Bulan Syawal Sampai Tanggal Berapa 2026? Simak Jadwal dan Penjelasannya

23 hours ago 7
  • Kapan 1 Syawal 2026?
  • Bulan Syawal itu bulan apa?
  • Bulan Syawal sampai tanggal berapa 2026?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Tahun ini, terdapat perbedaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah versi pemerintah dan Muhammadiyah. Tak ayal perbedaan penentuan 1 Syawal ini memunculkan pertanyaan penting, bulan Syawal sampai tanggal berapa 2026?

Seperti diketahui, PP Muhamamdiyah menetapkan 1 Syawal 1447 H pada Jumat, 20 Maret 2026. Sementara, pemerintah menetapkan 1 Syawal sehari setelahnya, yakni Sabtu 21 Maret 2026.

Pemerintah (Kemenag RI) menggunakan metode hisab (perhitungan astronomis) yang dikombinasikan dengan rukyat (pengamatan hilal). Hasil sidang isbat yang dipimpin oleh Menteri Agama menetapkan awal Syawal berdasarkan konfirmasi hilal di lapangan. Sementara, Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal (kriteria imkanur rukyat dengan pendekatan perhitungan yang sudah ditetapkan)

Perbedaan metode ini menyebabkan perbedaan penetapan 1 Syawal, yang kemudian berimbas pada tanggal akhir bulan Syawal. Lantas, bulan Syawal sampai tanggal berapa 2026? Berikut ini penjelasannya.

Jadwal Bulan Syawal 2026

Terdapat dua acuan pokok yang digunakan di Indonesia, yaitu Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan oleh pemerintah dan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang menjadi pedoman Muhammadiyah.

Pada Syawal 1447 H ini, umat Islam di Indonesia kembali dihadapkan pada perbedaan penetapan awal dan akhir bulan. Perbedaan ini, berdampak langsung pada jadwal puasa sunnah Syawal serta rangkaian ibadah lainnya di bulan yang penuh keutamaan ini.

Jadwal Bulan Syawal 2026 versi Pemerintah

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Agama, menyusun penanggalan menggunakan kriteria Imkanur Rukyat (visibilitas hilal) MABIMS. Berdasarkan pedoman dari dokumen resmi Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026:

  • Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau 1 Syawal 1447 H diperkirakan jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026.
  • Bulan Syawal 1447 H versi pemerintah akan berlangsung hingga hari Sabtu, 18 April 2026.
  • Hal ini dikarenakan peralihan bulan berikutnya, yakni 1 Zulkaidah (Dzulqa'dah) 1447 H, akan dimulai pada hari Ahad, 19 April 2026.

Sepanjang bulan Syawal, terdapat beberapa tanggal penting yang dapat dicatat. Idul Fitri dirayakan pada 21 Maret, disusul dengan masa yang utama untuk melaksanakan puasa sunnah Syawal selama enam hari, yang dapat dilakukan sejak 22 Maret hingga batas akhir 18 April. Selain itu, Ayyamul Bidh (puasa pertengahan bulan) pada bulan ini jatuh pada tanggal 2, 3, dan 4 April 2026.

Jadwal Bulan Syawal 2026 Versi Muhammadiyah

Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1447 H / Idul Fitri 2026 jatuh pada hari Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan ini merujuk pada hasil hisab dalam Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

KHGT murni berbasis pada hisab astronomi secara global. Merujuk pada keputusan resmi Muhammadiyah dan data penanggalan KHGT:

  • 1 Syawal 1447 H (Hari Raya Idul Fitri) ditetapkan satu hari lebih awal, yakni jatuh pada hari Jumat, 20 Maret 2026.
  • Sejalan dengan hal tersebut, bulan Syawal 1447 H menurut kalender Muhammadiyah juga akan berakhir lebih awal, yaitu bertepatan dengan hari Jumat, 17 April 2026.
  • Oleh karenanya, 1 Zulkaidah 1447 H versi Muhammadiyah akan jatuh pada hari Sabtu, 18 April 2026.

Konsekuensi dari perbedaan awal bulan ini, seluruh rangkaian ibadah di bulan Syawal bagi warga Muhammadiyah dimulai sehari lebih awal. Idul Fitri dirayakan pada 20 Maret, puasa Syawal dapat dilaksanakan mulai 21 Maret hingga batas akhir 17 April, dan puasa Ayyamul Bidh jatuh pada tanggal 1, 2, dan 3 April 2026.

Perbedaan Metode Penentuan Kalender Hijriah dan Hari Besar Umat Islam

Perbedaan antara pemerintah Indonesia (Kementerian Agama) dan Muhammadiyah dalam menentukan awal bulan Hijriah dan hari-hari besar umat Islam terletak pada metode pendekatan yang digunakan. Berikut adalah penjelasannya:

1. Metode Pemerintah: Rukyatul Hilal dan Kriteria Imkanur Rukyat (MABIMS)

Merupakan metode observasi (pengamatan) yang dipadukan dengan kriteria visibilitas hilal. Pemerintah menggunakan perhitungan astronomi (hisab) sebagai langkah awal, namun penentuan akhirnya bergantung pada rukyat (pengamatan langsung hilal/bulan sabit baru) di lapangan.

Agar hilal dianggap sah dan bulan baru dimulai, hilal harus memenuhi kriteria Imkanur Rukyat kesepakatan MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), yaitu posisi hilal minimal memiliki tinggi 3 derajat dan sudut elongasi (jarak bulan-matahari) 6,4 derajat saat matahari terbenam.

Jika tidak terlihat atau belum memenuhi kriteria, maka bulan yang sedang berjalan akan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal).

2. Metode Muhammadiyah: Hisab Hakiki Wujudul Hilal dan KHGT

Merupakan metode perhitungan matematis-astronomis murni. Muhammadiyah tidak menggunakan pengamatan langsung (rukyat), melainkan murni berdasarkan hisab (perhitungan astronomi).

Berdasarkan konsep Wujudul Hilal, bulan baru dimulai jika telah terjadi ijtimak (konjungsi), ijtimak terjadi sebelum matahari terbenam, dan saat matahari terbenam piringan atas bulan masih berada di atas ufuk (hilal sudah wujud), berapapun derajat tingginya.

Mulai tahun 1446 H, Muhammadiyah juga mulai menerapkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), yang bertujuan menyatukan penanggalan umat Islam di seluruh dunia berdasarkan parameter hisab global, bukan sekadar lokal atau regional.

Amalan Sunnah Terkait Tanggal yang Dianjurkan di Bulan Syawal

Bulan Syawal bukan sekadar bulan perayaan setelah Ramadhan, tetapi juga momentum untuk melanjutkan semangat ibadah. Berikut adalah beberapa amalan yang sangat dianjurkan:

1. Puasa Sunnah Syawal (Enam Hari)

Ini adalah amalan paling utama di bulan Syawal. Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun.” (HR. Muslim)

Pelaksanaan:

Dilaksanakan selama 6 hari di bulan Syawal.

Hukumnya sunnah muakkad (sangat dianjurkan).

Boleh dilakukan secara berurutan (setelah Idul Fitri) atau terpisah, asalkan masih dalam bulan Syawal.

Perbedaan Pelaksanaan:

Versi Pemerintah: Puasa Syawal dapat dimulai sejak tanggal 22 Maret 2026 hingga batas akhir 18 April 2026.

Versi Muhammadiyah: Puasa Syawal dapat dimulai sejak tanggal 21 Maret 2026 hingga batas akhir 17 April 2026.

2. Puasa Ayyamul Bidh (Hari-Hari Putih)

Selain puasa Syawal, terdapat juga amalan puasa sunnah di pertengahan bulan, yaitu Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah). Untuk bulan Syawal 1447 H, jadwalnya adalah:

Versi Pemerintah: 2, 3, dan 4 April 2026.

Versi Muhammadiyah: 1, 2, dan 3 April 2026.

Amalan-Amalan Sunnah Lainnya di Bulan Syawal

Bulan Syawal 1447 H akan berlangsung mulai tanggal 20 Maret (versi Muhammadiyah) atau 21 Maret (versi Pemerintah) hingga 17 April (versi Muhammadiyah) atau 18 April (versi Pemerintah). Perbedaan ini merupakan kelaziman dalam dinamika fiqih di Indonesia dan menjadi rahmat bagi umat.

Umat Islam disarankan untuk memanfaatkan bulan Syawal sebaik mungkin dengan melaksanakan puasa sunnah enam hari serta ibadah-ibadah sunnah lainnya sebagai bentuk kesyukuran dan kelanjutan dari amalan di bulan Ramadhan.

1. Iktikaf (Mengganti yang Terlewat di Bulan Ramadhan)

Iktikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat beribadah kepada Allah. Meskipun sangat dianjurkan pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, iktikaf tetap disunnahkan di bulan Syawal, terutama bagi mereka yang tidak sempat melakukannya di bulan Ramadhan.

2. Silaturahmi (Menyambung Tali Persaudaraan)

Bulan Syawal identik dengan momen saling berkunjung, bermaaf-maafan, dan mempererat tali persaudaraan. Silaturahmi menjadi amalan yang sangat dianjurkan karena keutamaannya yang besar, baik dari sisi pahala maupun keberkahan hidup.

3. Memperbanyak Sedekah

Bersedekah merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah, termasuk nikmat dapat menyelesaikan ibadah puasa Ramadhan. Bulan Syawal menjadi momen yang tepat untuk memperbanyak sedekah, baik kepada tetangga, kerabat, maupun fakir miskin.

4. Menikah di Bulan Syawal

Amalan ini mungkin jarang diketahui banyak orang. Menikah di bulan Syawal adalah sunnah yang dianjurkan karena Rasulullah SAW sendiri menikahi Aisyah radhiyallahu ‘anha pada bulan ini. Hal ini sekaligus membantah kepercayaan masyarakat Jahiliyah yang menganggap bulan Syawal sebagai bulan sial untuk menikah.

5. Puasa Sunnah Senin dan Kamis

Puasa Senin dan Kamis adalah puasa sunnah rutin yang dilakukan Rasulullah SAW. Amalan ini tetap dianjurkan di bulan Syawal, baik sebagai tambahan setelah puasa Syawal maupun bagi yang ingin memperbanyak puasa sunnah.

6. Qiyamul Lail / Shalat Tahajud

Shalat malam atau qiyamul lail adalah kebiasaan mulia yang dijaga oleh orang-orang saleh. Meskipun sangat populer di bulan Ramadhan (dengan nama tarawih), shalat malam tetap dianjurkan di bulan Syawal sebagai bentuk istiqamah dalam beribadah.

People also Ask:

Kapan 1 Syawal 2026?

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Bertepatan 21 Maret 20262 hari laluPemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Bertepatan 21 Maret 2026.

Bulan Syawal itu bulan berapa?

Syawal Bulan Apa merujuk pada bulan ke-10 dalam kalender Hijriah, yang datang setelah Ramadan dan menjadi waktu perayaan Idulfitri serta amalan sunnah seperti puasa Syawal. Dari sudut pandang Muslim, Syawal adalah bulan penuh keberkahan, syukur, dan kesempatan untuk meningkatkan ibadah.

Bulan apa Syawal di tahun 2026?

Hari Raya Idul Fitri dan hari pertama bulan Syawal diperkirakan akan dimulai pada hari Sabtu, 21 Maret 2026.

Bulan yang baik untuk menikah menurut Islam 2026?

Bulan Rabiul Awal (17 Agustus – 15 September 2026)

Uniknya, pernikahan keduanya merupakan hasil petunjuk langsung dari Allah SWT kepada Rasulullah SAW.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |