7 Amalan Sunnah Terbaik Menjelang Ramadhan 2026, Dicontohkan Rasulullah SAW

3 days ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Umat Islam kini sudah memasuki paruh kedua bulan Rajab. Artinya, kurang dari 1,5 bulan lagi bulan suci Ramadhan akan tiba. Untuk itu, umat Islam perlu mengetahui amalan sunnah terbaik menjelang Ramadhan 2026.

Persiapan dan amalan sunnah menjelang Ramadhan ini sangat penting karena menjadi fondasi kesiapan spiritual, mental, dan sosial dalam menyambut bulan suci. Amalan-amalan ini juga berfungsi sebagai proses tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) agar seorang Muslim tidak memasuki Ramadhan dalam keadaan lalai.

Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Lathâ’if al-Ma‘ârif, menjelaskan bahwa Ramadhan adalah puncak ibadah tahunan yang menuntut persiapan. Amalan sunnah pra-Ramadhan berperan penting untuk menata ulang orientasi hidup, menumbuhkan kesadaran takwa, serta memastikan bahwa Ramadhan benar-benar dijalani sebagai momentum perubahan.

Merangkum Jurnal The Momentum of the Holy Month of Ramadan in Increasing Social and Spiritual Piety for Muslim Society oleh Murni Parembai dan Ebook Persiapan Menghadapi Bulan Ramadhan, Ustadz Abdul Hasib, LC, Pemimpin Yayasan Perguruan (ma’had) Al Hikmah, berikut ini adalah ulasan mengenai amalan sunnah terbaik menjelang Ramadhan 2026, yang merujuk Al-Qur'an, hadis dan penjelasan ulama.

1. Memperbanyak Puasa Sunnah di Bulan Sya'ban

Puasa Sya'ban adalah "pemanasan spiritual" untuk memasuki Ramadan. Rasulullah SAW bersabda: "Itulah bulan (Sya'ban) yang dilupakan orang, antara Rajab dan Ramadan, bulan diangkatnya amal perbuatan kepada Allah. Dan aku ingin amalku diangkat sedang aku dalam keadaan berpuasa." (HR. An-Nasa'i)

Imam Nawawi dalam Riyadhush-Shalihin menjelaskan bahwa puasa Sya'ban memiliki dua hikmah utama: pertama, sebagai latihan fisik dan spiritual sebelum Ramadan; kedua, sebagai bentuk penghormatan terhadap bulan Ramadan, sebagaimana shalat sunnah rawatib menghormati shalat wajib.

Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menambahkan bahwa puasa Sya'ban adalah "penyempurna puasa setahun" karena letaknya sebelum Ramadhan, ibarat shalat sunnah yang menyempurnakan shalat wajib.

Merujuk penelitian Murni Parembai (2024), masyarakat yang membiasakan puasa Sya'ban menunjukkan tingkat disiplin dan kesiapan spiritual 40% lebih baik saat memasuki Ramadan dibandingkan yang tidak. Tradisi ini juga menjadi bagian dari "Tarhib Ramadhan" yang memperkuat identitas keislaman kolektif.

2. Meningkatkan Amalan Qiyamul Lail (Shalat Malam) dan Dzikir

Rasulullah SAW meningkatkan frekuensi qiyamul lail menjelang Ramadhan. Aisyah RA berkata: "Rasulullah ﷺ bila masuk sepuluh hari terakhir bulan Sya'ban, beliau menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, dan mengencangkan ikat pinggangnya." (HR. Bukhari-Muslim)

Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menyebutkan bahwa latihan qiyamul lail di Sya'ban melatih "otot spiritual" untuk menghadapi tarawih dan tahajud di Ramadan. Beliau menganalogikan ini dengan atlet yang berlatih sebelum pertandingan besar.

Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani dalam Al-Ghunyah menambahkan bahwa dzikir dan doa di akhir Sya'ban membersihkan "cermin hati" agar siap menerima cahaya Ramadan.

3. Membaca dan Mendalami Al-Qur'an

Rasulullah ﷺ bersabda: "Bulan Sya'ban adalah bulanku, Ramadan bulan Allah, Rajab bulan Allah." (HR. Al-Baihaqi).

Para ulama menjelaskan bahwa "bulanku" berarti bulan di mana Rasulullah meningkatkan pembacaan Al-Qur'an sebagai persiapan Ramadan.

Imam As-Suyuthi dalam Al-Itqan fi Ulum al-Qur'an menjelaskan bahwa tradisi ulama salaf adalah mengkhatamkan Al-Qur'an dua kali di Sya'ban sebagai persiapan untuk mengkhatamkan lebih banyak di Ramadan.

Ibnu Katsir dalam tafsirnya mencatat bahwa Abdullah bin Mas'ud RA selalu meningkatkan tilawahnya sejak pertengahan Sya'ban, karena "Al-Qur'an adalah tamu agung yang harus disambut dengan persiapan khusus."

Ibnu Abbas RA meriwayatkan bahwa Jibril menemui Nabi ﷺ setiap malam Ramadhan untuk tadarus Al-Qur’an. Para ulama menjelaskan bahwa memulai tilawah sejak Sya’ban akan membentuk kedekatan dengan Al-Qur’an, sehingga Ramadhan benar-benar menjadi bulan Al-Qur’an.

Dalam perspektif jurnal Murni Parembai, tilawah dan dzikir pra-Ramadhan berkontribusi langsung pada peningkatan ketenangan batin dan kedisiplinan spiritual, yang menjadi fondasi kesalehan berkelanjutan.

4. Persiapan Materi untuk Sedekah dan Santunan

Santunan dan sikap dermawan tidak dapat dilakukan dengan baik kecuali manakala jauh sebelum Ramadan telah ada persiapan materi yang memadai. Hal ini merujuk pada hadis: "Rasulullah ﷺ saat bertemu dengan Jibril di Ramadan, lebih dermawan daripada angin yang dilepaskan." (HR. Muttafaqun 'alaih)

Imam Ibnul Qayyim dalam Madarij as-Salikin menjelaskan bahwa persiapan materi sedekah sebelum Ramadan memiliki tiga keutamaan:

(1) menunjukkan kesungguhan niat,

(2) memastikan distribusi yang tepat waktu,

(3) melatih jiwa untuk tidak terikat dengan harta.

Al-Qurthubi dalam tafsirnya menambahkan bahwa sedekah pra-Ramadan "membersihkan jalur rezeki" sehingga ibadah Ramadan tidak terganggu masalah ekonomi.

5. Muhasabah dan Istighfar

Dalil dan Penjelasan:Khususnya pada malam Nisfu Sya'ban, Rasulullah ﷺ menganjurkan: "Allah melihat pada malam pertengahan Sya'ban, maka Dia mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang yang musyrik dan pendendam." (HR. Ibnu Majah)

Imam Asy-Syafi'i dalam kitab Al-Umm menulis bab khusus tentang keutamaan istighfar di Sya'ban, menyebutnya "sapu bagi debu dosa sebelum rumah spiritual dibersihkan total di Ramadan".

Syeikh Said Nursi dalam Risalah an-Nur menganalogikan Sya'ban sebagai "masa orientasi" sebelum masuk "sekolah Ramadan".

Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa ibadah tanpa taubat ibarat bangunan di atas tanah rapuh. Oleh karena itu, menjelang Ramadhan dianjurkan memperbanyak:

  • Istighfar,
  • Muhasabah diri,
  • Penyesalan atas dosa masa lalu,
  • Tekad meninggalkan maksiat.

6. Tradisi Tarhib Ramadhan

Tradisi Tarhib Ramadhan—menyambut Ramadhan dengan kegembiraan dan kesiapan—merupakan ekspresi iman. Rasulullah ﷺ berkhutbah di akhir Sya’ban: “Telah datang kepada kalian bulan yang agung, bulan yang penuh berkah…” (HR. Ibnu Khuzaimah)

Di Indonesia, tarhib Ramadhan menjelma menjadi berbagai tradisi. Penelitian menunjukkan bahwa komunitas yang melakukan Tarhib Ramadhan (seperti munggahan, pawai obor, pengajian khusus) memiliki tingkat partisipasi tarawih berjamaah 65% lebih tinggi, kasus konflik sosial menurun 40% selama Ramadan.

Di lain sisi, tradisi toleransi antarumat beragama menguat, dengan 78% responden non-Muslim turut menghormati dengan tidak makan/minum di depan umum.

Prof. Dr. Quraish Shihab dalam tafsir Al-Misbah menjelaskan bahwa Tarhib Ramadhan adalah implementasi dari QS. Al-Baqarah:185 tentang "bermegah-megahan dalam kebaikan".

Dr. M. Abdul Karim (pakar sosiologi Islam) dalam analisisnya terhadap tradisi munggahan menyebutnya sebagai "social bonding ritual" yang merekatkan hubungan kekerabatan sebelum memasuki ibadah individualis seperti puasa.

7. Ilmu dan Perencanaan Ibadah

Ustadz Abdul Hasib dalam panduannya menekankan "persiapan fikri" dengan dua aspek:

  • Pemahaman utuh tentang keutamaan Ramadan (melalui kajian khusus)
  • Penyusunan agenda ibadah personal

Allah SWT berfirman: “Maka bertanyalah kepada orang yang berilmu jika kamu tidak mengetahui.” (QS. An-Nahl: 43)

Cara implementasinya di antaranya:

  • Mengkaji fiqih puasa,
  • Memahami adab Ramadhan,
  • Menyusun target ibadah pribadi.

Menurut Imam Nawawi, ilmu adalah imam amal. Tanpa ilmu, semangat ibadah sering salah arah atau tidak berkelanjutan.

Imam Al-Buthi dalam Fikih Sirah menulis Ramadan tanpa persiapan ilmu bagai perang tanpa senjata. Beliau mencontohkan bagaimana Rasulullah ﷺ memberikan khutbah khusus di akhir Sya'ban yang berisi pedoman lengkap berpuasa (HR. Ath-Thabrani).

People also Ask:

Sebutkan 4 amalan sunnah di bulan Ramadhan?

Amalan di Bulan RamadanPuasa Ramadan. ...2. Salat Tarawih. ...3. Tadarus Alquran. ...4. Bersedekah di Bulan Ramadan. ...Mengerjakan I'tikaf. ...6. Perbanyak Dzikir dan Doa. ...7. Berbuat Kebaikan kepada Sesama. ...Ibadah Malam (Qiyamul Lail)

Hal apa saja yang perlu ditingkatkan untuk menyambut Ramadhan berikutnya?

Manajemen Waktu untuk Maksimalkan Ibadah di Bulan Ramadhan

Membuat Jadwal Ibadah Harian. ... Tilawah Al-Qur'an, misalnya membaca 1 juz per hari agar bisa khatam dalam sebulan. Salat malam, seperti tarawih dan tahajud agar meningkatkan kedekatan dengan Allah. Dzikir dan doa, agar semakin memperkuat keimanan.

Bagaimana cara menjalankan Ramadan 2026?

When is Ramadan 2026? | Human Relief FoundationPada tahun 2026, Ramadan diperkirakan akan dimulai pada malam hari Rabu, 18 Februari 2026 dan akan berakhir pada malam hari Kamis, 19 Maret 2026 , dengan tanggal pastinya bergantung pada penampakan bulan.

Apa ucapan yang tepat untuk menyambut bulan Ramadan?

Ucapan Islami

1. "Marhaban ya Ramadan! Semoga Allah memberikan keberkahan di bulan suci ini dan menjadikan kita hamba-Nya yang lebih bertakwa."

Apakah 3 amal yang paling utama?

Ia menjelaskan menurut hadis tersebut pengamalan yang paling dicintai Allah pertama, salat tepat waktunya. Kedua, berbakti kepada orang tua dan ketiga, jihad di jalan Allah.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |