Liputan6.com, Jakarta Cinta dalam Islam bukan hanya sebatas perasaan romantis antara dua manusia, cinta dalam Islam mencakup dimensi yang luas mulai dari cinta pada diri sendiri hingga cinta kepada Allah SWT. Pandangan akan cinta dalam Islam ini, dapat dipahami dengan baik melalui berbagai hadist tentang cinta yang diriwayatkan oleh Rasulullah SAW.
Tidak hanya memberikan panduan yang jelas tentang bagaimana seorang muslim seharusnya memahami dan mengekspresikan perasaan cinta, hadist tentang cinta juga memberikan contoh teladan nyata dari Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-harinya, tentang berbagai bentuk cinta yang diridhai oleh Allah SWT.
Setiap hadist tentang cinta membawa pemahaman tentang perasaan ini berdasarkan sunnah Rasulullah SAW. Mari simak informasi lengkapnya, dalam rangkuman yang telah Liputan6 rangkum berikut ini, pada Senin (24/11).
Hadist tentang Cinta kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW
Cinta kepada Allah SWT adalah inti dari keimanan seorang muslim, Rasulullah SAW telah menjelaskan dalam berbagai hadist tentang cinta bahwa cinta kepada Allah SWT merupakan prioritas utama dalam hati setiap muslim. Cinta ini bukan hanya perasaan, namun wujud dari ketaatan dan ibadah yang ikhlas.
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَحَبَّ لِقَاءَ اللَّهِ أَحَبَّ اللَّهُ لِقَاءَهُ وَمَنْ كَرِهَ لِقَاءَ اللَّهِ كَرِهَ اللَّهُ لِقَاءَهُ
Artinya: "Barangsiapa mencintai perjumpaan dengan Allah, maka Allah mencintai perjumpaan dengannya. Dan barangsiapa membenci perjumpaan dengan Allah, maka Allah membenci perjumpaan dengannya." (HR. Bukhari)
Kemudian ada cinta kepada Rasulullah SAW yang merupakan bagian dari keimanan, dimana cinta kepada Rasulullah ini bisa melebihi cinta kepada diri sendiri, keluarga, teman, pasangan hingga seluruh manusia. Hadist berikut ini menjelaskan pentingnya cinta kepada Rasulullah SAW dalam kehidupan seorang muslim.
عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
Artinya: "Tidak beriman salah seorang dari kalian hingga aku lebih dicintainya daripada orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadist tentang Cinta kepada Keluarga dan Sesama Muslim
Hadist tentang cinta yang berikutnya adalah pentingnya cinta dan bakti kepada orang tua dan keluarga. Cinta yang ditujukan kepada orang tua adalah salah satu bentuk ibadah yang paling dicintai oleh Allah SWT setelah sholat tepat waktu. Berikut hadist tentang cinta kepada orang tua:
Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW, "Amalan apakah yang paling dicintai oleh Allah?"
Beliau menjawab: "Shalat pada waktunya, kemudian berbakti kepada kedua orang tua, kemudian jihad di jalan Allah."(HR. Bukhari & Muslim)
Tidak hanya orangtua, Islam juga mengajarkan pentingnya mencintai anak-anak dengan kasih sayang yang ikhlas dan tulus. Rasulullah SAW memberikan teladan yang sangat baik dalam mencintai anak-anak, dimana bahkan beliau sering bermain dan bercanda dengan mereka.
وَمَن يَعۡصِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُۥ يُدۡخِلۡهُ نَارًا خَٰلِدٗا فِيهَا وَلَهُۥ عَذَابٞ مُّهِينٞ
Artinya: “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik,” (QS Ali Imran: 14).
Selain itu Islam juga menekankan pentingnya cinta dan kasih sayang antar sesama muslim, dimana Rasulullah SAW telah mengajarkan bahwa muslim yang satu dengan muslim yang lainnya bagaikan satu tubuh, jika satu bagian sakit maka bagian yang lainnya akan turut merasakan sakitnya. Konsep ini mendasari pentingya cinta dan kepedulian antara sesama muslim.
عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَرَى الْمُؤْمِنِينَ فِي تَرَاحُمِهِمْ وَتَوَادِّهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ كَمَثَلِ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ جَسَدِهِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
Artinya: "Kamu akan melihat orang-orang beriman dalam hal saling mengasihi, mencintai, dan menyayangi seperti satu tubuh. Apabila ada satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan merasakan susah tidur dan demam." (HR. Muslim)
Rasulullah juga menerangkan bahwa cinta antara sesama muslim haruslah karena Allah SWT, bukan karena kepentingan dunia semata. Cinta yang tulus karena Allah SWT akan mendatangkan kebaikan, keberkahan dan rahmat dari-Nya.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ... وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ
Artinya: "Tujuh golongan yang akan dinaungi Allah dalam naungan-Nya pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya... dan dua orang yang saling mencintai karena Allah, berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadist tentang Cinta dalam Pernikahan
Dalam pernikahan, Islam memandang cinta antar suami istri sebagai salah satu nikmat yang besar dari Allah SWT. dimana Rasulullah SAW sendiri memberikan teladan yang sangat baik dalam mencintai istrinya, terutama kecintaaan beliau kepada Siti Khadijah RA yang tetap dan terus berlanjut bahkan setelah beliau wafat.
عن عائشة رضي الله عنها قالت: ما غرت على نساء النبي صلى الله عليه وسلم إلا على خديجة وإني لم أدركها قالت: وكان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا ذبح الشاة فيقول: أرسلوا بها إلى أصدقاء خديجة قالت: فأغضبته يوماً فقلت: خَديجة فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إِنِّي قَدْ رُزِقْتُ حُبَّهَا
Artinya: “Dari Aisyah dia berkata: 'Saya tidak pernah merasa cemburu kepada para istri Rasulullah SAW yang lain kecuali kepada Siti Khadijah, meskipun ia tidak hidup semasa dengan saya.
Pernah, pada suatu hari, ketika Rasulullah SAW menyembelih seekor kambing, beliau berkata: ‘Berikanlah sebagian daging kambing kepada teman-teman Khadijah!' Maka saya marah kepada Rasulullah sambil berkata: 'Khadijah?'
Lalu beliau menjawab: 'Sesungguhnya aku benar-benar telah dianugerahi cinta Khadijah',” (HR. Muslim).
Rasulullah SAW juga mengajarkan bahwa cinta dalam pernikahan bukanlah sekedar perasaan, namun juga harus diwujudkan dalam bentuk perlakukan yang baik, saling menghormati, dan saling menyayangi. Rasulullah SAW bahkan bersabda bahwa tidak ada yang lebih baik bagi kedua orang yang saling mencintai selain pernikahan.
مَا رَأَيتُ لِلمتَحَابّينَ مِثْلَ النِّكَاحِ
Artinya: "Tidak pernah kulihat bagi dua orang yang saling mencintai semisal (cinta dalam) pernikahan." (HR. Ibnu Majah)
Hadist tentang Akhlak dalam Mencintai
Tidak hanya pemahaman tentang perasaan cinta, Islam juga mengajarkan bahwa cinta harus memiliki keseimbangan dan tidaklah berlebihan. Rasulullah SAW bahkan mengingatkan umatnya untuk tidak berlebihan dalam mencintai sesuai atau seseorang, karena hal tersebut bisa membawa kepada kerusakan iman dan akhlak.
أَحْبِبْ حَبِيبَكَ هَوْنًا مَا عَسَى أَنْ يَكُونَ بَغِيضَكَ يَوْمًا مَا وَأَبْغِضْ بَغِيضَكَ هَوْنًا مَا عَسَى أَنْ يَكُونَ حَبِيبَكَ يَوْمًا مَا
Artinya: "Cintailah orang yang kau cintai dengan secukupnya, karena boleh jadi suatu saat dia menjadi orang yang kau benci. Dan bencilah orang yang kau benci dengan secukupnya, karena boleh jadi suatu saat dia menjadi orang yang kau cintai." (HR. Tirmidzi)
Rasulullah SAW mengajarkan bahwa cinta yang benar adalah cinta yang membawa seseorang dalam kebaikan dan ketakwaan, cinta yang sejati adalah cinta yang memperkuat iman dan mendorong untuk berbuat kebaikan.
الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ وَأَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ
Artinya: "Seseorang akan bersama dengan orang yang ia cintai. Dan engkau akan bersama orang yang engkau cintai." (HR. Tirmidzi)
Tidak hanya itu, dalam Islam juga ada etika dan adab yang baik dalam mengungkapkan perasaan cinta. Rasulullah SAW memberikan contoh bahwa cinta harus diungkapkan dengan cara yang sopan, tidak berlebihan dan sesuai dengan norma-norma agama yang berlaku.
إِذَا أَحَبَّ أَحَدُكُمْ أَخَاهُ فَلْيُخْبِرْهُ أَنَّهُ يُحِبُّهُ
Artinya: "Apabila salah seorang dari kalian mencintai saudaranya, maka hendaklah ia memberitahukan bahwa ia mencintainya." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Islam juga mengajarkan pentingnya menjaga batasan-batasan dalam mencintai terutama dalam hubungan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram. Cinta harus disalurkan dalam bentuk dan jalan yang halal dan diridhai Allah SWT.
لَمْ يُرَ لِلْمُتَحَابَّيْنِ مِثْلُ النِّكَاحِ
Artinya: "Tidak ada yang lebih baik bagi dua orang yang saling mencintai selain pernikahan." (HR. Ibnu Majah)
Cinta kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW serta bentuk cinta lainnya ini, nantinya menjadi motivasi utama dalam beribadah. Ketika seseorang benar-benar mencintai, maka ia akan dengan senang hati menjalankan kebaikan dan menjauhi keburukan tanpa adanya rasa terpaksa sedikitpun.
مَنْ أَحَبَّ لِقَاءَ اللَّهِ أَحَبَّ اللَّهُ لِقَاءَهُ وَمَنْ كَرِهَ لِقَاءَ اللَّهِ كَرِهَ اللَّهُ لِقَاءَهُ
Artinya: "Barangsiapa mencintai perjumpaan dengan Allah, maka Allah mencintai perjumpaan dengannya. Dan barangsiapa membenci perjumpaan dengan Allah, maka Allah membenci perjumpaan dengannya." (HR. Bukhari)
Cinta yang benar dan tulus akan menerangi hati dari sifat-sifat buruk seperti iri, dengki, dan benci yang tidak pada tempatnya. Hari yang dipenuhi cinta akan menjadi putih, bersih dan suci. Melalui pemahaman yang mendalam terhadap hadist-hadist tentang cinta ini, seorang muslim bisa menjalani kehidupannya dengan penuh kasih sayang yang diridhai oleh Allah SWT.
Konsep Cinta dalam Perspektif Hadist Nabi
Dalam Islam, cinta memiliki makna yang sangat mendalam dan tidak terbatas pada aspek emosional semata. Berdasarkan hadist-hadist Rasulullah SAW, cinta bisa dipahami sebagai bentuk perasaan yang bersumber dari fitrah manusia, namun harus diarahkan sesuai dengan tuntunan syariat yang baik dan benar.
Rasulullah SAW telah mengajarkan bahwa cinta juga memiliki beberapa tingkatan dan prioritas. Dimana cinta tertinggi adalah kepada Allah SWT, kemudian kepada Rasulullah SAW dan selanjutnya kepada hal-hal yang dicintai Allah SWT dan Rasul Nya. tingkatan ini menjadi sangat penting untuk dipahami agar seorang muslim tidak terjerumus dalam cinta yang dapat merusak iman dan taqwanya.
Hadist-hadist tentang cinta yang ada, juga bisa dikategorikan dalam beberapa jenis. Pertama adalah cinta yang wajib, yaitu kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. Kedua adalah cinta yang sangat dianjurkan, seperti cinta kepada orang tua, keluarga, teman dan sesama muslim. Ketiga adalah cinta yang dibolehkan, yaitu kepada pasangan hidup dalam jalinan pernikahan yang sah.
Tanya Jawab Seputar Hadist tentang Cinta
Q: Apakah boleh mencintai seseorang lebih dari mencintai Allah SWT?
A: Tidak boleh. Berdasarkan hadist shahih, tidak sempurna iman seseorang jika ia mencintai sesuatu atau seseorang melebihi cintanya kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. Cinta kepada Allah harus menjadi prioritas utama dalam hati setiap muslim.
Q: Bagaimana cara mengetahui apakah cinta kita kepada seseorang diridhai Allah atau tidak?
A: Cinta yang diridhai Allah adalah cinta yang mendorong kepada ketakwaan, bukan kepada kemaksiatan. Jika cinta tersebut membuat kita lebih taat kepada Allah dan menjadi muslim yang lebih baik, maka itu adalah tanda bahwa cinta tersebut diridhai-Nya.
Q: Apakah hadist tentang cinta hanya berlaku untuk muslim saja?
A: Dalam konteks cinta sesama muslim, memang ada kekhususan seperti yang disebutkan dalam hadist tentang persaudaraan. Namun, Islam juga mengajarkan untuk berbuat baik dan menyayangi seluruh makhluk Allah, termasuk non-muslim, selama tidak berkaitan dengan urusan aqidah.

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515924/original/093945900_1772230926-IMG_2876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5095573/original/012538800_1736934827-pexels-helloaesthe-15707485.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515280/original/088205300_1772168824-lavicky.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509541/original/095353100_1771729587-Nasi_kuning_rice_cooker.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461893/original/099774600_1767492679-Gemini_Generated_Image_oqhbnvoqhbnvoqhb.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515510/original/030308800_1772178655-IMG_8372.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3448555/original/069804000_1620195399-20210505-Ramadhan-Bekasi-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3985383/original/000921600_1649137964-photo-1587617425953-9075d28b8c46.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511196/original/043290200_1771899757-019966800_1650552451-katerina-kerdi-TAfqq1B3-2s-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1606355/original/da4eee4c0f11eaa06447a469562bbdd4ommons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5412025/original/035143700_1763029989-d913a63a-d220-4d22-85ec-545e67ee7246.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515498/original/093226700_1772178025-010411500_1540352808-pf-ake3273-num.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515616/original/022919100_1772182056-Terminal_Jatijajar_Depok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4769102/original/014075000_1710171937-20240311-Taraweh_Pertama_di_Istiqlal-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505405/original/077638700_1771386569-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505591/original/004405000_1771391548-baju_kurung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515025/original/077930200_1772148384-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5169865/original/011956600_1742551032-Depositphotos_650337252_S.jpg)
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348709/original/090969100_1757859256-bioskop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)