Ayat-ayat Al-Quran tentang Abu Bakar As-Shiddiq, Lengkap Asbabun Nuzul

3 months ago 34

Liputan6.com, Jakarta - Abu Bakar Ash-Shiddiq adalah salah satu sahabat utama Nabi Muhammad SAW. Terdapat cukup banyak ayat-ayat Al-Quran tentang Abu Bakar As-Shiddiq walau namanya tidak disebutkan secara eksplisit.

Para mufasir sepakat bahwa terdapat ayat-ayat tertentu dalam Al-Quran terkait dengan Abu Bakar. Namun, jumlahnya berbeda. Itu termasuk M Quraish Shihab dalam Buku Tafsir Al-Misbah.

Merujuk jurnal Telaah Ayat-Ayat Tentang Abû Bakar Ash-Shiddîq dalam Al-Qur`an Menurut Tafsir Al-Misbah oleh Muhammad Ainul Yaqin, mengidentifikasi 16 lokasi (tema) ayat dalam Al-Qur'an yang berkaitan dengan Abu Bakar, dengan total 34 ayat. Walau selanjutnya yang disebut adalah 15 karena salah satunya identik.

Berdasar riset tafsir, Ainul Yaqin menyimpulkan bahwa ayat-ayat yang turun berkaitan dengan peristiwa, sikap, atau keteladanan Abu Bakar As-shiddiq.

Berikut adalah daftar ayat-ayat yang terkait dengan Abu Bakar As-Shiddiq, disertai dengan penjelasan dan asbabunnuzulnya, merujuk jurnal Ainul Yaqin, Tafsir al-Misbah, Tarikh Khulafa (As-Suyuthi), dan The Golden Story of Abu Bakar Ash-Shiddiq (Ahmad Hatta):

1. At-Taubah 40:

إِلَّا تَنصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا

Artinya: "Jika kamu tidak menolongnya (Muhammad), maka sesungguhnya Allah telah menolongnya ketika dia dikeluarkan oleh orang-orang kafir, sedang salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, dia berkata kepada sahabatnya, 'Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.'"

Asbabun Nuzul: Ayat ini turun mengenai peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW bersama Abu Bakar dari Mekah ke Madinah. Ketika bersembunyi di Gua Tsur, Abu Bakar merasa khawatir akan keselamatan Nabi. Nabi kemudian menenangkannya dengan mengatakan, "Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita." Ayat ini mengabadikan keteguhan iman Abu Bakar dan perannya sebagai sahabat setia dalam situasi paling berbahaya.

2. At-Taubah 100:

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ

Artinya: "Orang-orang yang terdahulu lagi pertama-tama (masuk Islam) dari golongan Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah."

Asbabun Nuzul: Ayat ini turun sebagai pengakuan Allah terhadap kelompok pertama yang masuk Islam (as-sabiqun al-awwalun). Abu Bakar termasuk dalam golongan pertama yang beriman dan mendukung dakwah Nabi. Ia adalah simbol dari kesetiaan dan keteladanan dalam Islam awal.

3. An-Nur 22

 وَلَا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنكُمْ وَالسَّعَةِ أَن يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَن يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ

Artinya: "Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka tidak akan memberi kepada kaum kerabat, orang-orang miskin, dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu?"

Asbabun Nuzul: Ayat ini turun berkaitan dengan sumpah Abu Bakar yang berhenti memberikan bantuan kepada Misthah (kerabatnya) karena Misthah terlibat dalam fitnah terhadap Aisyah (putri Abu Bakar). Allah menegur Abu Bakar agar tetap memaafkan dan membantu kerabatnya. Abu Bakar kemudian mencabut sumpahnya dan melanjutkan bantuan.

4. Al-Hujurat 2

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَرْفَعُوا أَصْوَاتَكُمْ فَوْقَ صَوْتِ النَّبِيِّ وَلَا تَجْهَرُوا لَهُ بِالْقَوْلِ كَجَهْرِ بَعْضِكُمْ لِبَعْضٍ أَن تَحْبَطَ أَعْمَالُكُمْ وَأَنتُمْ لَا تَشْعُرُونَ

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap yang lain, nanti hapuslah segala amalmu sedangkan kamu tidak menyadari."

Asbabun Nuzul: Ayat ini turun karena Abu Bakar dan Umar pernah berdebat dengan suara keras di hadapan Nabi mengenai siapa yang layak memimpin Bani Tamim. Allah menegur mereka agar tidak meninggikan suara di atas suara Nabi. Setelah ayat turun, Abu Bakar berkomitmen hanya berbicara pelan kepada Nabi.

5. Al-Lail 5–21

 فَأَمَّا مَنْ أَعْطَىٰ وَاتَّقَىٰ . وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَىٰ . فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَىٰ . وَأَمَّا مَنْ بَخِلَ وَاسْتَغْنَىٰ . وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَىٰ . فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَىٰ . وَمَا يُغْنِي عَنْهُ مَالُهُ إِذَا تَرَدَّىٰ . إِنَّ عَلَيْنَا لَلْهُدَىٰ . وَإِنَّ لَنَا لَلْآخِرَةَ وَالْأُولَىٰ . فَأَنذَرْتُكُمْ نَارًا تَلَظَّىٰ . لَا يَصْلَاهَا إِلَّا الْأَشْقَى . الَّذِي كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰ . وَسَيُجَنَّبُهَا الْأَتْقَى . الَّذِي يُؤْتِي مَالَهُ يَتَزَكَّىٰ . وَمَا لِأَحَدٍ عِندَهُ مِن نِّعْمَةٍ تُجْزَىٰ . إِلَّا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِ الْأَعْلَىٰ . وَلَسَوْفَ يَرْضَىٰ

Artinya: “Maka adapun orang yang memberi (hartanya) dan bertakwa, serta membenarkan pahala yang terbaik, maka Kami akan mudahkan baginya jalan menuju kemudahan. Dan adapun orang yang kikir dan merasa dirinya cukup serta mendustakan pahala yang terbaik, maka Kami akan mudahkan baginya jalan menuju kesukaran. Dan hartanya tidak akan berguna baginya apabila ia telah binasa. Sesungguhnya kewajiban Kami hanyalah memberi petunjuk, dan sesungguhnya milik Kamilah akhirat dan dunia. Maka Aku memperingatkan kalian terhadap api neraka yang menyala-nyala; yang tidak akan memasukinya kecuali orang yang paling celaka, yaitu orang yang mendustakan kebenaran dan berpaling. Dan akan dijauhkan darinya orang yang paling bertakwa, yaitu yang menafkahkan hartanya untuk membersihkan diri, dan tidak ada seorang pun yang mempunyai suatu nikmat padanya yang harus dibalas, melainkan ia melakukannya semata-mata untuk mencari keridaan Tuhannya Yang Mahatinggi. Dan kelak ia benar-benar akan merasakan kepuasan.”

Asbabun Nuzul: Ayat ini turun berkaitan dengan kedermawanan Abu Bakar dalam membebaskan budak, termasuk Bilal bin Rabah. Ayat 5-21 menggambarkan orang yang memberi hartanya di jalan Allah dan bertakwa. Ketika Abu Bakar ditegur ayahnya (Abu Quhafah) karena memerdekakan budak yang lemah, ia menjawab bahwa ia hanya mengharap pahala dari Allah.

6. Al-Anfal 9:

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُم بِأَلْفٍ مِّنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ

Artinya: "Ingatlah ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu Dia mengabulkannya untukmu, 'Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.'"

Asbabun Nuzul: Ayat ini turun mengenai permohonan pertolongan Nabi dalam Perang Badar. Abu Bakar adalah salah satu sahabat yang hadir dan berdoa bersama Nabi. Ia juga yang menenangkan Nabi saat cemas akan kemenangan.

7. Ali Imran 159

 فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

Artinya: "Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampun untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang yang bertawakal."

Asbabun Nuzul: Menurut riwayat Al-Hakim dari Ibnu Abbas, ayat ini turun berkaitan dengan sikap lembut Nabi kepada Abu Bakar dan sahabat lainnya. Nabi sering bermusyawarah dengan Abu Bakar, dan ayat ini menegaskan pentingnya musyawarah dan tawakal.

