Amalan Menjelang Maghrib yang Bisa Memperkuat Iman Seperti Diamalkan Rasulullah SAW

3 months ago 36

Liputan6.com, Jakarta Waktu menjelang maghrib memiliki keistimewaan tersendiri dalam Islam sebagai momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Amalan menjelang maghrib yang bisa memperkuat iman telah diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW melalui berbagai hadits yang diriwayatkan para sahabat.

Rasulullah memberikan petunjuk khusus tentang aktivitas yang sebaiknya dilakukan saat matahari mulai terbenam hingga masuk waktu maghrib. Amalan-amalan ini tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memberikan perlindungan spiritual bagi keluarga Muslim.

Melansir dari buku Sunnah Rasulullah Sehari-hari karya Syaikh Abdullah bin Hamoud Al Furalh, terdapat beberapa amalan sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan menjelang dan setelah shalat maghrib. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Senin (24/11/2025).

Amalan Menjelang Maghrib yang Bisa Memperkuat Iman

Amalan menjelang maghrib yang bisa memperkuat iman merupakan rangkaian ibadah dan kebiasaan baik yang diajarkan Rasulullah SAW untuk diamalkan saat matahari mulai terbenam. Waktu ini dianggap sebagai periode transisi antara siang dan malam yang memiliki nilai spiritual tinggi dalam ajaran Islam.

Berikut adalah amalan-amalan yang dianjurkan menjelang maghrib:

Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda: "Jika masuk awal malam, beliau mengatakan: jika kalian memasuki waktu sore, maka tahanlah anak-anak kalian karena setan sedang berkeliaran pada saat itu. Jika sudah lewat sesaat dari awal malam, bolehlah kalian lepaskan anak-anak kalian. Tutuplah pintu-pintu dan sebutlah nama Allah karena setan tidak bisa membuka pintu yang tertutup."

2. Menjaga Anak-Anak di Dalam Rumah

Rasulullah SAW menganjurkan agar anak-anak tidak dilepaskan bermain di luar saat maghrib. Dalam hadits lain disebutkan, "Jangan lepaskan hewan-hewan ternak dan anak-anak kalian ketika matahari terbenam sampai berlalunya awal isya karena para setan berkeliaran antara waktu terbenamnya matahari sampai berlalunya awal Isya."

3. Mengerjakan Shalat Sunnah Dua Rakaat

Salah satu amalan yang bisa dilakukan sambil menunggu waktu Maghrib adalah shalat sunnah dua rakaat. Hal ini berdasarkan hadits Abdullah bin Mughaffal al Muzani, Rasulullah bersabda, "Antara dua adzan dan shalat." Beliau mengulangnya tiga kali dan pada kali yang ketiga beliau bersabda, "Bagi yang ingin."

4. Menyebut Nama Allah (Basmalah)

Saat menutup pintu, menyimpan makanan, atau memulai aktivitas menjelang maghrib, umat Muslim dianjurkan untuk selalu menyebut nama Allah. Kebiasaan ini memberikan keberkahan dan perlindungan dari gangguan syaitan.

5. Berwudhu dan Bersiap untuk Shalat Maghrib

Mempersiapkan diri dengan segera berwudhu setelah adzan maghrib berkumandang merupakan bentuk kesungguhan dalam beribadah. Kesegeraan ini menunjukkan kecintaan seorang hamba kepada Tuhannya.

6. Membaca Doa Menjelang Maghrib

Waktu menjelang maghrib adalah salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW mengajarkan untuk memperbanyak doa dan dzikir pada waktu-waktu istimewa seperti ini agar permohonan lebih mudah dikabulkan Allah SWT.

Doa Menjelang Maghrib yang Diamalkan Rasulullah SAW

Rasulullah SAW memiliki kebiasaan membaca doa-doa tertentu di waktu-waktu istimewa, termasuk menjelang maghrib. Doa-doa ini mengandung permohonan perlindungan, ampunan, dan keberkahan dari Allah SWT untuk mengakhiri hari dengan penuh rahmat.

Salah satu doa yang sering diamalkan adalah doa ketika memasuki waktu sore. Doa ini mengungkapkan pengakuan bahwa segala kekuasaan hanya milik Allah dan memohon perlindungan-Nya di malam hari yang akan datang.

