Liputan6.com, Jakarta - Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk melanjutkan dengan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal. Terkadang muncul pertanyaan, apakah boleh puasa syawal di akhir bulan syawal?
Pertanyaan ini penting dibahas mengingat keutamaan puasa ini sangat besar. Rasulullah SAW bersabda bahwa pahala puasa Syawal setara dengan puasa setahun penuh. Belum lagi faidah lain puasa Syawal.
Sementara, tidak semua orang memiliki kesempatan untuk melaksanakan puasa Syawal di awal bulan. Kesibukan pekerjaan, agenda keluarga, atau kondisi fisik sering kali menjadi kendala yang menyebabkan seseorang baru bisa berpuasa di pertengahan bahkan akhir bulan Syawal.
Lantas, bolehkah puasa Syawal dilakukan di akhir bulan Syawal? Apakah keutamaan pahala setahun penuh tetap diperoleh meskipun tidak dilaksanakan segera setelah Idul Fitri? Berikut ini ulasannya, merujuk ebook Faidah-Faidah Seputar Puasa Syawal, Amalan setelah Ramadhan, dan literatur fikih lainnya.
Bolehkah Puasa Syawal di Akhir Bulan?
Muhammad Shalih al-Munajjid dalam ebook Faidah-Faidah Seputar Puasa Syawal menjelaskan bahwa pelaksanaan puasa Syawal memiliki kelapangan waktu, selama masih dalam bulan Syawal. Fleksibilitas ini diberikan agar umat Islam tetap dapat meraih keutamaan puasa Syawal meskipun memiliki kesibukan di awal bulan.
Berdasarkan penjelasan para ulama dalam berbagai kitab fikih, puasa Syawal yang dilaksanakan di akhir bulan tetap sah dan berpahala, selama masih dalam bulan Syawal.
Imam An-Nawawi dalam kitab Syarh Nawawi 'ala Muslim (juz 8, halaman 56) menjelaskan: "Para pengikut mazhab Syafi'i berpendapat bahwa yang lebih utama menjalankan puasa enam hari secara berurutan setelah hari raya. Namun, andaikan dilakukan dengan dipisah-pisah atau dilakukan di akhir bulan Syawal, tetap mendapatkan keutamaan, karena secara hakikat dia telah mengiringi (puasa Ramadhan dengan puasa Syawal)."
Dari penjelasan ini, Imam An-Nawawi secara tegas menyatakan bahwa puasa Syawal di akhir bulan Syawal tetap mendapatkan keutamaan yang dijanjikan.
Puasa sunnah Syawal juga tidak harus dilakukan secara berturut-turut. Enam hari puasa sunnah Syawal boleh dikerjakan secara terpisah sepanjang masih berada dalam bulan Syawal. "Bila seseorang ingin melaksanakan puasa Syawal dengan acak, tidak berurutan, atau baru sempat melaksanakan puasa di akhir bulan, itu tidak mengapa. (Lihat al-Majmu' Syarh al-Muhadzab, juz 6, hlm 379).
Hukum dan Waktu Pelaksanaan Puasa Syawal
Puasa Syawal adalah puasa sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah mu'akkadah) selama enam hari di bulan Syawal. Anjuran ini bersandar pada hadits shahih riwayat Imam Muslim:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
"Barangsiapa berpuasa Ramadhan, kemudian ia mengikutinya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun penuh." (HR. Muslim)
Waktu pelaksanaan puasa Syawal dimulai setelah Idul Fitri. Tanggal 1 Syawal diharamkan untuk berpuasa karena merupakan hari raya. Dengan demikian, puasa Syawal dapat dilaksanakan mulai tanggal 2 Syawal hingga akhir bulan Syawal (tanggal 29 atau 30 Syawal).
Menurut mazhab Syafi'i, hukum berpuasa Syawal adalah sunnah. Pelaksanaan puasa bulan Syawal boleh dilakukan secara terpisah atau terus menerus, serta boleh pula di awal, pertengahan, atau di akhir bulan.
Kapan Waktu yang Paling Utama?
Meskipun puasa Syawal boleh dilaksanakan kapan saja selama bulan Syawal, para ulama sepakat bahwa waktu yang paling utama adalah segera setelah Idul Fitri, yaitu pada tanggal 2 hingga 7 Syawal secara berturut-turut.
Alasan keutamaan pelaksanaan di awal bulan:
- Menyegerakan kebaikan adalah sikap yang dicintai Allah
- Menghindari halangan di akhir bulan yang bisa menyebabkan puasa tidak terlaksana
- Menampakkan kesungguhan dalam mengikuti sunnah Nabi.
Makna "mengikutkan" (atba'ahū) lebih terasa karena dilakukan segera setelah Ramadhan.Namun, jika seseorang berpuasa di luar tanggal tersebut, meskipun tidak berurutan, tetap mendapatkan keutamaan puasa Syawal seolah-olah berpuasa wajib selama setahun penuh.
Niat dan Tata Cara Puasa Syawal
Niat Puasa Syawal
Niat merupakan rukun puasa yang harus diperhatikan. Berikut adalah beberapa opsi bacaan niat puasa Syawal sesuai dengan kondisi pelaksanaannya.
1. Niat Puasa Syawal untuk Puasa Berurutan Enam Hari
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ للهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adā'i sittatin min Syawwāli lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Saya niat puasa pada esok hari untuk menunaikan puasa sunah enam hari dari bulan Syawal karena Allah Ta'ala."
2. Niat Puasa Syawal Harian (Tidak Berurutan)
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adā'i sunnatis Syawwāli lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah."
3. Niat Puasa Syawal bagi yang Berniat di Siang Hari
Apabila seseorang lupa berniat pada malam hari dan baru ingat di pagi hari, ia tetap dapat berniat selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. Bacaan niatnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma hādzal yaumi 'an adā'i sunnatis Syawwāli lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Syawal hari ini karena Allah."
4. Niat Puasa Syawal Versi Ringkas
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ شَوَّالٍ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma shahri Syawwāla sunnatan lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Saya niat puasa bulan Syawal, sunah karena Allah Ta'ala."
Berbeda dengan puasa wajib, niat puasa Syawal ini masih dapat dilakukan di pagi hari hingga sebelum Zuhur sepanjang belum makan, minum, dan belum melakukan hal-hal lain yang membatalkan puasa, terhitung sejak terbit fajar pada hari berpuasa itu.
Tata Cara Puasa Syawal
Puasa Syawal pada dasarnya memiliki tata cara yang sama dengan puasa pada umumnya. Berikut adalah panduan lengkapnya:
1. Waktu Pelaksanaan
Puasa Syawal dilaksanakan mulai tanggal 2 Syawal hingga akhir bulan. Tanggal 1 Syawal (Idul Fitri) diharamkan untuk berpuasa berdasarkan hadits riwayat Muslim.
2. Niat
Niat dilakukan pada malam hari sebelum puasa, atau di pagi hari hingga sebelum Zuhur selama belum makan dan minum, dengan bacaan sebagaimana telah disebutkan di atas.
3. Sahur
Disunnahkan untuk makan sahur sebelum terbit fajar, meskipun hanya dengan seteguk air. Rasulullah SAW bersabda: "Bersahurlah kalian, karena dalam sahur terdapat keberkahan." (HR. Bukhari-Muslim)
4. Menahan Diri dari Hal-hal yang Membatalkan
Sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, seseorang harus menahan diri dari makan, minum, dan segala hal yang membatalkan puasa.
5. Menjaga Adab Puasa
Puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan lisan dari perkataan dusta, ghibah, dan perbuatan maksiat lainnya.
6. Berbuka Puasa
Disunnahkan untuk segera berbuka ketika waktu maghrib tiba, dengan doa berbuka yang diajarkan Rasulullah.
Keutamaan Puasa Syawal
Puasa Syawal memiliki beberapa keutamaan yang sangat besar, di antaranya:
1. Pahala Puasa Setahun Penuh
Keutamaan utama puasa Syawal adalah ganjaran pahala puasa setahun penuh. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa berpuasa Ramadhan, kemudian mengiringinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun penuh." (HR. Muslim)
Dalam riwayat lain disebutkan bahwa puasa sebulan Ramadhan setara dengan sepuluh bulan, dan puasa enam hari Syawal setara dengan dua bulan, sehingga total menjadi setahun penuh.
2. Menyempurnakan Kekurangan Puasa Ramadhan
Sebagaimana shalat sunnah rawatib menyempurnakan kekurangan shalat fardhu, puasa Syawal berfungsi sebagai penyempurna atas kekurangan yang mungkin terjadi dalam puasa Ramadhan. Muhammad Shalih al-Munajjid dalam Faidah-Faidah Seputar Puasa Syawal menjelaskan bahwa salah satu faidah puasa Syawal adalah untuk mengoreksi kekurangan yang terjadi dalam pelaksanaan puasa wajib di bulan Ramadhan.
3. Tanda Diterimanya Puasa Ramadhan
Di antara balasan kebaikan adalah kebaikan setelahnya. Seseorang yang diberi taufik untuk berpuasa Syawal setelah Ramadhan merupakan tanda bahwa puasa Ramadhannya diterima oleh Allah SWT.
4. Melatih Istiqamah dalam Beribadah
Puasa Syawal menjadi jembatan spiritual yang menjaga momentum ibadah agar tidak kendur setelah Ramadhan. Sukamto HM dalam Amalan Sesudah Bulan Ramadhan menekankan pentingnya menjaga amalan setelah Ramadhan agar tetap istiqamah dalam beribadah.
5. Wujud Syukur kepada Allah
Melaksanakan puasa Syawal merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat dapat menyelesaikan puasa Ramadhan dan meraih ampunan dari Allah SWT.
People Also Ask:
Bolehkah puasa Syawal dilakukan di akhir bulan Syawal?
Pelaksanaan puasa bulan Syawal boleh dilakukan secara terpisah atau terus menerus. Boleh pula di awal, pertengahan atau di akhir bulan.
Apakah Anda boleh berpuasa pada hari terakhir bulan Syawal?
Umat Islam memiliki kesempatan untuk berpuasa selama enam hari di bulan Syawal, yang merupakan puasa sunnah yang dapat dilakukan kapan saja sepanjang bulan tersebut, sebelum berakhirnya bulan Syawal.
Batas puasa Syawal sampai tanggal berapa?
Puasa Syawal dilaksanakan selama 6 hari dan bisa dilakukan kapan saja sepanjang bulan Syawal, mulai 2 Syawal hingga berakhirnya bulan Syawal (sekitar tanggal 29 atau 30 Syawal). Untuk tahun 2026, puasa Syawal dapat dimulai dari 22 Maret dan berakhir sekitar 18–20 April 2026.
Apakah puasa 6 hari di bulan Syawal harus berturut-turut?
Puasa Syawal dapat dilakukan selama 6 hari berturut-turut, tetapi tetap diperbolehkan untuk melakukannya secara terpisah sepanjang bulan Syawal.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1612134/original/044088500_1496388393-20170602-Salat-Jumat-Pertama-Bulan-Ramadan-di--Istiqlal-Gempur-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381462/original/019627800_1613720800-wooden-spoon-fork-as-clock-hands-white-plate_49149-1007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531526/original/098176600_1773619110-unnamed__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4314861/original/012980000_1675661791-rade-nugroho-rlj3VznKap0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2815496/original/065112000_1558772546-iStock-1137948841.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512253/original/006335800_1771934492-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534795/original/014528000_1773892938-khutbah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4373091/original/033031400_1679908390-top-view-islamic-new-year-with-quran-book.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4030425/original/064674000_1653273891-raka-dwi-wicaksana-Jbk_Tce8Z1U-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4054720/original/000780500_1655361908-muhammad-adil-6JaO2SVfMq0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534796/original/005967200_1773893358-unnamed__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5549337/original/029961700_1775615923-072121600_1775615170-unnamed__29_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5549300/original/072121600_1775615170-unnamed__29_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5548242/original/082432300_1775532139-WhatsApp_Image_2026-04-07_at_10.11.58.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3069493/original/086042400_1583427507-INFUS-ridlo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429248/original/019447900_1618459697-pexels-michael-burrows-7129429.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3187033/original/003171100_1595400533-makkah-kaaba-hajj-muslims_21730-6508.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531527/original/052463700_1773619111-unnamed__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3343121/original/038184100_1610024393-asian-young-woman-praying-with-al-qur-prayer-beads_8595-1178.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448205/original/085550400_1766022443-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-18T084617.730.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381466/original/043629600_1613720800-photo-1512632578888-169bbbc64f33.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5154231/original/041919200_1741337635-20250307-Tadarus-ANG_2.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450038/original/011940800_1766126206-Gemini_Generated_Image_n0zy6on0zy6on0zy.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360668/original/038739700_1611729329-abdullah-faraz-fj-p_oVIhYE-unsplash.jpg)