8. Ali Imran 181:

لَقَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ فَقِيرٌ وَنَحْنُ أَغْنِيَاءُ ۘ سَنَكْتُبُ مَا قَالُوا وَقَتْلَهُمُ الْأَنبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَنَقُولُ ذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ

Artinya: "Sungguh, Allah telah mendengar perkataan orang-orang yang mengatakan, 'Sesungguhnya Allah miskin dan kami kaya.' Kelak Kami akan mencatat perkataan mereka dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar, dan Kami akan mengatakan (kepada mereka), 'Rasakanlah olehmu azab yang membakar!'"

Asbabun Nuzul: Ayat ini turun sebagai respons terhadap perkataan seorang Yahudi (Finhash) yang menghina Allah dengan mengatakan "Allah miskin dan kami kaya." Abu Bakar marah mendengarnya dan memukul Finhash. Ayat ini turun untuk mengutuk perkataan kafir tersebut.

9. Ali Imran 186

 لَتُبْلَوُنَّ فِي أَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِن قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا أَذًى كَثِيرًا ۚ وَإِن تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

Artinya: "Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan sungguh, kamu akan mendengar banyak hal yang sangat menyakitkan dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang musyrik. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan."

Asbabun Nuzul: Ayat ini turun berkaitan dengan lanjutan peristiwa antara Abu Bakar dan Finhash (Yahudi) setelah ayat 181. Ayat ini mengingatkan bahwa umat Islam akan diuji dengan harta dan jiwa, termasuk mendengar cercaan dari orang kafir.

10. Az-Zumar 33

وَالَّذِي جَاءَ بِالصِّدْقِ وَصَدَّقَ بِهِ ۙ أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

Artinya: "Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa."

Asbabun Nuzul: Ayat ini turun mengenai orang yang membawa kebenaran (Nabi) dan orang yang membenarkannya (Abu Bakar). Abu Bakar adalah orang yang pertama membenarkan Nabi dalam berbagai peristiwa, termasuk Isra' Mi'raj, sehingga ia dijuluki Ash-Shiddiq.

11. At-Tahrim 4

فَإِن تَابُوا فَقَدْ صَلَحَتْ قُلُوبُهُمَا ۚ وَإِن تَأَبَّيْتُمْ فَإِنَّمَا هُمَا فَرِيقَانِ مِنكُمْ ۚ وَإِن يَتَوَلَّى اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ"

Artinya: Jika keduanya bertobat, sesungguhnya keduanya telah bertobat. Dan jika keduanya membangkang, maka cukuplah Allah yang menjadi Pelindung bagi Nabi-Nya dan orang-orang yang beriman."

Asbabun Nuzul: Menurut riwayat Imam Thabari dari Ibnu Umar dan Ibnu Abbas, ayat ini turun berkaitan dengan keteguhan iman Abu Bakar dan Umar. Ayat ini menegaskan pentingnya tobat dan kesetiaan kepada Allah dan Rasul.

12 Al-Hujurat 2 (sama dengan no. 4)

13. Al-Ahzab 43

 هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلَائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۚ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا

Artinya: "Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan para malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu) agar Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman."

Asbabun Nuzul: Ayat ini turun sebagai respons dari perkataan Abu Bakar ketika turun ayat tentang shalawat kepada Nabi (QS. Al-Ahzab: 56). Abu Bakar berkata bahwa kebaikan yang diturunkan kepada Nabi juga dirasakan oleh sahabatnya. Maka turunlah ayat ini yang menegaskan rahmat Allah untuk orang beriman.

14 Al-Hijr 47

وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِم مِّنْ غِلٍّ إِخْوَانًا عَلَىٰ سُرُرٍ مُّتَقَابِلِينَ

Artinya: "Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang ada dalam hati mereka; mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan."

Asbabun Nuzul: Dari riwayat Ibnu Abi Hatim dari Ali bin Al-Husain, ayat ini turun berkaitan dengan persaudaraan antara Abu Bakar, Umar, dan Ali. Ketiga sahabat ini dahulu (masa jahiliyah) berasal dari kabilah yang bermusuhan. Setelah masuk Islam, Allah menghilangkan dendam di hati mereka.

15 Al-Ahqaf 15–16 (Doa Nabi Ibrahim dan pesan ketakwaan)

Asbabun Nuzul: Ayat ini dikaitkan dengan doa Abu Bakar ketika merenungkan kehidupan akhirat. Abu Bakar berdoa agar dapat bersyukur dan bertobat kepada Allah. Ayat ini menjadi inspirasi bagi ketakwaan dan penyerahan diri secara total.

16 Al-Anfal 67–68

مَا كَانَ لِنَبِيٍّ أَن يَكُونَ لَهُ أَسْرَىٰ حَتَّىٰ يُثْخِنَ فِي الْأَرْضِ ۚ تُرِيدُونَ عَرَضَ الدُّنْيَا وَاللَّهُ يُرِيدُ الْآخِرَةَ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ . لَّوْلَا كِتَابٌ مِّنَ اللَّهِ سَبَقَ لَمَسَّكُمْ فِيمَا أَخَذْتُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

"Tidak pantas bagi seorang nabi mempunyai tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan musuhnya di bumi. Kamu menghendaki harta benda duniawi sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu). Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana. Sekiranya tidak ada ketetapan terdahulu dari Allah, niscaya kamu ditimpa siksaan yang besar karena tebusan yang kamu ambil."

Asbabun Nuzul:; Ayat ini turun mengenai tawanan Perang Badar. Nabi bermusyawarah dengan sahabat tentang tawanan. Abu Bakar mengusulkan untuk mengambil tebusan, sedangkan Umar mengusulkan membunuh. Nabi cenderung pada usul Abu Bakar, lalu turun ayat ini yang mengkritik pengambilan tebusan sebelum musuh terkalahkan.

Pertanyaan Seputar Topik

1. Apakah Abu Bakar ada dalam Al Quran?

Abû Bakar Ash-Shiddîq merupakan salah satu sahabat terbaik di antara sahabat yang lain. Dengan sifat yang mulia, walaupun namanya tidak tercantum dalam Al-Qur`an, ada 16 tema dalam Al-Qur`an turun berkenaan dengan Abû Ba- kar Ash-Shiddîq.

2. Apa kata Al-Quran tentang Abu Bakar?

Abu Bakr - WikipediaAbu Bakar disebutkan dalam Al-Qur'an pada ayat 40 surat at-Taubah: "Jika kamu tidak menolongnya, maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir mengusirnya, yaitu tsaniy ithnayn (orang kedua dari dua orang yaitu Abu Bakar); ketika keduanya berada di dalam gua, ketika ia berkata kepada sahabatnya (yaitu Abu Bakar).

3. Apa surah yang menerangkan kisah persahabatan Abu Bakar dan Rasulullah?

Turunnya surat At Taubah ayat 40 berkaitan erat dengan kisah Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar yang bersembunyi dari kejaran kaum kafir Quraisy di gua. Kala itu, keduanya tengah melakukan perjalanan hijrah dari Mekkah ke Madinah. At Taubah merupakan surat ke-9 dalam Al-Qur'an yang terdiri atas 129 ayat.

4. Dalam surah apakah Allah menyebut beliau sebagai As Siddiq? Surat Al-Ahzab Ayat 8

sesungguhnya Allah mengetahui bahwa para rasul itu merupakan orang-orang yang sangat jujur (shiddiqin).

5. Mengapa Abu Bakar menangis setelah turun surah al-Maidah ayat 3?

Abu Bakar menangis setelah turunnya surah Al-Maidah ayat 3 karena beliau menyadari bahwa ayat tersebut merupakan isyarat bahwa agama Islam telah sempurna dan sebentar lagi Nabi Muhammad SAW akan wafat. Kesempurnaan agama dan kabar akan perpisahan Nabi ini membuat Abu Bakar dan para sahabat lain sangat sedih dan haru,

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |