- Apa yang dimaksud dengan adab di atas ilmu?
- Apa saja adab-adab dalam mencari ilmu?
- Apa saja adab dalam menghormati ilmu?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Di era disrupsi digital, generasi muda rentan mengalami degradasi akidah dan moral akibat paparan informasi bebas. Untuk membentengi hal tersebut, kultum singkat tentang adab hadir sebagai media syiar kebaikan yang efektif. Pesannya yang padat mampu menyentuh hati di tengah gaya hidup masyarakat modern yang serba cepat.
Dakwah melalui kultum ini selaras dengan QS. Adz-Dzariyat ayat 55, "Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman."
Peringatan seputar adab sangat krusial agar kemudahan teknologi tak merusak karakter umat. Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menegaskan bahwa adab adalah indikator utama kebermanfaatan ilmu seseorang.
Berikut ini adalah tujuh teks kultum singkat tentang adab, berbagai tema pilihan. Format ceramah ringkas sangat relevan dengan gaya hidup masyarakat modern yang serba cepat, dan dapat menjadi referensi praktis bagi para pendakwah untuk membina akhlak generasi masa kini.
1. Kultum Singkat, Tema: Adab kepada Orang Tua
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua.
Hadirin yang dirahmati Allah, pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Ilahi Rabbi atas nikmat iman, Islam, dan kesehatan yang tiada nilainya.
Tak lupa shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan umatnya yang setia hingga akhir zaman.
Pada kesempatan yang mulia ini, izinkan saya menyampaikan sebuah kultum singkat mengenai tema yang sangat penting, yakni "Adab Kepada Orang Tua".
Orang tua adalah pintu surga pertengahan bagi kita. Berbakti kepada keduanya (birrul walidain) bukanlah sekadar kewajiban moral, melainkan ibadah agung yang kedudukannya sangat mulia di sisi Allah SWT.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surah Al-Isra ayat 23:
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا
Artinya: "Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya."
Ayat mulia ini menyejajarkan perintah mentauhidkan Allah dengan perintah berbakti kepada orang tua. Hal ini menunjukkan betapa besarnya hak orang tua atas diri kita sebagai anak-anaknya.
Bentuk adab kepada orang tua dalam keseharian adalah berbicara dengan nada lembut, tidak membentak, taat pada perintahnya selama bukan kemaksiatan, dan selalu mendoakan kebaikan untuk mereka di setiap sujud kita.
Oleh karena itu, selagi mereka masih hidup, mari kita muliakan keduanya, dan jika mereka telah tiada, mari kita teruskan bakti kita dengan untaian doa tanpa henti.
Mari kita tutup kultum ini dengan doa, Rabbighfirlii waliwaalidayya warhamhuma kamaa rabbayaanii shaghiiraa. Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqina 'adzabannar.
Kurang lebihnya mohon maaf apabila ada kata yang salah.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
2. Kultum Adab Menuntut Ilmu
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil 'alamin, wabihi nasta'in 'ala umuriddunya waddin.
Puji dan syukur senantiasa kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, Dzat yang memberikan nikmat hidayah sehingga kita bisa berkumpul dalam majelis kebaikan ini.
Shalawat beriring salam mari kita haturkan kepada teladan umat, Baginda Nabi Muhammad SAW, yang telah membawa umat manusia dari zaman kebodohan menuju zaman yang terang benderang oleh ilmu.
Hadirin sekalian, tema kultum kita pada hari ini berfokus pada sesuatu yang sedang kita amalkan saat ini, yaitu "Adab Menuntut Ilmu".
Dalam pandangan Islam, ilmu memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Namun, ilmu tidak akan membawa berkah dan manfaat bagi pemiliknya jika tidak diiringi dengan adab dan akhlak yang baik.
Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
Artinya: "Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim." (HR. Ibnu Majah).
Meskipun menuntut ilmu itu diwajibkan bagi kita semua, para ulama terdahulu selalu berpesan agar kita mempelajari adab terlebih dahulu sebelum kita bersusah payah menghafalkan ilmu.
Adab menuntut ilmu meliputi meluruskan niat ikhlas karena Allah semata, bersungguh-sungguh dalam belajar, pantang menyerah, serta memuliakan majelis ilmu dan orang yang memberikan ilmu.
Kesimpulannya, marilah kita senantiasa menghiasi proses belajar kita dengan akhlak yang mulia agar ilmu yang didapat benar-benar meresap dan bermanfaat di dunia maupun di akhirat.
Semoga Allah SWT memudahkan langkah kita. Mari berdoa: Allahumma anfa'na bima 'allamtana wa 'allimna ma yanfa'una wa zidna 'ilman. Amin.
Akhirul kalam, terima kasih atas waktu dan perhatiannya.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
3. Kultum Adab Berbicara
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam yang menciptakan manusia dengan sebaik-baik bentuk.
Mari kita senantiasa memanjatkan rasa syukur atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya yang tak terhingga pada hari yang cerah ini.
Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, beserta segenap keluarga dan sahabat beliau.
Jamaah sekalian, pada waktu yang berharga ini, saya akan menyampaikan sebuah pengingat singkat dengan tema "Adab Berbicara".
Lisan manusia adalah anggota tubuh yang sangat kecil ukurannya, namun lisan memiliki dampak yang sangat besar, baik untuk mendatangkan pahala maupun menyeret pemiliknya ke dalam dosa besar.
Rasulullah SAW mengingatkan kita dengan sangat tegas dalam sebuah hadis:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
Artinya: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim).
Pesan dari hadis ini sangat jelas, yakni kita diberi dua pilihan mutlak dalam menggunakan lisan: mengatakan hal yang bernilai kebaikan atau diam jika ragu ucapan itu akan menyakiti.
Dalam kehidupan sehari-hari, adab berbicara diwujudkan dengan menghindari ghibah (membicarakan aib orang), menjauhi kebohongan, tidak memotong pembicaraan orang lain, dan tidak berkata kasar.
Sebagai hamba yang beriman, mari kita jadikan lisan kita sebagai jembatan menuju surga, bukan sebagai bumerang yang akan menghancurkan pahala amal ibadah kita sendiri.
Mari kita memohon kepada Allah, Ya Allah jagalah lisan kami. Rabbana la tuzigh qulubana ba'da idz hadaitana wahablana min ladunka rahmah, innaka antal wahhab.
Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
4. Kultum Adab Makan dan Minum
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Bismillah walhamdulillah, wash-shalatu wassalamu 'ala rasulillah, wa 'ala alihi wa shahbihi wa mawwalah.
Syukur alhamdulillah kita sampaikan kepada Allah SWT atas nikmat rezeki dan kesehatan sehingga kita dapat beraktivitas hingga detik ini.
Shalawat dan salam tak henti-hentinya kita curahkan kepada Nabi Muhammad SAW, manusia pilihan yang mengajarkan kesempurnaan syariat Islam.
Jamaah yang dirahmati Allah, kultum kali ini akan membahas sesuatu yang rutin kita lakukan setiap harinya, yakni "Adab Makan dan Minum".
Islam adalah agama yang sempurna atau syamil mutakamil. Segala aspek kehidupan kita, sekecil apa pun itu termasuk cara kita memasukkan nutrisi ke dalam tubuh, telah diatur dengan adab yang sangat indah.
Rasulullah SAW memberikan tuntunan dalam sabdanya:
يَا غُلاَمُ سَمِّ اللَّهَ ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ
Artinya: "Wahai anak muda, sebutlah nama Allah (bismillah), makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari apa yang ada di dekatmu." (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis tersebut memberikan panduan praktis yang bernilai ibadah tentang bagaimana seorang muslim seharusnya menyantap hidangan yang telah direzekikan kepadanya.
Selain membaca basmalah dan menggunakan tangan kanan, kita juga diajarkan untuk mengambil makanan secukupnya, tidak mencela makanan apa pun, dan makan sambil duduk dengan tenang.
Dengan menjaga adab makan dan minum, hidangan yang masuk ke dalam tubuh kita tidak hanya sekadar mengenyangkan perut, melainkan membawa keberkahan dan kesehatan.
Semoga kita semua dimudahkan untuk terus menghidupkan sunnah Rasulullah dalam keseharian kita. Mari kita berdoa: Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah waqina 'adzabannar.
Wabillahi taufiq wal hidayah, mohon maaf atas segala kekhilafan.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
5. Kultum Adab Bertetangga
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahilladzi arsala rasulahu bil huda wadinil haq, liyudh-hirahu 'alad-diini kullihi.
Segala puji syukur mari kita haturkan kepada Sang Pencipta alam semesta, Allah SWT, yang selalu menyatukan hati-hati kita dalam ukhuwah Islamiyah.
Mari kita bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, sosok teladan agung yang senantiasa mengajarkan kedamaian dan menjadi rahmat bagi seluruh alam.
Pada majelis yang penuh berkah ini, saya akan membawakan kultum pengingat diri dengan judul "Adab Bertetangga".
Manusia adalah makhluk sosial yang sama sekali tidak bisa hidup sendirian. Dalam tatanan sosial Islam, tetangga memiliki hak yang sangat besar dan mulia atas diri kita.
Rasulullah SAW menegaskan pentingnya hal ini:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ
Artinya: "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya." (HR. Bukhari dan Muslim).
Memuliakan tetangga bukanlah anjuran semata, melainkan tanda kesempurnaan iman seseorang kepada Tuhannya. Sebaliknya, gemar menyakiti tetangga adalah indikasi lemahnya keimanan.
Contoh nyata memuliakan tetangga adalah dengan murah senyum saat berpapasan, menjenguk ketika mereka sakit, saling berbagi makanan, dan menjaga diri agar tidak membuat gangguan suara atau kotoran.
Jadikanlah diri kita semua sebagai figur tetangga yang baik, yang kehadirannya senantiasa dirindukan dan selalu mendatangkan rasa aman bagi lingkungan di sekitar tempat tinggal kita.
Mari kita berdoa agar dikaruniai akhlak mulia: Allahummahdinii liahsanil akhlaaqi laa yahdii liahsanihaa illaa anta.
Semoga nasihat singkat ini bermanfaat bagi kelapangan hati kita semua.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
6. Kultum Adab Kepada Guru
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi wabihi nasta'in 'ala umuriddunya waddin.
Syukur alhamdulillah kita panjatkan ke hadirat Allah yang senantiasa mengaruniakan kita kemampuan akal pikiran untuk terus belajar dan memahami ilmu kehidupan.
Shalawat dan salam yang tulus semoga selalu tercurah kepada sebaik-baiknya pendidik dan guru bagi seluruh umat manusia, Baginda Nabi Muhammad SAW.
Hadirin wal hadirat sekalian, pada waktu yang singkat ini, kultum kita akan menyoroti sebuah tema adab yang sangat penting, yaitu "Adab Kepada Guru".
Guru adalah pewaris peran para nabi dalam menyampaikan ilmu pengetahuan dan kebenaran. Tanpa bimbingan seorang pendidik, kita tentu akan tersesat dalam kebodohan yang gelap.
Rasulullah SAW bersabda untuk menghormati orang berilmu:
لَيْسَ مِنْ أُمَّتِي مَنْ لَمْ يُجِلَّ كَبِيرَنَا، وَيَرْحَمْ صَغِيرَنَا، وَيَعْرِفْ لِعَالِمِنَا حَقَّهُ
Artinya: "Tidak termasuk umatku orang yang tidak memuliakan yang lebih tua, tidak menyayangi yang lebih muda, dan tidak mengetahui hak orang yang berilmu (guru)." (HR. Ahmad).
Dalil tersebut secara terang-terangan menegaskan kewajiban setiap muslim untuk menghargai dan memberikan hak-hak penuh kepada orang tua dan orang berilmu yang telah mengajarinya.
Mengaplikasikan adab ini berarti kita wajib mendengarkan penjelasan guru dengan saksama di kelas, tidak memotong pembicaraannya, bersikap tawadhu (rendah hati) di hadapannya, serta mendoakan kebaikan untuk mereka.
Ingatlah, keberkahan sebuah ilmu sangat bergantung pada bagaimana cara kita menghormati sumber datangnya ilmu tersebut, yakni memuliakan sang guru pembawa ilmu.
Mari tundukkan hati kita sejenak untuk berdoa: Allahummaghfir lana wa liwalidayna wa limasyaayikhina wa liman 'allamana wa liman lahu haqqun 'alayna.
Sekian yang dapat saya sampaikan pada kesempatan mulia ini.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
7. Kultum Adab Menjaga Kebersihan
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam yang Maha Suci, menyukai kesucian, serta mencintai hamba-hamba-Nya yang senantiasa membersihkan diri.
Pada kesempatan yang baik ini, marilah kita tidak lelah memanjatkan puja dan puji syukur atas segala kelimpahan nikmat iman dan juga nikmat kesehatan dari Allah SWT.
Tidak lupa shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada pelita hati umat, Nabi Muhammad SAW, yang selalu mengajarkan keindahan dan kebersihan jasmani maupun rohani.
Jamaah yang dimuliakan Allah, izinkan saya menyampaikan satu lagi tema kultum penutup yang tidak kalah pentingnya dalam keseharian kita, yaitu "Adab Menjaga Kebersihan".
Agama Islam adalah agama yang paripurna dan sangat menjunjung tinggi perihal kebersihan. Bahkan, menjaga kebersihan dan bersuci dijadikan sebagai salah satu syarat utama sahnya berbagai ibadah kita.
Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis yang sangat luhur dan masyhur:
الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ
Artinya: "Bersuci (kebersihan) itu adalah setengah dari iman." (HR. Muslim).
Makna agung dari penggalan hadis ini menunjukkan bahwa menjaga kebersihan diri dan lingkungan merupakan salah satu manifestasi atau bukti nyata dari keimanan seseorang kepada Allah.
Adab menjaga kebersihan ini secara konkret dipraktikkan dengan tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kesucian area masjid, dan selalu menjaga kebersihan pakaian serta tubuh sebelum menghadap Allah.
Dengan senantiasa memegang teguh adab kebersihan, kita tidak hanya berhasil menjauhkan diri dari berbagai ancaman penyakit, tetapi juga mendapatkan keutamaan dicintai oleh Allah SWT.
Mari kita memohon taufik kepada Allah agar selalu dijaga dalam keadaan suci dan bersih: Allahumma inni as-alukal 'afwa wal 'afiyata fid dunya wal akhirah.
Mohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala kekurangan penyampaian saya.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
People also Ask:
Apa yang dimaksud dengan adab di atas ilmu?
“Al adab artinya menerapkan segala yang dipuji oleh orang, baik berupa perkataan maupun perbuatan. Sebagian ulama juga mendefinsikan, adab adalah menerapkan akhlak-akhlak yang mulia” (Fathul Bari, 10/400).
Apa saja adab-adab dalam mencari ilmu?
Beberapa adab dan etika dalam menuntut ilmu yaitu: giat dan konsisten, mengamalkan, larangan mempelajari ilmu perdukunan, niat yang buat dalam menuntut ilmu semat-mata karena Allah SWT, tawadu, memilih guru yang tepat, memilih jenis ilmu yang tepat, dan saling menasehati dalam kebaikan (Saihu, 2020: 110-111).
Apa saja adab dalam menghormati ilmu?
3. Adab-Adab dalam Menuntut Ilmua. Ikhlas karena Allah.b. Menghormati Guru dan Ulama.c. Rendah Hati dan Tidak Sombong.d. Bersungguh-Sungguh dan Disiplin.e. Mengamalkan Ilmu.
Apa jadinya ilmu tanpa adab?
Orang yang berilmu tanpa adab bisa menjadi sombong, meremehkan orang lain, atau bahkan menggunakan ilmunya untuk hal-hal yang merugikan. Sebaliknya, orang yang memiliki adab yang baik akan menggunakan ilmunya untuk kebaikan, berbagi dengan orang lain, dan menjadi pribadi yang rendah hati.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4694981/original/059163000_1703214208-Ilustrasi_pernikahan__menikah__Islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4374521/original/081753100_1679993733-ed-us-iXUXMn_-nh8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456522/original/072791600_1766898100-Gemini_Generated_Image_f3y0p0f3y0p0f3y0_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3195567/original/025977300_1596167805-20200731-Salat-Id-JIC-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3426408/original/005688900_1618209714-WhatsApp_Image_2021-04-12_at_08.22.59.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5553265/original/069368100_1775925376-Juliati_Kemala.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5245253/original/070133300_1749300502-IMG_20250606_060339.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4731781/original/059808800_1706761571-ilustrasi_bayi_perempuan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380783/original/022608800_1760432989-Ilustrasi_Qunut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552321/original/058845600_1775806918-da4eee4c0f11eaa06447a469562bbdd4ommons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5095573/original/012538800_1736934827-pexels-helloaesthe-15707485.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2555930/original/052427200_1545801494-20181226-Peringatan-14-Tahun-Tsunami-Aceh-AFP-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1612134/original/044088500_1496388393-20170602-Salat-Jumat-Pertama-Bulan-Ramadan-di--Istiqlal-Gempur-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381462/original/019627800_1613720800-wooden-spoon-fork-as-clock-hands-white-plate_49149-1007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531526/original/098176600_1773619110-unnamed__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4314861/original/012980000_1675661791-rade-nugroho-rlj3VznKap0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2815496/original/065112000_1558772546-iStock-1137948841.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448205/original/085550400_1766022443-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-18T084617.730.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5154231/original/041919200_1741337635-20250307-Tadarus-ANG_2.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450038/original/011940800_1766126206-Gemini_Generated_Image_n0zy6on0zy6on0zy.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360668/original/038739700_1611729329-abdullah-faraz-fj-p_oVIhYE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2559362/original/076937200_1546315450-20190101-Kembang-Api-Ancol-5.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/755908/original/073849700_1414158415-x6.jpg)