Doa-Doa yang Dianjurkan setelah Hari Raya Idul Fitri, Raih Berkah dan Hikmah Syawal

4 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Idul Fitri adalah hari raya umat Islam yang dirayakan setiap tanggal 1 Syawal dalam kalender Hijriyah, sebagai tanda berakhirnya ibadah puasa di bulan Ramadan. Merayakan momen keberkahan ini, umat Islam tidak hanya bersilaturahmi, tetapi juga saling mendoakan. Memahami doa-doa yang dianjurkan setelah hari raya Idul Fitri menjadi sangat penting untuk menyempurnakan ibadah kita.

Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari menjelaskan riwayat sahih bahwa sahabat Rasulullah SAW ketika bertemu pada hari raya saling berdoa. Ini sebuah doa tulus agar seluruh ibadah puasa kita diterima oleh Yang Maha Kuasa.

Setelah menjalani ibadah puasa Ramadan selama sebulan penuh, umat Islam dianjurkan untuk memanjatkan doa-doa sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan, serta sebagai sarana untuk memohon ampunan dan perlindungan kepada Allah SWT.

Berikut ini adalah doa-doa yang dianjurkan setelah Hari Raya Idul Fitri, lengkap dengan dalil, penjelasan ulama, serta hikmahnya bagi umat Islam.

1. Doa Tahniyah/Ucapan yang Paling Populer

Ucapan yang paling masyhur di kalangan umat Islam ketika bertemu di hari raya adalah:

تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ

Taqabbalallahu minna wa minkum

Artinya: "Semoga Allah menerima (amal ibadah) kami dan kalian."

Doa ini merupakan ungkapan saling mendoakan agar amal ibadah selama Ramadan diterima di sisi Allah SWT.

Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-'Asqalani dalam kitabnya meriwayatkan:

عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ قَالَ : كَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اِلْتَقَوْا يَوْمَ الْعِيدِ يَقُولُ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ : تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْك

Artinya: "Dari Jubair bin Nufair, ia berkata bahwa jika para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berjumpa dengan hari ‘ied (Idul Fithri atau Idul Adha), satu sama lain saling mengucapkan, 'Taqabbalallahu minna wa minka (Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian)'."

Al-Hafizh Ibnu Hajar mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan .

Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata:

وَلَا بَأْسَ أَنْ يَقُولَ الرَّجُل لِلرَّجُلِ يَوْمَ الْعِيدِ : تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْك

Artinya: "Tidak mengapa (artinya: boleh-boleh saja) satu sama lain di hari raya ied mengucapkan: Taqobbalallahu minna wa minka."

2. Doa Menjawab Ucapan

Para ulama menjelaskan bahwa menjawab ucapan selamat hari raya hukumnya dianjurkan, sebagaimana firman Allah SWT:

وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا

Artinya: "Jika kalian diberi salam dalam bentuk apa pun maka balaslah dengan salam yang lebih baik atau jawablah dengan yang semisal …." (QS An-Nisa': 86)

Syekh Abdurrahman As-Sa'di dalam kitab Taisir Karimir Rahman (tafsir surat An-Nisa': 86) mengatakan:

"Termasuk (kewajiban) menjawab salam adalah (memberikan jawaban) untuk semua salam yang menjadi kebiasaan di masyarakat, dan itu adalah salam yang tidak terlarang. Semuanya wajib dijawab dengan yang semisal atau yang lebih baik."

Beberapa riwayat tentang cara menjawab ucapan Idul Fitri:

Dari Habib bin Umar Al-Anshari; bapaknya bercerita bahwa beliau bertemu dengan sahabat Watsilah radhiallahu 'anhu ketika hari raya, maka ia ucapkan, "Taqabbalallahu minna wa minkum," kemudian beliau (Watsilah) menjawab, "Taqabbalallahu minna wa minkum." (HR Ad-Daruquthni dalam Mu'jam Al-Kabir)

Dari Adham, mantan budak Umar bin Abdul Aziz; beliau mengatakan, "Ketika hari raya, kami menyampaikan ucapan kepada Umar bin Abdul Aziz, 'Taqabbalallahu minna wa minkum, wahai Amirul Mukminin.' Maka beliau pun menjawab dengan ucapan yang sama dan beliau tidak mengingkarinya." (HR Al Baihaqi)

Dari Syu'bah bin Al-Hajjaj; beliau mengatakan, "Saya bertemu dengan Yunus bin Ubaid, dan saya sampaikan, 'Taqabbalallahu minna wa minka.' Kemudian beliau jawab dengan ucapan yang sama." (HR Ad-Daruquthni dalam Ad-Du'a).

Doa Memohon Ampunan dan Keberkahan di Hari Raya

1. Doa Menyambut Idul Fitri

اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ عِيْدًا مَبَارَكًا عَلَيْنَا وَعَلَى جَمِيْعِ المُسْلِمِيْنَ، اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَاجْعَلْنَا مِنَ العَائِدِيْنَ وَالفَائِزِيْنَ

Allāhummaj'alhu 'īdan mubārakan 'alainā wa 'alā jamī'il-muslimīn. Allāhumma taqabbal minnā ṣiyāmanā wa qiyāmanā waj'alnā minal-'āidīna wal-fāizīn.

Artinya: "Ya Allah, jadikanlah hari ini sebagai hari raya yang penuh berkah bagi kami dan seluruh umat Muslim. Ya Allah, terimalah puasa dan ibadah kami, serta jadikan kami termasuk orang-orang yang kembali dalam keadaan suci dan termasuk orang-orang yang beruntung."

2. Doa Bersyukur Setelah Idul Fitri

اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Allāhumma taqabbal minnā innaka Antas-Samī'ul-'Alīm, wa tub 'alainā innaka Antat-Tawwābur-Rahīm.

Artinya: "Ya Allah, terimalah (amal ibadah) kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, dan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang."

3. Doa Memohon Ampunan untuk Semua Muslim

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَلِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ

Allāhumma ighfir lanā wa liwālidinā wa lil-muslimīn wal-muslimāt wal-mu'minīn wal-mu'mināt al-aḥyā'i minhum wal-amwāt.

Artinya: "Ya Allah, ampunilah dosa kami, dosa kedua orang tua kami, dan dosa seluruh kaum Muslimin dan Muslimat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal."

Doa ini mencakup permohonan ampunan yang luas, tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk kedua orang tua dan seluruh kaum Muslimin, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat.

4. Doa Memohon Keberkahan di Hari Raya

اللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا اليَوْمَ فَاتِحَةَ خَيْرٍ وَنُوْرٍ وَبَرَكَةٍ وَهُدًى لَنَا وَلِلْمُسْلِمِيْنَ

Allāhummaj'al hādzal-yauma fātiḥata khairin wa nūrin wa barakatin wa hudā lanā wa lil-muslimīn.

Artinya: "Ya Allah, jadikanlah hari ini sebagai pembuka kebaikan, cahaya, keberkahan, dan petunjuk bagi kami dan seluruh umat Muslim."

5. Doa Memohon Keselamatan dan Surga

اللَّهُمَّ أَهْلَ الْكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ، وَأَهْلَ الْجُودِ وَالْجَبَرُوتِ، أَهْلَ التَّقْوَى وَالْمَغْفِرَةِ، أَسْأَلُكَ بِحَقِّ هَذَا الْيَوْمِ الَّذِي جَعَلْتَهُ لِلْمُسْلِمِينَ عِيدًا أَنْ تُخَلِّصَنَا مِنَ النَّارِ وَتَدْخِلَنَا الْجَنَّةَ

Allāhumma ahlal-kibriyā'i wal-'aẓamah, wa ahlal-jūdi wal-jabarūt, ahlat-taqwā wal-maghfirah, as'aluka biḥaqqi hāżal-yaumi allażī ja'altahu lil-muslimīna 'īdā an tukhallisanā minan-nār wa tudkhilanā al-jannah.

Artinya: "Ya Allah, Tuhan yang memiliki keagungan dan kebesaran, yang memiliki kemurahan dan kekuasaan, Tuhan yang memiliki ketakwaan dan ampunan. Aku memohon kepada-Mu dengan hak hari ini yang Engkau jadikan sebagai hari raya bagi kaum Muslim, agar Engkau menyelamatkan kami dari api neraka dan memasukkan kami ke dalam surga."

Doa ini mencerminkan harapan agar semua ibadah selama Ramadan diterima dan agar kita tetap mendapat hidayah serta ampunan dari Allah SWT.

Doa Memasuki Bulan Syawal

Memasuki bulan Syawal, umat Islam dianjurkan membaca doa berikut:

اللّهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُمَّ أَهْلِلْهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالإِيْمَانِ، وَالسَّلاَمَةِ وَالإِسْلَامِ، وَالتَّوْفِيقِ لِمَا تُحِبُّ رَبَّنَا وَتَرْضَى، رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللَّهُ

Allāhu akbar, allāhumma ahlilhu 'alainā bil-amni wal-īmāni, was-salāmati wal-islāmi, wat-taufīqi limā tuḥibbu rabbana wa tarḍā, rabbunā wa rabbukallāh.

Artinya: "Allah Maha Besar. Ya Allah! Tampakkan bulan tanggal satu itu kepada kami dengan membawa keamanan dan keimanan, keselamatan dan Islam serta mendapat taufik untuk menjalankan apa yang Engkau sukai dan ridhai. Tuhan kami dan Tuhanmu (wahai bulan sabit) adalah Allah."

Doa ini merupakan bentuk permohonan kepada Allah SWT agar bulan baru, dalam hal ini Syawal, membawa keberkahan, keselamatan, dan keteguhan iman.

Doa Memohon Keistiqamahan Setelah Ramadan

1. Doa Memohon Keteguhan Hati

اللَّهُمَّ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

Allāhumma thabbit qalbī 'alā dīnik.

Artinya: "Ya Allah, tetapkan hatiku di atas agama-Mu."

Doa ini sangat relevan di bulan Syawal karena setelah Ramadan, banyak umat Islam yang mengalami penurunan semangat ibadah. Oleh karena itu, meminta keistiqamahan sangat penting untuk menjaga kualitas iman .

2. Doa Memohon Ampunan dan Rahmat

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Rabbighfir lī warḥamnī wa tub 'alayya innaka anta at-Tawwābu ar-Raḥīm.

Artinya: "Ya Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, dan terimalah taubatku. Sesungguhnya Engkaulah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."

Doa Takbir Hari Raya Idul Fitri

Takbir merupakan amalan yang sangat dianjurkan pada malam dan pagi hari Idul Fitri. Muhammad bin Qasim Al-Ghazi dalam kitabnya menjelaskan:

"Disunahkan takbir bagi laki-laki dan perempuan, musafir, baik yang sedang di rumah, di jalan, masjid ataupun sedang di pasar. Dimulai dari terbenamnya matahari pada malam hari raya berlanjut sampai salat Idul Fitri."

Lafadz takbir yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW adalah:

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Lā ilāha illallāh, wallāhu akbar, Allāhu akbar, walillāhil-ḥamd.

Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tidak ada Tuhan selain Allah. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji bagi Allah."

Takbiran bisa dilakukan di rumah, musala, atau masjid. Kalangan ulama mengatakan bahwa membaca takbir disyariatkan dalam Hari Raya Idul Fitri atas dasar firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah: 185 :

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Artinya: "Dan hendaklah kalian mencukupkan bilangannya dan hendaklah kalian mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan-Nya kepada kalian, dan agar kalian bersyukur."

Doa Setelah Shalat Idul Fitri

Imam Asy-Syafi'i dalam kitab Al-Umm menjelaskan bahwa dianjurkan bagi imam dan makmum untuk memperbanyak doa setelah shalat Idul Fitri. Waktu setelah shalat Id merupakan saat yang mustajab untuk berdoa.

Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari (juz 2, halaman 472-473) mengutip pendapat mazhab Syafi'i:

"Penjelasan yang ada dalam kitab Al-Umm bahwa anjuran (memperbanyak doa) tersebut berlaku bagi imam dan makmum. Pendapat ini juga disampaikan oleh kebanyakan mazhab Syafi'iyah."

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ قَامَ لَيْلَتَيْ الْعِيدَيْنِ مُحْتَسِبًا لِلَّهِ تَعَالَى لَمْ يَمُتْ قَلْبُهُ حِينَ تَمُوتُ الْقُلُوبُ

Artinya: "Siapa yang shalat pada malam dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) berharap ridha Allah maka tidak akan mati hatinya pada saat hati-hati manusia lain mati." (HR. Ibnu Majah).

Doa untuk Orang Tua dan Kerabat yang Telah Meninggal (Ziarah Kubur)

Tradisi ziarah kubur setelah Idul Fitri memiliki landasan yang kuat. Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari (juz 2, halaman 473) menjelaskan hikmah Nabi SAW mengambil jalan yang berbeda ketika pergi dan pulang dari shalat Id:

ﻭَﻗِﻴﻞَ ﻟﻴﺰﻭﺭ ﺃَﻗَﺎﺭِﺑَﻪُ اﻷَْﺣْﻴَﺎءَ ﻭَاﻷَْﻣْﻮَاﺕَ ﻭَﻗِﻴﻞَ ﻟِﻴَﺼِﻞْ ﺭَﺣِﻤَﻪُ

Artinya: "Ada yang mengatakan bahwa agar Nabi bisa menziarahi kerabatnya baik yang masih hidup atau sudah wafat. Ada juga yang berpendapat agar Nabi dapat melakukan silaturahmi."

Doa yang dianjurkan ketika ziarah kubur:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ، أَنْتُمْ لَنَا فَرَطٌ وَنَحْنُ لَكُمْ تَبَعٌ، يَرْحَمُ اللَّهُ الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِينَ، نَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ

Assalāmu 'alaikum ahlad-diyāri minal-mu'minīna wal-muslimīn, wa innā insyā'allāhu bikum lāḥiqūn, antum lanā farathun wa naḥnu lakum taba'un, yarḥamullāhul-mustaqdimīna minnā wal-musta'khirīn, nas'alullāha lanā wa lakumul-'āfiyah.

Artinya: "Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur dari kalangan mukminin dan muslimin. Dan sesungguhnya kami insya Allah akan menyusul kalian. Kalian adalah pendahulu kami dan kami adalah pengikut kalian. Semoga Allah merahmati orang-orang yang terdahulu dan yang belakangan di antara kami. Kami memohon kepada Allah keselamatan untuk kami dan kalian."

Hikmah Doa di Bulan Syawal bagi Umat Islam

1. Bulan Peningkatan Spiritual (Syahr al-Tarqiyah)

Secara harfiyah, Syawal berarti "peningkatan" . Bulan Syawal adalah bulan "peningkatan" kualitas dan kuantitas ibadah sebagai hasil training selama bulan Ramadan. Umat Islam diharapkan mampu meningkatkan amal kebaikannya pada bulan ini, bukan malah menurun atau kembali ke "watak" semula yang jauh dari Islam .

2. Bulan Pembuktian Iman dan Takwa

Setelah Ramadan berlalu, pada bulan Syawal-lah "pembuktian" berhasil-tidaknya ibadah Ramadan, utamanya puasa, yang bertujuan meraih derajat takwa. Jika tujuan itu tercapai, sudah tentu seorang Muslim menjadi lebih baik kehidupannya, lebih saleh perbuatannya, lebih dermawan, lebih bermanfaat bagi sesama, lebih khusyu' ibadahnya, dan seterusnya .

3. Bulan Silaturahmi dan Saling Memaafkan

Syawal merupakan bulan penuh berkah, rahmat, dan ampunan Allah karena umat Islam menguatkan tali silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah . Doa-doa yang dipanjatkan di bulan ini menjadi sarana untuk mempererat hubungan vertikal dengan Allah (hablun minallah) dan hubungan horizontal dengan sesama manusia (hablun minannas).

4. Bulan Konsistensi Ibadah

Doa memohon keistiqamahan seperti "Allāhumma thabbit qalbī 'alā dīnik" mengajarkan bahwa ibadah tidak berhenti ketika Ramadan usai. Syawal menjadi momentum untuk menjaga konsistensi spiritual, membuktikan bahwa nilai-nilai Ramadan benar-benar telah terinternalisasi dalam diri.

5. Bulan Harapan dan Optimisme

Doa-doa yang dipanjatkan di bulan Syawal mencerminkan harapan dan optimisme seorang hamba kepada Rabb-nya. Seperti doa "Allāhummaj'alhu 'īdan mubārakan" yang memohon keberkahan, dan doa "Allāhummaj'al hādzal-yauma fātiḥata khairin" yang memohon agar hari raya menjadi pembuka kebaikan. Ini mengajarkan bahwa setiap akhir adalah awal baru yang lebih baik.

People also Ask:

Setelah takbir 7 kali membaca apa?

Setelah takbir 7 kali dalam salat Id (Idul Fitri/Adha), Anda membaca doa tasbih seperti "Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar" atau "Allahu akbar kabira walhamdu lilahi katsira wa subhanallahi bukratan wa ashila", baru kemudian melanjutkan membaca surat Al-Fatihah seperti salat biasa. Bacaan ini diucapkan di sela-sela setiap takbir, biasanya dalam satu tarikan napas, lalu dilanjutkan ke rukun salat berikutnya seperti membaca Al-Fatihah.

Bacaan doa setelah sholat Idul Fitri?

Allahummaktubli fihi kulla khairin waj'alni barran fihi bi walidayya, waj'alni ya Allah min ibadikal maghfur lahum fi hadzal yaum al-mubarak. Allahumarham mautana wa mautal muslimin.

Apa yang perlu dilakukan setelah sholat Idul Fitri selesai?

Setiap selesai shalat, dianjurkan untuk membaca takbir. Kedua, mursal (dibebaskan), yaitu takbir yang tidak terbatas setelah shalat, bisa dilakukan di setiap kondisi. Takbir Idul Fitri bisa dikumandangkan di mana saja, di rumah, jalan, masjid, pasar atau tempat lainnya.

Apa doa kalian saat lebaran kemarin?

Doa dan Ucapan Hari Raya Idul Fitri

Taqabbalallaahi minnaa wa minkum taqabbal yaa kariim, wa ja'alanaallaahu wa iyyaakum minal 'aaidin wal faaiziin wal maqbuulin kullu 'aamin wa antum bi khair. Artinya: “Semoga Allah menerima (amal ibadah) kami dan kamu, Wahai Allah Yang Maha Mulia, terimalah!

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |