Liputan6.com, Jakarta - Doa puasa syawal wajib diketahui muslim. Pasalnya, umat Islam dianjurkan untuk menyempurnakan ibadahnya di bulan Ramadan dengan berpuasa selama enam hari di bulan berikutnya, yakni Syawal. Puasa Syawal memiliki keutamaan besar, termasuk mendatangkan pahala setara puasa setahun. Hal itu sebagaimana sabda Rasullah SAW:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
"Barang siapa yang berpuasa Ramadhan, lalu diikuti dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR. Muslim)
Melaksanakan puasa ini menjadi kesempatan emas untuk melipatgandakan pahala dan menyempurnakan ibadah yang telah dilakukan selama bulan suci. Memahami hukum, keutamaan, serta tata cara pelaksanaannya, termasuk doa puasa syawal, menjadi krusial bagi setiap muslim yang ingin meraih keberkahan. Terlebih Syawal akan segera tiba.
Artikel ini akan memaparkan secara lengkap doa puasa syawal lengkap dengan terjemahannya. Berikut informasi selengkapnya dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin (9/32026).
Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal
Puasa Syawal memiliki hukum sunah (mustahab), bukan wajib, yang berarti pelaksanaannya sangat dianjurkan namun tidak berdosa jika ditinggalkan. Mayoritas ulama dari berbagai mazhab, termasuk Malikiyah, Syafi'iyyah, Hanabilah, dan ulama Hanafiyah kontemporer, sepakat bahwa puasa enam hari di bulan Syawal setelah puasa Ramadan adalah mustahab. Anjuran ini didasari oleh berbagai keutamaan yang luar biasa.
Salah satu keutamaan terbesar Puasa Syawal adalah pahalanya yang setara dengan berpuasa selama setahun penuh. Selain itu, Puasa Syawal juga berfungsi sebagai penyempurna kekurangan yang mungkin ada dalam amalan puasa Ramadan, diibaratkan seperti salat sunah rawatib yang menyempurnakan salat fardu.
Ibadah ini juga melatih istiqamah dalam beribadah, menunjukkan komitmen seorang muslim untuk melanjutkan kebaikan setelah Ramadan. Melaksanakan puasa Syawal juga dapat menjadi tanda diterimanya puasa Ramadan.
Tidak hanya itu, puasa ini juga memberikan manfaat kesehatan, seperti membantu detoksifikasi tubuh, menjaga berat badan ideal, mengontrol nafsu makan, meningkatkan sistem imun, serta meningkatkan fokus dan kesehatan mental.
Waktu Pelaksanaan Puasa Syawal
Waktu Pelaksanaan Puasa Syawal dimulai segera setelah Hari Raya Idulfitri. Penting untuk diingat bahwa berpuasa pada tanggal 1 Syawal (Hari Raya Idulfitri) hukumnya haram. Puasa Syawal dilaksanakan selama enam hari dalam bulan Syawal.
Idealnya, puasa Syawal dilaksanakan enam hari berturut-turut setelah Idulfitri, yaitu dari tanggal 2 hingga 7 Syawal. Namun, fleksibilitas diberikan dalam pelaksanaannya; puasa Syawal juga dapat dilakukan secara terpisah atau tidak berturut-turut, dengan memilih enam hari yang sesuai dalam bulan Syawal. Misalnya, bisa dilakukan setiap hari Senin dan Kamis, atau pada tanggal 13, 14, dan 15 (ayyamul bidh), selama masih dalam bulan Syawal.
Terkait penggabungan niat, jika seseorang berniat puasa Senin-Kamis atau puasa ayyamul bidh, ia tetap mendapatkan keutamaan puasa Syawal karena tujuan dari perintah puasa rawatib adalah pelaksanaan puasanya itu sendiri. Mengenai utang puasa Ramadan, mayoritas ulama mazhab (Syafi'iyah dan Hanabilah) berpendapat bahwa lebih utama membayar utang Ramadan terlebih dahulu, baru kemudian melaksanakan puasa Syawal.
Niat dan Tata Cara Doa Puasa Syawal Lengkap dengan Terjemahan
Niat Puasa Syawal di Malam Hari
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ للهِ تعالى
Nawaitu shauma ghadin 'an adaa'i sunnatis Syawwal lillaahi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat puasa sunah Syawal esok hari karena Allah SWT."
Niat Puasa Syawal 6 Hari Berturut-Turut
Jika puasa Syawal bisa dilakukan berturut-turut, ini bacaan niatnya sebagaimana mengutip buku Kedahsyatan Puasa oleh M. Syukron Maksum:
نَوَيْتُ صَوْمَ سِتَّةِ أَيَّامٍ مِنَ الشَّوَّالِ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu sauma sittati ayyamin minasy syawwali lillahi ta’ala.
Artinya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, aku niat puasa enam hari di bulan Syawal karena Allah Ta’ala."
Tata Cara Puasa Syawal
Sementara tata cara Puasa Syawal sama seperti puasa pada umumnya, yaitu menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Dimulai dengan niat, dilanjutkan dengan makan sahur, dan kemudian berbuka puasa saat waktu Magrib tiba.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Apa hukum melaksanakan Puasa Syawal?
Hukum Puasa Syawal adalah sunah (mustahab), artinya sangat dianjurkan untuk dilaksanakan namun tidak berdosa jika ditinggalkan.
2. Berapa hari Puasa Syawal dilaksanakan dan kapan waktu pelaksanaannya?
Puasa Syawal dilaksanakan selama enam hari dalam bulan Syawal. Waktu pelaksanaannya dimulai sejak tanggal 2 Syawal atau setelah Hari Raya Idulfitri, dan dapat dilakukan secara berurutan maupun terpisah selama masih dalam bulan Syawal.
3. Apa keutamaan utama dari Puasa Syawal?
Keutamaan utama Puasa Syawal adalah mendapatkan pahala yang setara dengan berpuasa selama setahun penuh, sebagaimana disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW.
4. Apakah Puasa Syawal boleh digabungkan dengan puasa qadha Ramadan?
Ya, Puasa Syawal dapat digabungkan dengan puasa qadha Ramadan. Namun, menurut mayoritas ulama, lebih utama untuk membayar utang puasa Ramadan terlebih dahulu sebelum melaksanakan Puasa Syawal.
5. Apakah puasa Syawal harus berturut-turut?
Tidak harus, puasa Syawal boleh dilakukan secara berturut-turut atau terpisah.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4791021/original/098218800_1711975620-25634556_7101052.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376252/original/044955500_1759997272-Pemandangan_Monas_di_Waktu_Malam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2810105/original/026483700_1558322699-cdn2.tstaticdotnet_masjid-al-akbar-surabaya_20150616_182916.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533457/original/048571400_1773737346-01-Creative-Studio-di-Galaxy-S26-Series-1000px.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5145757/original/060582900_1740732778-muslim-praying-sujud-posture_53876-25222.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531528/original/007916600_1773619112-unnamed__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528247/original/054988400_1773268701-unnamed__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2220482/original/035724700_1526813013-The_Blue_Mosque_at_night.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528449/original/084151400_1773285346-lebaran_bahagia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5437364/original/025119000_1765250413-Muslimah_bersedekah__Pexels_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526377/original/052775600_1773118866-unnamed_-_2026-03-10T115904.629.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519277/original/015825500_1772542233-Khusyuk_di_Salat_Id_Berjamaah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476427/original/007188300_1768749384-WhatsApp_Image_2026-01-18_at_22.12.04.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534003/original/000782500_1773803600-WhatsApp_Image_2026-03-18_at_10.00.12.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533897/original/011316600_1773794593-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528228/original/088334900_1773264319-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5487449/original/000679200_1769665521-Pohon_asam_Jawa_di_depan_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4617868/original/072798700_1697788718-_fpdl.in__shower-head-with-hot-water_23-2149088614_normal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531526/original/098176600_1773619110-unnamed__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533911/original/014121800_1773796232-1.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381466/original/043629600_1613720800-photo-1512632578888-169bbbc64f33.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)


