Liputan6.com, Jakarta- Banjir informasi di media sosial dan aplikasi pesan instan akhir-akhir ini diwarnai dengan maraknya hoaks seputar peristiwa dalam negeri. Mulai dari klaim aksi kriminal hingga bencana alam yang tidak akurat, semuanya bertujuan untuk menyesatkan publik.
Keberadaan hoaks yang beredar ini menunjukkan betapa pentingnya untuk selalu waspada dan teliti dalam menerima informasi dari dunia maya. Pasalnya, modus hoaks ini beragam. Tujuannya jelas, yaitu untuk menimbulkan keresahan dan ketidakpercayaan masyarakat.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu kritis dan bijak dalam menyaring informasi yang kita terima, baik dari media sosial maupun aplikasi pesan instan. Jangan sampai kita menjadi korban atau malah ikut menyebarkan hoaks yang dapat merugikan orang lain.
Agar memudahkan masyarakat mengenali hoaks, Cek Fakta Liputan6.com pun telah mengungkap beragam hoaks seputar peristiwa di dalam negeri, berikut daftarnya.
Video Pembiusan Wanita di Toilet Mal Jakarta
Sebuah video yang diklaim dugaan pembiusan seorang wanita di toilet mal Jakarta beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 20 Maret 2025.
Dalam video berdurasi 4 menit 1 detik itu memperlihatkan dua orang wanita terlibat cekcok di salah satu mal atau pusat perbelanjaaan. Keributan dua wanita itu sempat dilerai oleh petugas keamanan dan pengunjung mal lainnya. Video itu kemudian dikaitkan dengan kabar dugaan pembiusan seorang wanita di toilet mal Jakarta.
"Waspada! Sindikat Pembiusan di Toilet Mal Jakarta, Diduga untuk Perdagangan Organ
Kasus mengejutkan terjadi di salah satu mal di Jakarta, di mana sindikat pembiusan di toilet diduga terkait dengan perdagangan organ ilegal. Seorang pelaku telah diamankan, sementara enam lainnya masih dalam pengejaran. Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan di tempat umum. Tetap waspada dan hindari toilet sepi sendirian!" tulis salah satu akun Facebook.
Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 962 kali ditonton dan mendapat 6 komentar dari warganet.
Benarkah dalam video tersebut terkait dengan dugaan pembiusan seorang wanita di toilet mal Jakarta? Simak hasil penelusurannya dalam halaman berikut ini......
Video TNI Siapkan 20 Ribu Personel Jemput Pekerja Migran Indonesia di Malaysia untuk Antisipasi Serangan
Beredar di media sosial postingan video yang mengklaim TNI menyiapkan 20 ribu personel untuk menjemput pekerja migran Indonesia di Malaysia dalam rangka mengantisipasi serangan. Postingan itu beredar sejak beberapa waktu lalu.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 21 Februari 2025.
Dalam postingannya terdapat video berdurasi 1 menit 41 detik dengan narasi TNI akan menyiapkan penjemputan pekerja migran dari Malaysia secara besar-besaran untuk mengantisipasi serangan.
Akun itu menambahkan narasi "#video ini untuk indonesia dan tetangga malaysia"
Lalu benarkah video yang mengklaim TNI menyiapkan 20 ribu personel untuk menjemput pekerja migran Indonesia di Malaysia dalam rangka mengantisipasi serangan? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.....
Video Kawasan Elite di Bekasi Tenggelam Akibat Banjir
Sebuah video yang diklaim kawasan elite di Bekasi tenggelam akibat banjir beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada awal Maret 2025.
Dalam video tersebut tampak sebuah kawasan perumahan tenggelam akibat banjir. Tinggi air bahkan hampir mencapai atap rumah. Video itu kemudian disebut-sebut terjadi di perumahan elite di Bekasi, Jawa Barat.
"Air banjir menenggelamkan kawasan elit di bekasi setinggi 4 meter. Astaghfirullah seperti lautan, semuanya tenggelam," demikian narasi dalam video tersebut.
Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 16 kali direspons dan mendapat 16 komentar dari warganet.
Benarkah dalam video tersebut kawasan elite di Bekasi tenggelam akibat banjir? Simak hasil penelusurannya dalam halaman berikut ini.....
Tentang Cek Fakta Liputan6.com
Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.
Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.
Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email [email protected].
Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.