari Tasyrik adalah hari-hari istimewa dalam Islam yang jatuh setelah Hari Raya Idul Adha. Secara spesifik, Hari Tasyrik bertepatan dengan tanggal 11, 12, dan 13 bulan Dzulhijjah dalam kalender Hijriah.
Periode ini menjadi bagian tak terpisahkan dari rangkaian ibadah kurban dan haji, di mana umat Islam masih merasakan suasana spiritual Idul Adha. Pada tahun 2026, Hari Tasyrik akan jatuh pada Kamis, 28 Mei (11 Dzulhijjah), Jumat, 29 Mei (12 Dzulhijjah), dan Sabtu, 30 Mei (13 Dzulhijjah).
Penetapan tiga hari ini sebagai Hari Tasyrik memiliki makna mendalam dan sejarah panjang dalam tradisi Islam, menjadikannya waktu yang penuh berkah dan ketentuan syariat.
Asal-Usul Penamaan Hari Tasyrik: Menjemur Daging Kurban
Salah satu penafsiran mengenai asal kata "Tasyrik" berasal dari kata "yusyrikun" yang berarti menjemur. Penamaan ini merujuk pada kebiasaan masyarakat Arab zaman dahulu yang menjemur daging kurban di bawah terik matahari.
Praktik menjemur daging kurban ini bertujuan untuk mengawetkan daging agar dapat disimpan lebih lama dan dijadikan dendeng. Pada masa Rasulullah SAW, teknologi pendingin seperti kulkas belum tersedia, sehingga penjemuran menjadi metode pengawetan yang efektif.
Tradisi ini memungkinkan daging kurban yang melimpah setelah Idul Adha dapat dikonsumsi dalam jangka waktu yang lebih panjang, sekaligus menjadi cadangan makanan bagi masyarakat.
Makna Lain di Balik Kata Tasyrik: Terbitnya Matahari
Selain penafsiran menjemur daging, asal kata "Tasyrik" juga dikaitkan dengan makna "matahari terbit". Kata "syarraqa" dalam bahasa Arab dapat diartikan sebagai matahari terbit atau menjemur sesuatu, serta penghadapan ke arah timur (arah sinar matahari).
Penafsiran ini mengacu pada waktu pelaksanaan penyembelihan hewan kurban yang umumnya dilakukan setelah matahari terbit. Sinar matahari yang mulai menyebar terang secara simbolis menggambarkan hari-hari penuh cahaya dan keberkahan setelah puncak ibadah haji dan Idul Adha.
Kedua penafsiran etimologis ini, baik menjemur daging maupun terbitnya matahari, sama-sama menunjukkan eratnya kaitan Hari Tasyrik dengan ibadah kurban dan rasa syukur atas rezeki Allah SWT.
Keistimewaan Hari Tasyrik: Hari Penuh Kenikmatan dan Zikir
Hari Tasyrik memiliki keistimewaan sebagai "hari makan, minum, dan berzikir kepada Allah SWT". Ini adalah hari-hari di mana umat Islam dianjurkan untuk menikmati hidangan, khususnya daging kurban, sebagai bentuk syukur atas karunia Allah.
Selain menikmati hidangan, umat Muslim juga diperintahkan untuk memperbanyak zikir kepada Allah SWT. Hari-hari ini bukan sekadar kelanjutan dari Idul Adha, tetapi juga merupakan hari-hari penuh kenikmatan di mana Allah memerintahkan umat-Nya untuk tidak berpuasa.
Keistimewaan ini menjadikan Hari Tasyrik sebagai waktu yang tepat untuk bergembira, bersyukur, dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta melalui berbagai amalan baik.
Melanjutkan Ibadah Kurban di Hari Tasyrik: Kesempatan Berharga
Salah satu amalan penting yang dapat dilakukan selama Hari Tasyrik adalah melanjutkan ibadah kurban. Penyembelihan hewan kurban tidak hanya terbatas pada Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah), tetapi juga dapat dilakukan hingga akhir Hari Tasyrik, yaitu tanggal 13 Dzulhijjah.
Kesempatan ini memungkinkan umat Islam yang belum sempat berkurban pada Hari Raya untuk tetap menunaikan ibadah tersebut. Imam Asy-Syafi'i bahkan menegaskan bahwa semua Hari Tasyrik adalah waktu yang sah untuk menyembelih kurban.
Dengan demikian, Hari Tasyrik menjadi perpanjangan waktu yang berharga bagi umat Muslim untuk bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah SWT melalui ibadah kurban.
Amalan Utama di Hari Tasyrik: Memperbanyak Takbir dan Zikir
Selain makan dan minum, umat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak zikir pada Hari Tasyrik. Zikir yang dimaksud termasuk takbir setelah menunaikan salat wajib.
Memperbanyak takbir dan zikir merupakan bentuk pengagungan kepada Allah SWT atas segala nikmat dan karunia-Nya. Amalan ini juga mengingatkan umat Muslim akan kebesaran dan keesaan Tuhan.
Bagi jamaah haji, Hari Tasyrik juga merupakan waktu untuk menyempurnakan amalan melontar jumrah di ketiga jamrah: Jamratul Ula, Jamratul Wusta, dan Jamratul Aqabah di Mina.
Larangan Berpuasa di Hari Tasyrik: Hikmah dan Dalilnya
Larangan utama dan paling tegas pada Hari Tasyrik adalah berpuasa. Larangan ini berlaku untuk semua jenis puasa, baik puasa sunah maupun puasa qadha.
Para ulama dari berbagai mazhab sepakat bahwa hukum berpuasa pada Hari Tasyrik adalah haram. Hikmah di balik larangan ini adalah agar umat Islam dapat menikmati daging kurban dan bersyukur atas rezeki yang telah diberikan Allah.
Larangan ini didukung oleh dalil-dalil kuat, termasuk sabda Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa Hari Tasyrik adalah hari untuk makan, minum, dan berzikir kepada Allah. Selain itu, Ibnu Abbas RA menafsirkan "Ayyamam Ma'dudat" (hari-hari yang berbilang) dalam Surah Al-Baqarah ayat 203 sebagai tiga Hari Tasyrik.
Pertanyaan dan Jawaban Pengertian Hari Tasyrik
1. Apa yang dimaksud dengan Hari Tasyrik dalam Islam?
Hari Tasyrik adalah tiga hari setelah Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Hari-hari ini menjadi waktu untuk makan, minum, berzikir, dan melanjutkan ibadah kurban.
2. Mengapa umat Islam dilarang berpuasa saat Hari Tasyrik?
Umat Islam dilarang berpuasa pada Hari Tasyrik karena hari tersebut merupakan waktu untuk menikmati rezeki dari Allah SWT, khususnya daging kurban, serta memperbanyak zikir dan rasa syukur.
3. Apa saja amalan yang dianjurkan pada Hari Tasyrik?
Amalan yang dianjurkan saat Hari Tasyrik antara lain memperbanyak takbir dan zikir, menikmati hidangan bersama keluarga, bersedekah, serta melanjutkan penyembelihan hewan kurban hingga 13 Dzulhijjah.
4. Kapan Hari Tasyrik 2026 dilaksanakan?
Hari Tasyrik tahun 2026 diperkirakan jatuh pada 28, 29, dan 30 Mei 2026, yang bertepatan dengan tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah 1447 Hijriah.
5. Apa asal-usul nama Hari Tasyrik?
Nama Hari Tasyrik berasal dari tradisi menjemur daging kurban di bawah sinar matahari untuk diawetkan. Selain itu, kata “Tasyrik” juga dikaitkan dengan matahari terbit dan waktu penyembelihan hewan kurban.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5597928/original/080198400_1778159546-kartun-nabi-telanjang-diunggah-ke-facebook.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456521/original/033087800_1766898100-Gemini_Generated_Image_xyevcgxyevcgxyev_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3430346/original/057356100_1618535827-coffee-cup-with-different-dried-fruits-nuts.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4482816/original/057401700_1687846159-Kekhusyukan_jemaah_haji_panjatkan_doa_di_Jabal_Rahmah-AP__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380783/original/022608800_1760432989-Ilustrasi_Qunut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4081826/original/095015200_1657181935-eid-al-adha-g4b5ad3a7d_1920.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4864911/original/016662100_1718506973-sholat_Idul_Adha_di_Masjid_Agung_Al-Azhar-HERMAN_13.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6457492/original/012970200_1779321170-20150924164137-melihat-penyembelihan-hewan-kurban-di-masjid-sunda-kelapa-012-nfi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6491381/original/093362700_1779349295-jaga-stok-daging-di-jakarta-ahok-teken-mou-dengan-mentan-amran.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5404281/original/095677800_1762401262-Doa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1680190/original/062439000_1502795576-SAPI-Muhamad_Ridlo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4770582/original/005521900_1710298713-masjid-pogung-dalangan-quTgb4lMbKo-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6456556/original/038063900_1779320454-20150923100343-jemaah-muhammadiyah-salat-idul-adha-di-ciputat-001-dru.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6457586/original/002401200_1779321223-20150925102647-kumandang-takbir-idul-adha-1436-h-dari-berbagai-penjuru-dunia-011-nfi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6457494/original/087985400_1779321171-20150924164140-melihat-penyembelihan-hewan-kurban-di-masjid-sunda-kelapa-014-nfi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6599944/original/075243900_1779436774-Aturan_Pemberian_Pakan_Hewan_Kurban.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6928390/original/095302700_1779698423-11824465049152326948.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1336023/original/016338800_1472887334-20160903-Idul-Adha-Jakarta-Qurban-YR2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6211301/original/095777700_1779089408-wadah_daging_kurban_selain_plastik_3.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4174191/original/099991100_1664358430-bacaan-doa-setelah-adzan-beserta-arti-dan-keutamaannya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5385863/original/035777200_1760946460-KIP_Kuliah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502852/original/043074800_1771048777-4.jpg)
