Doa Memasuki Waktu Sore (Menjelang Maghrib):

Arab: أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا، رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ

Latin: Amsainaa wa amsal mulku lillah, walhamdu lillah, laa ilaaha illallahu wahdahu laa syarikalah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa 'alaa kulli syai-in qadiir, Rabbi as-aluka khaira maa fii haadzihil lailati wa khaira maa ba'dahaa, wa a'uudzu bika min syarri maa fii haadzihil lailati wa syarri maa ba'dahaa, Rabbi a'uudzu bika minal kasali wa suu-il kibar, Rabbi a'uudzu bika min 'adzabin fin naari wa 'adzabin fil qabr.

Terjemah: "Kami telah memasuki waktu petang dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian, Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Tuhanku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan malam ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari azab neraka dan azab kubur."

Melansir dari berbagai sumber hadits shahih, doa ini sebaiknya dibaca saat matahari mulai terbenam hingga masuknya waktu maghrib. Membaca doa ini dengan penuh penghayatan dapat menambah kekhusyukan dan ketakwaan seorang Muslim kepada Allah SWT.

Dzikir dan Wirid Setelah Shalat Maghrib

Setelah menunaikan shalat maghrib, Rasulullah SAW mengajarkan untuk melanjutkan ibadah dengan membaca dzikir dan wirid. Rangkaian dzikir ini merupakan bagian integral dari amalan menjelang maghrib yang bisa memperkuat iman karena menjaga kesinambungan hubungan spiritual dengan Allah SWT.

1. Membaca Surat Al-Fatihah

Surat pembuka Al-Quran ini merupakan rukun dalam shalat dan juga dianjurkan untuk dibaca setelah shalat. Al-Fatihah mengandung inti dari semua doa dan permohonan seorang hamba kepada Tuhannya.

2. Membaca Surat Al-Ikhlas

Surat yang menjelaskan keesaan Allah ini memiliki keutamaan yang sangat besar. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa membaca Al-Ikhlas sama dengan sepertiga Al-Quran.

3. Membaca Surat Al-Falaq

Surat perlindungan dari kejahatan makhluk yang tampak, termasuk dari kejahatan malam ketika gelap gulita dan dari kejahatan tukang sihir.

4. Membaca Surat An-Nas

Surat perlindungan dari godaan setan dan bisikan jahat yang dapat merusak hati dan iman seseorang.

5. Membaca Ayat Kursi

Ayat terbesar dalam Al-Quran ini memberikan perlindungan bagi yang membacanya. Rasulullah SAW bersabda bahwa barangsiapa membaca ayat kursi setelah shalat fardhu, tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian.

6. Membaca Tasbih sebanyak 33 kali

Mengucapkan "Subhanallah" (Maha Suci Allah) sebanyak 33 kali untuk mensucikan Allah dari segala kekurangan.

7. Membaca Tahmid sebanyak 33 kali

Mengucapkan "Alhamdulillah" (Segala puji bagi Allah) sebanyak 33 kali sebagai ungkapan syukur atas segala nikmat.

8. Membaca Takbir sebanyak 33 kali

Mengucapkan "Allahu Akbar" (Allah Maha Besar) sebanyak 33 kali untuk mengagungkan kebesaran Allah.

9. Membaca Istighfar 3 kali

Memohon ampunan kepada Allah atas segala dosa dan kesalahan dengan mengucapkan "Astaghfirullah" minimal tiga kali.

10. Membaca Shalawat

Mengirimkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk kecintaan dan penghormatan kepada beliau yang telah membawa petunjuk bagi umat manusia.

Rangkaian dzikir ini tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga melatih konsentrasi dan kehadiran hati dalam mengingat Allah. Konsistensi dalam membaca wirid setelah shalat akan membentuk kebiasaan spiritual yang kuat dan memperkokoh fondasi keimanan.

Keutamaan Waktu Menjelang Maghrib dalam Islam

Waktu menjelang maghrib dalam Islam sering dipandang sebagai momen transisi yang memiliki nilai spiritual khusus. Pada waktu ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa, dzikir, serta memohon perlindungan kepada Allah karena menjelang terbenamnya matahari merupakan salah satu waktu mustajab untuk berdoa.

Para ulama juga menekankan pentingnya menjaga suasana hati dan memperbanyak amal salih pada saat-saat petang ini. Dalam buku populer Riyadh al-Salihin karya Imam an-Nawawi, terdapat bab yang membahas anjuran memperbanyak dzikir pada waktu sore, termasuk menjelang maghrib.

Meskipun tidak secara khusus membahas setiap menit sebelum matahari terbenam, buku ini menegaskan keutamaan dzikir petang sebagai bentuk perlindungan dan pendekatan diri kepada Allah. Penekanan ini menunjukkan bahwa waktu menjelang maghrib termasuk dalam rangkaian waktu sore yang sangat dianjurkan untuk dimanfaatkan dalam ibadah.

Larangan dan Anjuran di Waktu Maghrib

Selain amalan-amalan yang dianjurkan, terdapat pula beberapa larangan dan anjuran khusus yang perlu diperhatikan di waktu maghrib. Pemahaman tentang hal ini penting agar umat Muslim dapat menjalani sunnah Rasulullah SAW secara menyeluruh dan mendapatkan keberkahan di waktu yang istimewa ini.

Larangan di Waktu Maghrib:

  • Membiarkan anak-anak bermain di luar rumah saat matahari terbenam hingga lewat awal waktu isya, karena setan-setan sedang berkeliaran.
  • Melepaskan hewan ternak berkeliaran di luar kandang pada waktu yang sama dengan alasan yang serupa.
  • Menunda-nunda shalat maghrib tanpa alasan yang dibenarkan syariat, karena waktu maghrib relatif singkat dan harus segera dikerjakan.
  • Melakukan aktivitas yang dapat mengganggu konsentrasi untuk bersiap menunaikan shalat maghrib berjamaah.

Anjuran di Waktu Maghrib:

  • Segera masuk ke dalam rumah dan menutup pintu-pintu sambil menyebut nama Allah untuk perlindungan.
  • Berkumpul bersama keluarga dan menciptakan suasana yang kondusif untuk beribadah.
  • Mempercepat berbuka puasa bagi yang berpuasa, sesuai anjuran Rasulullah SAW untuk tidak menunda-nunda berbuka.
  • Segera menuju masjid untuk menunaikan shalat maghrib berjamaah bagi laki-laki yang mampu.

Melansir dari Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq, larangan dan anjuran ini bukan tanpa alasan. Secara lahiriah, hal ini berkaitan dengan perlindungan fisik terutama bagi anak-anak dari bahaya yang mungkin terjadi di waktu senja yang minim penerangan. Secara batiniah, ini mengajarkan pentingnya menjaga spiritual di waktu-waktu tertentu yang memiliki pengaruh khusus.

FAQ

1. Apa itu amalan menjelang Maghrib? Amalan menjelang Maghrib adalah ibadah dan aktivitas positif yang dilakukan pada waktu senja hingga masuknya sholat Maghrib untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

2. Mengapa waktu Maghrib penting untuk beribadah? Waktu Maghrib adalah waktu transisi yang penuh berkah, di mana setan mulai berkeliaran, dan doa-doa diyakini lebih mudah dikabulkan.

3. Amalan apa saja yang dianjurkan Rasulullah SAW menjelang Maghrib? Rasulullah SAW menganjurkan menutup pintu, menahan anak-anak dan hewan ternak di rumah, serta sholat sunnah dua rakaat antara adzan Maghrib dan Isya.

4. Apa manfaat spiritual dari dzikir menjelang Maghrib? Dzikir menjelang Maghrib dapat membawa ketenangan hati, membersihkan dosa, meningkatkan kesadaran diri, dan memperkuat ikatan spiritual dengan Allah.

5. Apakah ada doa khusus yang dibaca menjelang Maghrib? Ya, salah satu doa yang dianjurkan adalah "Allāhumma bika amsainā, wa bika nahyā, wa bika namūtu, wa ilaikannushūr."

6. Mengapa anak-anak harus ditahan di rumah saat Maghrib? Anak-anak dianjurkan ditahan di rumah saat Maghrib karena setan mulai berkeliaran aktif pada waktu tersebut dan dapat mengganggu mereka.

7. Bagaimana amalan menjelang Maghrib dapat memperkuat iman? Amalan menjelang Maghrib memperkuat iman dengan melatih disiplin spiritual, menumbuhkan rasa syukur, dan senantiasa mengingat kehadiran Allah SWT.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |