Liputan6.com, Jakarta - Adab bertamu dan menerima tamu dalam Islam menjadi bagian normal agama dalam konteks hablumminannaas atau hubungan sosial sesama manusia. Islam sebagai agama yang sempurna telah mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk tata cara bertamu dan menerima tamu.
Dalam perpektif Al-Qur'an dan hadis bertamu dan menerima tamu dimaknai bukan sekadar etika sosial, tetapi juga bagian dari manifestasi keimanan seorang muslim. “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaknya dia memuliakan tamu.” (HR. Bukhari).
Merujuk jurnal Etika Bertamu dan Menerima Tamu dalam Pesan Rasulullah: Studi Takhrij dan Syarah Hadis, oleh Musthofa, S.A.H.N. dkk. (2022), Islam menempatkan adab bertamu dan menerima tamu bukan sekadar sebagai tata krama sosial biasa, melainkan sebagai implementasi keimanan.
Berikut ini ulasan mengenai adab bertamu dan menerima tamu dalam Islam, lengkap penjelasan dan dalilnya, dari Al-Qur'an dan hadis.
Adab Bertamu: Perspektif Al-Qur’an dan Hadis
Andre dan Ahmad Zabaidi dalam jurnal Adab Bertamu dalam Al-Qur’an: Studi Analisis Penafsiran Al-Qurtubi. Jurnal Ilmiah Falsafah (2023) menjelaskan, adab bertamu dan menerima tamu dalam Islam bisa merujuk Al-Qur'an dan hadis.
1. Meminta Izin dan Memberi Salam
Salah satu adab utama dalam bertamu adalah meminta izin dan memberi salam sebelum memasuki rumah orang lain. Hal ini berdasarkan Surah An-Nur ayat 27, yang artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya.” (QS. An-Nur: 27)
Al-Qurtubi dalam tafsirnya menekankan bahwa meminta izin dilakukan sebelum mengucapkan salam, dan maksimal tiga kali. Jika tidak diizinkan, tamu harus pulang.
2. Larangan Mengintip dan Berlama-lama
Mengintip ke dalam rumah orang lain tanpa izin adalah hal yang terlarang saat tak kunjung dibukakan pintu.
3. Tamu tidak boleh berlama-lama sehingga memberatkan tuan rumah.
Hal ini sesuai dengan hadis,
“Bertamu itu tiga hari, lebih dari itu adalah sedekah baginya.” (HR. Bukhari No. 5670)
4. Menjaga Sikap dan Ucapan
Tamu harus menjaga sikap, pandangan, dan lisannya. Tidak boleh mengumpat, menghina, atau memasuki ruang privat tanpa izin.
5. Waktu dan Situasi yang Tepat
Al-Qurtubi menegaskan bahwa tamu sebaiknya tidak datang pada waktu-waktu yang tidak tepat, seperti saat makan, kecuali diundang.
Adab Menerima Tamu, Memuliakan sebagai Cermin Iman
Masih merujuk sumber yang sama berikut ini adalah adab menerima tamu, dalam perspektif Al-Qur'an dan hadis:
1. Menyambut dengan Ramah dan Menjamu dengan Baik
Rasulullah mencontohkan bahwa memuliakan tamu adalah wujud keimanan. Tamu harus disambut dengan senyum, diajak bicara dengan sopan, dan dijamu sesuai kemampuan.
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia memuliakan tamunya dan menjamunya siang dan malam.” (HR. Bukhari)
2. Menjaga Perasaan Tamu
Tuan rumah dianjurkan untuk tidak menunjukkan sikap yang dapat menyinggung perasaan tamu, bahkan jika tamu tersebut datang dalam waktu yang kurang tepat.
3. Mengantar Tamu hingga ke Depan Rumah
Salah satu bentuk penghormatan adalah dengan mengantarkan tamu hingga ke depan rumah atau halaman saat hendak pulang.
4. Relevansi dalam Konteks Modern
Dalam era digital di mana komunikasi dapat dilakukan melalui bel pintu, telepon, atau intercom, adab bertamu tetap relevan. Esensinya tidak berubah: menghormati privasi dan kehormatan pemilik rumah.
Al-Qurtubi menyatakan: “Sesungguhnya syariat tidak melarang penggunaan semua peralatan ini selama tetap menjaga adab secara umum dan adab Islamiyah.”
Keutamaan Bertamu dan Menerima Tamu dengan Cara Islami
Adab bertamu dan menerima tamu dalam Islam bukan hanya sekadar tata krama sosial. Ada fadhilah besar yang terkandung di dalamnya.
“Hakikat adab bertamu adalah perangai, tingkah laku, atau tabiat yang sesuai dengan nilai-nilai keislaman, dihasilkan dari belajar yang diaplikasikan pada saat berkunjung," demikian Al-Qurthubi menjelaskan dalam Jami' Al-Jami' li Ahkam al-Qur'an.
1. Cerminan keimanan kepada Allah dan hari akhir.
2. Penjagaan terhadap privasi dan kehormatan sesama muslim.
3. Wujud nyata dari akhlak mulia yang diajarkan Rasulullah.
Dengan memahami dan mengamalkan adab-adab ini, kita tidak hanya menjaga harmoni sosial, tetapi juga meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita sebagai muslim.
Hikmah Bertamu dan Menerima Tamu Secara Islami
Berdasar analisis dua jurnal tersebut, terdapat banyak manfaat bertamu dan menerima tamu dalam Islam:
1. Memperkuat Silaturahmi & Ukhuwah
Melalui kunjungan dan penerimaan tamu, tali persaudaraan sesama muslim secara alami akan terjalin erat. Setiap pertemuan menjadi media untuk saling mengenal dan menguatkan ikatan emosional, yang pada akhirnya membentuk komunitas yang solid dan saling mendukung.
2. Sarana Dakwah & Berbagi Ilmu
Kedatangan tamu membuka ruang dialog yang penuh keberkahan, di mana nilai-nilai kebaikan dapat disampaikan dengan penuh hikmah. Interaksi yang terjalin tidak hanya sekadar basa-basi, tetapi menjadi sarana transfer ilmu dan pengalaman yang bermanfaat bagi kedua belah pihak.
3. Mendapat Pahala & Keberkahan
Setiap langkah dalam memuliakan tamu dan setiap senyum dalam menyambutnya bernilai ibadah di sisi Allah. Keramahan tuan rumah dalam menjamu adalah sedekah, sementara sikap santun tamu adalah cerminan keimanan yang mendatangkan pahala.
4. Membersihkan Sifat Buruk
Kegiatan saling mengunjungi melatih jiwa untuk terbebas dari sifat individualistik dan kikir. Bagi tuan rumah, ia belajar berbagi; bagi tamu, ia belajar menghargai privasi dan waktu orang lain.
5. Menyebarkan Kasih Sayang
Setiap kunjungan yang dilandasi keikhlasan akan menebar energi positif dan kehangatan dalam masyarakat. Hubungan yang terbina penuh kelembutan ini menciptakan lingkungan sosial yang harmonis dan penuh empati.
6. Membuka Pintu Rezeki
Silaturahmi yang terjalin melalui aktivitas bertamu telah dijanjikan Allah sebagai pembuka pintu rezeki dan keberkahan hidup. Tidak hanya rezeki materi, tetapi juga rezeki spiritual berupa ketenangan jiwa dan pengampunan dosa.
7. Kesehatan Mental & Sosial
Interaksi sosial yang sehat melalui kunjungan dapat meredakan tekanan psikologis dan mengurangi rasa kesepian. Baik tamu maupun tuan rumah sama-sama merasakan kebahagiaan dan kepuasan batin dari pertemuan tersebut.
8. Pendidikan Karakter
Proses bertamu dan menerima tamu menjadi sekolah kehidupan yang membentuk pribadi muslim sejati. Dari sini lahir pribadi yang santun, penyayang, dermawan, dan peka terhadap kebutuhan sesama.
Dalil-Dalil Adab Bertamu dan Menerima Tamu dalam Islam
Dalil Adab bertamu dan Menerima Tamu dari Al-Qur'an:
1. Surah An-Nur Ayat 27
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّىٰ تَسْتَأْنِسُوا وَتُسَلِّمُوا عَلَىٰ أَهْلِهَا ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat."
Imam Al-Qurtubi dalam tafsirnya menjelaskan: "Larangan masuk rumah orang lain sebelum isti'nas (meminta izin dengan cara berdehem atau mengucapkan salam) dan memberi salam. Ini untuk menjaga aurat dan privasi penghuni rumah."
2. Surah An-Nur Ayat 58
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِيَسْتَأْذِنكُمُ الَّذِينَ مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ وَالَّذِينَ لَمْ يَبْلُغُوا الْحُلُمَ مِنكُمْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Hendaklah hamba sahaya yang kamu miliki dan orang-orang yang belum balig di antara kamu meminta izin kepadamu tiga kali (dalam beberapa waktu)."
Ayat ini mengajarkan adab meminta izin meskipun kepada anak kecil dan pembantu, menunjukkan betapa Islam sangat menghormati privasi."
Dalil Adab Bertamu dan Menerima Tamu dari Hadis
1. Hadis Memuliakan Tamu
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي شُرَيْحٍ الْكَعْبِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ
Artinya: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah memuliakan tamunya." (HR. Bukhari No. 5670)
Imam Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim mengatakan: "Memuliakan tamu termasuk cabang iman yang menunjukkan kesempurnaan Islam seseorang."
2. Hadis Batas Waktu Bertamu
وَالضِّيَافَةُ ثَلَاثَةُ أَيَّامٍ فَمَا كَانَ بَعْدَ ذَلِكَ فَهُوَ صَدَقَةٌ
Artinya: "Dan bertamu itu tiga hari, apa yang lebih dari itu adalah sedekah." (HR. Bukhari)
Hadis ini menunjukkan batas ideal bertamu adalah tiga hari agar tidak memberatkan tuan rumah."
3. Hadis Larangan Mengintip
لَوْ أَنَّ رَجُلًا اطَّلَعَ عَلَيْكَ بِغَيْرِ إِذْنٍ فَخَذَفْتَهُ بِحَصَاةٍ فَفَقَأْتَ عَيْنَهُ مَا كَانَ عَلَيْكَ مِنْ جُنَاحٍ
Artinya: "Seandainya ada orang mengintipmu tanpa izin, lalu kamu melemparnya dengan batu kecil hingga matanya tercongkel, maka tidak ada dosa bagimu." (HR. Muslim)
Larangan ini sangat tegas karena mengintip dapat membuka aib dan aurat muslim lainnya.
People also Ask:
1. Apa saja adab bertamu dan menerima tamu?
Adab bertamu meliputi meminta izin, mengucapkan salam, datang tepat waktu, menjaga sopan santun seperti tidak mengintip, dan mengucapkan terima kasih. Adab menerima tamu adalah menyambut dengan ramah, menyajikan jamuan yang layak dan tidak berlebihan, serta menjaga kebersihan rumah. Kedua belah pihak harus saling menghormati dan menjaga kenyamanan satu sama lain.
2. Apa adab berkunjung dalam Islam?
Seseorang juga harus menghindari berkunjung saat waktu makan dan malam hari , karena pada waktu-waktu tersebutlah menerima tamu sangatlah tidak nyaman. Islam juga memerintahkan baik pria maupun wanita untuk menundukkan pandangan dan tidak mengintip atau melihat-lihat ketika berada di rumah orang lain. Disarankan juga untuk tidak memperpanjang kunjungan lebih lama dari yang diperlukan.
3. Bagaimana sikap Nabi Muhammad ketika bertamu?
Artinya: Adalah Rasulullah SAW apabila mendatangi pintu suatu kaum, beliau tidak menghadapkan wajahnya di depan pintu, tetapi berada di sebelah kanan atau kirinya dan mengucapkan assalamu'alaikum
4. 3 adab belajar apa saja?
Tiga adab dalam belajar adalah berdoa sebelum dan sesudah belajar, fokus menyimak penjelasan guru, dan menjaga kebersihan serta ketenangan lingkungan belajar. Selain itu, adab penting lainnya termasuk menghormati guru, bersungguh-sungguh, dan menghindari maksiat.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515498/original/093226700_1772178025-010411500_1540352808-pf-ake3273-num.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515616/original/022919100_1772182056-Terminal_Jatijajar_Depok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4769102/original/014075000_1710171937-20240311-Taraweh_Pertama_di_Istiqlal-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505405/original/077638700_1771386569-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505591/original/004405000_1771391548-baju_kurung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515025/original/077930200_1772148384-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1606355/original/da4eee4c0f11eaa06447a469562bbdd4ommons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5169865/original/011956600_1742551032-Depositphotos_650337252_S.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501800/original/006278100_1770956928-unnamed__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514935/original/093643200_1772126473-WhatsApp_Image_2026-02-24_at_16.46.14.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514742/original/096572900_1772104605-ShopeePay_Gebyar_Ramadan_2026_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514291/original/081789300_1772086565-073849700_1414158415-x6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4377848/original/055270800_1680189080-pexels-thirdman-7956574.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514838/original/031002600_1772111058-san1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/697821/original/26062014-jelang-puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2220482/original/035724700_1526813013-The_Blue_Mosque_at_night.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379059/original/056919200_1760334225-sholawat_asyghil.jpg)













:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1554094/original/040157900_1491121330-stairs-735995_1920.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348709/original/090969100_1757859256-bioskop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)









