ORGANISASI nirlaba asal Amerika Serikat, Common Sense Media, menyoroti peran alat pencarian kecerdasan buatan (AI) besutan Google karena dapat memicu risiko tersendiri bagi perkembangan pola belajar pada anak. Fitur pencarian AI mode dari raksasa teknologi ini dianggap sebagai tanda bahaya karena dapat mengerjakan tugas yang seharusnya dilakukan secara pribadi oleh para pelajar.
Riset lembaga yang fokus pada pendidikan dan teknologi itu dilakukan dalam rentang 19 Mei hingga 1 Juli 2026. Mereka terkhusus menyigi bagaimana fitur AI Google Search menyasar anak-anak berusia 11 hingga 17 tahun. “Mode AI menyelesaikan setiap tugas pekerjaan rumah yang diberikan sehingga mengganggu cara anak-anak belajar,” bunyi hasil studi terbaru dari Common Sense Media tersebut yang dikutip pada Senin, 20 Juli 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Mereka menguji pada 180 tugas akademik yang setengahnya soal matematika, dan setengah lainnya tugas esai humaniora. Mode AI Google disebut memberikan respons lengkap dan tuntas tanpa berdiskusi dengan anak-anak lebih lanjut. Teknologi ini merespons semua pertanyaan yang diajukan dan menjawab seluruh soal yang seharusnya dikerjakan oleh anak-anak.
Dampak yang paling berbahaya menurut riset ini yakni Mode AI Google Search tak dapat dinonaktifkan. Bahkan, semua perangkat Google dapat mengakses fitur ini, termasuk Chromebook yang digunakan di sekolah, smartphone, hingga komputer di perpustakaan.
“Mode AI dapat mempersingkat perjuangan produktif yang sebenarnya menjadi proses pembelajaran,” bunyi penggalan temuan utama dalam riset ini. Ditambahkan dalam hasil studi itu, “Respons yang lengkap dan sempurna yang diberikan dalam hitungan detik akan merusak proses pembelajaran siswa pada tahap perkembangan ketika kapasitas-kapasitas ini masih dalam tahap pembentukan.”
Melalui riset ini, peneliti merekomendasikan Google untuk menyediakan kontrol orang tua supaya dapat menonaktifkan fitur pencarian AI secara default untuk akun-akun yang diketahui milik anak bawah umur. Metode begini mirip dengan kemampuan model AI generatif Google, Gemini, karena akses terhadap sumber daya AI-nya dapat dibatasi sewaktu-waktu bila dibutuhkan untuk pelajar anak-anak.








































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531528/original/007916600_1773619112-unnamed__10_.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4403008/original/008750000_1681991372-20230420-Pemantauan-Hilal-Iqbal-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5544736/original/021119200_1775115709-gibran_promo_motor_-_klaim.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378584/original/033747300_1760257934-unnamed__52_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4067423/original/029499900_1656490392-WhatsApp_Image_2022-06-29_at_2.40.46_PM.jpeg)
