Pengertian Bermalam di Mina, Hukum, dan Tata Caranya

7 hours ago 5
  • Apa pengertian bermalam di Mina dalam ibadah haji?
  • Apakah hukum bermalam di Mina?
  • Berapa lama durasi mabit di Mina?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Bermalam di Mina atau yang dikenal dengan istilah mabit merupakan salah satu rangkaian penting dalam ibadah haji. Kegiatan ini dilakukan pada malam hari-hari Tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah, dan memiliki makna yang mendalam bagi setiap jemaah haji.

Mabit di Mina bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan juga momen spiritual yang memberikan kesempatan kepada jemaah untuk berdoa dan memperbanyak ibadah. Dengan memahami pengertian, hukum, dan tata cara mabit di Mina, diharapkan jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lebih baik dan sesuai dengan ketentuan syariat.

Pengertian Bermalam di Mina

Secara bahasa, mabit berarti bermalam atau menginap. Dalam konteks ibadah haji, pengertian bermalam di Mina adalah kegiatan menginap di kawasan Mina pada malam hari-hari Tasyrik. Mina sendiri adalah lembah yang terletak sekitar 5 kilometer dari Kota Makkah, Arab Saudi, dan merupakan bagian dari tanah haram.

Mina sering disebut sebagai 'Kota Tenda' karena area ini dipenuhi dengan tenda-tenda yang disiapkan untuk jemaah haji. Selama mabit, jemaah diharapkan untuk memperbanyak doa dan ibadah, serta mempersiapkan diri untuk melontar jumrah. Momen ini menjadi penting karena berkaitan erat dengan pelaksanaan ibadah haji secara keseluruhan.

Dengan memahami pengertian bermalam di Mina, jemaah dapat lebih menghargai setiap langkah dalam ibadah haji mereka. Kegiatan ini bukan hanya sekadar tidur, tetapi juga merupakan waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Hukum Bermalam di Mina

Hukum mabit di Mina termasuk dalam kategori wajib haji menurut mayoritas ulama dari mazhab Maliki, Syafi'i, dan Hanbali. Jika jemaah meninggalkan mabit di Mina tanpa alasan yang dibenarkan, maka ibadah haji mereka tetap sah, namun mereka wajib membayar dam sebagai denda.

Beberapa ulama berpendapat bahwa mabit di Mina adalah sunnah, namun pendapat yang lebih kuat adalah bahwa hukum mabit adalah wajib. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kegiatan ini dalam rangkaian ibadah haji yang harus dilakukan oleh setiap jemaah.

Selain itu, ada keringanan bagi jemaah yang memiliki uzur untuk tidak melaksanakan mabit di Mina tanpa dikenakan dam. Contoh uzur ini termasuk sakit, lansia, atau tidak mendapatkan tempat yang layak di Mina.

Durasi Bermalam di Mina

Dalam ibadah haji, mabit di Mina adalah bermalam dan menetap sementara di kawasan Mina pada hari-hari tertentu setelah wukuf di Arafah. Mabit termasuk bagian penting dari rangkaian ibadah haji, khususnya pada hari tasyrik.

Durasi mabit biasanya berlangsung selama:

  • Malam 11 dan 12 Zulhijah bagi jamaah yang mengambil nafar awal.
  • Malam 11, 12, dan 13 Zulhijah bagi jamaah yang mengambil nafar tsani.

Rinciannya:

  • Setelah mabit di Muzdalifah dan melontar jumrah aqabah pada 10 Zulhijah, jamaah menuju Mina.
  • Jamaah tinggal di Mina pada malam-malam hari tasyrik sambil melaksanakan lontar jumrah.
  • Jika keluar dari Mina sebelum magrib tanggal 12 Zulhijah, jamaah disebut mengambil nafar awal.
  • Jika masih berada di Mina sampai magrib tanggal 12 Zulhijah, maka wajib menginap lagi hingga 13 Zulhijah dan disebut nafar tsani.

Secara praktik, durasi mabit bisa sekitar:

  • 2 hari 2 malam untuk nafar awal.
  • 3 hari 3 malam untuk nafar tsani.

Tata Cara Bermalam di Mina

Pada tanggal 10 Zulhijah setelah melaksanakan lontar jumrah aqabah dan tahallul awal, jamaah menuju Mina untuk menetap sementara.

2. Menempati tenda atau lokasi yang disediakan

Jamaah biasanya tinggal di tenda sesuai maktab atau kelompoknya. Selama di Mina, jamaah dianjurkan menjaga kondisi fisik karena cuaca sering sangat panas dan padat.

3. Bermalam di Mina

Mayoritas ulama menjelaskan bahwa mabit dilakukan dengan menetap pada sebagian besar malam di Mina. Tidak harus terus-menerus terjaga atau beribadah sepanjang malam.

4. Melaksanakan lontar tiga jumrah

Pada hari tasyrik jamaah melontar:

  • Jumrah ula
  • Jumrah wustha
  • Jumrah aqabah

Masing-masing dilempar 7 batu kerikil setiap hari setelah tergelincir matahari.

5. Keluar dari Mina sesuai pilihan nafar

Setelah menyelesaikan lontar jumrah:

  • Jamaah boleh keluar lebih awal pada 12 Zulhijah (nafar awal).
  • Atau melanjutkan mabit hingga 13 Zulhijah (nafar tsani).

Amalan yang Bisa Dilakukan Saat Mabit di Mina

Walaupun kondisi Mina sering padat dan melelahkan, ada banyak amalan yang dapat dilakukan.

Memperbanyak zikir dan takbir

Hari tasyrik termasuk hari untuk memperbanyak:

  • Takbir
  • Tahmid
  • Tahlil
  • Istighfar

Membaca Al-Qur’an

Mabit dapat menjadi waktu yang baik untuk tilawah karena jamaah memiliki waktu jeda di sela aktivitas lontar jumrah.

Memperbanyak doa

Mina merupakan bagian dari rangkaian ibadah haji yang penuh keberkahan. Jamaah dianjurkan memperbanyak doa untuk:

  • Ampunan dosa
  • Keselamatan dunia akhirat
  • Kebaikan keluarga
  • Kemudahan rezeki
  • Keteguhan iman

Menjaga salat berjamaah

Usahakan tetap menjaga:

  • Salat lima waktu
  • Salat berjamaah
  • Salat sunnah seperlunya sesuai kondisi fisik

Berdzikir setelah lontar jumrah

Setelah melontar jumrah ula dan wustha, disunnahkan berdoa cukup lama sambil menghadap kiblat.

Bersabar dan menjaga akhlak

Salah satu amalan penting selama mabit adalah menjaga:

  • Kesabaran
  • Lisan
  • Sikap terhadap sesama jamaah

Karena kondisi sangat padat, menjaga akhlak termasuk ibadah yang besar nilainya selama haji.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Pengertian Bermalam di Mina

Apa pengertian bermalam di Mina dalam ibadah haji?

Pengertian bermalam di Mina adalah kegiatan menginap di wilayah Mina pada malam-malam tertentu sebagai bagian dari ibadah haji.

Apakah hukum bermalam di Mina?

Hukum bermalam di Mina adalah wajib menurut mayoritas ulama dari mazhab Maliki, Syafi'i, dan Hanbali.

Berapa lama durasi mabit di Mina?

Durasi mabit di Mina tergantung pada jenis nafar, yaitu dua malam untuk nafar awal dan tiga malam untuk nafar tsani.

Amalan apa saja yang bisa dilakukan saat mabit di Mina?

Amalan yang bisa dilakukan termasuk shalat wajib, membaca Al-Qur'an, berdoa, dan mendengarkan tausiyah.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |