Kumpulan Ucapan Doa untuk Orang Berangkat Umroh Teks Arab, Latin dan Artinya

7 hours ago 3
  • Apa ucapan untuk orang yang mau umroh?
  • Apa doa untuk orang umroh?
  • Doa apa yang dibaca oleh orang-orang yang akan melakukan umrah?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Momen keberangkatan seseorang menunaikan ibadah umrah adalah saat yang penuh berkah dan haru. Keluarga, kerabat, dan sahabat tentu ingin memberikan yang terbaik, salah satunya doa yang tulus agar perjalanan spiritual ini membawa kebaikan. Untuk itu, penting bagi muslim untuk mengetahui ucapan doa untuk orang berangkat umroh.

Mendoakan orang yang akan bepergian, termasuk untuk umrah, merupakan sunnah yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW sendiri memberikan contoh ketika mengantar para sahabatnya yang hendak melakukan perjalanan. Doa ini mencerminkan perhatian Rasulullah terhadap keselamatan dan kemudahan perjalanan orang-orang yang akan berangkat menunaikan ibadah.

Berikut ini adalah ucapan doa untuk orang berangkat umroh, merujuk Buku Manasik Haji dan Umroh Rosululloh, Imam Ghazali, Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah, Ditjen Haji dan Umrah Kemenag, serta Buku Fikih Haji dan Umrah, serta kitab fiqih kontemporer.

Berikut adalah kumpulan doa yang dapat dipanjatkan untuk keluarga, kerabat, atau sahabat yang akan berangkat umrah. Setiap doa disertai teks Arab, latin, arti, serta dalil atau sumber rujukannya.

1. Doa dari Hadis Tirmidzi (Doa Keselamatan dan Ketakwaan)

Doa ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi sebagai doa yang dibaca Rasulullah SAW untuk orang yang akan bepergian.

زَوَّدَكَ اللهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ

Latin: Zawwadakallāhut taqwā, wa ghafara dzanbaka, wa yassara lakal khaira haitsumā kunta.

Artinya: "Semoga Allah memberimu bekal ketakwaan, mengampuni dosamu, dan memudahkan untukmu segala kebaikan di mana pun engkau berada." (HR. At-Tirmidzi).

Doa ini sangat komprehensif karena mencakup tiga permohonan utama: bekal ketakwaan yang akan menyertai sepanjang perjalanan, ampunan dosa, serta kemudahan dalam meraih kebaikan di mana pun berada.

2. Doa dari Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin

Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin meriwayatkan doa yang dapat dibaca untuk mendoakan orang yang akan berangkat umrah.

فِيْ حِفْظِ اللهِ وَكَنفِهِ وَزَوَّدَكَ اللَهَ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَوَجَّهَكَ لِلْخَيْرِ أَيْنَمَا كُنْتَ

Latin: Fī khifẓillāhi wa kanafihī wa zawwadakallāhut taqwā wa ghafara dzanbaka wa wajjahaka lil khairi ainamā kunta.

Artinya: "Semoga engkau selalu dalam penjagaan Allah dan perlindungan-Nya, semoga Allah memberikan bekal ketakwaan kepadamu dan mengampuni dosamu, dan semoga Allah memberikan kebaikan kepadamu di mana pun engkau berada."

Doa ini menambahkan unsur perlindungan dan penjagaan Allah, yang sangat penting untuk perjalanan jauh seperti umrah.

3. Doa Titipan Perlindungan (HR. Ibnu Majah)

Doa ini dibaca ketika berpamitan, sebagai bentuk menitipkan keselamatan orang yang berangkat kepada Allah SWT.

أَسْتَوْدِعُكَ اللَّهَ الَّذِي لَا تَضِيعُ وَدَائِعُهُ

Latin: Astaudi'ukallāha alladzī lā tadlī'u wadā'i'uh.

Artinya: "Aku menitipkan dirimu kepada Allah yang tidak akan menyia-nyiakan barang titipan-Nya."

Kata wadā'i' (titipan) dalam doa ini mengandung makna bahwa keselamatan dan perlindungan orang yang berangkat sepenuhnya berada dalam pemeliharaan Allah.

4. Doa untuk Keselamatan Perjalanan

Doa ini dapat dibaca untuk memohon perlindungan dan keselamatan selama perjalanan umrah.

اللَّهُمَّ احْفَظْهُ فِي سَفَرِهِ وَأَعِدْهُ إِلَيْنَا سَالِمًا غَانِمًا

Latin: Allāhumma-ḥfaẓhu fī safarihī, wa a'idhu ilainā sāliman ghānimā.

Artinya: "Ya Allah, lindungilah ia selama perjalanan dan kembalikanlah kepada kami dengan selamat dan penuh keberkahan."

5. Doa Kelancaran dan Penerimaan Ibadah

Doa ini memohon kelancaran urusan dan penerimaan amal ibadah umrah.

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُ فِي سَفَرِهِ، وَيَسِّرْ لَهُ أَمْرَهُ، وَتَقَبَّلْ عَمَلَهُ

Latin: Allāhumma bārik lahu fī safarihī, wa yassir lahu amrah, wa taqabbal 'amalah.

Artinya: "Ya Allah, berkahilah perjalanannya, mudahkan segala urusannya, dan terimalah amal ibadahnya."

6. Doa Ampunan dan Penerimaan Ibadah

اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ نُسُكَهُ وَاغْفِرْ ذَنْبَهُ

Latin: Allāhumma taqabbal nusukahū waghfir dzanbah.

Artinya: "Ya Allah, terimalah ibadahnya dan ampunilah dosanya."

7. Doa Menitipkan Agama dan Amanat (HR. Tirmidzi)

Doa ini dibaca oleh keluarga yang ditinggalkan untuk mendoakan orang yang berangkat.

اسْتَوْدِع اللَّهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَآخِرَ عَمَلِكَ

Latin: Istaūdi'illāha dīnaka wa amānataka wa ākhira 'amalika.

Artinya: "Aku titipkan kepada Allah agamamu, amanatmu, dan akhir dari amalanmu."

Doa ini sangat mendalam karena menitipkan tiga hal terpenting: agama (yang harus dijaga selama perjalanan), amanat (termasuk keluarga dan tanggung jawab yang ditinggalkan), serta akhir dari amalan (agar diakhiri dengan kebaikan).

8. Doa dari Buku Kemenag (Doa Sebelum Berangkat)

Berdasarkan buku Doa dan Dzikir Manasik Haji dan Umrah terbitan Kementerian Agama RI, terdapat doa yang dianjurkan dibaca oleh calon jamaah sebelum berangkat. Doa ini juga dapat dibacakan oleh keluarga untuk mendoakan jamaah.

الْحَمْدُ لِلهِ الذِيْ هَدَانِيْ بِالإسْلَامِ، وَأَرْشَدَنِيْ إلَى أدَاءِ مَنَاسِكِي حَاجًا بِبَيْتِهِ وَمُعْتَمِرًا بِمَشَاعِرِه. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلى النَّبِيِّ الأُمِّيِّ وَعَلى آلهِ وَأصْحَابِهِ أجْمَعِينَ. اللَّهُمَّ إِلَيْكَ تَوَجَّهْتُ، وَبِكَ اعْتَصَمْتُ. اللَّهُمَّ اكْفِنِي مَا هَمَّنِي وَمَا لاَ أَهْتَمُّ لَهُ، اللَّهُمَّ زَوِّدْنِي التَّقْوَى، وَاغْفِرْ لِي ذَنْبِي

Latin: Alhamdulillāhilladzī hadānī bil-islām, wa arsyanī ilā adā'i manāsikī ḥājjan bi-baitihī wa mu'tamiran bi-masyā'irih. Allāhumma shalli 'alan-nabiyyil-ummiyyi wa 'alā ālihī wa ash-hābihī ajma'īn. Allāhumma ilaika tawajjahtu, wa bika i'tashamtu. Allāhumma kfinī mā hammanī wa mā lā ahtammu lah, Allāhumma zawwidnī at-taqwā, waghfir lī dzanbī.

Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah memberi petunjuk kepadaku dengan Islam dan memberi bimbingan kepadaku untuk menunaikan manasik hajiku di rumah-Nya, dan mengerjakan umrah di tempat lambang-lambang keagungan-Nya (masya'ir). Ya Allah, berilah shalawat atas Nabi yang tidak bisa baca dan tulis (ummi) dan atas keluarga serta para sahabatnya sekalian. Ya Allah, kepada-Mu aku menghadap dan dengan-Mu aku berpegang teguh. Ya Allah, lindungilah aku dari sesuatu yang menyusahkan dan sesuatu yang tidak saya perlukan. Ya Allah, berilah aku dengan takwa dan ampunilah dosaku."

Saling Mendoakan: Antara yang Berangkat dan yang Ditinggalkan

Tradisi mendoakan orang yang berangkat umrah tidak hanya dilakukan oleh keluarga yang ditinggalkan. Ada dua arah doa yang saling melengkapi:

1. Doa dari Keluarga/Teman untuk yang Berangkat

Keluarga dan sahabat yang ditinggalkan dianjurkan untuk membaca doa-doa di atas sebagai bentuk dukungan spiritual.

Doa-doa ini dapat dibaca saat acara pamitan, melalui pesan, atau ketika mengantarkan ke bandara. Doa yang paling utama adalah yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi:

زَوَّدَكَ اللَّهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ

2. Doa dari yang Berangkat untuk yang Ditinggalkan

Sebaliknya, orang yang berangkat umrah juga dianjurkan untuk mendoakan keluarga yang ditinggalkan. Doa yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dapat dibaca:

أَسْتَوْدِعُكَ اللَّهَ الَّذِي لَا تَضِيعُ وَدَائِعُهُ

Doa ini dibaca sebagai bentuk menitipkan keluarga kepada Allah selama ditinggal beribadah.

3. Tradisi Salaf dalam Mengantar dan Berpamitan

Dalam kitab Mathalib Ulin Nuha karya Syaikh Ar-Ruhaibani disebutkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal pernah mengantar ibunya untuk berhaji. Tradisi mengantar dan berpamitan ini telah menjadi kebiasaan para ulama salaf sebagai bentuk penghormatan dan kesempatan untuk saling mendoakan.

Hikmah Mendoakan Orang yang Akan Berangkat Umrah

1. Mempererat Ukhuwah Islamiyah

Mendoakan orang yang akan berangkat umrah merupakan wujud kepedulian dan kasih sayang sesama Muslim. Doa yang tulus menjadi perekat hubungan persaudaraan yang tidak hanya bersifat sosial tetapi juga spiritual. 

2. Mendapatkan Pahala Berlipat

Berdasarkan hadis riwayat Muslim, orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya akan didoakan oleh malaikat dengan doa yang sama. Ini berarti pahala mengalir bagi yang mendoakan, bahkan sebelum orang yang didoakan berangkat. 

3. Menjadi Bekal Spiritual bagi Jamaah

Doa dari keluarga dan kerabat menjadi kekuatan spiritual tersendiri bagi jamaah yang berangkat. Mereka merasa tidak sendiri dalam perjalanan ibadah, karena ada dukungan doa yang mengiringi setiap langkah mereka di Tanah Suci. 

4. Mengajarkan Nilai Kebersamaan dan Kepedulian

Tradisi mendoakan orang yang berangkat umrah mengajarkan nilai bahwa kebahagiaan dan keberhasilan seseorang adalah kebahagiaan bersama. Ibadah yang dilakukan oleh seseorang juga menjadi kesempatan bagi orang lain untuk meraih kebaikan melalui doa. 

5. Momen Refleksi dan Penguatan Niat

Bagi orang yang mendoakan, momen ini menjadi pengingat akan pentingnya niat untuk beribadah ke Tanah Suci. Doa yang dipanjatkan sekaligus menjadi pembangkit semangat untuk mempersiapkan diri sendiri agar kelak juga mendapatkan kesempatan serupa.

People also Ask:

Apa ucapan untuk orang yang mau umroh?

Ucapan selamat berangkat umroh bertujuan mendoakan keselamatan, kelancaran ibadah, dan diterimanya amal (mabrur). Contohnya: "Selamat menunaikan ibadah umroh, semoga Allah mudahkan langkah, diberikan kesehatan, dan kembali dengan umroh yang mabrur".

Apa doa untuk orang umroh?

Doa terbaik untuk orang yang berangkat umroh adalah memohon agar ibadahnya diterima, perjalanannya aman, dan menjadi umroh mabrur. Doa yang umum diucapkan adalah, “Taqabbalallahu sa’yakum wa umrotakum” (Semoga Allah menerima sa'i dan umroh kalian). Selain itu, berdoalah agar mereka sehat, selamat, dan kembali membawa berkah.

Doa apa yang dibaca oleh orang-orang yang akan melakukan umrah?

Arab: “ Allahumma taqabbal minhum wa yassir lahum al-Umrah, waj'alha mabrurah, wa-dhunubuhum maghfurah, warzuqhum 'awdan hamidan saliman .” Artinya: Ya Allah, terimalah dari mereka dan mudahkan umrah mereka, terimalah, ampuni dosa-dosa mereka, dan berikan mereka kepulangan yang terpuji dan selamat.

Uang saku umroh sebaiknya berapa?

Uang saku ideal untuk umroh (9-12 hari) adalah sekitar Rp5 juta – Rp8 juta (atau setara SAR 1.000–1.700) per orang. Jumlah ini cukup untuk jajan, oleh-oleh ringan, transportasi lokal, dan dana darurat. Jika ingin belanja banyak, disarankan membawa lebih dari Rp10 juta.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |