Keutamaan Membaca Surat Al-Waqiah Setiap Hari, Membawa Suasana Hati Tenang

3 months ago 34

Liputan6.com, Jakarta - Keutamaan Membaca Surat Al-Waqiah Setiap Hari menjadi salah satu pembahasan penting dalam tradisi keagamaan umat Islam karena diyakini membawa keberkahan hidup. Praktik membacanya secara rutin telah lama dilakukan kaum muslimin sebagai ikhtiar spiritual untuk menjaga ketenangan batin dan kestabilan rezeki.

Dalam berbagai literatur klasik maupun kontemporer, Keutamaan Membaca Surat Al-Waqiah Setiap Hari dipaparkan melalui riwayat ulama dan hadis yang menjelaskan nilai-nilai pelindung dari kefakiran. Tradisi ini terus hidup hingga saat ini sebagai bagian dari amalan sunnah yang dianjurkan dalam fadhailul a'mal.

Para ulama menegaskan bahwa surat ini bukan hanya mengandung pesan tentang hari akhir, tetapi juga petunjuk tentang kedekatan seorang hamba dengan Sang Pencipta. Ajaran tersebut menggambarkan bagaimana spiritualitas dapat berjalan seiring dengan kebutuhan material dalam kehidupan sehari-hari.

Kesadaran untuk menjadikan bacaan Al-Waqiah sebagai rutinitas harian juga didorong oleh anjuran para ulama, seperti Sayyid Alawi Al-Maliki dan pendapat ulama lain yang menjelaskan kekhususan surat ini dalam urusan rezeki dan perlindungan dari kemiskinan.

Riwayat dan Penjelasan Ulama

Riwayat yang sering dikutip adalah hadis dari Imam Baihaqi yang menyebutkan jaminan terhindar dari kefakiran bagi yang membaca surat Al-Waqiah setiap malam. Hadis tersebut berbunyi:

سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ: مَنْ قَرَأَ الْوَاقِعَةَ كُلَّ لَيْلَةٍ لَمْ يَفْتَقِرْ

Samitu Rasulallāh ﷺ yaqūlu: man qara’a al-Wāqi‘ata kulla laylah lam yaftaqir.

“Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: Barang siapa membaca surat Al-Waqiah setiap malam, maka ia tidak akan jatuh miskin.”

Pendapat lain yang banyak dijadikan rujukan adalah riwayat dari Abdullah bin Mas’ud yang juga menegaskan manfaat bacaan surat Al-Waqiah. Riwayat tersebut, meski dinilai dhaif, tetap diamalkan dalam ranah fadhilah amalan.

Dalam riwayat tersebut disebutkan:

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْوَاقِعَةِ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ لَمْ تُصِبْهُ فَاقَةٌ

Man qara’a Sūratal Wāqi‘ah fī kulli laylah lam tuṣibhu fāqah.“Barang siapa membaca surat Al-Waqiah setiap malam, maka ia tidak akan tertimpa kefakiran.”

Riwayat serupa juga menjelaskan bahwa membaca ayat pertama surat Al-Waqiah setiap malam menjadi wasilah penghindar dari kesempitan hidup.

Konteks Turunnya Surat Al-Waqiah

Ulama sepakat bahwa surat Al-Waqiah termasuk surat Makkiyah, turun sebelum hijrah Nabi ke Madinah. Surat ini menggambarkan peristiwa besar pada hari kiamat serta pengelompokan manusia berdasarkan tingkat ketakwaannya.

Penjelasan ini diperkuat oleh analisis mufasir seperti Prof. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah, yang menyebutkan bahwa surat Al-Waqiah memuat gambaran tentang tiga golongan manusia di hari akhir.

Syekh Nawawi Al-Bantani juga menuliskan rincian tentang jumlah ayat, kata, dan huruf dalam surat ini, serta menegaskan betapa besar kandungan makna spiritualnya.

Keutamaan dalam Kehidupan Sehari-Hari

Bagi sebagian umat Islam, membaca Al-Waqiah bukan hanya ibadah, tetapi juga bentuk pengharapan terhadap kelapangan rezeki. Beberapa ulama menjelaskan bahwa keberkahan surat ini dapat memengaruhi kondisi ekonomi seorang muslim.

Riwayat dari para sahabat juga menunjukkan bahwa surat ini diajarkan kepada keluarga sebagai pelindung dari kesulitan, sebagaimana dilakukan Ibnu Mas’ud yang mengajarkan surat ini kepada putri-putrinya.

Dalam literatur fadhilah Al-Qur’an, disebutkan bahwa surat ini dapat mendatangkan kecintaan Allah dan manusia bagi mereka yang rutin membacanya. Nilai spiritual ini dipercaya membawa suasana hati yang tenang dan tawakkal.

Tradisi Membaca Surat Al-Waqiah

Amalan membaca Al-Waqiah menjadi tradisi turun-temurun di kalangan muslim karena dianggap mudah dilakukan dan memberikan manfaat besar. Banyak keluarga menjadikannya bacaan rutin sebelum tidur.

Doa-doa yang menyertai bacaan surat ini juga menjadi bagian dari pengamalan yang diajarkan oleh ulama terdahulu. Salah satunya doa yang tercantum dalam Khulashoh Nabawiy.

Doa tersebut berbunyi:

اَللّٰهُمَّ صُنْ وُجُوْهَنَا بِالْيَسَارِ، وَلَا تَبْتَذِلْهَا بِالْاِقْتَارِ، فَنَسْأَلَ شَرَّ خَلْقِكَ، وَنُبْتَلَى بِحَمْدِ مَنْ أَعْطَى، وَذَمِّ مَنْ مَنَعَ، وَأَنْتَ مِنْ وَرَاءِ ذٰلِكَ كُلِّهِ وَلِيُّ الْإِعْطَاءِ وَالْمَنْعِ.

Allahumma shun wujuhana bil-yasār, wa lā tabtadzilhā bil-iqtār, fana’s-alu syarra khalqik, wa nubtalā bihamdi man a‘thā wa dzammi man mana‘, wa anta min warā’i dzālika kullihi waliyyul-i‘thā’i wal-man‘.

“Ya Allah, peliharalah wajah-wajah kami dengan kecukupan, dan jangan Engkau hinakan dengan kekurangan. Sehingga kami terpaksa meminta kepada makhluk-Mu yang buruk, lalu diuji dengan memuji orang yang memberi dan mencela orang yang tidak memberi. Padahal Engkaulah di balik semua itu Pemilik keputusan dalam memberi maupun menahan.”

Makna Spiritual yang Terkandung

Makna mendalam dalam surat Al-Waqiah tidak hanya berkaitan dengan hari kiamat, tetapi juga menjadi dorongan agar manusia mendekat kepada Sang Pencipta. Pembacaan surat ini memperkuat kesadaran bahwa seluruh rezeki berasal dari Allah.

Pembacaan surat ini juga melatih kedisiplinan dalam ibadah. Mereka yang rutin membacanya merasakan ketentraman yang lebih stabil dalam kehidupan sehari-hari.

Amalan ini diyakini mampu memperkuat keyakinan seorang muslim bahwa kesulitan dunia tidak akan membebani secara berlebihan selama hati tetap bergantung kepada Allah.

Pengaruh terhadap Rezeki

Meskipun tidak dijadikan dalil hukum, pendapat ulama mengenai kelapangan rezeki melalui bacaan Al-Waqiah menjadi motivasi bagi banyak muslim untuk mengamalkannya.

Beberapa ulama menjelaskan bahwa rezeki yang dijanjikan tidak selalu berbentuk materi, tetapi juga meliputi kesehatan, keamanan, dan keberkahan dalam hidup.

Keyakinan ini terus berkembang melalui berbagai riwayat yang diturunkan dari generasi ke generasi.

Amalan-amalan Pendukung

Selain membaca surat Al-Waqiah, terdapat amalan lain yang berkaitan dengan permohonan rezeki, seperti membaca sholawat, memperbanyak sedekah, atau memperkuat ibadah sunnah.

Banyak tokoh tasawuf menambahkan bahwa kondisi hati yang khusyuk berpengaruh besar terhadap limpahan rezeki seseorang.

Amalan-amalan ini menjadi pelengkap dari bacaan surat Al-Waqiah dalam konteks spiritualitas rezeki.

Pengamalan di Berbagai Kalangan

Bacaan Al-Waqiah diamalkan tidak hanya oleh masyarakat umum, tetapi juga para pedagang, pegawai, hingga pengusaha yang berharap kelancaran karier.

Riwayat menyebutkan bahwa bacaan ini juga membantu seseorang dalam menjalani kehidupan profesional dengan lebih mantap.

Amalan ini menyatu dalam keseharian sebagian besar umat Islam sebagai wujud ikhtiar lahir dan batin.

Nilai Moral dan Pengingat Akhirat

Surat Al-Waqiah mengajarkan manusia agar tidak lalai terhadap kehidupan akhirat meskipun sibuk dalam urusan dunia. Pesan ini menjadi titik keseimbangan seorang muslim.

Peringatan tentang tiga golongan manusia dalam surat ini mengingatkan bahwa setiap amal akan mendapat balasannya.

Keutamaan Membaca Surat Al-Waqiah Setiap Hari kembali dipertegas di akhir pembahasan ini sebagai pengingat bahwa amalan tersebut membawa manfaat spiritual dan material bagi yang istiqamah mengamalkannya.

People Also Ask

1. Apakah benar membaca Al-Waqiah bisa melancarkan rezeki?

Ya, banyak riwayat ulama yang menyebutkan bahwa surat ini menjadi salah satu ikhtiar spiritual untuk kelapangan rezeki, meski tidak dijadikan dalil hukum.

2. Kapan waktu terbaik membaca Al-Waqiah?

Waktu yang umum dianjurkan adalah pada malam hari sebelum tidur.

3. Apakah hadis tentang keutamaan Al-Waqiah sahih?

Sebagian hadisnya dhaif, tetapi tetap diamalkan dalam konteks fadhilah amal.

4. Berapa jumlah ayat dalam surat Al-Waqiah?

Surat ini terdiri dari 97 ayat.

5. Apakah harus membaca seluruh surat Al-Waqiah untuk mendapatkan keutamaannya?

Disunnahkan membaca seluruh surat, meskipun sebagian riwayat menyebutkan membaca ayat pertamanya saja sudah memiliki keutamaan tertentu.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |