Liputan6.com, Jakarta - Materi kultum singkat tentang menjaga lisan dalam Islam menjadi tema yang relevan disampaikan dalam berbagai kesempatan. Lisan merupakan salah satu nikmat Allah yang dapat menjadi sarana memperoleh pahala, tetapi juga bisa menjadi sumber dosa ketika digunakan untuk menyakiti, memfitnah, berbohong, atau menggunjing orang lain. Karena itu, Islam memberikan perhatian besar terhadap adab berbicara.
Allah SWT berfirman dalam QS. Qaf ayat 18 bahwa setiap perkataan manusia selalu berada dalam pengawasan malaikat. Ayat ini mengingatkan bahwa tidak ada ucapan yang benar-benar berlalu begitu saja. Rasulullah SAW juga bersabda agar orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir berkata baik atau memilih diam.
Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin mengungkapkan bahaya lisan merupakan salah satu pintu masuk terbesar bagi kebinasaan hati, sehingga menjaga ucapan mutlak diperlukan setiap saat.
Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim mengingatkan seseorang hendaknya berpikir sebelum berbicara. Jika perkataannya mengandung kebaikan dan manfaat, ia dianjurkan mengucapkannya. Sebaliknya, jika tidak jelas manfaatnya atau dikhawatirkan menimbulkan keburukan, diam menjadi pilihan yang lebih selamat.
Pesan tersebut semakin penting pada era media sosial. Menjaga lisan kini tidak hanya berarti mengendalikan ucapan, tetapi juga tulisan, komentar, unggahan, dan pesan yang disebarkan.
1. Materi Kultum Singkat: Lisan sebagai Cerminan Iman
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua pada hari ini.
Selawat dan salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan umatnya yang istikamah.
Jemaah sekalian yang dimuliakan Allah, pada kesempatan kultum ini kita akan membahas tentang lisan sebagai tolok ukur keimanan.
Kualitas iman seseorang ternyata sangat berkaitan erat dengan kemampuannya dalam mengendalikan setiap tutur kata yang keluar dari lisannya.
Rasulullah SAW telah memberikan pedoman tegas mengenai hal ini, agar kita senantiasa waspada terhadap bahaya ucapan yang tak terkendali.
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
Artinya: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis tersebut memberikan pilihan yang sangat jelas: jika ucapan kita bernilai kebaikan, sampaikanlah; namun jika ragu, maka diam adalah keselamatan.
Mari kita biasakan diri untuk memfilter setiap kata sebelum diucapkan, agar tidak menjadi bumerang yang merugikan diri sendiri kelak.
Ya Allah, bimbinglah lisan kami agar senantiasa mengucapkan kebaikan, dan jauhkanlah kami dari perkataan yang mengundang murka-Mu.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
2. Materi Kultum Singkat: Bahaya Ghibah dan Fitnah
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam, yang rahmat-Nya senantiasa meliputi kita di setiap kesempatan yang penuh berkah ini.
Selawat dan salam tak lupa kita sanjungkan kepada teladan umat, Nabi Muhammad SAW, pembawa risalah kebenaran sepanjang masa.
Kaum muslimin wal muslimat yang dirahmati Allah, salah satu penyakit lisan yang paling merusak tatanan sosial adalah ghibah dan fitnah.
Membicarakan keburukan orang lain di belakangnya, meskipun itu sebuah fakta, merupakan tindakan yang sangat dikecam dalam ajaran agama Islam.
Allah SWT memberikan perumpamaan yang sangat menjijikkan bagi pelaku ghibah, agar manusia merasa jijik dan menjauhi perbuatan tercela ini.
وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ
Artinya: "Dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya." (QS. Al-Hujurat: 12).
Menggunjing sama saja dengan memakan bangkai saudara sendiri, sebuah kiasan betapa kotornya lisan yang gemar menguliti aib orang lain.
Mulai saat ini, marilah kita tahan lisan kita dari membicarakan keburukan sesama, karena kita pun tak luput dari kesalahan dan dosa.
Ya Allah, bersihkanlah lisan kami dari penyakit ghibah dan fitnah, serta tutupilah aib-aib kami dari pandangan manusia.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
3. Materi Kultum Singkat: Keselamatan Manusia Ada pada Lisannya
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil 'alamin, bersyukur kita kepada Allah Yang Maha Pengasih atas segala karunia dan nikmat yang tiada henti-hentinya dianugerahkan.
Selawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Agung Muhammad SAW, keluarga, para sahabat, serta pengikutnya yang setia.
Jemaah sekalian yang dimuliakan Allah, sungguh beruntung orang-orang yang mampu menguasai lisannya di era informasi yang begitu cepat ini.
Banyak orang yang celaka dan kehilangan kehormatannya hanya karena satu kalimat keliru yang terucap tanpa dipikirkan terlebih dahulu.
Oleh sebab itu, para ulama sering mengutip nasihat emas dari Rasulullah SAW tentang letak keselamatan seorang hamba di dunia.
سَلَامَةُ الْإِنْسَانِ فِي حِفْظِ اللِّسَانِ
Artinya: "Keselamatan manusia itu terdapat dalam penjagaan lisannya." (HR. Bukhari).
Pesan moral dari hadis ini sungguh relevan sepanjang zaman, di mana lisan yang dijaga akan menyelamatkan dari berbagai pertikaian.
Jangan biarkan emosi sesaat mengendalikan lidah kita, biasakanlah untuk menahan diri ketika sedang marah agar terhindar dari penyesalan.
Ya Allah, karuniakanlah kepada kami kemampuan untuk menjaga lisan, dan selamatkanlah kami dari keburukan ucapan yang tak terkendali.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
4. Materi Kultum Singkat: Menjauhi Dusta Sekalipun Bercanda
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Mari kita panjatkan rasa syukur ke hadirat Ilahi Rabbi, Allah SWT, yang selalu mencurahkan rahmat dan hidayah-Nya di majelis ini.
Teriring selawat dan doa keselamatan senantiasa kita hadiahkan untuk Nabi Muhammad SAW, teladan kejujuran bagi seluruh umat manusia.
Saudara-saudara seiman yang insyaallah dirahmati Allah, kejujuran adalah mata uang yang berlaku di mana saja dan kapan saja.
Namun sayangnya, di zaman sekarang banyak orang yang dengan mudahnya melontarkan kebohongan hanya demi mencairkan suasana atau sekadar bercanda.
Padahal, Rasulullah SAW sangat membenci sifat dusta dan memberikan jaminan surga bagi mereka yang meninggalkannya dalam segala keadaan.
أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا
Artinya: "Aku menjamin sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun ia sedang bercanda." (HR. Abu Daud).
Jaminan surga ini menunjukkan betapa mahalnya nilai sebuah kejujuran, bahkan ketika kita hanya berniat untuk menghibur orang lain.
Marilah kita hiasi lisan kita dengan kebenaran mutlak, jauhi candaan yang mengandung kepalsuan agar kehormatan kita tetap terjaga utuh.
Ya Allah, ampunilah kebohongan lisan kami di masa lalu, dan jadikanlah kami golongan hamba-Mu yang jujur dalam ucapan.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
5. Materi Kultum Singkat: Ucapan Penentu Rida dan Murka
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang senantiasa menuntun hati dan lisan kita untuk tunduk hanya kepada-Nya siang dan malam.
Selawat dan salam semoga abadi tersampaikan kepada junjungan alam Nabi Muhammad SAW, yang selalu mengucapkan perkataan mulia bermakna kebaikan.
Jamaah salat yang dimuliakan Allah, setiap kata yang meluncur dari bibir kita tidak pernah berlalu dengan sia-sia tanpa penilaian.
Ada kalanya sebuah ucapan ringan mampu mengangkat derajat seseorang ke tempat tertinggi, namun bisa pula menjerumuskannya ke dasar neraka.
Rasulullah SAW telah memberikan peringatan yang sangat mengerikan terkait konsekuensi dari sebuah ucapan yang dianggap remeh oleh manusia.
إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ رِضْوَانِ اللَّهِ لَا يُلْقِي لَهَا بَالًا يَرْفَعُهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَاتٍ، وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللَّهِ لَا يُلْقِي لَهَا بَالًا يَهْوِي بِهَا فِي جَهَنَّمَ
Artinya: "Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kata dari rida Allah yang tidak ia hiraukan, namun dengannya Allah mengangkat derajatnya. Dan sungguh seorang hamba mengucapkan satu kata dari murka Allah yang tidak ia hiraukan, namun dengannya ia terjerumus ke dalam neraka Jahannam." (HR. Bukhari).
Betapa menakutkannya ancaman ini, menyadarkan kita bahwa tidak ada satu huruf pun yang lepas dari catatan timbangan akhirat.
Mari senantiasa menimbang bobot ucapan kita sebelum dilontarkan, pastikan hanya rida Allah yang kita kejar di setiap pembicaraan.
Ya Allah, lindungilah lisan kami dari kata-kata yang mendatangkan murka-Mu, dan jadikanlah ucapan kami sebagai jalan menuju surga.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
6. Materi Kultum Singkat: Larangan Mencaci dan Melaknat
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan yang menguasai alam semesta, yang memberikan kita nikmat sehat untuk beribadah tanpa henti.
Selawat serta salam tak putus-putusnya kita haturkan kepada Nabi Muhammad SAW, pembawa risalah penyempurna akhlak umat manusia sejagat.
Kaum muslimin yang berbahagia, akhlak seorang mukmin yang sejati tidak akan pernah terkotori oleh caci maki dan ucapan kotor.
Di zaman modern ini, sangat mudah menemukan orang yang saling melaknat di dunia maya hanya karena perbedaan pendapat kecil.
Padahal, Rasulullah SAW secara tegas telah mendeskripsikan sifat-sifat dasar seorang mukmin yang pantang melukai orang lain dengan lisannya.
لَيْسَ الْمُؤْمِنُ بِالطَّعَّانِ وَلَا اللَّعَّانِ وَلَا الْفَاحِشِ وَلَا الْبَذِيءِ
Artinya: "Seorang mukmin bukanlah orang yang suka mencela, suka melaknat, berbuat keji, dan berkata kotor." (HR. Tirmidzi).
Caci maki bukanlah tanda kehebatan, melainkan bukti kelemahan jiwa dan hilangnya cahaya keimanan dari dalam dada seseorang.
Mari kita redam amarah dan latih kesabaran tingkat tinggi, agar lisan ini tidak mudah terprovokasi membalas dengan keburukan serupa.
Ya Allah, berikanlah kami kelembutan hati, hindarkan lisan kami dari mencela, dan hiasilah perilaku kami dengan akhlak yang terpuji.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
7. Materi Kultum Singkat: Berzikir sebagai Terapi Lisan
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil 'alamin, pujian tertinggi kita panjatkan kepada Allah SWT, Zat Yang Maha Kaya atas segala nikmat tak terhingga.
Selawat dan salam semoga mengalir deras kepada teladan kita, Nabi Muhammad SAW, yang selalu membasahi lisannya dengan zikir panjang.
Jemaah sekalian yang senantiasa mengharapkan rida Ilahi, menahan lisan dari keburukan akan terasa sangat berat jika dibiarkan menganggur.
Terapi paling efektif agar lisan tidak terseret arus ghibah dan kebohongan adalah dengan menyibukkannya dalam mengingat kebesaran Allah SWT.
Seorang sahabat pernah meminta wasiat amalan yang ringan namun mencakup kebaikan yang banyak, lalu Rasulullah SAW pun menjawabnya ringkas.
لَا يَزَالُ لِسَانُكَ رَطْبًا مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ
Artinya: "Hendaklah lisanmu senantiasa basah dengan berzikir kepada Allah." (HR. Tirmidzi).
Zikir yang terus mengalir dari lisan akan membentuk perisai gaib yang menolak segala bentuk godaan setan untuk berbuat maksiat verbal.
Marilah kita isi waktu luang saat berkendara maupun bersantai dengan memperbanyak kalimat tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir tanpa henti.
Ya Allah, jadikanlah lisan kami selalu rindu menyebut asma-Mu, berilah kami kekuatan berzikir, dan golongkan kami sebagai ahli surga.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Pertanyaan Seputar Materi Khutbah Menjaga Lisan
1. Apa saja bahaya tidak menjaga lisan dalam Islam?
Tidak menjaga lisan dapat merusak ukhuwah, menghapus pahala ibadah, memicu permusuhan dan fitnah, serta menjadi penyebab terbanyak yang menjerumuskan manusia ke dalam api neraka.
2. Mengapa materi kultum singkat tentang menjaga lisan dalam islam sangat penting disampaikan?
Karena kesalahan lisan (seperti berbohong, ghibah, cacian) sangat mudah dan sering dilakukan tanpa sadar di kehidupan sehari-hari maupun di media sosial, sehingga pengingat yang berulang melalui kultum sangat dibutuhkan masyarakat.
3. Bagaimana cara ampuh melatih diri menahan lisan dari perkataan buruk?
Cara paling ampuh adalah memperbanyak zikir, memilih diam apabila tidak ada hal bermanfaat yang perlu diucapkan, serta menyadari bahwa setiap kata akan dihisab dan dicatat oleh malaikat Raqib dan Atid.
4. Apakah menggunjing fakta (kebenaran) tetap dilarang dalam Islam?
Ya, membicarakan keburukan orang lain yang sesuai fakta disebut ghibah dan hukumnya haram dalam Islam, sedangkan jika tidak sesuai fakta maka disebut fitnah yang dosanya lebih besar lagi.
5. Hadis apa yang paling sering dibaca saat kultum tentang menjaga lisan?
Hadis riwayat Bukhari dan Muslim yang paling masyhur berbunyi: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam."

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8627023/original/022700000_1782622344-masjid-pogung-dalangan-GGtHPUYx6oI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5396547/original/062855300_1761739604-Bepergian.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401335/original/050061800_1762163848-Sholawat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528400/original/078985500_1773283926-saringan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507757/original/Rinnai_RI-301S_dan_RI-511C_karena_Teknologi_Pembakaran_Efisien_Rinnai_menjadi_salah_satu_merek_yang_konsisten_masuk_daftar_rekomendasi_2026._Model_RI-301S_dan_RI-511C_dikenal_memiliki_burner_berku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5409359/original/082273300_1762853878-WhatsApp_Image_2025-11-11_at_16.35.29.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321440/original/060833200_1786441575-masjid-maba-QhzQfD0ihnI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8627020/original/000666700_1782622344-aoun-abbas-97o4XH0htUs-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4758315/original/039700600_1709260395-front-view-person-reading-from-holy-book.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4374139/original/096709100_1679981555-pexels-alena-darmel-8164742.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3108176/original/099514400_1587459746-close-up-of-text-on-paper-318451__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397187/original/001577400_1761803406-ilustrasi_berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4409360/original/016295800_1682681480-Gambar_oleh_UIE_1470_dari_Pixabay.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402935/original/045204600_1762311893-priest-holding-holy-book-bracelet.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5220347/original/094913800_1747281277-41961081_8976420.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5582904/original/095301300_1778131421-cpns_bea_cukai_-_cek_fakta.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572218/original/060707400_1777780612-cek_fakta_-_CPNS_Kemenag.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4697748/original/031327300_1703490526-20231225-Taman-Margasatwa-Ragunan-Herman-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5580670/original/061045400_1778126140-8a6419d8-418c-4e77-8846-31d68f6b6e38.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382328/original/091326000_1760578848-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-10-15T134632.180.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2806807/original/084266200_1557976563-IMG-20190507-WA0082.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5550896/original/089873500_1775711382-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-09T120454.556.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380783/original/022608800_1760432989-Ilustrasi_Qunut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4439341/original/074219600_1684915362-ibrahim-uz-3Z3RvzpVAqM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5640995/original/044596400_1778245881-haj1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4725886/original/008571900_1706156981-madrosah-sunnah-XvJYidRmpUE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6363680/original/024922800_1779238711-Tugas__15_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1336024/original/066771100_1472887334-20160903-Idul-Adha-Jakarta-Qurban-YR3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5372348/original/034637900_1759740027-meteor_jatuh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575202/original/003079900_1778040737-WhatsApp_Image_2026-05-06_at_10.48.40_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5088255/original/081749300_1736475152-pupuk_subsidi.jpg)