Liputan6.com, Jakarta - Isra Mi'raj adalah peristiwa luar biasa yang penting bagi umat Islam. Biasanya, malam Isra Miraj diperingati dengan berbagai acara. Salah satunya yakni kajian keagamaan dan doa bersama.
Contoh teks ceramah menyambut Isra Miraj umumnya fokus pada penguatan keimanan dan hikmah dalam kehidupan muslim modern. Isi utamanya mencakup penjelasan mengenai peristiwa Isra’ (perjalanan horizontal dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha) dan Mi’raj (perjalanan vertikal menuju Sidratul Muntaha) sebagai bentuk tasliyah atau hiburan bagi Nabi Muhammad SAW yang sedang berduka pasca wafatnya Siti Khadijah dan Abu Thalib.
Selain itu, poin krusial yang selalu disampaikan adalah perintah shalat lima waktu sebagai sarana pengendalian diri dan pondasi keteguhan tauhid. Para ulama dan ilmuwan muslim melihat Isra Mi'raj dari berbagai perspektif beragam. Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi dalam Kitab Tafsir Aisar at-Tafaasir li al-Kalaami al-Aliyi al-Kabir, misalnya, yang melihatnya dari kacamata perjalanan fisik dan ruh.
Berikut ini adalah contoh teks ceramah menyambut Isra Miraj singkat penuh makna, yang relevan disampaikan pada tahun 2026.
Ceramah Isra Miraj 1: Shalat sebagai Mi'rajnya Orang Beriman
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman dan sehat, sehingga kita dapat berkumpul untuk mengenang perjalanan agung Baginda Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Miraj yang penuh mukjizat.
Hadirin yang dirahmati Allah, Isra Miraj bukan sekadar perjalanan sejarah, melainkan momentum turunnya perintah shalat lima waktu. Jika ibadah lain diturunkan melalui wahyu Jibril di bumi, khusus untuk shalat, Allah mengundang Rasulullah langsung ke Sidratul Muntaha untuk menunjukkan betapa istimewanya ibadah ini.
Shalat adalah sarana komunikasi paling intim antara hamba dan Penciptanya. Ia berfungsi sebagai penenang jiwa dan solusi atas segala himpitan hidup yang kita alami di dunia ini. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ
"Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Dan (shalat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk." (QS. Al-Baqarah: 45).
Melalui ayat ini, kita diajarkan bahwa shalat bukan sekadar kewajiban yang menggugurkan beban, melainkan kebutuhan spiritual. Saat kita sujud, kita sedang melepaskan segala keangkuhan duniawi dan mengakui bahwa hanya Allah-lah Yang Maha Besar, sementara kita hanyalah hamba yang fakir.
Mari kita jadikan peringatan ini sebagai ajang evaluasi. Sudahkah shalat kita dikerjakan dengan tepat waktu, atau justru hanya menjadi sisa-sisa kesibukan kita? Mari kita perbaiki kualitas ruku dan sujud kita agar hidup kita semakin berkah dan terjaga dari perbuatan keji.
Sebagai penutup, semoga kita semua diberikan keistiqomahan dalam menjaga shalat lima waktu hingga akhir hayat kita. Semoga shalat kita menjadi saksi yang menyelamatkan kita di hari kiamat kelak. Amin ya Rabbal Alamin.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Ceramah Isra Miraj 2: Hiburan Allah di Balik Kesedihan
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Segala puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam, yang telah memperjalankan hamba-Nya di kegelapan malam untuk menunjukkan tanda-tanda kebesaran-Nya. Shalawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada teladan kita, Nabi Muhammad SAW.
Tahukah hadirin, bahwa Isra Miraj terjadi saat Rasulullah sedang berada di titik terendah dalam hidupnya? Tahun itu disebut Amul Huzni (Tahun Kesedihan) karena beliau kehilangan istri tercinta Khadijah dan pamannya Abu Thalib. Di tengah duka yang mendalam, Allah justru mengundang beliau "jalan-jalan" ke langit.
Pesan moralnya sangat indah: saat dunia terasa sempit dan pintu manusia tertutup bagi kita, ingatlah bahwa pintu langit selalu terbuka lebar. Allah tidak akan membiarkan hamba-Nya yang berjuang di jalan-Nya larut dalam kesedihan tanpa ada kesudahan yang mulia. Allah berfirman:
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا . إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan." (QS. Al-Inshirah: 5-6).
Ujian yang kita hadapi saat ini, entah itu masalah ekonomi, kesehatan, atau keluarga, mungkin adalah cara Allah untuk "menaikan derajat" kita. Jangan pernah berputus asa, karena setelah malam yang paling gelap, pasti akan terbit fajar yang sangat terang benderang.
Melalui Isra Miraj, kita belajar bahwa keajaiban hanya datang kepada mereka yang bersabar dan tetap teguh pada iman meskipun badai ujian menerjang. Teruslah melangkah, karena Allah sedang menyiapkan "hadiah" terbaik di balik setiap air mata yang jatuh dalam kesabaran.
Demikian ceramah singkat ini, semoga kita termasuk golongan orang-orang yang selalu berprasangka baik kepada setiap ketetapan Allah SWT dalam hidup kita. Kurang lebihnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Ceramah Isra Miraj 3: Meneladani Iman Selembut Abu Bakar
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Marilah kita bersyukur atas hidayah Islam yang Allah titipkan di dalam hati kita masing-masing. Tanpa pertolongan-Nya, mustahil kita bisa berkumpul di majelis yang penuh barakah ini dalam keadaan sehat wal afiat.
Hadirin, peristiwa Isra Miraj adalah ujian akal yang sangat berat bagi penduduk Mekkah kala itu. Banyak orang yang awalnya percaya menjadi murtad karena menganggap perjalanan ke langit dalam semalam adalah mustahil. Namun, di sanalah muncul sosok Abu Bakar yang luar biasa.
Abu Bakar menunjukkan bahwa iman sejati adalah membenarkan apa yang datang dari Allah dan Rasul-Nya, meskipun logika manusia tidak mampu mencapainya. Beliau yakin bahwa kekuasaan Allah melampaui segala hukum fisika dan rasionalitas manusia yang terbatas. Allah SWT berfirman:
إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ
"Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: 'Jadilah!' maka terjadilah ia." (QS. Ya-Sin: 82).
Di zaman modern yang serba digital ini, iman kita sering digempur oleh berbagai keraguan. Kita sering hanya mau percaya pada hal-hal yang terlihat oleh mata atau bisa dihitung oleh rumus. Padahal, kebahagiaan sejati dan ketenangan hati seringkali datang dari perkara-perkara yang gaib dan transenden.
Mari kita contoh keteguhan hati Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq. Jangan biarkan keraguan merusak amal ibadah kita, dan jangan biarkan logika sempit kita menghalangi kita untuk patuh pada syariat Allah yang maha luas dan sempurna.
Semoga Allah mengokohkan iman kita sebagaimana Dia mengokohkan iman para sahabat nabi. Semoga kita semua dikumpulkan bersama orang-orang yang shiddiq di surga-Nya kelak. Amin.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Ceramah Isra Miraj 4: Keberkahan Masjidil Aqsa dan Persatuan Umat
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan yang telah memilihkan tempat-tempat terbaik di muka bumi untuk menjadi saksi kebesaran-Nya. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada pemimpin para Nabi, Muhammad SAW, yang mengimami seluruh Rasul di tanah Palestina.
Hadirin yang dirahmati Allah, perjalanan Isra dimulai dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa. Persinggahan ini bukanlah kebetulan, melainkan simbol bahwa Islam adalah penyempurna risalah nabi-nabi terdahulu. Al-Aqsa adalah titik temu antara bumi dan langit, serta rumah bagi para pejuang tauhid sejak zaman dahulu.
Pentingnya menjaga kehormatan tempat suci ini ditegaskan oleh Allah SWT dalam ayat pembuka surah Al-Isra yang sangat masyhur. Allah berfirman mengenai keberkahan tanah tersebut sebagai berikut:
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا
"Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami." (QS. Al-Isra: 1).
Makna dari perjalanan ini adalah pesan tentang ukhuwah atau persatuan. Al-Aqsa bukan hanya urusan bangsa tertentu, melainkan urusan setiap Muslim yang mengimani peristiwa Isra Miraj. Kita diingatkan untuk selalu memiliki kepedulian terhadap kesucian dan keselamatan tanah yang diberkahi tersebut di setiap sujud kita.
Peringatan Isra Miraj di tengah situasi dunia saat ini harus membangkitkan empati kita. Mari kita selipkan doa khusus untuk saudara-saudara kita yang menjaga Al-Aqsa, agar Allah memberikan kekuatan dan kemerdekaan bagi mereka. Persatuan umat adalah kunci kemenangan yang nyata.
Sebagai penutup, jangan biarkan ingatan kita tentang Al-Aqsa hanya muncul setahun sekali. Jadikan ia bagian dari identitas keimanan kita. Semoga Allah segera mengizinkan kita semua untuk bersujud di masjid suci tersebut dalam keadaan yang damai dan penuh kemuliaan.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Ceramah Isra Miraj 5: Rahasia Hati yang Bersih Sebelum Berjumpa Allah
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Alhamdulillah, nikmat terbesar yang Allah berikan adalah kemampuan kita untuk terus memperbaiki diri. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, manusia yang hatinya paling suci di jagat raya.
Hadirin sekalian, ada satu fragmen penting sebelum Rasulullah memulai perjalanan Miraj, yaitu peristiwa pembersihan dada. Malaikat Jibril membelah dada Nabi, mencuci hatinya dengan air Zamzam, lalu mengisinya dengan hikmah dan iman. Ini adalah isyarat bahwa untuk menempuh perjalanan suci, dibutuhkan jiwa yang suci pula.
Pelajaran ini sangat krusial bagi kita. Untuk merasakan nikmatnya ibadah dan "berjumpa" dengan Allah melalui doa, kita harus melakukan Tazkiyatun Nafs atau penyucian jiwa. Hati yang penuh dengan noda iri, dengki, dan sombong hanya akan membuat perjalanan spiritual kita terasa berat dan hambar. Rasulullah SAW bersabda:
أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ
"Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasadnya. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa ia adalah hati." (HR. Bukhari & Muslim).
Hati adalah pusat dari segala amal manusia. Melalui momentum Isra Miraj, kita diajak untuk "mencuci" hati kita dari segala penyakit batin. Maafkanlah mereka yang menyakiti, buanglah rasa bangga diri, dan isilah hati dengan kerendahan hati (tawadhu) agar doa-doa kita lebih mudah menembus langit.
Bagaimana cara membersihkannya? Perbanyaklah istighfar dan zikir yang mendalam. Jadikan bulan Rajab ini sebagai momentum untuk melakukan detoksifikasi hati dari pengaruh buruk duniawi, sehingga kita siap menyambut bulan suci Ramadhan dengan keadaan hati yang bercahaya.
Demikian ceramah singkat ini, semoga Allah senantiasa membimbing kita untuk menjaga kebersihan hati. Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan agar hati kita ditetapkan dalam ketaatan. Semoga kita semua dikumpulkan dalam golongan hamba-Nya yang berhati selamat.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Ceramah Isra Miraj 6: Kecepatan Buraq dan Iman di Era Teknologi
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Puji syukur kita haturkan kepada Sang Pencipta alam semesta, yang kekuasaan-Nya tak terbatas oleh ruang dan waktu. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, pengelana langit yang membawa risalah kebenaran.
Hadirin yang berbahagia, di era digital ini, kita sering takjub dengan kecepatan internet yang bisa mengirim data lintas benua dalam sekejap. Namun, ribuan tahun lalu, Allah sudah menunjukkan teknologi langit yang jauh lebih dahsyat, yaitu Buraq yang membawa Rasulullah menembus tujuh lapis langit hanya dalam sebagian malam.
Isra Miraj adalah pengingat bahwa di balik hukum alam yang kita pelajari di sekolah atau kampus, ada Sang Pencipta yang mengendalikan hukum tersebut. Perjalanan ini membuktikan bahwa bagi Allah, tidak ada yang mustahil. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur'an mengenai apa yang dilihat Nabi saat Miraj:
لَقَدْ رَأَىٰ مِنْ آيَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرَىٰ
"Sesungguhnya dia telah melihat sebagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar." (QS. An-Najm: 18).
Bagi generasi muda, khususnya mahasiswa, peristiwa ini mengajarkan bahwa sains dan iman tidak boleh dipisahkan. Sains membantu kita memahami "bagaimana" alam bekerja, namun iman menjawab "siapa" di balik semua keteraturan itu. Semakin kita pintar secara intelektual, seharusnya kita semakin tunduk secara spiritual.
Gunakanlah teknologi yang ada di genggaman kita saat ini sebagai "Buraq" untuk menyebarkan kebaikan dan dakwah. Jangan sampai kemajuan zaman justru membuat kita lambat dalam beribadah atau jauh dari nilai-nilai ketuhanan. Jadilah pribadi yang cerdas secara teknologi namun tetap kokoh secara akidah.
Mari kita jadikan Isra Miraj sebagai inspirasi untuk terus menuntut ilmu setinggi langit. Namun, ingatlah untuk tetap sujud serendah mungkin di hadapan Allah SWT. Semoga akal dan hati kita selalu selaras dalam mencari rida-Nya di dunia dan akhirat.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Ceramah Isra Miraj 7: Akhlak Pemimpin yang Melangit dan Membumi
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Segala puji bagi Allah, sebaik-baiknya Pemimpin dan Pelindung. Shalawat serta salam mari kita sampaikan kepada manusia paling mulia, Nabi Muhammad SAW, yang meskipun telah mencapai puncak langit, tetap rindu dan peduli pada umatnya di bumi.
Hadirin yang mulia, dalam peristiwa Miraj, Rasulullah bertemu dengan para nabi di setiap lapis langit. Meskipun beliau adalah penutup para nabi dengan kedudukan paling tinggi, beliau tetap memberikan salam dan menunjukkan hormat yang luar biasa. Ini adalah pelajaran tentang etika kepemimpinan yang sesungguhnya.
Beliau menunjukkan bahwa semakin tinggi derajat seseorang, seharusnya ia semakin rendah hati dan peduli pada urusan orang lain. Puncak dari kepedulian beliau adalah ketika bernegosiasi meminta keringanan rakaat shalat demi kemudahan umatnya. Allah SWT memuji kemuliaan akhlak beliau dalam firman-Nya:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ
"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat..." (QS. Al-Ahzab: 21).
Pesan ini sangat relevan bagi kita semua, baik sebagai pemimpin keluarga, organisasi, maupun masyarakat. Jabatan dan ilmu yang kita miliki jangan sampai membuat kita merasa lebih baik dari orang lain. Contohlah Rasulullah; beliau "melangit" secara prestasi spiritual, namun tetap "membumi" secara akhlak sosial.
Kehebatan seorang Muslim tidak diukur dari seberapa tinggi pangkatnya, tapi dari seberapa besar manfaatnya bagi orang lain. Isra Miraj mengajarkan kita untuk menyeimbangkan antara hubungan dengan Allah (Hablum Minallah) dan hubungan dengan sesama manusia (Hablum Minannas).
Sebagai penutup, marilah kita berdoa agar Allah menganugerahkan kepada kita akhlak yang mulia. Semoga kita mampu meneladani sifat-sifat Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi pribadi yang membawa kedamaian bagi sekeliling kita. Amin ya Rabbal Alamin.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
People also Ask:
Apa yang dapat Anda simpulkan tentang pengertian Isra Miraj secara lengkap?
Isra' berarti perjalanan malam Nabi Muhammad dari Masjidil Haram Mekah al-Mukarramah menuju Masjidil Aqsha Baitul Maqdis Palestina, sedangkan Mi`raj berarti perjalanan lanjutan Nabi dari Masjidil Aqsha naik langit ke tujuh hingga ke Sidratul Muntaha.
Apa pelajaran yang bisa diambil dari kisah Isra Miraj?
Pelajaran utama dari Isra Mi'raj adalah tentang kewajiban salat lima waktu sebagai tiang agama dan sarana komunikasi langsung dengan Allah, menunjukkan keagungan rahmat Allah dan kasih sayang-Nya, serta keikhlasan dan ketabahan Nabi Muhammad SAW dalam dakwah, bahkan saat menghadapi kesedihan dan penolakan, mengajarkan kita tentang pentingnya keimanan yang kokoh (dari ilmul yaqin ke ainul yaqin), kebersihan jiwa, perjuangan membela tempat suci (Masjidil Aqsa), serta pentingnya sains dan teknologi sebagai bentuk kemajuan umat.
Apa kesimpulan dari peristiwa Isra Miraj?
Kesimpulan Isra Mi'raj adalah penguatan keimanan akan kebesaran Allah SWT, keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam ketabahan dan ketaatan, serta pemberian perintah salat lima waktu sebagai tiang agama dan sarana mikraj spiritual bagi umat Islam, yang menegaskan kemuliaan Nabi dan kasih sayang Allah. Peristiwa ini juga menunjukkan prinsip kemudahan dalam syariat (Islam itu mudah), serta mempertemukan Nabi dengan nabi-nabi terdahulu sebagai bukti kesinambungan risalah tauhid.
Apa tujuan kita memperingati Isra Miraj?
Peristiwa ini menjadi bentuk penghiburan dari Allah SWT untuk menguatkan mental dan spiritual Nabi dalam menjalankan tugas kenabian yang penuh tantangan. Isra Miraj juga mengajarkan bahwa spiritualitas dapat menjadi sumber kekuatan utama dalam menghadapi tekanan hidup.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4357195/original/092362700_1678761219-pexels-thirdman-7957066.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158583/original/033672200_1741665428-kata-kata-sahabat-nabi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2798272/original/079059200_1557206746-20190507-Mengisi-Waktu-Berpuasa-dengan-Tadarus-ARBAS-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158368/original/097065700_1741665044-kata-kata-isra-miraj.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468799/original/045139300_1768018023-fantastic-mosque-architecture-islamic-new-year-celebration.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4735410/original/014374300_1707130221-10217582.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4660564/original/081485600_1700737006-isra_miraj.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4737862/original/091578100_1707368217-fotor-ai-2024020811540.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3108148/original/088309000_1587459079-2642016.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360668/original/038739700_1611729329-abdullah-faraz-fj-p_oVIhYE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/842877/original/009596200_1428044283-Jenazah-Mpok-Nori-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2803717/original/075543300_1557725237-20190513-Bulan-Ramadan-Momentum-Anak-Anak-Belajar-Al-Quran1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457952/original/085391400_1767067413-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3309137/original/055065200_1606475068-nurhan-yC70QqvrPRk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4370308/original/064241200_1679646015-Shalot-Jumat-Pertama-Ramadhan-Di-Masjid-Istiqlal-Angga-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1575221/original/040400200_1492996168-islamicitydotorg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5153924/original/010138200_1741324616-1741320553002_ucapan-selamat-puasa-marhaban-ya-ramadhan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158657/original/067229400_1741665557-kata-mutiara-pagi-hari-islami.jpg)






















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5316291/original/015050100_1755231247-5.jpg)






