- Apa itu khutbah Jumat kedua?
- Apakah khutbah kedua wajib?
- Apa isi utama khutbah kedua?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Bacaan khutbah jumat kedua menjadi bagian penting dalam rangkaian ibadah sholat Jumat yang tidak bisa dipisahkan. Dalam pelaksanaannya, khutbah kedua melengkapi khutbah pertama sebagai syarat sah ibadah. Tanpa adanya dua khutbah, sholat Jumat tidak dianggap sempurna menurut mayoritas ulama.
Bacaan khutbah jumat kedua juga memiliki susunan yang lebih singkat namun tetap sarat makna. Isi khutbah kedua biasanya berupa penguatan pesan taqwa dan doa untuk kaum muslimin. Hal ini menjadikan khutbah kedua sebagai penutup yang penuh harapan.
Khutbah Jumat sendiri terdiri dari dua bagian yang dipisahkan dengan duduk sejenak. Khatib akan berdiri kembali untuk menyampaikan khutbah kedua. Tradisi ini mengikuti tuntunan Rasulullah dalam hadits shahih.
Dalam pandangan ulama, dua khutbah Jumat memiliki kedudukan penting. Bahkan dianggap sebagai pengganti dua rakaat sholat dhuhur. Oleh karena itu, setiap rukun harus dipenuhi dengan baik.
Rukun Penting dalam Khutbah Jumat
Rukun khutbah Jumat mencakup beberapa unsur utama yang wajib ada. Di antaranya membaca tahmid, syahadat, dan sholawat kepada Nabi. Selain itu juga ada wasiat taqwa dan ayat Al-Qur’an.
Rukun ini berlaku baik pada khutbah pertama maupun kedua. Namun dalam praktiknya, khutbah kedua lebih fokus pada doa. Ini menjadi penutup yang penuh keberkahan.
Para ulama madzhab Syafi’i menekankan pentingnya menjaga urutan rukun. Jika ada yang ditinggalkan, khutbah bisa dianggap tidak sah. Oleh karena itu, khatib harus benar-benar memahami susunannya.
Pemahaman ini penting bagi khatib pemula maupun yang sudah berpengalaman. Kesalahan kecil bisa berdampak besar pada keabsahan ibadah. Maka persiapan sebelum naik mimbar sangat diperlukan.
Tata Cara Khutbah Kedua Jumat
Khutbah kedua dimulai setelah khatib duduk sejenak usai khutbah pertama. Kemudian khatib berdiri kembali untuk melanjutkan khutbah. Durasinya biasanya lebih singkat.
Isi khutbah kedua dapat berupa ringkasan dari khutbah pertama. Selain itu juga berisi ajakan untuk meningkatkan ketakwaan. Penyampaiannya harus jelas dan tidak bertele-tele.
Khatib juga dianjurkan menjaga suara agar tetap terdengar oleh jamaah. Intonasi yang tenang membantu jamaah lebih fokus. Hal ini penting untuk menjaga kekhusyukan.
Khutbah kedua diakhiri dengan doa untuk kaum muslimin. Doa ini menjadi inti dari bagian kedua khutbah. Oleh karena itu, harus dibaca dengan penuh penghayatan.
Contoh Bacaan Khutbah Kedua
Berikut salah satu contoh bacaan khutbah kedua yang umum digunakan. Teks ini memuat pujian kepada Allah dan doa. Disampaikan dalam bahasa Arab sebagai bentuk sunnah.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ Allahummaghfir lil muslimiina wal muslimaat Artinya: Ya Allah ampunilah kaum muslimin dan muslimat
وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ Wal mu’miniina wal mu’minaat Artinya: Dan kaum mukminin serta mukminat
اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاَلْأَمْوَاتِ Al ahyaa’i minhum wal amwaat Artinya: Baik yang masih hidup maupun yang telah wafat
Doa Lengkap Khutbah KeduaDoa khutbah kedua biasanya lebih panjang dan lengkap. Isinya mencakup permohonan ampun dan kebaikan dunia akhirat. Berikut salah satu contohnya:
رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا Robbanaa laa tuakhidznaa in nasiinaa aw akhtho’naa Artinya: Ya Tuhan kami, jangan hukum kami jika lupa
رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا Robbanaa walaa tahmil ‘alaynaa ishran Artinya: Jangan bebankan kami beban berat
كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا Kamaa hamaltahu ‘alalladziina min qoblinaa Artinya: Seperti Engkau bebankan kepada umat sebelum kami
Penutup Khutbah yang Dianjurkan
Setelah doa, khutbah ditutup dengan ayat Al-Qur’an. Biasanya menggunakan Surah An-Nahl ayat 90. Ayat ini berisi perintah kebaikan.
اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ Innallaha ya’muru bil ‘adli wal ihsaan Artinya: Allah memerintahkan berlaku adil dan berbuat baik
Ayat ini menjadi pengingat bagi seluruh jamaah. Bahwa kehidupan harus dipenuhi dengan kebaikan. Sekaligus menjauhi kemungkaran.
Penutup ini juga menjadi tanda khutbah telah selesai. Jamaah kemudian bersiap melaksanakan sholat. Suasana pun menjadi lebih khusyuk.
Makna Mendalam Khutbah KeduaKhutbah kedua bukan sekadar pelengkap. Namun memiliki makna spiritual yang dalam. Terutama dalam doa yang dipanjatkan.
Doa menjadi bentuk harapan dan ketergantungan kepada Allah. Setiap kata yang diucapkan mengandung makna besar. Ini menjadi momen refleksi bagi jamaah.
Khatib memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan. Dengan bahasa yang jelas dan menyentuh. Jamaah bisa lebih memahami maknanya.
Khutbah yang baik akan membekas di hati. Tidak hanya didengar, tetapi juga diamalkan. Inilah tujuan utama dari khutbah Jumat.
Pentingnya Memahami Bacaan Khutbah
Bagi jamaah, memahami bacaan khutbah juga penting. Tidak hanya mendengar, tetapi juga mengerti isi pesan. Ini akan meningkatkan kualitas ibadah.
Banyak jamaah yang belum memahami arti bacaan Arab. Padahal maknanya sangat dalam. Oleh karena itu, perlu pembelajaran tambahan.
Khatib juga bisa menyisipkan penjelasan singkat. Agar jamaah lebih mudah memahami. Ini membuat khutbah lebih hidup.
Pemahaman yang baik akan berdampak pada kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai khutbah bisa diterapkan dalam aktivitas. Sehingga ibadah tidak berhenti di masjid.
Bacaan khutbah jumat kedua pada akhirnya menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan. Susunannya sederhana namun penuh makna mendalam. Doa yang dipanjatkan menjadi harapan bagi seluruh umat Islam.
People Also Ask
1. Apa itu khutbah Jumat kedua? Khutbah kedua adalah bagian penutup khutbah yang berisi doa dan pesan singkat.
2. Apakah khutbah kedua wajib? Ya, termasuk syarat sah sholat Jumat menurut ulama.
3. Apa isi utama khutbah kedua? Doa untuk kaum muslimin dan wasiat taqwa.
4. Bolehkah khutbah kedua panjang? Sebaiknya singkat namun tetap jelas dan bermakna.
5. Apa doa penutup khutbah Jumat? Biasanya menggunakan ayat Al-Qur’an Surah An-Nahl ayat 90.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4449837/original/055086300_1685614290-WhatsApp_Image_2023-06-01_at_17.06.22.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5210970/original/079171200_1746521381-4030a27f-cf92-4a92-baa9-034b02eeb77e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5548498/original/018512500_1775542937-IMG_20260407_114415.jpg.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378584/original/033747300_1760257934-unnamed__52_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546602/original/090949100_1775356160-2877e324-fd41-4a4c-a1fc-6bcb6302739e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4054720/original/000780500_1655361908-muhammad-adil-6JaO2SVfMq0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1697411/original/064903100_1504238978-20170901-Jokowi-Salat-di-Sukabumi-FP2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458708/original/072098400_1767088577-Pilihan_yang_Paling_Masuk_Akal_untuk_Pekerja_dengan_Gaji_Pas_Pasan_Admin_Media_Sosial_Skala_Kecil.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1612134/original/044088500_1496388393-20170602-Salat-Jumat-Pertama-Bulan-Ramadan-di--Istiqlal-Gempur-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3110450/original/059507500_1587634731-Praying_Hands_With_Faith_In_Religion_And_Belief_In_God__Power_Of_Hope_And_Devotion___1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4463448/original/027796500_1686608129-20230607_073052.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4370308/original/064241200_1679646015-Shalot-Jumat-Pertama-Ramadhan-Di-Masjid-Istiqlal-Angga-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3062884/original/002425400_1582862191-20200227-Mekah-Pasca-Penghentian-Sementara-Ibadah-Umrah-AFP-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4694981/original/059163000_1703214208-Ilustrasi_pernikahan__menikah__Islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4374521/original/081753100_1679993733-ed-us-iXUXMn_-nh8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456522/original/072791600_1766898100-Gemini_Generated_Image_f3y0p0f3y0p0f3y0_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3195567/original/025977300_1596167805-20200731-Salat-Id-JIC-8.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448205/original/085550400_1766022443-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-18T084617.730.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5154231/original/041919200_1741337635-20250307-Tadarus-ANG_2.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450038/original/011940800_1766126206-Gemini_Generated_Image_n0zy6on0zy6on0zy.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360668/original/038739700_1611729329-abdullah-faraz-fj-p_oVIhYE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2559362/original/076937200_1546315450-20190101-Kembang-Api-Ancol-5.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/755908/original/073849700_1414158415-x6.jpg)
