Liputan6.com, Jakarta Salam merupakan bentuk penghormatan yang sangat dianjurkan dalam Islam ketika bertemu seseorang. Namun, bagaimana dengan cara menjawab salam yang dilakukan dengan berteriak atau suara keras? Pertanyaan bolehkah menjawab salam dengan berteriak sering muncul karena menyangkut adab dan etika dalam beribadah.
Dalam Islam, menjawab salam memiliki ketentuan khusus yang harus dipahami setiap Muslim agar ibadah ini dilakukan dengan benar. Mengutip dari buku M. Quraish Shihab Menjawab 1001 Soal Keislaman Yang Patut Anda Ketahui, salam adalah doa agar orang yang ditemui selalu disertai keselamatan dan keberkahan dari Allah SWT.
Oleh karena itu, cara menjawabnya pun perlu memperhatikan kesopanan dan adab yang baik. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Selasa (25/11/2025).
Bolehkah Menjawab Salam dengan Berteriak?
Salam dalam Islam bukan sekadar sapaan biasa, melainkan sebuah doa yang penuh makna. Secara istilah, salam adalah penghormatan (tahiyyat) yang berbunyi assalamu‘alaikum wa rahmat Allah wa barakatuh. Ucapan ini mengandung harapan keselamatan, kesejahteraan, rahmat Allah, dan berkah-Nya bagi orang yang disapa.
Menjawab salam dengan berteriak atau suara yang terlalu keras sebetulnya tidak dilarang secara eksplisit dalam nash. Namun, ada adab dan etika yang perlu diperhatikan agar jawaban salam tetap mencerminkan kesopanan dan penghormatan kepada yang memberi salam.
Prinsip utama dalam menjawab salam adalah menyampaikan dengan jelas agar terdengar oleh pemberi salam. Jika situasi mengharuskan suara keras karena jarak yang jauh atau kondisi bising, maka berteriak menjadi diperbolehkan selama tidak melanggar adab. Hal paling penting adalah niat untuk membalas salam dengan baik dan sopan.
Namun, jika berteriak dilakukan dalam kondisi yang tidak mendesak atau justru menimbulkan ketidaknyamanan, maka hal ini kurang sejalan dengan akhlak Islam. Islam mengajarkan untuk menjawab salam dengan cara yang lebih baik atau minimal setara dengan salam yang diberikan, sebagaimana firman Allah dalam Surah An-Nisa ayat 86.
Kesimpulannya, bolehkah menjawab salam dengan berteriak tergantung pada konteks dan situasinya. Jika memang diperlukan agar jawaban salam terdengar dengan jelas, maka diperbolehkan. Namun, jika hanya karena kebiasaan buruk atau kurang sopan, maka sebaiknya dihindari karena tidak mencerminkan adab Islam yang baik.
Hukum Menjawab Salam dalam Islam
Hukum menjawab salam dalam Islam adalah fardhu kifayah. Artinya, orang yang mendengar salam diwajibkan untuk segera menjawab salam tersebut. Apabila salam sudah terjawab oleh salah satu dari kelompok yang mendengar, maka gugurlah kewajiban bagi yang lain.
Melansir dari buku Tafsir al-Munir Jilid 3 oleh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, An Nakha'I menyatakan bahwa mengucapkan salam adalah sunnah, sedangkan menjawabnya adalah wajib. Ibnu Abbas juga sependapat bahwa menjawab salam merupakan kewajiban setiap Muslim yang mendengarnya.
Kewajiban ini semakin diperkuat dengan hadits yang diriwayatkan Ibnu Jarir dari Ibnu Abbas. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa saja yang mengucapkan salam, maka wajib dijawab meskipun dia bukan Muslim, karena Allah berfirman dalam Surah An-Nisa ayat 86 tentang membalas penghormatan dengan yang lebih baik atau minimal setara.
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda tentang hak sesama Muslim yang lima, salah satunya adalah membalas salam. Ini menunjukkan betapa pentingnya menjawab salam dalam menjaga hubungan baik antarumat Islam dan memenuhi hak saudara seiman.
Adab Menjawab Salam Yang Benar
- Menjawab Dengan Segera
Salam sebaiknya dijawab dengan cepat tanpa menunda-nunda. Keterlambatan dalam menjawab salam bisa dianggap kurang sopan dan mengurangi keindahan interaksi sosial dalam Islam.
- Menggunakan Lafaz Yang Lebih Baik Atau Setara
Jawaban salam yang dianjurkan adalah wa'alaikumussalam wa rahmatullahi wa barakatuh. Jika yang mengucapkan salam hanya mengatakan assalamu'alaikum, maka sebaiknya dijawab dengan lebih lengkap untuk mendapatkan pahala yang lebih besar.
- Menjawab Dengan Suara Yang Jelas
Jawaban salam harus terdengar oleh pemberi salam. Jika jarak jauh atau kondisi bising, maka boleh mengeraskan suara agar terdengar dengan jelas, namun tetap menjaga kesopanan.
- Tidak Menjawab Dengan Isyarat Saja
Dalam kondisi normal, menjawab salam hanya dengan isyarat tangan atau anggukan kepala saja tidak memenuhi kewajiban. Jawaban salam harus diucapkan dengan lisan agar sempurna.
- Memperhatikan Situasi Dan Kondisi
Jika sedang dalam kondisi tertentu seperti shalat, maka menjawab salam dilakukan dengan isyarat. Begitu juga jika sedang di tempat yang memerlukan ketenangan seperti perpustakaan, maka volume suara disesuaikan.
- Menjawab Dengan Ikhlas
Niat menjawab salam harus karena Allah SWT, bukan sekadar formalitas atau kebiasaan sosial semata. Keikhlasan ini akan membuat pahala menjawab salam menjadi sempurna.
Dalil Kewajiban Menjawab Salam
Al-Quran memberikan perintah tegas tentang kewajiban menjawab salam dalam Surah An-Nisa ayat 86. Allah SWT berfirman yang artinya: "Dan apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah yang sepadan dengannya."
Ayat ini menunjukkan bahwa membalas salam bukan hanya anjuran, tetapi perintah yang harus dilaksanakan. Bahkan, Allah menganjurkan untuk membalasnya dengan yang lebih baik, menunjukkan betapa mulianya nilai saling menghormati dalam Islam.
Hadits Rasulullah SAW juga banyak yang menerangkan tentang kewajiban menjawab salam. Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, disebutkan bahwa membalas salam termasuk dalam lima hak sesama Muslim yang harus dipenuhi, bersama dengan menjenguk yang sakit dan mengikuti jenazah.
Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW menegaskan kewajiban menjawab salam bahkan dari orang majusi sekalipun. Ini menunjukkan universalitas ajaran Islam dalam menyebarkan kedamaian dan kebaikan kepada semua orang tanpa memandang latar belakang.
FAQ
1. Apakah menjawab salam dengan suara keras diperbolehkan dalam Islam? Ya, boleh jika diperlukan agar jawaban salam terdengar jelas oleh pemberi salam, terutama dalam kondisi jarak jauh atau tempat yang bising.
2. Bagaimana hukum menjawab salam dalam Islam? Hukum menjawab salam adalah wajib atau fardhu kifayah, artinya jika sudah ada yang menjawab maka gugurlah kewajiban bagi yang lain.
3. Bolehkah menjawab salam hanya dengan isyarat tangan? Dalam kondisi normal tidak boleh, kecuali dalam kondisi khusus seperti sedang shalat atau situasi yang tidak memungkinkan untuk berbicara.
4. Apa jawaban salam yang paling sempurna? Jawaban salam yang paling sempurna adalah wa'alaikumussalam wa rahmatullahi wa barakatuh yang diucapkan dengan jelas dan ramah.
5. Bagaimana jika salam tidak terjawab oleh manusia? Jika salam tidak dijawab oleh manusia, maka malaikat yang akan membalasnya dan malaikat akan melaknat orang yang tidak menjawab salam tersebut.
6. Apakah wajib menjawab salam dari orang non-Muslim? Menurut hadits Ibnu Jarir, Rasulullah SAW memerintahkan untuk menjawab salam dari siapa pun termasuk orang majusi, dengan tetap menjaga adab.
7. Berapa pahala yang didapat dari menjawab salam? Orang yang menjawab salam dengan jawaban yang lebih baik bisa mendapat hingga 30 pahala, sedangkan yang mengucapkan salam mendapat 10 pahala.

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515924/original/093945900_1772230926-IMG_2876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5095573/original/012538800_1736934827-pexels-helloaesthe-15707485.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515280/original/088205300_1772168824-lavicky.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509541/original/095353100_1771729587-Nasi_kuning_rice_cooker.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461893/original/099774600_1767492679-Gemini_Generated_Image_oqhbnvoqhbnvoqhb.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515510/original/030308800_1772178655-IMG_8372.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3448555/original/069804000_1620195399-20210505-Ramadhan-Bekasi-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3985383/original/000921600_1649137964-photo-1587617425953-9075d28b8c46.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511196/original/043290200_1771899757-019966800_1650552451-katerina-kerdi-TAfqq1B3-2s-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1606355/original/da4eee4c0f11eaa06447a469562bbdd4ommons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5412025/original/035143700_1763029989-d913a63a-d220-4d22-85ec-545e67ee7246.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515498/original/093226700_1772178025-010411500_1540352808-pf-ake3273-num.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515616/original/022919100_1772182056-Terminal_Jatijajar_Depok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4769102/original/014075000_1710171937-20240311-Taraweh_Pertama_di_Istiqlal-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505405/original/077638700_1771386569-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505591/original/004405000_1771391548-baju_kurung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515025/original/077930200_1772148384-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5169865/original/011956600_1742551032-Depositphotos_650337252_S.jpg)
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348709/original/090969100_1757859256-bioskop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)