Liputan6.com, Jakarta - Isra Mi’raj merupakan salah satu peristiwa agung dalam sejarah Islam yang memiliki makna spiritual sangat mendalam bagi umat Muslim di seluruh dunia. Peristiwa ini terjadi dalam satu malam ketika Nabi Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam diperjalankan oleh Allah Subḥānahu Wa Ta‘ālā dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem, lalu naik ke langit hingga Sidratul Muntaha. Di sana, beliau menerima perintah untuk menunaikan salat lima waktu. Perjalanan ini bukan sekadar fisik, tetapi juga spiritual, yang memperlihatkan kebesaran dan kasih sayang Allah kepada Rasul-Nya.
Kejadian Isra Mi’raj ini menjadi simbol kedekatan antara manusia dan Tuhannya melalui ibadah salat. Dalam momen ini pula, umat Islam diajarkan arti ketaatan, keimanan, dan kesabaran dalam menghadapi ujian kehidupan. Isra Mi’raj juga menjadi penegasan bahwa setelah masa-masa sulit, Allah akan memberikan penghiburan dan kekuatan kepada hamba-Nya yang beriman. Maka tak heran jika peringatan Isra Mi’raj setiap tahun selalu menjadi momentum penting untuk refleksi spiritual dan memperkuat keimanan.
Makna Isra dan Mi’raj dalam Islam
Secara bahasa, Isra berarti perjalanan malam hari, sedangkan Mi’raj berarti alat atau tangga untuk naik. Dalam konteks keagamaan, Isra Mi’raj adalah dua perjalanan luar biasa Nabi Muhammad SAW dalam satu malam — dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke langit tertinggi menuju Sidratul Muntaha. Peristiwa ini disebutkan dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam surat Al-Isra ayat 1.
Allah berfirman:
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Subḥānal-lażī asrā bi‘abdihī lailan minal-masjidil-ḥarāmi ilal-masjidil-aqṣallażī bāraknā ḥaulahū linuriyahū min āyātinā, innahū huwa as-samī‘ul-baṣīr.
Artinya: “Mahasuci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”
Ayat ini menegaskan bahwa perjalanan tersebut adalah bentuk mukjizat dan tanda kebesaran Allah SWT. Isra Mi’raj tidak hanya menegaskan keistimewaan Rasulullah SAW sebagai utusan terakhir, tetapi juga menunjukkan pentingnya salat sebagai sarana komunikasi langsung antara manusia dan Tuhannya.
Sejarah Singkat Terjadinya Isra Miraj
Peristiwa Isra Mi’raj terjadi sekitar tahun ke-10 kenabian, ketika Nabi Muhammad SAW sedang mengalami masa penuh kesedihan — wafatnya Khadijah RA, istri tercinta, dan Abu Thalib, paman yang selama ini melindunginya. Tahun itu dikenal sebagai ‘Ām al-Ḥuzn atau Tahun Kesedihan. Dalam kondisi batin yang berat tersebut, Allah memberikan penghiburan melalui perjalanan luar biasa ini.
Rasulullah SAW diperjalankan menggunakan hewan putih bersayap bernama Buraq yang sangat cepat. Beliau berangkat dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa, lalu memimpin salat bersama para nabi terdahulu di sana. Setelah itu, beliau naik ke langit bersama Malaikat Jibril, melewati tujuh lapisan langit dan bertemu para nabi seperti Nabi Adam AS, Nabi Musa AS, dan Nabi Ibrahim AS hingga akhirnya mencapai Sidratul Muntaha. Di sinilah Rasulullah SAW menerima perintah langsung untuk melaksanakan salat lima waktu.
Tujuan dan Hikmah Isra Miraj
Isra Mi’raj memiliki tujuan besar yang sarat dengan makna spiritual dan moral bagi umat Islam. Salah satu hikmah utamanya adalah perintah salat lima waktu yang menjadi pilar utama ibadah dalam Islam. Salat bukan hanya kewajiban ritual, tetapi juga latihan disiplin, kebersihan hati, dan pengingat akan kehadiran Allah dalam setiap aktivitas.
Peristiwa ini juga mengajarkan pentingnya keimanan terhadap hal-hal ghaib. Umat Islam diajak untuk mempercayai kebesaran Allah yang melampaui batas nalar manusia. Sebagaimana sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq yang langsung mempercayai kisah Isra Mi’raj tanpa ragu, peristiwa ini menjadi ujian iman bagi umat Islam agar tidak hanya beriman pada yang tampak, tetapi juga pada kekuasaan Allah yang tidak terlihat.
Makna Salat dalam Kehidupan
Salat lima waktu adalah warisan utama dari Isra Mi’raj dan menjadi bukti betapa pentingnya hubungan spiritual antara manusia dengan Allah SWT. Salat adalah mi’raj bagi orang-orang beriman, sebagaimana disebutkan oleh Imam al-Munawi dalam Faidhul Qadir:
اَلصَّلَاةُ مِعْرَاجُ الْمُؤْمِنِيْنَ
Aṣ-ṣalātu mi‘rāju al-mu’minīn
Artinya: “Salat adalah mi’raj bagi orang-orang beriman.”
Melalui salat, seorang Muslim dapat mengadukan segala keluh kesahnya langsung kepada Sang Pencipta tanpa perantara. Gerakan rukuk dan sujud menggambarkan kerendahan hati serta ketundukan total di hadapan Allah SWT. Lebih jauh, salat juga mendidik manusia untuk menjaga kebersihan diri, mengatur waktu, dan menumbuhkan rasa tenang dalam menghadapi kehidupan sehari-hari.
Relevansi Isra Miraj di Era Modern
Meskipun terjadi lebih dari 14 abad lalu, nilai-nilai Isra Mi’raj tetap relevan dalam kehidupan modern saat ini. Salat lima waktu mengajarkan umat Islam tentang disiplin waktu di tengah kesibukan dan hiruk-pikuk dunia modern. Sementara itu, nilai spiritual yang terkandung di dalamnya mengingatkan manusia agar tidak kehilangan keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat.
Selain itu, Isra Mi’raj juga menegaskan pentingnya kebersihan fisik dan spiritual melalui wudhu. Di era modern yang penuh tekanan, salat menjadi momen jeda untuk introspeksi dan refleksi diri. Ia membantu manusia menenangkan pikiran, mengurangi stres, dan mengembalikan fokus hidup kepada hal-hal yang bermakna dan diridhai Allah SWT.
Pelajaran dan Nilai Moral dari Isra Miraj
Dari peristiwa agung ini, umat Islam dapat mengambil banyak pelajaran moral. Pertama, pentingnya keimanan yang kokoh dalam menghadapi ujian hidup, sebagaimana Nabi Muhammad SAW tetap teguh dalam dakwah meski mengalami masa sulit. Kedua, Isra Mi’raj mengajarkan bahwa setiap kesulitan pasti disertai pertolongan Allah SWT.
Ketiga, makna mi’raj sebagai “naik” juga menjadi simbol perjalanan manusia menuju tingkat spiritual yang lebih tinggi. Dalam kehidupan, setiap manusia memiliki perjalanan naik-turun, tetapi dengan iman dan keteguhan hati, seseorang dapat mencapai kedewasaan spiritual yang lebih dalam. Isra Mi’raj menjadi pengingat agar manusia tidak berhenti belajar, beribadah, dan memperbaiki diri menuju ridha Allah SWT.
Kapan Isra Miraj 2026 Diperingati?
Isra Mi’raj diperingati setiap tanggal 27 Rajab dalam penanggalan Hijriah. Pada Kalender Hijriah Indonesia terbitan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam Kementerian Agama RI, tanggal 27 Rajab 1447 H jatuh pada hari Jumat, 16 Januari 2026. Peringatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat spiritualitas umat Islam.
Selain itu, perayaan Isra Mi’raj biasanya diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan, seperti pengajian, ceramah, dan doa bersama. Tujuannya bukan hanya mengenang peristiwa bersejarah, tetapi juga memperbarui semangat beribadah dan memperkuat rasa cinta kepada Rasulullah SAW.
Pertanyaan seputar Apa itu Isra Miraj
1. Apa itu Isra Miraj dalam Islam?
Isra Miraj adalah peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan naik ke langit untuk menerima perintah salat lima waktu.
2. Apa makna utama dari Isra Miraj?
Makna utamanya adalah menegaskan pentingnya salat sebagai bentuk kedekatan dan komunikasi langsung antara manusia dengan Allah SWT.
3. Kapan Isra Miraj terjadi?
Isra Miraj terjadi pada malam 27 Rajab tahun ke-10 kenabian, sekitar 620–621 Masehi.
4. Apa hikmah Isra Miraj bagi umat Islam?
Hikmahnya antara lain memperkuat iman, meningkatkan kedisiplinan dalam beribadah, serta mengingatkan manusia akan kebesaran Allah SWT.
5. Mengapa salat disebut mi’raj bagi orang beriman?
Salat menjadi sarana spiritual untuk “naik” mendekatkan diri kepada Allah, sebagaimana Nabi Muhammad SAW naik ke langit dalam peristiwa Mi’raj.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1575221/original/040400200_1492996168-islamicitydotorg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4660564/original/081485600_1700737006-isra_miraj.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4357195/original/092362700_1678761219-pexels-thirdman-7957066.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158583/original/033672200_1741665428-kata-kata-sahabat-nabi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2798272/original/079059200_1557206746-20190507-Mengisi-Waktu-Berpuasa-dengan-Tadarus-ARBAS-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158368/original/097065700_1741665044-kata-kata-isra-miraj.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468799/original/045139300_1768018023-fantastic-mosque-architecture-islamic-new-year-celebration.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4735410/original/014374300_1707130221-10217582.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4737862/original/091578100_1707368217-fotor-ai-2024020811540.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3108148/original/088309000_1587459079-2642016.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360668/original/038739700_1611729329-abdullah-faraz-fj-p_oVIhYE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5409213/original/092336400_1762849057-ilustrasi_ceramah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/842877/original/009596200_1428044283-Jenazah-Mpok-Nori-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2803717/original/075543300_1557725237-20190513-Bulan-Ramadan-Momentum-Anak-Anak-Belajar-Al-Quran1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457952/original/085391400_1767067413-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3309137/original/055065200_1606475068-nurhan-yC70QqvrPRk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4370308/original/064241200_1679646015-Shalot-Jumat-Pertama-Ramadhan-Di-Masjid-Istiqlal-Angga-2.jpg)






















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5316291/original/015050100_1755231247-5.jpg)






