Bacaan Talbiyah Umroh Lengkap dengan Tata Caranya

6 hours ago 3
  • Bagaimana bunyi kalimat talbiyah?
  • Doa apa yang dipanjatkan saat umroh?
  • Kapan baca talbiyah saat umroh?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Talbiyah adalah salah satu amalan yang paling khas dalam ibadah umrah dan haji. Ketika jutaan jamaah di Tanah Suci melantunkan kalimat ini, suaranya bergema menembus langit, sebuah pernyataan kolektif bahwa mereka datang memenuhi panggilan Allah. Untuk itu, penting bagi muslim untuk mengetahui bacaan talbiyah umroh.

Secara bahasa, talbiyah berarti pemenuhan atau jawaban terhadap sebuah panggilan dengan niat dan keikhlasan. Dalam konteks ibadah umrah dan haji, talbiyah adalah kalimat yang diucapkan untuk memenuhi panggilan Allah SWT setelah seseorang berniat ihram.

Merujuk Buku Manasik Haji dan Umroh Rosululloh, karya Imam Ghazali, makna spiritual talbiyah sangat mendalam. Kalimat ini merupakan pernyataan tauhid yang menegaskan bahwa tidak ada sekutu bagi Allah, sekaligus pengakuan bahwa segala puji, nikmat, dan kekuasaan hanya milik-Nya.

Berikut ini adalah panduan lengkap tentang bacaan talbiyah untuk umrah berdasarkan sumber-sumber terpercaya, termasuk buku-buku rujukan Kementerian Agama serta kitab-kitab ulama terkemuka. Simak selengkapnya.

Bacaan Talbiyah Umrah: Arab, Latin, dan Artinya

1. Bacaan Talbiyah yang Disepakati Ulama

Lafal talbiyah yang disepakati para ulama dan berasal dari riwayat populer Rasulullah SAW adalah sebagai berikut:

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ

Latin: Labbaikallāhumma labbaik, labbaika lā syarīka laka labbaik, innal-ḥamda wan-ni‘mata laka wal-mulk, lā syarīka lak.

Artinya: "Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kekuasaan adalah milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu."

2. Variasi Tambahan dari Abdullah bin Umar RA

Terdapat riwayat yang menyebutkan bahwa Abdullah bin Umar RA menambahkan lafal berikut setelah bacaan talbiyah di atas:

لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ وَالْخَيْرُ بِيَدَيْكَ لَبَّيْكَ وَالرَّغْبَاءُ إِلَيْكَ وَالْعَمَلُ

Latin: Labbaik labbaik wa sa‘daik, wal-khairu biyadaik, labbaik war-raghbā‘u ilaika wal-‘amal.

Artinya: "Aku penuhi panggilan-Mu, aku penuhi panggilan-Mu dengan penuh kebahagiaan. Segala kebaikan berada di tangan-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu, segala harapan dan amal perbuatan hanya tertuju kepada-Mu." (HR. Bukhari No. 1549 dan Muslim No. 19).

Hukum Membaca Talbiyah Menurut 4 Mazhab

Para ulama berbeda pendapat mengenai status hukum talbiyah dalam ibadah haji dan umrah. Perbedaan ini memiliki konsekuensi yang signifikan, terutama jika seorang jamaah meninggalkannya.

1. Mazhab Hanafi: Talbiyah sebagai Rukun

Imam Abu Hanifah dan para ulama Hanafiyah berpendapat bahwa talbiyah adalah rukun haji dan umrah. Artinya, jika seseorang tidak membaca talbiyah, maka ihramnya tidak sah dan haji atau umrahnya batal. Kelompok ini juga didukung oleh Imam ats-Tsauri, ulama Zhahiriyah, Atha', Thawus, dan Ikrimah.

Dalil yang digunakan adalah bahwa talbiyah merupakan ciri khas ihram, sebagaimana takbiratul ihram menjadi ciri khas shalat. Nabi SAW tidak pernah meninggalkan talbiyah, dan beliau bersabda bahwa talbiyah termasuk amalan yang paling agung dalam haji.

2. Mazhab Maliki: Talbiyah sebagai Wajib

Imam Malik berpendapat bahwa talbiyah adalah wajib haji dan umrah. Konsekuensinya, jika seseorang meninggalkannya, ia berdosa dan hajinya tetap sah, tetapi wajib membayar dam (denda).

Dalil yang digunakan adalah perbuatan Nabi SAW dalam haji wada' yang terus-menerus membaca talbiyah. Karena beliau memerintahkan umatnya untuk mengambil manasik darinya, maka perintah tersebut menunjukkan kewajiban.

3. Mazhab Syafi'i dan Hanbali: Talbiyah sebagai Sunnah

Imam Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal berpendapat bahwa talbiyah adalah amalan sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan). Jika ditinggalkan, tidak ada dosa dan tidak wajib membayar dam.

Pendapat ini didasarkan pada pertimbangan bahwa talbiyah adalah zikir sebagaimana zikir lainnya, dan tidak ada dalil yang mewajibkannya. Dalam kitab al-Hawi al-Kabir, Imam al-Mawardi dari kalangan Syafi'iyah menegaskan: "Talbiyah hukumnya sunnah dalam haji dan umrah" . Demikian pula Ibnu Qudamah dalam al-Mughni menyatakan: "Disunnahkan talbiyah".

Waktu Membaca Talbiyah Umrah

Berdasarkan Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah terbitan Kementerian Agama RI, berikut waktu-waktu membaca talbiyah untuk umrah:

1. Dimulai Sejak Niat Ihram di Miqat

Talbiyah mulai dibaca setelah seseorang berniat ihram umrah dari miqat (batas tempat yang ditentukan). Ketika jamaah melafalkan niat di dalam hati atau dengan lisan, ia langsung disunnahkan untuk mengumandangkan talbiyah.

2. Berakhir Saat Hendak Memulai Tawaf

Untuk ibadah umrah, bacaan talbiyah berakhir ketika jamaah hendak memulai tawaf di Masjidil Haram. Setelah sampai di Hajar Aswad dan akan memulai putaran pertama tawaf, talbiyah dihentikan dan diganti dengan bacaan takbir serta doa.

3. Dibaca di Setiap Kesempatan Selama Perjalanan

Selama perjalanan dari miqat menuju Makkah, talbiyah dianjurkan untuk terus dilantunkan. Para ulama menyebutkan bahwa talbiyah disunahkan dibaca:

  • Saat naik turun kendaraan
  • Saat naik turun gunung atau jalanan yang menanjak
  • Setelah selesai shalat
  • Ketika bertemu dengan rombongan jamaah lain
  • Pada waktu pagi dan sore hari

Tata Cara Membaca Talbiyah untuk Umrah

1. Cara Membaca

Para ulama membolehkan talbiyah dibaca secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama dengan jamaah lain. Praktik ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud RA:

"Dari 'Abdurrahman bin Yazid dan al-Aswad bin Yazid, keduanya berkata: Kami mendengar Abdullah bin Mas'ud berkata di Jam': Aku mendengar orang yang diturunkan kepadanya surat al-Baqarah di tempat ini membaca 'Labbaikallāhumma labbaik', lalu ia membaca talbiyah dan kami pun ikut bertalbiyah." (HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW melafalkan talbiyah dan para sahabat mengikutinya. Dengan demikian, talbiyah dapat dilaksanakan secara kolektif dengan satu orang memimpin dan lainnya mengikuti.

2. Perbedaan Anjuran untuk Laki-laki dan Perempuan

Terdapat perbedaan cara membaca talbiyah antara jamaah laki-laki dan perempuan:

  • Laki-laki: Disunnahkan untuk mengeraskan suara saat membaca talbiyah. Anjuran ini didasarkan pada hadis riwayat Bukhari dari Anas RA bahwa para sahabat mengeraskan suara talbiyah mereka.
  • Perempuan: Dianjurkan untuk membaca talbiyah dengan suara pelan, cukup terdengar oleh dirinya sendiri dan orang yang berada di sampingnya. Hal ini untuk menjaga aurat dan menghindari fitnah.

Makna Bacaan Talbiyah

Talbiyah adalah kalimat sakral yang diucapkan oleh jamaah umrah dan haji setelah berniat ihram. Secara bahasa, talbiyah berarti “aku penuhi panggilan-Mu”, sebuah jawaban atas seruan Allah yang telah dikumandangkan sejak Nabi Ibrahim AS.

Makna terdalamnya adalah pengakuan tauhid yang utuh. Lafal “Labbaikallāhumma labbaik” menegaskan bahwa seorang hamba datang dengan penuh kerendahan hati, melepaskan segala urusan duniawi demi memenuhi perintah Allah.

Kalimat “lā syarīka laka” (tiada sekutu bagi-Mu) membersihkan niat dari segala bentuk kesyirikan. Sedangkan “innal-ḥamda wan-ni‘mata laka wal-mulk” (sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kekuasaan adalah milik-Mu) mengakui bahwa hanya Allah sumber segala kebaikan dan otoritas mutlak.

Dalam kitab Fiqih Sunnah, Sayyid Sabiq menjelaskan bahwa talbiyah adalah syiar terbesar dalam haji dan umrah. Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menambahkan bahwa setiap tarikan napas saat bertalbiyah mengandung makna pelepasan ikatan duniawi dan kepasrahan total kepada Allah. Dengan bertalbiyah, seorang jamaah menyatakan dirinya sebagai tamu Allah yang siap mengabdi tanpa syarat.

Keutamaan Membaca Talbiyah

Dalam kitab Fiqih Sunnah, Sayyid Sabiq meriwayatkan beberapa keutamaan talbiyah bagi jamaah haji dan umrah :

1. Penghapus Dosa

Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Jabir RA, Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang terus melafalkan talbiyah sejak ihram hingga matahari terbenam akan dihapuskan dosa-dosanya, sehingga kembali suci seperti bayi yang baru dilahirkan.

2. Kabar Gembira Surga

Dalam riwayat Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW menyampaikan bahwa orang yang berihram dan mengumandangkan talbiyah akan memperoleh kabar gembira berupa surga.

3. Pengakuan Tauhid yang Agung

Talbiyah merupakan pernyataan sakral bahwa seorang hamba telah bertauhid kepada Allah, mengagungkan keesaan-Nya, dan berjanji untuk menjauhi syirik serta hanya berserah diri kepada-Nya.

People Also Ask:

Bagaimana bunyi kalimat talbiyah?

Bunyi talbiyah adalah bacaan kalimat yang diucapkan jamaah haji/umrah untuk memenuhi panggilan Allah. Lafal utamanya: “Labbaikallahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik, innal-hamda wan-ni‘mata laka wal-mulk, laa syariika lak”. Kalimat ini dibaca saat ihram, bermakna ketaatan penuh, pujian, dan pengakuan tiada sekutu bagi Allah.

Doa apa yang dipanjatkan saat umroh?

Doa umroh meliputi niat di miqat ("Labbaika 'Umratan"), talbiyah, doa tawaf, serta doa di tempat mustajab seperti Multazam dan Sa'i. Fokus doa adalah pengampunan dosa, permohonan kebaikan dunia-akhirat, dan penerimaan ibadah. Perbanyak shalawat, istighfar, dan doa pribadi dengan tulus.

Kapan baca talbiyah saat umroh?

Sedangkan bacaan talbiyah umroh dilafalkan setelah ambil niat di miqat hingga sebelum memasuki Masjidil Haram atau tawaf.

Doa agar cepat ziarah ke Makkah dan Madinah Arab?

Doa agar bisa ziarah ke Makkah dan Madinah berfokus pada permohonan rezeki dan kemudahan panggilan Allah. Salah satu doa yang populer adalah: اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا زِيَارَةَ بَيْتِكَ الْمُعَظَّمِ وَرَسُوْلِكَ الْمُكَرَّمِ فِي هَذَا الْعَامِ وَفِي كُلِّ عَامٍ بِأَحْسَنِ الْحَالِ Latin: Allahummar zuqnaa ziyaarata baitikal mu'adzom wa rasuulikal mukarrom hadzal 'aam wa fii kulli 'aam bi-ahsanil haalArtinya: "Ya Allah, karuniakan kepada kami rezeki untuk berkunjung ke Rumah-Mu yang agung dan Rasul-Mu yang mulia di tahun ini dan di setiap tahun dengan keadaan terbaik".

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |