Liputan6.com, Jakarta Menunaikan sholat lima waktu merupakan kewajiban yang tak bisa dipisahkan. Namun kerap kali kita terburu-buru beranjak usai sholat tanpa sadar ada amalan yang sangat besar pahalanya seusai sholat wajib. Umat Islam diajarkan untuk melakukan dzikir setelah sholat yang menjadi bagian dari rukun sholat.
Menurut buku Tuntunan Shalat Lengkap dan Benar Oleh Neni Nuraeni (2008:97), dzikir berarti mengingat Allah. Setiap umat muslim punya kewajiban berdzikir kepada Allah baik waktu pagi, sore ataupun setelah sholat fardhu. Mengingat Allah merupakan sebuah perintah langsung dari Allah yang punya balasan luar biasa bagi yang mengamalkannya dengan konsisten.
Dzikir setelah sholat fardhu ini adalah waktu yang tepat menanamkan ketenangan dan kedamaian hati seperti dijelaskan dalam QS. Al-Ra'du ayat 28. Selain itu, amalan dzikir setelah sholat menjadi salah satu amalan terbaik yang dicontohkan langsung Rasulullah SAW yang wajib diikuti ummatnya.
Rangkaian Bacaan Dzikir Setelah Sholat Fardhu
1. Permohonan Ampun dan Keselamatan
Bacaan Istighfar:
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ (٣×)
Transliterasi: Astaghfirullah (3x)
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah (3x)."
Bacaan Dzikir Berikutnya:
عَنْ تَوْبَانَ قَالَ: كَانَ رَسُوْلَ اللهِ ﷺ إِذَا انْصَرَفَ مِنْ صَلَاتِهِ اسْتَغْفَرَ ثَلَاثًا، وَقَالَ: اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
Transliterasi: Alloohumma antas salaam, wa minkas salaam, tabaarokta dzal jalaali wal ikroom.
Artinya: "Ya Allah, Engkau Maha Selamat, dan dari Engkaulah datangnya keselamatan, Engkau Maha Berkah, wahai Tuhan Yang Maha Agung lagi Maha Mulia." [HR. Muslim juz 1, hal. 414, no. 135]
Telaah Makna: Memohon ampunan adalah pengakuan seseorang tak lepas dari dosa. Dzikir setelah sholat bagian pertama ini mengandung makna hanya Allah-lah satu-satunya sumber keselamatan. Tiada zat lain selain Allah yang bisa membuat seseorang selamat dunia dan akhirat.
Setelah sholat, kita mengakui bahwa keselamatan dan ketenangan hanya berasal dari-Nya. Kitapun memohon ampun atas segala kekurangan selama sholat, seakan kita sadar ibadah kita tak luput dari cela.
2. Tasbih, Tahmid, dan Takbir (33 Kali)
Urutan dzikir kedua ini merupakan lafal dzikir yang paling populer diamalkan umat Islam. Bacaan ini diriwayatkan dalam HR. Bukhari juz 1, hal. 205.
Rangkaian Bacaan:
- Tasbih: (xسُبْحَانَ اللَّهِ (33 / Subhanallah (Maha Suci Allah)
- Tahmid: الْحَمْدُ لِلَّهِ (x33 ) / Al hamdu lillaah (Segala puji bagi Allah)
- Takbir: اللَّهُ أَكْبَرُ (x33 ) / Alloohu akbar (Allah Maha Besar)
3. Penutup Rangkaian 33:
Masing-masing bacaan tersebut diucapkan sebanyak 33 kali dengan total 99 lafal. Kemudian disempurnakan dengan kalimat tahlil penutup berikut ini:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Transliterasi: Laa ilaaha illalloohu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa 'alaa kulli syai-in qodiir.
Artinya: Tidak ada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Atau:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الجَدُّ
Laa ilaaha illalloohu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa 'alaa kulli syai-in qodiir. Alloohumma laa maani'a limaa a'thoita, wa laa mu'thiya limaa mana'ta, wa laa yanfa'u dzal jaddi minkal jaddu. (Tidak ada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang bisa menghalangi terhadap apa yang Engkau berikan, dan tidak ada yang bisa memberi terhadap apa yang Engkau halangi, dan tidaklah bermanfaat orang yang mempunyai kekayaan, dari Engkau lah kekayaan itu". [HR. Muslim juz 1, hal. 415, no. 138]
Doa Setelah Sholat
4. Membaca Ayat kursi
Membaca ayat kursi atau Surah Al Baqarah ayat 255 setelah sholat fardhu memiliki keutamaan besar, bahkan disebutkan sebagai sebab masuk surga. Hadist berikut ini diriwayatkan dalam HR. Muslim juz 1, hal. 415, no. 138
Bacaan Ayat Kursi:
اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Transliterasi: Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā takhużuhụ sinatuw wa lā naụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa'u 'indahū illā biiżnih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyaiim min 'ilmihī illā bimā syā, wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā yaụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm.
Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa yang membaca Ayat Kursi setiap selesai salat fardhu, maka tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian."
4. Membaca Surat Mu'awwidzatain (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas)
Setelah selesai salat, disunnahkan pula untuk membaca tiga surat pendek pelindung, yaitu Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. Referensi: HR. Abu Dawud juz 2, hal. 86, no. 1523
- Surah Al-Ikhlas (Qul Huwallahu Ahad...)
- Surah Al-Falaq (Qul A'udzu bi Rabbil Falaq...)
- Surah An-Nas (Qul A'udzu bi Rabbinnas...)
5 .Doa Penutup Dzikir
اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
Transliterasi: Alloohumma a'inni 'alaa dzikrika wa syukrika wa husni 'ibaadatik.
Artinya: "Ya Allah, tolonglah aku untuk senantiasa berdzikir/mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu." [HR. Abu Dawud juz 2, hal. 86, no. 1522]
Telaah Makna: Doa ini merupakan pengakuan bahwa ibadah yang kita lakukan tidak akan sempurna tanpa pertolongan Allah. Doa ini juga sebagai permohonan agar kita dimampukan untuk terus konsisten berdzikir dan beribadah.
Keutamaan dan Manfaat Dzikir Setelah Sholat
Ditingkatkan Derajat dan Diampuni Dosa
Berdzikir setelah sholat merupakan amalan yang sangat besar dan diangkat derajatnya di sisi Allah SWT. Dalam HR. Bukhari juz 1, hal. 205 disebutkan, peluang terbukanya ampunan dari Allah lebih besar dengan bertasbih, bertahmid, dan bertakbir setiap selesai shalat sebanyak tiga puluh tiga kali.
Dzikir Penutup Kekurangan Sholat
Saat sholat, seseorang diperintahkan untuk khusyu dan tuma'ninah. Namun tiada orang yang luput dari kesalahan. Selalu ada kemungkinan hati lalai dan pikiran melayang ke mana-mana. Dzikir terutama istighfar berfungsi sebagai penebus atau penambal kekurangan saat sholat.
Ketenangan Hati dan Perlindungan
Allah menjanjikan dalam Al-Qur'an (QS. Ar-Ra'du: 28) hati seseorang akan lebih tenang dengan berdzikir. Mengingat kehidupan modern yang penuh tekanan, dzikir setelah sholat menjadi bintang spiritual yang membimbing hati seorang hamba kepada Allah SWT.
Selain itu membaca Ayat Kursi dan surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas memberikan benteng perlindungan dari gangguan setan, jin, dan kejahatan makhluk. Keutamaan Ayat Kursi yang menjanjikan surga adalah motivasi tertinggi untuk tidak meninggalkannya.
Memudahkan Segala Urusan dan Mendatangkan Rezeki
Dzikir, secara umum, termasuk istighfar dan puji-pujian dalam dzikir setelah sholat, dipercaya dapat membuka pintu-pintu rezeki dan memudahkan segala urusan. Ketika seorang hamba senantiasa mengingat Tuhannya, maka Allah pun akan mengingat dan mengurus segala urusan hamba-Nya tersebut.
Menguatkan Hubungan dengan Allah
Menunaikan dzikir secara rutin sebanyak lima kali sehari, setelah setiap salat fardhu, bisa menumbuhkan rasa konsisten dalam ibadah. Praktik ini secara bertahap menghadirkan kesadaran (muraqabah) bahwa Allah senantiasa mengawasi dan menguatkan hubungan spiritual antara hamba dan Penciptanya.
Meskipun dzikir setelah sholat itu hal yang mudah, namun hanya sebagian yang mampu menjaganya. Fenomena inilah yang menjadi ujian keistiqomahan dengan pahala yang berlipat ganda.
Tips mengamalkan Dzikir
1. Sadari Keutamaannya
Agar dzikir usai sholat bermakna, maka ingatlah selalu hadist-hadist dengan janji-janji besar menyertainya. Kesadaran akan manfaat dan keutamaan ini bisa menjadi motivasi yang kuat.
2. Buat Jadi Prioritas
Selalu komitmen agar tidak langsung beranjak usai salam pada sholat. Tetaplah duduk dengan rileks untuk memulai berdzikir. Meski merupakan amalan sunnah, anggaplah dzikir bagian dari rukun sholat dan tak terpisahkan dari sholat fardhu.
3. Gunakan jari atau Tasbih Digital
Menghitung bilangan dzikir dengan jari akan lebih utama karena jari-jari akan bersaksi di hari kiamat. Pastikan alat hitung berdzikir hanya sebagai sarana bantu agar tidak terdistraksi.
4. Tanamkan Makna di Setiap Bacaan
Dzikir bukan hanya sebagai lafal lisan. Memahami makna dzikir, Subhanallah sambil merasakan kesucian Allah; saat membaca Alhamdulillah, sadari nikmat dari-Nya; saat Allahu Akbar, rasakan keagungan dan kebesarannya.
5. Memerangi Godaan Setan
Setan sering datang dalam sholat atau setelahnya untuk mengingatkan kita pada urusan dunia. Dzikir menjadi penghalang agar kita segera mengingat Allah SWT.
QNA
Q: Apakah hukum melakukan dzikir setelah sholat fardhu?
A: Melakukan dzikir setelah sholat adalah sunnah yang sangat ditekankan (sunnah muakkadah), dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW, dan memiliki keutamaan besar.
Q: Kapan waktu yang paling tepat untuk membaca dzikir setelah sholat?
A: Waktu yang paling tepat adalah segera setelah mengucapkan salam terakhir (salat fardhu), sebelum mengubah posisi duduk atau disibukkan dengan urusan lain.
Q: Berapa kali bacaan tasbih, tahmid, dan takbir dalam dzikir setelah sholat?
A: Jumlah yang paling utama dan umum adalah masing-masing 33 kali, disempurnakan dengan tahlil penutup sehingga total menjadi 100 kali.
Q: Apakah boleh berdzikir menggunakan tasbih atau hitungan jari?
A: Boleh, namun menghitung dengan jari-jari tangan kanan lebih utama karena jari akan menjadi saksi di hari kiamat.

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515924/original/093945900_1772230926-IMG_2876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5095573/original/012538800_1736934827-pexels-helloaesthe-15707485.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515280/original/088205300_1772168824-lavicky.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509541/original/095353100_1771729587-Nasi_kuning_rice_cooker.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461893/original/099774600_1767492679-Gemini_Generated_Image_oqhbnvoqhbnvoqhb.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515510/original/030308800_1772178655-IMG_8372.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3448555/original/069804000_1620195399-20210505-Ramadhan-Bekasi-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3985383/original/000921600_1649137964-photo-1587617425953-9075d28b8c46.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511196/original/043290200_1771899757-019966800_1650552451-katerina-kerdi-TAfqq1B3-2s-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1606355/original/da4eee4c0f11eaa06447a469562bbdd4ommons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5412025/original/035143700_1763029989-d913a63a-d220-4d22-85ec-545e67ee7246.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515498/original/093226700_1772178025-010411500_1540352808-pf-ake3273-num.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515616/original/022919100_1772182056-Terminal_Jatijajar_Depok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4769102/original/014075000_1710171937-20240311-Taraweh_Pertama_di_Istiqlal-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505405/original/077638700_1771386569-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505591/original/004405000_1771391548-baju_kurung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515025/original/077930200_1772148384-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5169865/original/011956600_1742551032-Depositphotos_650337252_S.jpg)
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348709/original/090969100_1757859256-bioskop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)