JKN PBPU BP Pemda Dampingi Ahmad Jalani Pengobatan Tiroid Selama Setahun

2 hours ago 2

INFO TEMPO - Selama setahun terakhir, Ahmad (58) rutin menjalani pengobatan akibat gangguan tiroid. Sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja Pemerintah Daerah (PBPU BP Pemda), ia mengaku merasakan kemudahan dalam mengakses layanan kesehatan selama menjalani masa pengobatan.

Salah satunya melalui Aplikasi Mobile JKN yang memungkinkannya mengambil nomor antrean dari rumah sebelum datang ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Kemudahan tersebut sangat membantu Ahmad yang harus rutin menjalani kontrol kesehatan setiap bulan di FKRTL kawasan Kalasan, Sleman, yang berjarak sekitar 20 kilometer dari rumahnya di Dusun Widoro Wetan, Kalurahan Bunder, Kapanewon Patuk, Gunungkidul.

Sebelumnya, Ahmad sering memperoleh nomor antrean tinggi karena harus mendaftar secara langsung di FKRTL. Namun kini, dengan bantuan salah satu anaknya, proses pendaftaran menjadi lebih mudah dan cepat. “Sekarang bisa daftar antrean lewat Aplikasi Mobile JKN. Nomor antreannya bisa di bawah 20, jadi lebih nyaman,” katanya.

Meski harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan, Ahmad mengaku tidak pernah keberatan. Menurutnya, manfaat yang diperoleh jauh lebih besar, terlebih seluruh biaya pengobatan ditanggung Program JKN. “Sejak pertama kali menjadi peserta JKN, saya tidak pernah mengeluarkan biaya untuk berobat sama sekali. Sangat membantu, semua gratis,” kata dia..

Bantuan tersebut menjadi sangat berarti setelah dirinya kehilangan pekerjaan. Sebelumnya, Ahmad bekerja sebagai buruh pabrik di luar kota dan terdaftar menjadi peserta JKN dari perusahaan tempatnya bekerja. Namun setelah pabriknya tutup, kepesertaannya otomatis berakhir.

Setelah kembali ke Patuk dan mengurus perpindahan penduduk ke Daerah Istimewa Yogyakarta, Ahmad akhirnya dapat kembali terdaftar sebagai peserta JKN dengan segmen PBPU BP Pemda. “Alhamdulillah, setelah terdaftar langsung mendapat bantuan iuran dari pemerintah. Saat itu saya memang baru kehilangan pekerjaan, jadi sangat membantu,” ujarnya.

Saat ini Ahmad masih kontrol rutin di poli penyakit dalam. Sebelumnya, ia sempat mendapatkan penanganan dari dokter spesialis bedah sesuai rujukan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). "Lalu oleh dokter spesialis bedah disarankan ke dokter spesialis penyakit dalam terlebih dahulu. Saya ikut saran dokter saja," katanya.

Ia bersyukur kondisi kesehatannya kini semakin membaik. Benjolan di leher yang sempat mengganggu saat makan mulai menunjukkan perkembangan positif setelah menjalani pengobatan secara rutin. “Dulu saat makan rasanya kurang nyaman. Sekarang sudah jauh lebih baik,” ujarnya.

Setiap kali kontrol, Ahmad mendapatkan empat jenis obat yang harus dikonsumsi secara teratur. Ia mengaku disiplin menjalani pengobatan dan tidak pernah melewatkan jadwal kontrol yang telah ditentukan dokter.

Bahkan jika suatu saat diperlukan tindakan operasi, Ahmad menyatakan siap mengikuti rekomendasi tenaga medis demi kesembuhannya. “Kalau nantinya dokter spesialis bedah menyarankan untuk operasi, saya juga manut. Karena itu pasti juga untuk kebaikan saya.” (*)

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |