Cerita Purbaya Ikuti Tradisi Lewati Beringin Kembar di Yogya

1 week ago 37

MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap kisah jenaka pribadinya ketika menghadiri peluncuran becak listrik di Alun-alun Selatan atau Alun-alun Kidul (Alkid) Yogyakarta, Kamis sore, 16 Juli 2026.

Dalam momen yang turut dihadiri oleh Raja Keraton yang juga Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X itu, Purbaya sedikit bernostalgia soal pengalamannya pernah menjajal tradisi Masangin di Alun-Alun Kidul sebelum dirinya jadi menteri. Persisnya saat ia masih menjabat Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) pada 2018 hingga 2020.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Masangin sendiri dikenal sebagai salah satu tradisi mirip permainan berupa berjalan kaki dengan mata tertutup melewati dua beringin kembar yang tumbuh di tengah Alun-Alun Kidul Keraton Yogya itu.

Tradisi yang disebut sudah ada sejak zaman Kesultanan Yogyakarta berdiri itu dibalut mitos. Bahwa siapa saja yang berhasil berjalan melewati dua pohon beringin kembar itu tanpa melihat, maka keinginan serta hajatnya akan terkabul. 

"Saat itu saya sedang liburan ke Yogyakarta, lalu ke Alun-Alun Kidul ini naik becak kayuh. Waktu itu tukang becaknya bilang, 'Kalau bapak tutup mata, jalan terus dan bisa melewati tengah beringin itu, apa yang bapak inginkan bisa tercapai'," kata Purbaya mengenang.

Purbaya mengaku saat itu langsung merespon heran tantangan itu. Terlebih ia melihat tantangan itu tak masuk akal karena jarak titik jalan melewati tengah beringin itu cukup jauh. Apalagi dengan mata tertutup. Banyak orang mencoba namun gagal dan jalannya melenceng. Namun Purbaya tetap penasaran.

"Saya bilang, 'Ah yang bener?' Tapi ya sudah, saya coba," kata Purbaya.

Purbaya pun mencoba melangkah maju dengan kondisi mata tertutup rapat menuju celah pohon beringin itu. Sembari iseng-iseng mengucap dan merapalkan keinginan di dalam hatinya. "Ya saya tutup mata, saya jalan, terus apa, coba? Saya bilang dalam hati 'Jadi menteri, jadi menteri, jadi menteri, jadi menteri'," kata dia terkekeh.

"Ternyata saya bisa sampai ke tengah melewati pohonnya, 'Wah benar nih, kayaknya bakal jadi menteri'," kenang Purbaya diiringi gelak tawa para pengemudi becak kayuh di forum itu.

Setelah berhasil menaklukkan tantangan Masangin, Purbaya mengaku sempat melupakan kejadian itu dan menganggap doanya hanya sebagai kelakar belaka. Namun secara mengejutkan, nasib berkata lain. Pada 8 September 2025, Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Purbaya sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani.
 
Purbaya tidak memungkiri bahwa ia sempat berpikir keinginan tersebut hampir mustahil untuk direalisasikan mengingat rekam jejak kariernya terdahulu yang sangat jauh dari pusaran politik praktis. "Padahal dulu saya mikir mana mungkin (jadi menteri). Jalurnya jauh, saya di Marves dulu, hubungan politik tak ada sama sekali, dan di Bank Indonesia juga di bagian belakang," kata Purbaya. "Tapi pengalaman itu bisa jadi contoh, bahwa dari masa lalu, yang untung boleh kita ambil lah."

Tradisi Masangin ini disebut sudah ada sejak zaman Kesultanan Yogyakarta berdiri, yang berawal dari ritual Topo Bisu setiap Malam 1 Suro. Pada masa itu, para prajurit dan abdi dalem yang mengenakan pakaian adat Jawa akan berbaris rapi mengelilingi benteng tanpa mengucap satu kata pun. 

Mereka memulai ritual dari halaman Keraton menuju pelataran alun-alun, lalu melewati kedua beringin kembar untuk mencari berkah serta meminta perlindungan dari serangan musuh. Dari ritual prajurit itulah mitos Masangin kemudian berkembang di masyarakat.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |