- Apa hukum silaturahim saat Lebaran?
- Berapa lama batas maksimal menginap menurut Islam?
- Apakah wajib membawa oleh-oleh saat bertamu?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Adab bertamu saat Lebaran sesuai ajaran Islam menjadi pedoman penting bagi umat Muslim dalam menjaga keharmonisan silaturahim. Tradisi saling mengunjungi saat Hari Raya Idul Fitri bukan sekadar kebiasaan sosial, tetapi bagian dari ibadah yang bernilai pahala. Karena itu, setiap Muslim dianjurkan memahami dan mengamalkan adab bertamu saat Lebaran sesuai ajaran Islam agar kunjungan membawa keberkahan.
Adab bertamu saat Lebaran sesuai ajaran Islam menekankan niat tulus dan sikap santun kepada tuan rumah. Momentum Idul Fitri di Indonesia identik dengan mudik dan silaturahim ke keluarga serta sahabat. Dalam ajaran Islam, silaturahim diyakini menjadi sebab lapangnya rezeki dan panjang umur yang penuh berkah.
Rasulullah ﷺ bersabda, مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ, man sarrahu an yubsatha lahu fi rizqihi wa yunsa’a lahu fi atsarihi falyashil rahimahu, artinya barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya maka sambunglah silaturahim. Hadis ini menjadi dasar pentingnya kunjungan saat Lebaran. Namun pelaksanaannya tetap harus memperhatikan etika.
Ulama klasik seperti Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumiddin menjelaskan adab bertamu sebagai bagian dari akhlak mulia. Panduan tersebut relevan diterapkan dalam tradisi Lebaran masa kini. Dengan memahami adab, silaturahim tidak hanya menjadi rutinitas tahunan tetapi juga sarana memperkuat iman.
Niat Tulus dan Waktu yang Tepat
Niat merupakan fondasi utama dalam setiap amal, termasuk saat bertamu. Kunjungan hendaknya diniatkan untuk berbakti kepada orang tua dan mempererat ukhuwah. Hindari niat tersembunyi seperti ingin dipuji atau sekadar memenuhi gengsi sosial.
Selain niat, pemilihan waktu juga menjadi perhatian penting. Jangan datang saat tuan rumah sedang beristirahat atau baru tiba dari perjalanan jauh. Membuat janji terlebih dahulu adalah bentuk penghormatan terhadap privasi.
Islam mengajarkan untuk meminta izin sebelum memasuki rumah orang lain. Allah berfirman, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّىٰ تَسْتَأْنِسُوا, ya ayyuhalladzina amanu la tadkhulu buyutan ghaira buyutikum hatta tasta’nisu, artinya wahai orang beriman janganlah kalian memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin. Ayat ini menegaskan pentingnya etika dasar bertamu.
Tamu juga sebaiknya tidak terlalu lama atau terlalu singkat dalam berkunjung. Rasulullah menganjurkan batas maksimal menginap selama tiga hari. Keseimbangan waktu mencerminkan sikap menghargai kenyamanan tuan rumah.
Sikap dan Etika saat Berada di Rumah Tuan Rumah
Bersikap sopan menjadi kunci utama selama bertamu. Ucapkan salam, berjabat tangan, dan duduk di tempat yang dipersilakan. Hindari membuka pembicaraan yang menyinggung atau sensitif.
Tidak diskriminatif dalam memilih rumah yang dikunjungi juga bagian dari adab. Jangan hanya mendatangi kerabat kaya dan mengabaikan yang sederhana. Silaturahim seharusnya memperkuat persaudaraan tanpa memandang status sosial.
Tamu hendaknya menjaga pandangan dan tidak mengamati isi rumah secara berlebihan. Sikap ini menunjukkan rasa hormat terhadap privasi keluarga. Selain itu, jangan menghalangi jalan atau merepotkan tuan rumah dengan permintaan yang berlebihan.
Candaan yang berlebihan juga perlu dihindari. Suasana Lebaran memang penuh kegembiraan, tetapi tetap harus dalam batas kesopanan. Mengontrol ucapan adalah bagian dari akhlak seorang Muslim.
Tidak Bertujuan Mencari Hidangan
Tujuan utama bertamu bukan untuk menikmati makanan gratis. Jika disuguhi hidangan, terimalah dengan penuh rasa syukur dan niat mempererat kebersamaan. Menolak secara kasar dapat melukai hati tuan rumah.
Dalam hadis disebutkan pentingnya memuliakan tamu. Rasulullah ﷺ bersabda, مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ, man kana yu’minu billahi wal yaumil akhir fal yukrim dhaifahu, artinya barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka muliakanlah tamunya. Hadis ini menunjukkan hubungan timbal balik antara tamu dan tuan rumah.
Sebaliknya, tamu juga wajib menjaga sikap agar tidak menyulitkan. Jangan meminta hidangan tertentu atau membandingkan sajian dengan rumah lain. Kesederhanaan justru membawa keberkahan dalam pertemuan.
Menghindari pamer kekayaan juga menjadi adab penting. Berpenampilanlah sederhana agar tidak menimbulkan rasa tidak nyaman. Lebaran bukan ajang unjuk kemewahan.
Menghindari Fitnah dan Menjaga Kehormatan
Islam sangat menjaga kehormatan dan menghindari fitnah. Laki-laki tidak dianjurkan bertamu ke rumah perempuan sendirian tanpa mahram. Hal ini demi menjaga nama baik kedua belah pihak.
Tamu juga dianjurkan membawa bingkisan sebagai bentuk perhatian. Meski tidak wajib, oleh-oleh sederhana dapat membahagiakan tuan rumah. Nilai utamanya terletak pada ketulusan, bukan pada harga.
Berusaha membahagiakan tuan rumah termasuk akhlak terpuji. Jika sedang berpuasa sunah dan tuan rumah merasa sungkan, diperbolehkan berbuka demi menjaga perasaan. Prinsip ini menunjukkan fleksibilitas ajaran Islam dalam menjaga hubungan sosial.
Menutup Kunjungan dengan Kesan Baik
Saat hendak pulang, pamitlah dengan sopan dan doakan kebaikan bagi tuan rumah. Jangan keluar rumah tanpa berpamitan. Ucapan terima kasih dan doa akan meninggalkan kesan mendalam.
Silaturahim yang dijalankan sesuai tuntunan agama akan mempererat ukhuwah Islamiyah. Tradisi Lebaran menjadi lebih bermakna ketika diiringi akhlak mulia. Dengan demikian, hubungan keluarga tetap harmonis sepanjang tahun.
Pada akhirnya, adab bertamu saat Lebaran sesuai ajaran Islam bukan sekadar etika sosial, melainkan cerminan kualitas iman seseorang. Dengan menjaga niat, sikap, dan tujuan kunjungan, silaturahim akan membawa keberkahan dan kebahagiaan bersama. Inilah esensi sejati adab bertamu saat Lebaran sesuai ajaran Islam.
People Also Talk
1. Apa hukum silaturahim saat Lebaran?Silaturahim hukumnya wajib dalam menjaga hubungan kekerabatan dan sangat dianjurkan saat Lebaran.
2. Berapa lama batas maksimal menginap menurut Islam?Rasulullah menganjurkan maksimal tiga hari agar tidak memberatkan tuan rumah.
3. Apakah wajib membawa oleh-oleh saat bertamu?Tidak wajib, tetapi dianjurkan sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang.
4. Bagaimana jika tuan rumah menyuguhkan makanan saat kita berpuasa sunah?Boleh berbuka untuk menghormati tuan rumah dan menjaga perasaannya.
5. Mengapa tidak boleh pamer kekayaan saat Lebaran?Karena dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengurangi nilai keikhlasan silaturahim.
Anda Sedang Mengikuti Pembahasan Seputar
nugroho purbo, Fadila AdelinTim Redaksi
Share

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3124329/original/061392200_1589171569-383585-PBYIZ7-451.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529017/original/068243500_1773303581-009713000_1736851480-15113950775a160f05254e2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532692/original/081390000_1773667794-IMG-20260315-WA0020-scaled-800x533.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533330/original/048691000_1773732465-unnamed__13_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503768/original/028075100_1771211648-jam_weker__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530039/original/091045200_1773390124-unnamed__82_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531528/original/007916600_1773619112-unnamed__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5530669/original/021800200_1773469397-ginjal.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4791022/original/069901600_1711975621-24438246_6949552.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531526/original/098176600_1773619110-unnamed__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4793461/original/008972800_1712150830-Ilustrasi_Idulfitri__Idul_Fitri__Lebaran.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3430346/original/057356100_1618535827-coffee-cup-with-different-dried-fruits-nuts.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532810/original/009796500_1773700730-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532801/original/050637200_1773700007-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532774/original/080349200_1773682287-ITSEC.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4382809/original/074926600_1680593144-top-view-hand-holding-silver-coins.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532795/original/069260500_1773695283-nina_zatulini.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3983388/original/074926000_1648974831-000_327H9HJ.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381466/original/043629600_1613720800-photo-1512632578888-169bbbc64f33.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)



