- Apa yang dilakukan setelah Idul Fitri?
- Amalan sunnah apa yang paling ditekankan di bulan Syawal?
- Apa yang biasa dilakukan orang setelah selesai salat Idul Fitri?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Euforia hari raya seringkali membuat kita lengah bahwa perjalanan spiritual belumlah berakhir. Bulan suci sejatinya adalah wadah pembentukan karakter Muslim sejati. Kerap muncul pertanyaan penting mengenai apa saja ibadah yang dianjurkan setelah lebaran.
Merujuk ebook Panduan Amalan Syawal Sepanjang Aidilfitri, terbitan Qur'an Proacedemy, konsistensi beribadah di luar bulan puasa merupakan bukti nyata dari keberhasilan gemblengan sepanjang Ramadhan, bukan sekadar ketaatan musiman. Menjaga keistiqamahan amal ini sangat ditekankan di dalam Islam.
Sabda Rasulullah SAW: "Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang rutin dilakukan meskipun sedikit" (HR. Bukhari dan Muslim). Hadits ini menegaskan bahwa Allah SWT jauh lebih menghargai kesinambungan ibadah yang dirawat dengan niat tulus, dibandingkan amal besar yang hanya dilakukan pada waktu tertentu lalu ditinggalkan begitu saja.
Lantas, apa saja ibadah yang dianjurkan setelah lebaran? simak ulasan berikut ini.
1. Puasa Enam Hari di Bulan Syawal
Puasa Syawal merupakan amalan yang paling utama dan paling dianjurkan setelah Ramadan. Rasulullah SAW menjanjikan pahala yang luar biasa bagi yang melaksanakannya.
Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang berpuasa Ramadan kemudian mengikutkannya dengan enam hari dari bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR. Muslim No. 1164).
Imam An-Nawawi dalam kitab Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa pahala seperti puasa setahun diperoleh karena setiap kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali. Puasa Ramadan 30 hari setara 300 hari, ditambah puasa Syawal 6 hari setara 60 hari, total 360 hari atau satu tahun Hijriyah.
Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam kitabnya Latha'if al-Ma'arif menegaskan bahwa puasa Syawal bukan hanya soal pahala, tetapi juga tentang keberlanjutan dalam ibadah. Beliau menyatakan, balasan bagi kebaikan adalah kebaikan setelahnya. Maka barangsiapa melakukan kebaikan kemudian diikuti dengan kebaikan lain, itu menjadi tanda diterimanya kebaikan pertama..
Tata Cara Puasa Syawal
Puasa Syawal dilaksanakan selama enam hari di bulan Syawal, dimulai dari tanggal 2 Syawal (karena tanggal 1 Syawal diharamkan berpuasa) hingga akhir bulan Syawal [citation:Sukamto].
Niat puasa Syawal dapat dilafalkan pada malam hari sebelum berpuasa, atau pada pagi hari sebelum tergelincir matahari selama belum makan dan minum sejak subuh:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Teks Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an sittatin min Syawwālin sunnatan lillāhi ta'ālā
Artinya: "Saya niat puasa besok dari enam hari di bulan Syawal, sunnah karena Allah Ta'ala.".
2. Memperbanyak Takbir dan Zikir
Takbir identik dengan malam Idulfitri, namun sebenarnya zikir dan takbir dianjurkan sepanjang Syawal sebagai bentuk syukur.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 185 yang telah disebutkan di atas. Ebook "30 Inspirasi Ibadah Syawal" menyebutkan hadits: "Hiasilah hari raya kamu dengan takbir." (HR. Thabrani) [citation:Ebook30]
Bertakbir pada 1 Syawal adalah suatu amalan yang disyariatkan. Takbir pada Hari Raya Aidilfitri boleh dimulai selepas terlihatnya anak bulan Syawal (malam raya) sehingga takbiratulihram solat sunat Aidilfitri.
Praktik Takbir Sepanjang Syawal
- Bertakbir setiap selesai shalat fardhu sepanjang Syawal
- Membaca tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah), takbir (Allahu Akbar), dan tahlil (La ilaha illallah) di waktu luang
- Mengajak keluarga bertakbir bersama di rumah
3. Menjaga Silaturahmi dan Saling Memaafkan
Syawal identik dengan tradisi halal bihalal dan silaturahmi. Ini bukan sekadar budaya, tetapi amalan sunnah yang memiliki nilai ibadah tinggi.
Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung tali silaturahmi." (HR. Bukhari No. 5985 dan Muslim No. 2557).
Menjaga silaturahim adalah amalan yang sangat ditekankan dalam Islam karena membuka pintu rezeki dan memanjangkan umur. Syawal adalah waktu terbaik untuk memulai kebiasaan ini [citation:Ebook30].
Adab Silaturahmi:
- Memberitahu terlebih dahulu jika akan berkunjung
- Memilih waktu yang tepat (tidak terlalu pagi atau terlalu malam)
- Tidak duduk terlalu lama hingga membuat tuan rumah tidak nyaman
- Menerima hidangan dengan baik jika dihidangkan
- Tidak meminta-minta hidangan yang menyusahkan tuan rumah.
4. Menjamu Tamu dengan Hidangan Halal
Menjamu tamu adalah sunnah yang sangat digalakkan, terutama di bulan Syawal ketika banyak kunjungan.
Rasulullah SAW bersabda: "Sesiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, hendaklah dia memuliakan tetamunya." (HR. Bukhari No. 6136 dan Muslim No. 47).
Tips Praktis:
- Hidangkan makanan yang halal, berkhasiat, dan mencukupi untuk tetamu
- Pastikan kebersihan dapur dan hidangan yang disediakan
- Galakkan ahli keluarga membantu menyediakan hidangan untuk tetamu.
5. Bersedekah Kepada Fakir Miskin
Semangat berbagi yang meluap di bulan Ramadan harus dilanjutkan di bulan Syawal.
Allah SWT berfirman: "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada tiap-tiap tangkai ada seratus biji." (Surah Al-Baqarah: 261).
Rasulullah SAW bersabda: "Sedekah itu menghapuskan dosa seperti air memadamkan api." (HR. Tirmidzi No. 614).
Tips Praktis:
- Sediakan tabung sedekah di rumah dan galakkan ahli keluarga menyumbang
- Bantu fakir miskin di sekitar anda atau derma kepada badan-badan kebajikan
- Amalkan sedekah kecil setiap hari, walaupun hanya RM1, dengan niat ikhlas kerana Allah.
6. Menghidupkan Malam dengan Ibadah (Qiyamullail)
Walaupun Ramadan telah berlalu, menghidupkan malam dengan solat sunat, membaca Al-Quran, dan berzikir pada malam-malam Syawal masih sangat digalakkan.
Rasulullah SAW bersabda: "Lakukanlah qiyamullail kerana ia adalah kebiasaan orang-orang soleh sebelum kamu, ia mendekatkan kamu kepada Allah, menghapuskan dosa-dosamu, dan mencegah kamu daripada melakukan dosa." (HR. Tirmidzi No. 3549).
Ebook "Panduan Amalan Syawal" menambahkan hadits:
"Diriwayatkan oleh Abu Umamah Al-Bahili, sabda Rasulullah SAW: 'Siapa yang menghidupkan malam raya (Idulfitri dan Iduladha) dengan amal ibadat demi mengharapkan ganjaran pahala daripada Allah, niscaya hatinya tidak akan mati pada hari matinya segala hati.'" (HR. Ibnu Majah).
7. Menziarahi Kubur dan Mendoakan yang Telah Meninggal
Tradisi ziarah kubur di bulan Syawal memiliki landasan sunnah yang kuat.
Rasulullah SAW bersabda: "Ziarahilah kubur kerana ia akan mengingatkan kamu kepada kematian." (HR. Muslim No. 976).
Doa yang diajarkan Rasulullah SAW ketika menziarahi kubur: "Assalamu'alaikum, wahai penghuni kubur, kaum mukminin dan muslimin. InsyaAllah kami akan menyusul kalian. Kami memohon keselamatan untuk kami dan kalian." (HR. Muslim No. 975).
8. Mandi Sunat Hari Raya (Meski Sudah Lewat)
Meskipun Hari Raya telah berlalu, penting untuk mengetahui bahwa mandi sunat adalah amalan yang dianjurkan.
Ibnu Umar RA berkata: "Rasulullah SAW biasa mandi pada Hari Raya sebelum keluar untuk solat." (HR. Bukhari No. 948) [citation:Ebook30]
Dalam riwayat dari Ali bin Abi Thalib RA: "Adakah diharuskan mandi setiap hari? Beliau menjawab: Tidak harus melakukannya. Namun mandi yang diharuskan ialah mandi pada hari Jumaat, hari Arafah, hari Aidiladha dan Aidilfitri." (HR. Al-Baihaqi).
9. Menjaga Shalat Sunnah Rawatib
Shalat rawatib adalah shalat sunnah yang mengiringi shalat fardhu, sebelum dan sesudahnya.
Rasulullah SAW bersabda: "Tidaklah seorang hamba Muslim mendirikan solat sunat kerana Allah S.W.T. sebanyak dua belas rakaat setiap hari, melainkan Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di syurga." (HR. Muslim No. 728).
Rincian Shalat Rawatib:
- Dua rakaat sebelum Subuh
- Dua rakaat sebelum Dhuhur
- Dua rakaat setelah Dhuhur
- Dua rakaat setelah Maghrib
- Dua rakaat setelah Isya.
10. Membaca Al-Qur'an Secara Konsisten
Tradisi tadarus yang hidup selama Ramadan harus menjadi kebiasaan harian.
Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan solat serta menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi atau terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan rugi." (Surah Fatir: 29).
Rasulullah SAW bersabda: "Bacalah Al-Quran, kerana ia akan datang pada hari Kiamat sebagai pemberi syafaat kepada orang yang membacanya." (HR. Muslim No. 804) [citation:Ebook30]
Tips Praktis:
- Ebook "30 Inspirasi Ibadah Syawal" menyarankan:
- Tetapkan masa khusus setiap hari, seperti selepas solat Subuh atau sebelum tidur
- Baca dengan tadabbur (memahami makna) dan perbaiki bacaan tajwid
- Amalkan bacaan surah-surah yang disunatkan seperti Al-Kahfi pada hari Jumat.
11. Menjaga Shalat Berjemaah di Masjid
Kebiasaan shalat berjemaah di masjid yang terbangun selama Ramadhan harus dipertahankan.
Rasulullah SAW bersabda: "Solat berjemaah itu lebih baik daripada solat sendirian dengan dua puluh tujuh darjat." (HR. Bukhari No. 645 dan Muslim No. 650).
Tips Praktis:
- Jadikan solat berjemaah sebagai rutin dengan mula menghadiri solat Subuh atau Maghrib di masjid berdekatan
- Ajak ahli keluarga dan rakan untuk solat berjemaah bersama-sama
- Gunakan aplikasi azan untuk peringatan waktu sholat.
12. Shalat Dhuha
Shalat Dhuha adalah solat yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan pada waktu pagi.
Rasulullah SAW bersabda: "Pada setiap pagi, setiap sendi manusia perlu bersedekah... dan mencukupi semua itu dengan solat dua rakaat yang dilaksanakan pada waktu Dhuha." (HR. Muslim No. 720).
Sabda Rasulullah SAW: "Wahai anak Adam, kerjakanlah solat Dhuha untuk-Ku sebanyak empat rakaat pada awal pagi, nescaya Aku akan mencukupkan keperluanmu sepanjang hari." (HR. Ahmad No. 19420 – Sahih menurut Al-Albani).
13. Memperbanyak Istighfar
Memperbanyak istighfar adalah amalan yang dianjurkan setiap saat, termasuk setelah Ramadan.
Allah SWT berfirman dalam Surah Nuh ayat 10: "Maka aku katakan kepada mereka, 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun.'".
Rasulullah SAW bersabda: "Sesiapa yang beristighfar dengan ikhlas, Allah akan memberinya jalan keluar dari setiap kesempitan, kelapangan dari setiap kesusahan, dan akan memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka." (HR. Abu Dawud, no. 1518).
14. Menuntut Ilmu
Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap muslim yang tidak terbatas waktu.
Rasulullah SAW bersabda: "Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim." (HR. Ibnu Majah, 2008).
Majlis ilmu adalah taman-taman syurga di dunia. Ia bukan sahaja menambah ilmu, tetapi juga menyuburkan iman dan merapatkan hubungan sesama Muslim.
15. Berbuat Baik kepada Orang Tua dan Keluarga
Allah SWT berfirman: "Dan Kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua ibu bapanya." (Surah Al-Ankabut: 8).
Rasulullah SAW bersabda: "Keredhaan Allah bergantung kepada keredhaan ibu bapa, dan kemurkaan Allah bergantung kepada kemurkaan ibu bapa." (HR. Tirmidzi, no. 1899 – Sahih).
16. Menjaga Lisan dan Akhlak
Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia berkata baik atau diam." (HR. Bukhari No. 6136).
17. Berbelanja Secara Berhemat
Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang membazir itu adalah saudara syaitan." (Surah Al-Isra': 27).
18. Berzikir Selepas Solat
Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang membaca 'Subhanallah' 33 kali, 'Alhamdulillah' 33 kali, dan 'Allahu Akbar' 34 kali selepas solat, dosa-dosanya akan diampunkan walaupun sebanyak buih di lautan." (HR. Muslim, Hadis No. 597).
19. Puasa Sunnah Lainnya: Senin-Kamis dan Ayyamul Bidh
Dari Aisyah RA, ia berkata: "Rasulullah SAW sangat antusias dan bersungguh-sungguh dalam melakukan puasa pada hari Senin dan Kamis." (HR. Tirmidzi, An-Nasai, Ibnu Majah, Imam Ahmad).
Keutamaan puasa Ayyamul Bidh dijelaskan dalam hadits: "Puasa tiga hari di setiap bulannya adalah seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR. Bukhari).
20. Menjaga Kebersihan dan Kesucian Rumah
Hal ini berdasar hadits: "Sesungguhnya Allah itu bersih dan suka kebersihan." (HR. Muslim, no. 91).
People also Ask:
Apa yang dilakukan setelah Idul Fitri?
Puasa Syawal dimulai pada tanggal 2 Syawal, yaitu sehari setelah Hari Raya Idul Fitri. Hal ini dikarenakan pada tanggal 1 Syawal merupakan hari raya yang diharamkan untuk berpuasa. Waktu pelaksanaannya bisa kapan saja selama masih dalam bulan Syawal, dan tidak harus dilakukan secara berurutan.
Amalan sunnah apa yang paling ditekankan di bulan Syawal?
Selain puasa, memperbanyak silaturahmi juga merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan di Bulan Syawal. Rasulullah SAW bersabda bahwa menjalin silaturahmi dapat memperpanjang umur dan melapangkan rezeki.
Apa yang biasa dilakukan orang setelah selesai salat Idul Fitri?
Beberapa tradisi sesudah Hari Raya Idul Fitri di Indonesia antara lain saling maaf-memaafkan, berkunjung ke rumah keluarga dan tetangga, mengadakan acara makan-makan atau arisan, memperkuat kebersamaan dengan saudara dan teman, melakukan amalan dan ibadah yang lebih banyak di bulan Syawal, serta melakukan perjalanan ...
Amalan baik apa saja yang sudah kamu lakukan selama Lebaran?
Memperbanyak Membaca Takbir. ...2. Berhias dan Mengenakan Pakaian Terbaik. ...Makan Sebelum Shalat Id. ...Melaksanakan Shalat Idul Fitri. ...Menghadiri Tempat Keramaian. ...6. Silaturahim ke Rumah Sahabat. ...7. Tahniah: Memberikan Ucapan Selamat.
Acara habis Lebaran namanya apa?
Tradisi itu jamak dikenal dengan nama Syawalan. Syawalan disebut sebagai tradisi Lebaran yang biasanya digelar pada tujuh hari atau seminggu setelah hari raya Idul Fitri. Namun, tradisi itu punya banyak nama lain di berbagai daerah. Mulai dari Bakda Kupat, Bakda Sapi, Perang Lomban, hingga Lebaran Topat.
Anda Sedang Mengikuti Pembahasan Seputar
Nanik Ratnawati, Fadila AdelinTim Redaksi
Share

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3420247/original/bic-faithful-dark-skinned-woman-keeps-hands-praying-gesture-asks-allah-good-health-believes-wellness-has-veiled-head-wears-white-shirt-keeps-eyes-closed-enjoys-peaceful-atmosphere_273609-26346__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501801/original/034251400_1770956928-unnamed__13_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534796/original/005967200_1773893358-unnamed__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5153461/original/044593800_1741323351-1741319691128_kata-kata-lebaran-minal-aidin-wal-faizin.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5210971/original/091010800_1746521381-35a809bc-4568-495f-a8ae-24e0aac67ddf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463464/original/035712800_1767615770-unnamed__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531528/original/007916600_1773619112-unnamed__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531526/original/098176600_1773619110-unnamed__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450229/original/030945800_1766134797-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501800/original/006278100_1770956928-unnamed__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5267283/original/052120600_1751094630-p.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535258/original/097336900_1773972778-sem3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507818/original/092628300_1771554129-kubah_masjid.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4398538/original/021682500_1681724902-pray-g2e7ab62ad_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407950/original/012539400_1762758448-amalan_sebelum_tidur.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158250/original/043261300_1741664826-kata-bijak-islami-tentang-kehidupan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531527/original/052463700_1773619111-unnamed__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4631935/original/065081900_1698835191-modern-stylish-muslim-woman-hijab-city-street.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381466/original/043629600_1613720800-photo-1512632578888-169bbbc64f33.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448205/original/085550400_1766022443-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-18T084617.730.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)
