Liputan6.com, Jakarta - Bulan Syawal, yang menandai berakhirnya Ramadan, selalu dinanti umat Islam sebagai bulan kemenangan dan kesempatan untuk melanjutkan ibadah sunah. Banyak umat Muslim bertanya-tanya kapan bulan Syawal berakhir agar dapat mengoptimalkan amalan, terutama puasa sunah Syawal. Penetapan akhir bulan Hijriah ini memiliki perbedaan antara kalender yang dikeluarkan oleh Kemenag RI dan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) versi Muhammadiyah.
Untuk tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, terdapat dua perkiraan utama mengenai kapan bulan Syawal berakhir. Perbedaan ini lumrah terjadi karena metode penentuan awal dan akhir bulan dalam kalender Islam yang beragam. Informasi ini penting bagi umat Muslim untuk merencanakan dan menunaikan ibadah dengan tepat waktu.
Mengetahui dengan pasti kapan bulan Syawal berakhir akan membantu umat Islam dalam menyelesaikan puasa sunah enam hari yang sangat dianjurkan. Selain itu, pemahaman tentang metode penentuan kalender Hijriah juga memberikan wawasan mengenai kompleksitas dan kekayaan tradisi Islam dalam menetapkan waktu ibadah. Berikut penjelasannya.
Kapan Bulan Syawal 1447 H Berakhir?
Berdasarkan kalender yang diterbitkan oleh Kemenag RI, bulan Syawal 1447 Hijriah diperkirakan akan berakhir pada hari Sabtu, 18 April 2026. Penetapan ini mengacu pada 1 Syawal 1447 H yang jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, dengan asumsi bulan Syawal berlangsung selama 29 hari. Dengan demikian, bulan Zulkaidah 1447 H akan dimulai pada 19 April 2026.
Di sisi lain, menurut Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) 1447 versi Muhammadiyah, bulan Syawal 2026 diprediksi berakhir lebih awal, yaitu pada hari Jumat, 17 April 2026. Perbedaan satu hari ini memberikan fleksibilitas bagi umat Muslim dalam menentukan batas akhir pelaksanaan puasa sunah Syawal. Puasa sunah enam hari ini bisa dilakukan secara berurutan atau terpisah selama masih dalam bulan Syawal.
Batas akhir pelaksanaan puasa sunah Syawal adalah hingga berakhirnya bulan Syawal 1447 Hijriah, yakni tanggal 17 atau 18 April 2026, tergantung pada acuan yang diikuti. Penting bagi umat Muslim untuk memperhatikan tanggal-tanggal ini agar tidak melewatkan kesempatan meraih pahala dari puasa sunah yang dianjurkan.
Penentuan Awal dan Akhir Bulan dalam Kalender Islam
Penentuan awal dan akhir bulan dalam kalender Hijriah didasarkan pada peredaran bulan, berbeda dengan kalender Masehi yang berbasis matahari. Satu hari dalam kalender Hijriah dimulai sejak terbenamnya matahari, dan panjang satu bulan dapat bervariasi antara 29 atau 30 hari. Penetapan ini dilakukan melalui dua metode utama, yaitu Rukyatul Hilal dan Hisab, serta kriteria Imkanur Rukyat sebagai jembatan keduanya.
Metode Rukyatul Hilal melibatkan pengamatan langsung hilal atau bulan sabit muda yang pertama kali terlihat setelah ijtimak atau konjungsi. Pengamatan ini dilakukan pada tanggal 29 bulan Hijriah saat matahari terbenam di ufuk barat. Jika hilal terlihat, bulan baru dimulai pada petang itu; jika tidak, bulan yang sedang berjalan digenapkan menjadi 30 hari. Nahdlatul Ulama (NU) di Indonesia umumnya menggunakan metode ini, berpegang pada Hadits Nabi Muhammad SAW.
Sementara itu, metode Hisab adalah perhitungan matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan. Metode ini bersifat prediktif dan menggunakan prinsip astronomi untuk mengetahui waktu ijtimak, tinggi bulan, elongasi, dan umur bulan. Muhammadiyah di Indonesia menggunakan kriteria "Wujudul Hilal" dalam hisab, di mana jika ijtimak terjadi sebelum matahari terbenam dan bulan terbenam setelah matahari terbenam, maka bulan baru dimulai. Pemerintah Indonesia, melalui sidang isbat, mempertimbangkan hasil hisab sebagai acuan awal yang kemudian dikonfirmasi dengan rukyat di berbagai lokasi, dengan kriteria Imkanur Rukyat MABIMS (tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat) sebagai pertimbangan.
Mengoptimalkan Ibadah di Bulan Syawal
Bulan Syawal memiliki keistimewaan tersendiri bagi umat Islam setelah melewati bulan suci Ramadan. Bulan ini menjadi waktu untuk melanjutkan kebiasaan baik serta meningkatkan amal ibadah. Salah satu amalan sunah yang sangat dianjurkan adalah puasa enam hari di bulan Syawal yang memiliki keutamaan besar dalam ajaran Islam.
Mengetahui kapan bulan Syawal berakhir menjadi penting agar umat Muslim dapat mengatur waktu untuk melaksanakan puasa sunah tersebut. Puasa Syawal bisa dimulai sejak tanggal 2 Syawal, baik dilakukan secara berurutan maupun terpisah selama masih berada dalam bulan Syawal. Selain puasa, amalan seperti silaturahmi, sedekah, dan menjaga ibadah harian juga dianjurkan untuk terus dilaksanakan.
Dengan memahami batas waktu bulan Syawal, umat Islam dapat lebih mudah merencanakan ibadah sunah yang ingin dijalankan. Hal ini membantu agar setiap amalan dapat dilakukan dengan baik selama bulan Syawal berlangsung.
Pertanyaan Umum Seputar Topik
1. Kapan bulan Syawal 1447 H berakhir menurut Kemenag RI?
Bulan Syawal 1447 H diperkirakan berakhir pada hari Sabtu, 18 April 2026, berdasarkan kalender Kemenag RI.
2. Kapan bulan Syawal 1447 H berakhir menurut Muhammadiyah?
Menurut Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) 1447 versi Muhammadiyah, bulan Syawal 2026 diprediksi berakhir pada hari Jumat, 17 April 2026.
3. Sampai kapan batas waktu puasa sunah Syawal?
Batas akhir pelaksanaan puasa sunah Syawal adalah hingga berakhirnya bulan Syawal 1447 Hijriah, yaitu tanggal 17 atau 18 April 2026, tergantung acuan yang diikuti.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4449837/original/055086300_1685614290-WhatsApp_Image_2023-06-01_at_17.06.22.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5210970/original/079171200_1746521381-4030a27f-cf92-4a92-baa9-034b02eeb77e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5548498/original/018512500_1775542937-IMG_20260407_114415.jpg.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378584/original/033747300_1760257934-unnamed__52_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4054720/original/000780500_1655361908-muhammad-adil-6JaO2SVfMq0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5116935/original/013302500_1738379955-1738376234285_tujuan-khutbah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1697411/original/064903100_1504238978-20170901-Jokowi-Salat-di-Sukabumi-FP2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458708/original/072098400_1767088577-Pilihan_yang_Paling_Masuk_Akal_untuk_Pekerja_dengan_Gaji_Pas_Pasan_Admin_Media_Sosial_Skala_Kecil.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1612134/original/044088500_1496388393-20170602-Salat-Jumat-Pertama-Bulan-Ramadan-di--Istiqlal-Gempur-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3110450/original/059507500_1587634731-Praying_Hands_With_Faith_In_Religion_And_Belief_In_God__Power_Of_Hope_And_Devotion___1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4463448/original/027796500_1686608129-20230607_073052.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4370308/original/064241200_1679646015-Shalot-Jumat-Pertama-Ramadhan-Di-Masjid-Istiqlal-Angga-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3062884/original/002425400_1582862191-20200227-Mekah-Pasca-Penghentian-Sementara-Ibadah-Umrah-AFP-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4694981/original/059163000_1703214208-Ilustrasi_pernikahan__menikah__Islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4374521/original/081753100_1679993733-ed-us-iXUXMn_-nh8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456522/original/072791600_1766898100-Gemini_Generated_Image_f3y0p0f3y0p0f3y0_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3195567/original/025977300_1596167805-20200731-Salat-Id-JIC-8.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448205/original/085550400_1766022443-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-18T084617.730.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5154231/original/041919200_1741337635-20250307-Tadarus-ANG_2.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450038/original/011940800_1766126206-Gemini_Generated_Image_n0zy6on0zy6on0zy.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360668/original/038739700_1611729329-abdullah-faraz-fj-p_oVIhYE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2559362/original/076937200_1546315450-20190101-Kembang-Api-Ancol-5.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/755908/original/073849700_1414158415-x6.jpg)
