Apakah Gempa M5,3 Picu Erupsi Gunung Anak Krakatau Hari Ini?

5 hours ago 1

GEMPA tektonik dengan magnitudo 5,3 mengguncang wilayah Banten pada Rabu dinihari, 8 Juli 2026, tepatnya pada pukul 02.44 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG menyatakan gempa dari Selat Sunda itu tidak berpotensi tsunami namun berdampak guncangan yang bisa dirasakan hingga skala IV MMI di Sumur, Pandeglang.

Beberapa jam setelahnya, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda dilaporkan mengalami erupsi. Gunung api di Selat Sunda ini memang telah beberapa hari sebelumnya ditetapkan naik status dari Waspada menjadi Siaga. Dan letusannya pada hari ini yang terdekat dari kejadian gempa megathrust M5,3 dicatat terjadi pada pukul 07.11.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Mungkinkah getaran seismik dari zona megathrust yang memicu letusan tersebut? Ketua Tim Kerja Gunung Api Badan Geologi, Heruningtyas Desi Purnamasari, menepis ada hubungan sebab akibat itu. Menurut dia, “Untuk saat ini belum terlihat adanya kenaikan aktivitas erupsi semenjak terjadinya gempa tadi pagi."

Heruningtyas menekankan bahwa peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau sudah teramati sejak 1 Juni lalu berupa emisi SO  atau sulfur dioksida dan anomali panas. Kemudian muncul titik api di kawah sejak 10 Juni yang diikuti peningkatan asap kawah dan gempa-gempa dangkal seperti embusan, hybrid atau fase banyak, dan low frequency.

“Artinya, proses peningkatannya sudah berlangsung sebelum erupsi terjadi 2 Juli 2026 dan lebih kuat mengarah ke dinamika magma atau gas dangkal di sistem Anak Krakatau sendiri,” ujarnya kepada Tempo.

Pada Rabu, 8 Juli 2026, dari laman Magma Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Gunung Anak Krakatau erupsi beberapa kali. Di awali pada pukul 00.11 WIB, visual erupsi tidak teramati namun terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 24 milimeter (mm) berdurasi selama 40 detik.

Kemudian pukul 07.11 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 250 meter di atas puncak atau berketinggian kurang lebih 407 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kolom abu teramati kelabu hingga hitam dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah barat laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 44,4 mm dan durasi 31 detik.

Erupsi berikutnya pada pukul 08.42 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 100 meter di atas puncak. Kolom abu teramati hitam dengan intensitas tebal ke arah barat laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 35 mm dan durasi 40 detik.

Gunung Anak Krakatau meletus lagi pukul 09.35 WIB dengan tinggi kolom abu teramati meningkat lagi, yakni sekitar 200 meter di atas puncak. Kolom abu teramati kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 49 mm dan durasi 27 detik.

Selanjutnya erupsi pada pukul 09.54 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 100 meter di atas puncak. Kolom abu teramati kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 45 mm dan durasi 13 detik.

Menjelang tengah hari Anak Krakatau meletus lagi, yakni pada pukul 11.47 WIB dengan tinggi kolom abu teramati  200 meter di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah barat laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi 42 detik.

Saat ini Gunung Anak Krakatau berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi masyarakat, pengunjung, wisatawan, atau pendaki tidak mendekati gunung atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktifnya.

Lokasi gempa tektonik yang terjadi Rabu, 08 Juli 2026, pukul 02:44:55 WIB di wilayah Selat Sunda. Dok. BMKG

Sebelumnya BMKG menginformasikan kekuatan gempa dengan magnitudo 5,5 kemudian menjadi 5,3 setelah pemutakhiran data. Menurut Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto, pusat sumber gempa terletak pada koordinat 6,83 derajat lintang selatan dan 105,04 derajat bujur timur. “Tepatnya berlokasi di laut pada jarak 62 kilometer arah barat daya Sumur, Banten,” katanya lewat keterangan tertulis, Rabu 8 Juli 2026.

Sumber gempa berkedalaman 43 kilometer. Hasil pemodelan tsunami BMKG menunjukkan bahwa gempa tidak berpotensi tsunami. Tingkat guncangan gempa berdasarkan estimasi peta guncangan yaitu berskala intensitas IV MMI di daerah Sumur, yang jika pada siang hari dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah dan beberapa orang di luar rumah hingga bisa memecahkan gerabah  serta membuat jendela atau pintu berderik serta dinding berbunyi

Seorang warga di Pandeglang Siti Morensza mengaku merasakan guncangan gempa beberapa detik setelah terbangun. “Jendela kamar sampai bunyi,” katanya, Rabu 8 Juli 2026.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |