Kronologi WNI Peserta Tur Wisata Korea Selatan Diduga Kabur

21 hours ago 7

SEORANG warga negara Indonesia (WNI) bernama Femas Yani Arianto, diduga melarikan diri saat mengikuti perjalanan wisata di Korea Selatan. Pemilik agensi perjalanan Berani Backpacker, Fariz Ragil Ramadhani, mengatakan pemuda asal Madiun, Jawa Timur tersebut menghilang di malam hari pertama perjalanan pada Ahad, 28 Juni 2026.

“Pada hari pertama perjalanan, sekitar malam hari, peserta atas nama Femas memisahkan diri dari rombongan,” kata Dhani saat dihubungi pada Ahad, 19 Juli 2026

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Dhani menuturkan, kegiatan hari pertama awalnya berjalan lancar. Femas bahkan sempat ikut berfoto menggunakan hanbok, pakaian khas Korea Selatan, bersama rombongan tur lainnya.

Kemudian, pada malam harinya, peserta tur dibebaskan berbelanja di area Myeongdong dengan pengawasan dari pemimpin rombongan atau tour leader. Kawasan ini dikenal sebagai pusat perbelanjaan dan wisata utama yang terletak di jantung kota Seoul.

Pihak travel menyadari ketidakhadiran Femas susai pemuda tersebut memisahkan diri dari rombongan. Dhani mengatakan, Femas sempat pamit kepada tour leader untuk membeli sepatu. “Namun, hingga waktu yang telah ditentukan, peserta tidak kembali ke titik kumpul rombongan dan tidak dapat dihubungi,” ujarnya.

Setelah menyadari hilangnya Femas, tim di lapangan langsung melakukan panggilan telepon dan mengirim pesan secara intensif kepada Femas untuk memintanya kembali bergabung dengan rombongan. Namun, tidak ada respons yang diterima.

Pihak biro travel kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada otoritas imigrasi setempat di Korea Selatan. Pihaknya juga mengupayakan pelaporan ke kepolisian setempat. “Namun, laporan tersebut belum dapat diterima sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku di wilayah setempat.”

Selain itu, tim dari Berani Backpacker yang berada di Indonesia juga berinisiatif menghubungi pihak keluarga yang tercantum sebagai sponsor atau penanggung jawab peserta. Mereka melakukan konfirmasi dan mendatangi langsung kediaman keluarga Femas di Madiun untuk meminta keterangan lebih lanjut.

Dhani menjelaskan, pihaknya telah melakukan prosedur screening yang ketat sebelum keberangkatan. Prosedur yang dimaksud, mulai dari observasi komunikasi, wawancara langsung di kantor, hingga verifikasi dokumen visa oleh pihak penyedia (provider).

Untuk saat ini, Berani Backpacker menyerahkan kepada pihak berwenang untuk segera menindaklanjuti laporan yang telah diajukan. “Saya berharap penanganannya bisa dipercepat, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan ke depannya kepada seluruh pihak, termasuk kepada Femas,” kata Dhani.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |