- Apa saja dzikir dan doa yang dianjurkan untuk kesembuhan dalam Islam?
- Bagaimana bunyi doa Nabi Ayyub AS saat memohon kesembuhan?
- Apa arti dari doa "Allahumma rabban-naas, adzhibil-ba'sa, isyfi anta asy-syaafii, laa syifaa-a illaa syifaa uka, syifaa-an laa yughaadiru saqama"?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Setiap manusia pasti akan merasakan sakit. Dalam Islam, sakit tidak hanya dipandang sebagai ujian, tetapi juga sebagai bentuk kasih sayang Allah untuk menghapus dosa-dosa hamba-Nya. Dzikir cepat sembuh dari sakit menjadi ikhtiar kesembuhan sekaligus mendapatkan kebaikan.
Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: "Tidaklah seorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kegundahan, kesedihan, gangguan, hingga duri yang mengenainya, melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya karenanya." (HR. Bukhari & Muslim)
Dalam menghadapi sakit, seorang muslim dianjurkan untuk melakukan ikhtiar lahir (berobat ke dokter) dan ikhtiar batin (memperbanyak doa dan dzikir). Kesembuhan hakikatnya berasal dari Allah SWT, sementara doa adalah senjata orang beriman.
Berikut ini adalah kumpulan dzikir dan doa yang diajarkan Rasulullah SAW untuk memohon kesembuhan, lengkap dengan teks Arab, latin, arti, serta penjelasan ulama, merujuk Buku Doa-Doa bagi Orang Sakit dan yang Tertimpa Musibah, karya Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr, Buku Kumpulan Doa Sehari-hari, serta sumber lainnya.
1. Dzikir Kesembuhan dari Al-Qur'an: Surat Al-Fatihah
Dalam Shahih Bukhari dan Muslim, diriwayatkan bahwa sekelompok sahabat Rasulullah SAW meruqyah kepala suku yang tersengat kalajengking dengan membaca Surah Al-Fatihah, dan beliau pun sembuh seketika. Mendengar hal itu, Rasulullah SAW bersabda, "Bagaimana engkau tahu bahwa Al-Fatihah adalah ruqyah?" (HR. Bukhari & Muslim).
Bacaan Surat Al-Fatihah:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Latin: Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm
Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Latin: Al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn
Artinya: Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam
الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Latin: Ar-raḥmānir-raḥīm
Artinya: Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang
مَٰلِكِ يَوْمِ الدِّينِ
Latin: Māliki yaumid-dīn
Artinya: Pemilik hari Pembalasan
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
Latin: Iyyāka na‘budu wa iyyāka nasta‘īn
Artinya: Hanya kepada Engkau kami menyembah, dan hanya kepada Engkau kami memohon pertolongan
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
Latin: Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm
Artinya: Tunjukilah kami jalan yang lurus
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
Latin: Ṣirāṭal-lażīna an‘amta ‘alaihim gairil-magḍūbi ‘alaihim wa laḍ-ḍāllīn
Artinya: (Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat
Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam kitabnya Tafsir al-Qayyim dan At-Tibb an-Nabawi menegaskan keagungan Surah Al-Fatihah sebagai obat. Beliau berkata, "Sungguh memakai obat ini (surah Al-Fatihah) untuk menghilangkan penyakit hingga seolah-olah penyakit tersebut hilang sama sekali adalah perkara yang mudah dan gampang.
Seandainya seorang hamba memperbagus pengobatan dengan surah Al-Fatihah, maka dia akan melihat pengaruh kesembuhan yang menakjubkan." Bahkan, beliau menceritakan pengalaman pribadinya saat sakit di Makkah dan tidak menemukan obat, lalu ia mengobati dirinya dengan Al-Fatihah dan merasakan hasil yang menakjubkan.
2. Doa Nabi Ayyub AS: Memohon Kesembuhan dalam Keputusasaan
Ketika Nabi Ayyub AS diuji dengan penyakit yang berkepanjangan, beliau berdoa dengan tulus kepada Allah. Doa ini mengajarkan kita untuk selalu kembali kepada Allah di kala sakit.
رَبِّ إِنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ
Rabbi innī massaniyaḍ-ḍurru wa anta arḥamur-rāḥimīn
"Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang." (QS. Al-Anbiya: 83)
Doa ini diamalkan oleh Nabi Ayyub dan menjadi salah satu doa mustajab yang diajarkan dalam Al-Qur'an untuk memohon kesembuhan.
3. Doa Nabi Yunus AS: Doa saat dalam Kesulitan
Doa ini dikenal sebagai doa dzun-nun (doa Nabi Yunus saat berada di dalam perut ikan paus). Rasulullah SAW bersabda bahwa doa ini tidaklah dipanjatkan oleh seorang muslim dalam suatu urusan melainkan Allah akan mengabulkannya.
لَّا إِلَهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Laa ilaaha illa anta subhaanaka innii kuntu minazhzhaalimiin
"Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim." (QS. Al-Anbiya: 87).
Syekh Zainuddin al-Malibari dalam kitab Irsyadul Ibad meriwayatkan sebuah hadits, "Siapa saja seorang muslim yang berdoa ketika sakitnya kalimat 'Laa ilaaha illa anta...' sebanyak 40 kali, lalu meninggal disebabkan sakitnya itu, maka baginya ganjaran mati syahid. Namun sekiranya dia sehat, sungguh diampuni baginya segala dosanya." (HR. Al-Hakim).
Dalam kitab Al-Adzkar, Imam an-Nawawi juga mengutip doa ini sebagai salah satu dzikir yang sangat dianjurkan bagi orang yang tertimpa musibah atau kesulitan.
4. Dzikir dari Hadits Rasulullah SAW: Doa Kesembuhan
Ini adalah doa yang paling masyhur dan sering dibacakan Rasulullah SAW ketika menjenguk orang sakit maupun untuk diri beliau sendiri.
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لا يُغَادِرُ سَقَمًا
Allahumma rabban-naas, adzhibil-ba'sa, isyfi anta asy-syaafii, laa syifaa-a illaa syifaa uka, syifaa-an laa yughaadiru saqama
"Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah penyakit ini. Sembuhkanlah, Engkaulah Yang Maha Menyembuhkan. Tiada kesembuhan selain kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit."
Doa ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Aisyah RA. Beliau menyebutkan bahwa Rasulullah SAW membacakan doa ini sambil mengusap bagian tubuh yang sakit dengan tangan kanan. Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar (halaman 113) mengutip doa ini sebagai salah satu doa kesembuhan yang paling utama.
5. Doa dan Meletakkan Tangan di Atas Bagian yang Sakit
Diriwayatkan dari Utsman bin Abil Ash, beliau mengadu kepada Rasulullah SAW tentang rasa sakit pada tubuhnya. Beliau pun mengajarkan doa berikut:
Teks Bacaan:
3 kali Bismillah
(بِسْمِ اللَّهِ) - "Dengan nama Allah."
7 kali Doa A'uudzu billaahi wa qudratihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru
أَعُوذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ
Latin: A'uudzu billaahi wa qudratihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru
Artinya: "Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaan-Nya dari keburukan apa yang aku rasakan dan aku khawatirkan."
Letakkan tangan kanan pada bagian tubuh yang sakit, lalu baca "Bismillah" 3 kali, dilanjutkan doa di atas sebanyak 7 kali.
Imam Nawawi rahimahullah dalam kitab Syarh Shahih Muslim (14: 169) menjelaskan bahwa disunnahkan untuk meletakkan tangan di bagian yang sakit saat membaca doa ini.
6. Doa Menjenguk Orang Sakit (Doa untuk Orang Lain)
Ketika menjenguk saudara muslim yang sakit, kita dianjurkan untuk membacakan doa yang diajarkan Rasulullah SAW.
أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ، رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، أَنْ يَشْفِيَكَ
As-alullāhal-‘azhīm, rabbal-‘arsyil-‘azhīm, an yasyfiyaka
"Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Pemilik Arasy yang agung, agar menyembuhkanmu."
Doa ini dianjurkan dibaca sebanyak tujuh kali di hadapan orang yang sakit. Dalam kitab Adabul Mufrad karya Imam Bukhari, disebutkan bahwa Rasulullah SAW membaca doa ini ketika menjenguk orang sakit dan meletakkan tangannya di atas kepala orang tersebut.
7. Dzikir Surat Al-Ikhlas 100 Kali
Amalan lain yang sangat dianjurkan bagi orang yang sedang sakit, terutama yang sakitnya sudah parah, adalah membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak 100 kali.
قُلۡ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ (١) ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ (٢) لَمۡ يَلِدۡ وَلَمۡ يُولَدۡ (٣) وَلَمۡ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ (٤)
Latin: Qul huwallāhu aḥad. Allāhuṣ-ṣamad. Lam yalid wa lam yūlad. Wa lam yakul lahū kufuwan aḥad.
Artinya: Katakanlah (Muhammad), "Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia."
Syekh Zainuddin al-Malibari dalam Irsyadul Ibad meriwayatkan sabda Nabi SAW: "Barangsiapa membaca surat 'Qul huwallaahu ahad' pada sakit yang membawa kepada kematiannya sebanyak seratus kali, niscaya dia tidak akan menghadapi fitnah dalam kuburnya, aman dari himpitan siksa kubur, dan pada hari kiamat para Malaikat akan membawanya dengan sayap-sayapnya melalui titian shiratal mustaqim sampai ke dalam surga." (HR. At-Thabrani).
8. Doa Perlindungan dari Penyakit dan Musibah (Surat Al-Falaq dan An-Naas)
Dzikir ini sangat penting untuk dibaca pagi dan sore sebagai bentuk perlindungan diri dari berbagai penyakit.
Teks Bacaan (Surat Al-Falaq dan An-Naas): Dibaca masing-masing 3 kali.
Surat Al-Falaq (Waktu Subuh)
قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلۡفَلَقِ (١) مِن شَرِّ مَا خَلَقَ (٢) وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ (٣) وَمِن شَرِّ ٱلنَّفَّٰثَٰتِ فِي ٱلۡعُقَدِ (٤) وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ (٥)
Latin: Qul a'ūżu birabbil-falaq. Min syarri mā khalaq. Wa min syarri gāsiqin iżā waqab. Wa min syarri-naffāṡāti fil-'uqad. Wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad.
Artinya: Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki."
Surat An-Naas (Manusia)
قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ (١) مَلِكِ ٱلنَّاسِ (٢) إِلَٰهِ ٱلنَّاسِ (٣) مِن شَرِّ ٱلۡوَسۡوَاسِ ٱلۡخَنَّاسِ (٤) ٱلَّذِي يُوَسۡوِسُ فِي صُدُورِ ٱلنَّاسِ (٥) مِنَ ٱلۡجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ (٦)
Latin: Qul a'ūżu birabbin-nās. Malikin-nās. Ilāhin-nās. Min syarril-waswāsil-khannās. Allażī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās. Minal-jinnati wan-nās.
Latin: Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhannya manusia, Raja manusia, Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia."
Dalam kitab Penjelasan Doa-Doa bagi Orang Sakit, Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr menjelaskan bahwa Mu’awwidzatain (Al-Falaq dan An-Naas) memiliki pengaruh khusus dalam menolak sihir, ‘ain (pandangan mata hasad), dan seluruh kejahatan.
Beliau mengutip perkataan Ibnu Qayyim: "Sesungguhnya kebutuhan hamba untuk meminta perlindungan dengan kedua surah ini lebih besar daripada kebutuhannya kepada udara, makanan, minuman, dan pakaian." (Badai’ul Fawaaid).
Hikmah di Balik Dzikir Kesembuhan
Mengamalkan dzikir dan doa saat sakit bukan sekadar ritual, tetapi memiliki banyak hikmah, antara lain:
1. Menyadari Keterbatasan Manusia dan Kekuasaan Allah
Saat sakit, seseorang menyadari bahwa dirinya lemah dan tidak berdaya tanpa pertolongan Allah. Doa menjadi pengakuan bahwa hanya Allah-lah yang Maha Kuasa menyembuhkan. Sebagaimana firman-Nya, "Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku." (QS. Asy-Syu'ara: 80).
2. Menenangkan Jiwa dan Mengurangi Rasa Sakit
Berdasarkan riset ilmiah, doa dan meditasi terbukti dapat menenangkan sistem saraf, mengurangi stres, dan meningkatkan kekebalan tubuh. Allah berfirman, "(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd: 28).
3. Menghapus Dosa dan Meningkatkan Derajat
Sakit yang dihadapi dengan sabar dan dzikir dapat menjadi penghapus dosa. Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seorang mukmin ditimpa oleh rasa sakit yang terus-menerus, atau kegundahan, atau kesedihan, atau gangguan, hingga duri yang melukainya, melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya." (HR. Bukhari & Muslim).
4. Menjadi Perisai dari Gangguan Makhluk Halus
Doa-doa seperti Al-Falaq dan An-Naas, serta dzikir lainnya, menjadi benteng yang melindungi seorang muslim dari gangguan sihir, ‘ain (pandangan hasad), dan godaan setan yang dapat memperparah penyakit.
5. Membawa Kematian yang Husnul Khatimah
Bagi yang sakit parah, memperbanyak dzikir seperti "Laa ilaaha illa anta..." dan surat Al-Ikhlas dapat menjadi sebab memperoleh kematian yang baik (husnul khatimah) serta perlindungan dari siksa kubur, sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits shahih.
People also Ask:
Apa zikir penyembuh penyakit?
Dzikir penyembuh segala penyakit yang dianjurkan dalam Islam meliputi bacaan Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntu minazzhalimin, doa Nabi Ayyub Robbi innii massaniyadzdhurru wa anta arhamurroohimiin, serta shalawat dan istighfar. Dzikir ini bertujuan mendekatkan diri kepada Allah, menenangkan hati, dan memohon kesembuhan fisik maupun batin.
Apa dzikir nabi Ayyub ketika sakit?
Dzikir Nabi Ayyub AS saat sakit adalah doa memohon kesembuhan yang tercantum dalam Al-Qur'an Surat Al-Anbiya ayat 83.
Allahumma rabban nasi adzhibil ba sa isyfi antas syafi la syafiya illa anta syifa an la yughadiru saqaman artinya apa?
Doa "Allahumma rabban nasi adzhibil ba'sa isyfi antas syafi la syafiya illa anta syifa'an la yughadiru saqaman" adalah doa memohon kesembuhan yang diajarkan Rasulullah SAW. Artinya: "Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit. Sembuhkanlah, Engkaulah Maha Penyembuh, tidak ada kesembuhan selain kesembuhan-Mu, kesembuhan yang tidak menyisakan rasa nyeri".
Baca apa agar sakit cepat sembuh?
Berikut adalah kumpulan doa untuk orang sakit agar cepat sembuh, dikutip dari hadits Nabi SAW dan ajaran Islam, lengkap dengan Arab, latin, dan artinya. Doa ini memohon kesembuhan total dan pengampunan dosa.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1612134/original/044088500_1496388393-20170602-Salat-Jumat-Pertama-Bulan-Ramadan-di--Istiqlal-Gempur-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381462/original/019627800_1613720800-wooden-spoon-fork-as-clock-hands-white-plate_49149-1007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531526/original/098176600_1773619110-unnamed__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4314861/original/012980000_1675661791-rade-nugroho-rlj3VznKap0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2815496/original/065112000_1558772546-iStock-1137948841.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512253/original/006335800_1771934492-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2798272/original/079059200_1557206746-20190507-Mengisi-Waktu-Berpuasa-dengan-Tadarus-ARBAS-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534795/original/014528000_1773892938-khutbah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4373091/original/033031400_1679908390-top-view-islamic-new-year-with-quran-book.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4030425/original/064674000_1653273891-raka-dwi-wicaksana-Jbk_Tce8Z1U-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4054720/original/000780500_1655361908-muhammad-adil-6JaO2SVfMq0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534796/original/005967200_1773893358-unnamed__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5549337/original/029961700_1775615923-072121600_1775615170-unnamed__29_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5549300/original/072121600_1775615170-unnamed__29_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5548242/original/082432300_1775532139-WhatsApp_Image_2026-04-07_at_10.11.58.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429248/original/019447900_1618459697-pexels-michael-burrows-7129429.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3187033/original/003171100_1595400533-makkah-kaaba-hajj-muslims_21730-6508.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531527/original/052463700_1773619111-unnamed__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3343121/original/038184100_1610024393-asian-young-woman-praying-with-al-qur-prayer-beads_8595-1178.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448205/original/085550400_1766022443-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-18T084617.730.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381466/original/043629600_1613720800-photo-1512632578888-169bbbc64f33.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5154231/original/041919200_1741337635-20250307-Tadarus-ANG_2.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450038/original/011940800_1766126206-Gemini_Generated_Image_n0zy6on0zy6on0zy.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360668/original/038739700_1611729329-abdullah-faraz-fj-p_oVIhYE-unsplash.jpg)