Meta Jajaki Sewakan Pusat Data ke Anthropic Rp 180 Triliun

9 hours ago 5

RAKSASA teknologi Meta dikabarkan tengah menjajaki kerja sama dengan perusahaan akal imitasi (AI) Anthropic untuk menyewakan sebagian kapasitas pusat data (data center) miliknya. Jika terealisasi, langkah ini akan membuka lini bisnis baru bagi induk Facebook dan Instagram tersebut, yang selama ini memperoleh sebagian besar pendapatannya dari iklan.

Mengutip The New York Times, pembicaraan antara Meta dan Anthropic masih berada pada tahap awal. Namun, nilai kerja sama itu diperkirakan dapat mencapai US$ 10 miliar atau sekitar Rp 180 triliun (asumsi kurs Rp 18.000 per dolar AS) untuk jangka waktu dua tahun.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Laporan tersebut menyusul pemberitaan lainnya yang menyebut Meta tengah mempertimbangkan masuk ke bisnis layanan komputasi awan (cloud services). Melalui bisnis ini, Meta akan menyediakan sumber daya komputasi (compute resources) bagi perusahaan lain.

Sinyal mengenai peluang bisnis tersebut sebenarnya telah disampaikan CEO Meta Mark Zuckerberg dalam paparan kinerja perusahaan tahun lalu. Menurut dia, Meta kerap menerima permintaan untuk menyewakan kapasitas pusat datanya. “Kami menerima permintaan seperti itu hampir setiap minggu,” kata Zuckerberg, dikutip dari laporan Engadget, 17 Juli 2026.

Ia menambahkan bahwa penyewaan kapasitas pusat data merupakan “salah satu opsi” yang dapat dipertimbangkan perusahaan pada masa mendatang.

Meski Meta dan Anthropic merupakan pesaing di bidang AI, kerja sama tersebut dinilai dapat menguntungkan kedua belah pihak. Meta saat ini tengah menggelontorkan investasi besar untuk membangun pusat data AI guna mendukung pengembangan model AI miliknya. Perusahaan memperkirakan belanja modalnya sepanjang 2026 akan mencapai US$ 125 miliar hingga US$ 145 miliar, atau sekitar Rp 2.250 triliun hingga Rp 2.610 triliun.

Dengan menyewakan sebagian kapasitas pusat datanya kepada Anthropic, Meta berpeluang memperoleh sumber pendapatan baru dari investasi infrastruktur yang telah dibangun. Di sisi lain, Anthropic membutuhkan kapasitas komputasi dalam jumlah besar untuk melatih dan menjalankan model AI miliknya.

Sebelumnya, Anthropic juga menandatangani kesepakatan serupa dengan SpaceXAI menjelang penawaran saham perdana (IPO) perusahaan yang dipimpin Elon Musk pada awal musim panas tahun ini. Nilai kerja sama tersebut dilaporkan mencapai US$ 45 miliar atau sekitar Rp 810 triliun selama tiga tahun.

Setelah mengumumkan kerja sama tersebut, Anthropic yang mengembangkan Claude Code langsung meningkatkan batas penggunaan (rate limit) bagi para pelanggannya.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |