- Mengapa puasa Syawal dianjurkan?
- Apa keutamaan puasa Syawal?
- Kapan waktu pelaksanaan puasa Syawal?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Puasa Syawal merupakan salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan setelah bulan Ramadhan. Untuk itu, umat Islam perlu mengetahui hadits tentang puasa Syawal sebagai dasar sekaligus motivasi pengamalannya.
Hadits ini diriwayatkan oleh para imam hadits terkemuka. Pemahaman yang tepat terhadap dalil-dalil tersebut menjadi kunci untuk mengamalkan puasa Syawal dengan benar dan meraih keutamaan yang dijanjikan.
Dalil tersebut mengandung berbagai aspek, mulai dari pedoman pelaksanaan hingga keutamaannya yang dahsyat. Hadis riwayat Muslim, misalnya, menjelaskan, keutamaan pahala setahun penuh. Sementara hadits dari Ibnu Majah menguraikan rasionalisasi pelipatgandaan pahala.
Berikut ini adalah ulasan mengenai hadits-hadits tentang puasa Syawal lengkap penjelasan ulama, dari ebook Faidah-Faidah Seputar Puasa Syawal karya Muhammad Shalih al-Munajjid, Buku Amalan Sesudah Bulan Ramadhan karya Sukamto HM, serta literatur klasik dan kontemporer.
1. Hadits Utama tentang Puasa Syawal (Riwayat Muslim)
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
Latin: Man shāma Ramadāna thumma atba‘ahū sittan min Syawwālin kāna kaṣiyāmi ad-dahri.
Artinya: “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan, kemudian ia mengiringinya dengan berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa selama setahun penuh.” (HR. Muslim: 1164)
Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Minhaj fi Syarhi Shahih Muslim menegaskan bahwa hadits ini merupakan dalil yang jelas bagi mazhab Syafi’i, Ahmad, Dawud, dan para ulama yang sependapat dengan mereka dalam anjuran puasa enam hari di bulan Syawal.
Beliau menjelaskan bahwa pelaksanaannya dapat dilakukan secara berurutan (segera setelah Idul Fitri) atau terpisah-pisah pada awal, tengah, dan akhir bulan Syawal. (Al-Minhaj fi Syarhi Shahih Muslim, [Oman, Baitul Afkar Ad-Dauliyah: 2000], halaman 723).
Muhammad Shalih al-Munajjid dalam Faidah-Faidah Seputar Puasa Syawal menambahkan bahwa keutamaan pahala puasa setahun penuh ini berangkat dari penafsiran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada sabdanya yang lain, yang menjelaskan bahwa puasa sebulan Ramadhan sebanding dengan sepuluh bulan, dan puasa enam hari Syawal sebanding dengan dua bulan.
2. Hadits tentang Pelipatgandaan Pahala (Riwayat Ibnu Majah)
عَنْ ثَوْبَانَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ أَنَّهُ قَالَ : مَنْ صَامَ رَمَضَانَ وَسِتَّةَ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ كَانَ تَمَامَ السَّنَةِ مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا
Latin: ‘An Tsaubāna ‘an Rasūlillāhi shallallāhu ‘alaihi wa sallam annahū qāla: man shāma Ramadāna wa sittata ayyāmin ba‘da al-fithri kāna tamāma as-sanati, man jā’a bil-hasanati falahū ‘asyru amtsālihā.
Artinya: “Dari Tsauban, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: ‘Barangsiapa berpuasa Ramadhan dan enam hari setelah Idul Fitri, maka itu adalah puasa setahun penuh. Barangsiapa yang mengerjakan satu kebaikan, maka baginya sepuluh kali lipat pahalanya.’” (HR. Ibnu Majah: 1715)
Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an menjelaskan rasionalisasi keutamaan ini berdasarkan firman Allah dalam surat Al-An’am ayat 160:
مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا
“Barangsiapa berbuat kebaikan, maka baginya sepuluh kali lipat pahalanya.”
Menurut Imam Al-Qurthubi, kebaikan yang dimaksud adalah keimanan. Dengan demikian, ketika seseorang berpuasa satu bulan Ramadhan, pahalanya dilipatgandakan menjadi sepuluh bulan. Kemudian puasa enam hari Syawal dilipatgandakan menjadi dua bulan, sehingga genap menjadi setahun. (Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an, [Beirut, Muassasatur Risalah: 2006], jilid IX, halaman 136).
3. Hadits tentang Anjuran Puasa Syawal kepada Usamah bin Zaid (Riwayat Ibnu Majah)
عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ، أَنَّ أُسَامَةَ بْنَ زَيْدٍ، كَانَ يَصُومُ أَشْهُرَ الْحُرُمِ . فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ " صُمْ شَوَّالاً " . فَتَرَكَ أَشْهُرَ الْحُرُمِ ثُمَّ لَمْ يَزَلْ يَصُومُ شَوَّالاً حَتَّى مَاتَ
Latin: ‘An Muhammad bin Ibrāhīma, anna Usāmata bin Zaidin kāna yaṣūmu asyhura al-hurumi. Faqāla lahū Rasūlullāhi shallallāhu ‘alaihi wa sallam: “Shum Syawwālan.” Fa taraka asyuhura al-hurumi, thumma lam yazal yaṣūmu Syawwālan hattā māta.
Artinya: “Dari Muhammad bin Ibrahim, bahwa Usamah bin Zaid biasa berpuasa di bulan-bulan haram (Muharram, Rajab, Dzulqa’dah, Dzulhijjah). Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya: ‘Berpuasalah di bulan Syawal.’ Maka ia meninggalkan puasa di bulan-bulan haram, kemudian ia terus-menerus berpuasa di bulan Syawal hingga wafatnya.” (HR. Ibnu Majah).
Hadits ini menunjukkan perhatian khusus Rasulullah SAW terhadap puasa Syawal. Beliau secara khusus menganjurkan sahabat Usamah bin Zaid untuk berpuasa di bulan Syawal, bahkan hingga sahabat tersebut menjadikannya sebagai kebiasaan rutin hingga akhir hayatnya.
4. Hadits Pedoman Waktu Puasa Syawal
عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ وَأَبِي هُرَيْرَةَ وَأَبِي سَعِيدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ صَوْمِ يَوْمِ الْفِطْرِ وَيَوْمِ الأَضْحَى
Latin: ‘An ‘Umar bin al-Khaththābi wa Abī Hurairata wa Abī Sa‘īdin radhiyallāhu ‘anhum anna Rasūlallāhi shallallāhu ‘alaihi wa sallam nahā ‘an shaumi yaumi al-fithri wa yaumi al-adhā.
Artinya: “Dari Umar bin al-Khaththab, Abu Hurairah, dan Abu Sa‘id radhiyallahu ‘anhum, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang berpuasa pada hari Idul Fitri dan Idul Adha.” (HR. Muslim).
Hadits ini menjadi dasar bahwa puasa Syawal tidak boleh dilaksanakan pada tanggal 1 Syawal karena merupakan hari raya yang diharamkan untuk berpuasa. Puasa Syawal dimulai sejak tanggal 2 Syawal hingga akhir bulan.
Hukum Puasa Syawal Menurut Para Ulama
Para ulama sepakat bahwa puasa Syawal hukumnya sunnah, bukan wajib. Namun terdapat beberapa penekanan dan perincian dari masing-masing ulama terkait pelaksanaannya.
Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Minhaj fi Syarhi Shahih Muslim menyatakan bahwa puasa Syawal hukumnya sunnah mu’akkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Beliau menegaskan bahwa hadits riwayat Muslim menjadi dalil yang jelas bagi mazhab Syafi’i dan para ulama yang sependapat dalam menganjurkan puasa enam hari di bulan Syawal.
Muhammad Shalih al-Munajjid dalam Faidah-Faidah Seputar Puasa Syawal menjelaskan bahwa puasa Syawal adalah sunnah dan tidak wajib. Meski demikian, keutamaannya sangat agung karena pahala yang dijanjikan setara dengan puasa setahun penuh. Beliau juga menekankan bahwa tidak ada kewajiban untuk mengulanginya setiap tahun bagi yang pernah melakukannya.
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah (Komite Fatwa Saudi Arabia) menyatakan bahwa puasa Syawal hukumnya sunnah. Namun, mereka memberikan penekanan penting: pelaksanaannya harus setelah puasa Ramadhan disempurnakan terlebih dahulu, termasuk bagi mereka yang masih memiliki tanggungan qadha. Menurut mereka, mengikutkan puasa Ramadhan dengan puasa Syawal tidak akan terealisasi kecuali puasa Ramadhan telah sempurna.
Syekh Abdul Aziz bin Baz berpendapat bahwa puasa Syawal adalah sunnah. Beliau juga memberikan kelonggaran dengan membolehkan penggabungan niat antara puasa Syawal dengan puasa sunnah lainnya, seperti puasa Ayyamul Bidh atau puasa Senin-Kamis. Menurut beliau, diharapkan pelakunya mendapatkan pahala dari kedua amalan tersebut karena karunia Allah sangat luas.
Syekh Ibnu Utsaimin dalam Majmu’ Fatawa menegaskan bahwa puasa Syawal hukumnya sunnah. Beliau memberikan keringanan bagi mereka yang memiliki uzur, seperti wanita yang mengalami nifas sehingga tidak sempat mengqadha puasa Ramadhan di bulan Syawal. Menurut beliau, orang tersebut boleh mengqadha terlebih dahulu dan melaksanakan puasa Syawal di bulan Dzulqa’dah, dan tetap memperoleh pahala puasa Syawal karena uzur yang dialami.
Keutamaan Puasa Syawal, Motivasi Pengamalan
Hadits-hadits tentang puasa Syawal memberikan landasan kuat bagi umat Islam untuk mengamalkan sunnah ini. Hadits utama dari Muslim menjelaskan keutamaan pahala setahun penuh, sementara hadits dari Ibnu Majah menguraikan rasionalisasi pelipatgandaan pahala.
Hadits tentang larangan puasa di hari raya menetapkan batasan waktu pelaksanaannya, dan hadits tentang puasa tiga hari setiap bulan memberikan alternatif bagi yang berhalangan.
Sukamto HM dalam Amalan Sesudah Bulan Ramadhan menekankan bahwa pemahaman terhadap hadits-hadits tentang puasa Syawal sangat penting untuk memotivasi umat Islam agar tetap istiqamah beribadah setelah Ramadhan. Beliau menyebutkan beberapa poin penting:
- Pahala setahun penuh adalah motivasi utama yang dijanjikan Rasulullah.
- Fleksibilitas waktu menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang memudahkan.
- Kesempatan menggabungkan niat dengan puasa sunnah lain merupakan bentuk karunia Allah yang luas.
People Also Ask:
Mengapa umat Muslim berpuasa selama 6 hari di bulan Syawal?
Setelah perayaan Idul Fitri pada hari pertama bulan tersebut, banyak umat Muslim memilih untuk melanjutkan momentum spiritual yang diperoleh selama Ramadan dengan berpuasa selama enam hari lagi di bulan Syawal untuk mendapatkan berkah ilahi tambahan . Sebagian orang menganggap puasa tambahan ini sebagai cara untuk memohon ampunan atas kekurangan apa pun selama Ramadan.
Mengapa puasa 6 hari di bulan Syawal dianjurkan Rasulullah SAW?
Ringkasan AIPuasa Syawal dianjurkan Rasulullah SAW karena keutamaannya yang setara dengan puasa setahun penuh jika digabungkan dengan Ramadan. Amalan ini berfungsi sebagai penyempurna kekurangan puasa wajib Ramadan, bukti konsistensi (istiqamah) ibadah, serta wujud syukur kepada Allah SWT atas nikmat berpuasa satu bulan penuh.
Puasa 6 hari di bulan Syawal bagaikan puasa?
Keutamaan Puasa Syawal
“Barang siapa berpuasa Ramadan, kemudian diikuti dengan enam hari di bulan Syawal, maka seolah-olah ia berpuasa sepanjang tahun.” (HR. Muslim). Keutamaan ini menunjukkan bahwa pahala puasa Syawal melengkapi pahala puasa Ramadan, sehingga nilainya seperti berpuasa selama satu tahun penuh.
Apa bunyi hadits tentang puasa?
"Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan kepadamu puasa di dalamnya; di dalamnya pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dari seribu bulan." (HR. Ahmad).

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500774/original/010238600_1770876564-unnamed__15_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3430346/original/057356100_1618535827-coffee-cup-with-different-dried-fruits-nuts.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2815542/original/073249700_1558775153-iStock-1142815561.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501801/original/034251400_1770956928-unnamed__13_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3234893/original/091449100_1599797359-lagu-pernikahan-laudya-cynthia-bella-en-07abdf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5066926/original/050970300_1735272788-1735270009668_100-kata-mutiara-islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3420247/original/bic-faithful-dark-skinned-woman-keeps-hands-praying-gesture-asks-allah-good-health-believes-wellness-has-veiled-head-wears-white-shirt-keeps-eyes-closed-enjoys-peaceful-atmosphere_273609-26346__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534796/original/005967200_1773893358-unnamed__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5153461/original/044593800_1741323351-1741319691128_kata-kata-lebaran-minal-aidin-wal-faizin.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5210971/original/091010800_1746521381-35a809bc-4568-495f-a8ae-24e0aac67ddf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3983388/original/074926000_1648974831-000_327H9HJ.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463464/original/035712800_1767615770-unnamed__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531528/original/007916600_1773619112-unnamed__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531526/original/098176600_1773619110-unnamed__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450229/original/030945800_1766134797-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501800/original/006278100_1770956928-unnamed__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5267283/original/052120600_1751094630-p.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381466/original/043629600_1613720800-photo-1512632578888-169bbbc64f33.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448205/original/085550400_1766022443-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-18T084617.730.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)


