Bacaan Empat Kalimat Dzikir Arab, Latin, Artinya, Lengkap Adab dan Keutamaannya

19 hours ago 4
  • 4 dzikir Apa Saja?
  • Apa itu 4 kalimat mulia?
  • Zikir apa yang paling disukai Allah?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Dalam Islam, dzikir merupakan amalan yang sangat dianjurkan karena dapat mendekatkan seorang hamba kepada Allah SWT. Di antara sekian banyak bacaan dzikir, terdapat empat kalimat dzikir yang memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah.

Keempat kalimat ini dikenal dengan sebutan al-kalimat al-arba’ (empat kalimat mulia) yang menggabungkan unsur penyucian, pujian, ketauhidan, dan pengagungan kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW secara tegas menyebutkan bahwa keempat kalimat ini adalah ucapan yang paling dicintai oleh Allah. Amalan ini ringan diucapkan oleh lisan namun sangat berat timbangannya di sisi Allah, sehingga setiap muslim dianjurkan untuk membiasakannya dalam keseharian.

Artikel ini akan mengupas tuntas tentang empat kalimat dzikir tersebut berdasarkan Buku Dzikir Pagi dan Petang dan Sesudah Sholat Fardhu karya Syaikh Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani, Shahih Muslim, kitab Faidhul Qadir karya Imam Al-Munawi, Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi, dan buku Fiqih Doa & Dzikir Jilid 1 karya Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr dan sumber tepercaya lainnya.

Bacaan Empat Kalimat Dzikir: Arab, Latin dan Artinya

Empat kalimat dzikir—Subhanallah, Alhamdulillah, La ilaha illallah, Allahu Akbar—adalah amalan yang sangat ringan di lisan namun luar biasa berat timbangannya di sisi Allah SWT. Berikut adalah keempat kalimat dzikir mulia teks Arab, latin, artinya:

1. Tasbih (Penyucian Allah dari segala kekurangan)

سُبْحَانَ اللهِ

Latin: Subḥānallāh

Artinya: Mahasuci Allah.

2. Tahmid (Pujian dan syukur kepada Allah)

الْحَمْدُ لِلَّهِ

Latin: Alḥamdulillāh

Artinya: Segala puji bagi Allah.

3. Tahlil (Kalimat tauhid, inti keimanan)

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ

Latin: Lā ilāha illallāh

Artinya: Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah.

4. Takbir (Pengagungan kebesaran Allah)

اللَّهُ أَكْبَرُ

Latin: Allāhu Akbar

Artinya: Allah Mahabesar.

Bacaan Empat Kalimat Dzikir (Gabungan)

Dalam praktiknya umat Islam menggabungkan empat kalimat dzikir tersebut, menjadi rangkaian kalimat yang indah, sebagaimana dicontohkan para ulama.

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ

Latin: Subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaaha illallah, wallahu akbar

Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan Allah Maha Besar."

Dalil dan Penjelasan Ulama

Landasan utama anjuran membaca keempat kalimat ini adalah hadits riwayat Samurah bin Jundub RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"أَحَبُّ الْكَلاَمِ إِلَى اللَّهِ أَرْبَعٌ: سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ. لاَ يَضُرُّكَ بِأَيِّهِنَّ بَدَأْتَ"

"Ada empat ucapan yang paling disukai oleh Allah: Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaaha illallah, dan Allahu Akbar. Tidak mengapa bagimu dengan mana saja kamu memulainya." (HR. Muslim No. 2137)

Hadits ini menegaskan bahwa keempat kalimat tersebut memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT dan boleh dibaca dengan urutan mana pun, karena semuanya mengandung kebaikan dan pahala yang besar.

Imam Al-Munawi dalam kitabnya Faidhul Qadir menjelaskan bahwa keempat dzikir yang dicintai Allah yaitu subhanallah, wal hamdulillah, wa la ilaha illallah, wallahu akbar mengandung tiga unsur utama: ajaran tauhid (dalam La ilaha illallah), bentuk pujian kepada Allah (dalam Alhamdulillah), serta ungkapan syukur (dalam Subhanallah dan Allahu Akbar). Beliau menekankan bahwa keempat kalimat ini mencakup inti ajaran Islam secara ringkas namun paripurna.

Pandangan Ulama Mengenai 4 Kalimat Dzikir

Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar (Bab Keutamaan Dzikir) mengutip hadits ini sebagai salah satu dalil bahwa dzikir dengan kalimat-kalimat thayyibah adalah amalan yang paling utama setelah Al-Qur’an.

Beliau juga menjelaskan bahwa membaca keempat kalimat ini secara rutin, baik setelah sholat maupun di waktu-waktu lainnya, termasuk dalam kategori al-baqiyatus shalihat (amalan-amalan kekal yang berpahala terus-menerus).

Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr dalam bukunya Fiqih Doa & Dzikir Jilid 1 mengemukakan bahwa disyariatkannya dzikir karena dzikir merupakan bentuk ketidakberdayaan hamba di hadapan Allah SWT. Dengan berdzikir, para hamba menampakkan besarnya kebutuhan dan ketergantungan pada Allah SWT.

Beliau juga menegaskan bahwa empat kalimat ini (tasbih, tahmid, tahlil, takbir) adalah lafal dzikir paling utama setelah Al-Qur’an.

Para ulama menyebutkan bahwa di antara keempat kalimat tersebut, kalimat La ilaha illallah memiliki kedudukan paling tinggi. Dalam kitab Berzikir Cara Nabi: Merengkuh Keutamaan Zikir Tahmid, Tasbih, Tahlil, dan Hauqala karya Abdurrazzaq Ash-Shadr, dijelaskan bahwa dengan kalimat inilah makhluk diciptakan, para rasul diutus, kitab-kitab diturunkan, dan manusia terbagi menjadi mukmin dan kafir. Kalimat ini adalah tali yang paling kuat, rukun agama yang paling besar, serta kunci kebahagiaan.

Rasulullah SAW sendiri bersabda: "Sebaik-baiknya dzikir adalah kalimat La ilaha illallah." (HR. Tirmidzi).

Waktu Berdzikir dengan Empat Kalimat Ini

Keempat kalimat dzikir ini dapat dibaca kapan saja dan di mana saja, tidak terbatas pada waktu-waktu tertentu. Berikut adalah waktu-waktu yang paling utama untuk mengamalkannya:

1. Setelah Sholat Fardhu

Setelah menyelesaikan sholat fardhu, dianjurkan untuk membaca Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, dan Allahu Akbar 33 kali, lalu ditutup dengan La ilaha illallah sekali. Amalan ini didasarkan pada hadits riwayat Muslim bahwa siapa yang melakukannya akan diampuni dosanya meskipun sebanyak buih di lautan.

2. Waktu Pagi dan Petang

Dalam kitab Hisnul Muslim, Syaikh Sa’id bin Ali bin Wahf al-Qahthani menyusun bab khusus tentang dzikir pagi dan petang. Pada waktu-waktu tersebut, dianjurkan untuk memperbanyak keempat kalimat ini sebagai bentuk perlindungan diri dari gangguan setan dan sebagai pengingat akan kebesaran Allah sepanjang hari.

3. Setiap Saat (Tanpa Batasan Waktu)

Karena keempat kalimat ini sangat ringan diucapkan, Rasulullah SAW menganjurkan untuk menjadikannya sebagai dzikir rutin di setiap kesempatan. Dalam sebuah hadits, beliau bersabda bahwa dzikir adalah sebaik-baik amal manusia, lebih baik daripada menginfakkan emas dan perak, dan lebih baik daripada bertemu musuh lalu menebas leher mereka. (HR. Tirmidzi).

Adab-Adab Berdzikir

Berikut adalah adab-adab yang perlu diperhatikan ketika berdzikir, sebagaimana dijelaskan dalam kitab Hisnul Muslim dan Al-Adzkar:

1. Ikhlas karena Allah

Dzikir harus dilakukan semata-mata karena Allah SWT, bukan karena riya’ (ingin dilihat orang lain) atau sum’ah (ingin didengar orang lain). Niatkanlah segala sesuatu hanya karena Allah Subhanahu wa Ta’ala agar mendapatkan pahala serta berlimpah keberkahan.

2. Menghadap Kiblat

Sebaiknya berdzikir dalam keadaan menghadap kiblat, meskipun tidak diwajibkan. Hal ini lebih utama karena meneladani Rasulullah SAW yang sering berdzikir dan berdoa dengan menghadap Ka’bah.

3. Memilih Waktu yang Mustajab

Meskipun dzikir dapat dilakukan kapan saja, waktu-waktu seperti sepertiga malam terakhir, setelah sholat fardhu, dan waktu antara azan dan iqamah adalah waktu-waktu yang sangat dianjurkan karena doa dan dzikir lebih mustajab.

4. Memperhatikan Adab Lisan

Dzikir diucapkan dengan suara yang tidak terlalu keras dan tidak terlalu lirih, di tengah-tengah antara keduanya. Lisan harus bersih dari najis, dan dianjurkan dalam keadaan berwudhu.

5. Konsisten (Istiqamah)

Yang terpenting dalam berdzikir adalah konsistensi. Lebih baik mengamalkan dzikir dalam jumlah sedikit tetapi rutin setiap hari, daripada banyak tetapi hanya sesekali. Rasulullah SAW bersabda bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit. 

Keutamaan Empat Bacaan Dzikir

Berikut adalah keutamaan-keutamaan luar biasa dari membaca keempat kalimat dzikir ini:

1. Ucapan Paling Dicintai Allah

Keutamaan paling utama dari keempat kalimat ini adalah bahwa ia merupakan ucapan yang paling dicintai oleh Allah SWT, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Muslim.

2. Dapat Dimulai dari Kalimat Mana Pun

Allah SWT memberi kemudahan kepada hamba-Nya dengan memperbolehkan memulai dari kalimat mana pun dari keempat kalimat ini. Hal ini menunjukkan betapa luasnya rahmat Allah dan betapa mudahnya amalan ini untuk diamalkan.

3. Pahala yang Sangat Besar

Imam Al-Munawi dalam Faidhul Qadir menjelaskan bahwa keempat dzikir ini mengandung ajaran tauhid, bentuk pujian, serta ungkapan syukur kepada Allah SWT, sehingga pahalanya sangat besar di sisi Allah. Dalam riwayat lain, pahala membaca Alhamdulillah disebutkan lebih besar dari Gunung Uhud.

4. Penghapus Dosa

Dengan memperbanyak membaca keempat kalimat ini, dosa-dosa kecil seorang muslim akan diampuni oleh Allah SWT. Terutama jika diamalkan setelah sholat fardhu dengan jumlah 33-33-33 plus tahlil sekali, maka dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.

5. Sebab Masuk Surga

La ilaha illallah adalah kalimat tauhid yang menjadi kunci surga. Rasulullah SAW bersabda bahwa barang siapa yang mengucapkannya dengan penuh keyakinan di hatinya, maka ia akan dimasukkan ke dalam surga.

People also Ask:

4 dzikir Apa Saja?

Contohnya, kita juga bisa membaca dzikir sebagai berikut:Istighfar (Minta Ampunan):2. Tahmid (Memuji Allah):3. Takbir (Mengagungkan Allah):4. Tasbih (Mengingat Allah):Tahlil (Mengucapkan Kalimat Tauhid):6. Doa Memohon Perlindungan:7. Doa Kebaikan di Dunia dan Akhirat:

Apa itu 4 kalimat mulia?

Berikut adalah beberapa keutamaan dari EMPAT kalimat mulia : subhaanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha illallah, wallahu akbar

Zikir apa yang paling disukai Allah?

La Ilaha Illallah. Artinya: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan neraka bagi orang yang membiasakan baca 'La ilaha Illallah” dan dengan berharap karena Allah Semata.”

7 Wirid apa saja?

Inilah 7 Wirid Khusus yang harus Anda ketahuiBasmalah. Basmalah (“Bismillahirrahmanirrahim”) sebaiknya diucapkan setiap kali memulai sesuatu, terutama tindakan baik. ...Hamdalah. Ucapan “alhamdulillah” menandakan rasa syukur atas nikmat Allah SWT. ...Istighfar. ...Insyaallah. ...Hauqalah. ...

Apakah boleh dzikir sambil liat HP?

Ini merupakan salah satu bentuk zikir yang paling agung, meskipun tidak diucapkan dengan lisan." Saudara penanya, yang ada di Jakarta, dengan demikian, sejatinya dzikir dengan tetap bermain handphone diperbolehkan secara hukum.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |