INFO TEMPO - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI memperkirakan total kerugian akibat bencana gempa bumi di delapan kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai Rp 2,2 triliun. Dari jumlah tersebut, terdapat ruang bagi lembaga filantropi untuk ikut mendukung pemulihan pascabencana.
Perkiraan itu didasarkan pada kajian Damage and Loss Assessment (DALA) yang dilakukan Direktorat Riset, Kajian, dan Pengembangan Baznas RI. Kajian tersebut menggunakan data hingga Selasa, 18 Agustus 2026, atau lima hari setelah gempa terjadi.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid mengatakan kerugian tersebut mencakup kerusakan rumah warga, fasilitas umum, infrastruktur, hingga kerugian akibat terganggunya aktivitas ekonomi. "Kerusakan terbesar berasal dari sektor perumahan yang diperkirakan mencapai Rp 1,42 triliun dengan 19.317 unit rumah rusak. Selain itu, kerusakan fasilitas umum dan infrastruktur mencapai Rp 275,1 miliar," kata Sodik di Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026.
Adapun kerugian akibat hilangnya aktivitas ekonomi diperkirakan mencapai Rp 334,1 miliar. "Baznas juga menghitung biaya tambahan akibat bencana sebesar Rp 191,7 miliar," ujarnya.
Sodik mengatakan besarnya dampak tersebut membuat proses pemulihan membutuhkan kerja sama banyak pihak. Pemerintah, lembaga filantropi, dunia usaha, dan masyarakat perlu bergerak bersama untuk memastikan kebutuhan warga terdampak dapat dipenuhi, terutama pada masa pemulihan pascabencana.
"Baznas tidak menggantikan peran pemerintah. Kami hadir untuk melengkapi upaya pemulihan, terutama membantu masyarakat yang berada dalam kondisi rentan dan membutuhkan dukungan untuk kembali bangkit," ucapnya.
Sodik menjelaskan, salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian dalam proses pemulihan adalah pembangunan kembali rumah warga. Kajian Baznas menunjukkan adanya kesenjangan antara biaya penggantian rumah dengan plafon bantuan yang tersedia dalam skema pemerintah.
Sodik mengatakan selisih kebutuhan tersebut diperkirakan mencapai Rp 366-593 miliar. Menurut dia, kesenjangan pembiayaan itu dapat menjadi salah satu ruang bagi lembaga filantropi untuk ikut berkontribusi dalam pemulihan masyarakat terdampak, terutama kepada mustahik.
Kabupaten Manggarai Timur menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus. "Manggarai Timur sendiri menyumbang 54 persen dari total kerugian mustahik. Wilayah tersebut menyumbang 38,7 persen kerusakan rumah dari total delapan kabupaten terdampak. Di sisi lain, pangsa PDRB-nya hanya 9,6 persen dan tingkat kemiskinannya mencapai 23,5 persen," ucap Sodik.
Sodik menegaskan, dari kondisi tersebut Baznas menempatkan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) sebagai salah satu sumber dukungan untuk membantu proses pemulihan. "Dana tersebut diarahkan pada kebutuhan masyarakat yang belum sepenuhnya terjangkau oleh skema pembiayaan pemerintah," ujarnya.
Sodik menuturkan Baznas akan terus membuka ruang kerja sama dengan pemerintah dan berbagai pihak untuk memastikan proses pemulihan berjalan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sebelumnya, sejak awal masa tanggap darurat setelah gempa melanda NTT, Baznas telah menerjunkan berbagai personel Baznas Tanggap Bencana (BTB) dan Rumah Sehat Baznas (RSB) untuk membantu penanganan bencana.
Selain dukungan personel dan layanan kesehatan, Baznas mendirikan dapur umum, dapur air, serta posko pengungsian sementara. (*)




































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5220347/original/094913800_1747281277-41961081_8976420.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4576168/original/048568900_1694732112-20230915022441__fpdl.in__medium-shot-woman-posing-with-flowers_23-2150725596_normal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5582904/original/095301300_1778131421-cpns_bea_cukai_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572218/original/060707400_1777780612-cek_fakta_-_CPNS_Kemenag.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525602/original/003097400_1773046669-unnamed__54_.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407521/original/093009600_1762744968-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-10T101330.228.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3187033/original/003171100_1595400533-makkah-kaaba-hajj-muslims_21730-6508.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4442582/original/000568400_1685093803-Screenshot_20230526_120852_Gallery.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382328/original/091326000_1760578848-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-10-15T134632.180.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380783/original/022608800_1760432989-Ilustrasi_Qunut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2806807/original/084266200_1557976563-IMG-20190507-WA0082.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4015150/original/070691700_1651836959-UMROH_BACKPAKER_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4439341/original/074219600_1684915362-ibrahim-uz-3Z3RvzpVAqM-unsplash.jpg)