PEMEGANG saham PT Pos Indonesia (Persero) menunjuk M. Iskandar Kunaefi sebagai Direktur Utama perusahaan pelat merah tersebut, menggantikan Daud Joseph yang mengundurkan diri. Pengangkatan Iskandar tertuang dalam surat keputusan yang diteken oleh Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara Dony Oskaria dan Direktur PT Danantara Asset Management Riko Banardi pada 15 Juli 2026.
“Bahwa sehubungan dengan pengunduran diri Sdr. Daud Joseph per tanggal 30 Juni 2026, maka perlu mengukuhkan pemberhentian yang bersangkutan sebagai Direktur Utama Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pos Indonesia dan sekaligus mengangkat penggantinya,” demikian tertulis dalam surat keputusan tersebut, dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Senin, 20 Juli 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Dalam rangka penataan organisasi, perusahaan juga mengubah nomenklatur jabatan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko menjadi dua posisi berbeda. Fathul Anwar yang sebelumnya menjabat Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko kini menjabat sebagai Direktur Keuangan. Sedangkan Rosmanidar Zulkifli diangkat menjadi Direktur Manajemen Risiko.
“Masa jabatan anggota-anggota Direksi yang diangkat sebagaimana dimaksud pada Diktum Keempat, paling lama sampai dengan penutupan RUPS Tahunan ke-5 sejak ditetapkannya keputusan ini, tanpa mengurangi hak RUPS untuk memberhentikan sewaktu- waktu,” demikian bunyi surat keputusan tersebut.
Sebelumnya, eks Direktur Utama Pos Indonesia Daud Joseph mengundurkan diri setelah tiga bulan menjabat. Setelah Daud mengundurkan diri, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menyatakan sedang membenahi manajemen PT Pos Indonesia.
Managing Director Stakeholders Management & Communications Danantara Rohan Hafas menyatakan ada masalah keuangan serta tata kelola yang telah terakumualsi selama bertahun-tahun. “Kami juga menerima laporan serta menemukan indikasi berbagai penyimpangan, termasuk dugaan rekayasa keuangan, yang saat ini sedang ditindaklanjuti melalui mekanisme audit dan investigasi sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya dalam keterangan tertulis pada Jumat, 3 Juli 2026.
Rohan menjelaskan, Daud dipercayai sebagai direktur utama untuk melakukan uji tuntas menyeluruh terhadap kondisi keuangan, operasional, tata kelola, dan organisasi Pos Indonesia. Dari hasil asesmen itu, Daud menyampaikan bahwa perusahaan butuh perombakan yang menyeluruh dan fundamental, sehingga membutuhkan keahlian yang lebih spesifik.
M. Faiz Zaki berkontribusi dalam penulisan artikel ini.








































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531528/original/007916600_1773619112-unnamed__10_.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4403008/original/008750000_1681991372-20230420-Pemantauan-Hilal-Iqbal-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5544736/original/021119200_1775115709-gibran_promo_motor_-_klaim.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378584/original/033747300_1760257934-unnamed__52_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4067423/original/029499900_1656490392-WhatsApp_Image_2022-06-29_at_2.40.46_PM.jpeg)
