Liputan6.com, Jakarta - Junub yakni kondisi ketika seseorang berhadas besar karena janabah yang terdiri dari keluar air mani dan berhubungan intim. Dalam keadaan junub, seseorang dilarang sholat dan melakukan sejumlah ibadah lainnya. Untuk itu, penting bagi umat Islam untuk mengetahui niat mandi junub.
Larangan ini terdapat dalam Al-Qur'an dan hadis. Di antaranya, QS. An-Nisa ayat 43: ""Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mendekati sholat ketika kamu dalam keadaan mabuk, hingga kamu sadar apa yang kamu ucapkan, dan jangan (pula) ketika kamu dalam keadaan junub, kecuali sekadar berlalu saja, hingga kamu mandi."
Merujuk Buku Terjemah Kasyifatus Saja Syarah Safinatun Naja karya Syeikh Muhammad Nawawi Al-Bantani, penerjemah Muhammad Ihsan Ibnu Zuhri, disebutkan ada berbagai kondisi disebut sebagai hadas besar menilik penyebabnya. Di antaranya adalah junub, yakni keluar mani baik sengaja maupun tidak dan berhubungan intim.
Berikut ini adalah ulasan mengenai niat mandi junub dan tata caranya yang benar sesuai tuntunan sunnah.
Niat Mandi Junub
Berikut ini adalah niat mandi junub, merujuk artikel berjudul 'Cara Mandi Junub Lengkap dengan Niat dan Sunahnya' oleh Tim Layanan Syariah, Ditjen Bimas Islam di laman Kementerian Agama.
Niat Mandi Junub
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitul-ghusla lirafil ḫadatsil-akbari minal-jinâbati fardlan lillâhi ta‘ala
Artinya: Saya niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardhu karena Allah ta'ala.
Niat Mandi Wajib Umum
Menurut ulama, niat Mandi junub juga bisa dilafalkan dengan niat mandi wajib umum untuk menghilangkan hadas besar. Berikut ini bacannya.
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَر فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitul-ghusla lirafil ḫadatsil-akbari fardlan lillâhi ta‘ala
Artinya: Saya niat mandi untuk menghilangkan hadats besar, fardhu karena Allah ta'ala.
Tata Cara Mandi Junub
Merujuk Kitab Safinatun Naja karya Syekh Salim bin Samir Al-Hadhrami, berikut ini adalah rukun mandi junub:
Rukun Mandi Junub
1. Niat.
Dalam madzhab Syafi'i, niat harus dilakukan bersamaan dengan saat air pertama kali disiramkan ke tubuh.
Oleh sebab itu, niat bersamaan dengan guyuran pertama, di dalam hati atau sekaligus diucapkan 'Nawaitul-ghusla lirafil ḫadatsil-akbari minal-jinâbati fardlan lillâhi ta‘ala' (Saya niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardhu karena Allah ta'ala).
2. Mengguyur seluruh badan
Saat mandi wajib, seluruh badan bagian luar harus terguyur air, termasuk rambut dan bulu-bulunya. Untuk bagian tubuh yang berambut atau berbulu, air harus bisa mengalir sampai ke bagian kulit dan pangkal rambut/bulu sehingga tubuh tidak tertempel najis.
Sunnah Mandi Junub
Ada sejumlah kesunnahan yang bisa dilakukan saat melaksanakan mandi junub. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Imam al-Ghazali dalam kitab Bidâyatul Hidâyah:
- Membasuh tangan hingga tiga kali.
- Membersihkan segala kotoran atau najis yang masih menempel di badan.
- Berwudhu dengan sempurna
- Mengguyur kepala sampai tiga kali, bersamaan dengan itu melakukan niat menghilangkan hadats besar
- Mengguyur bagian badan sebelah kanan hingga tiga kali, kemudian dilanjutkan dengan badan sebelah kiri juga tiga kali
- Menggosok-gosok tubuh, depan maupun belakang, sebanyak tiga kali
- Menyela-nyela rambut dan jenggot (bila punya)
- Mengalirkan air ke lipatan-lipatan kulit dan pangkal rambut
- Sebaiknya hindarkan tangan dari menyentuh kemaluan, kalaupun tersentuh, sebaiknya berwudhu lagi.
Doa setelah Mandi Junub atau Wajib
Setelah menyelesaikan rangkaian mandi wajib, dianjurkan untuk membaca doa berikut:
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ وَاجْعَلْنِي مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ
Latin: "Asyhadu allaa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu. Wa asyhadu anna Muhammadan Abduhu wa rasuluhu. Allahumma-j alnii minat tawabinna waj alnii minal mutathohiirina, waj alni min ibadati shalihin"
Artinya: "Aku bersaksi tiada Tuhan melainkan Allah dan tidak ada yang menyekutukan bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah jadikanlah aku orang yang ahli tobat, dan jadikanlah aku orang yang suci dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang saleh."
Waktu Pelaksanaan Mandi Junub
Masih merujuk sumber di atas, waktu pelaksanaan mandi junub dianjurkan secepat mungkin setelah seseorang mengalami hadas besar tersebut, seperti setelah berhubungan suami istri atau keluar mani baik sengaja maupun tidak.
Namun, dengan berbagai alasan, mandi junub bisa ditunda asalkan tidak menyebabkan terganggunya ibadah. Misalnya, sampai melanggar waktu sholat fardhu.
Waktu Pelaksanaan Mandi Junub
- Waktu yang Paling Baik (Afdhal): Segera setelah hadas besar terjadi, atau sesegera mungkin setelahnya.
- Batas Waktu Mandi Junub di Bulan Ramadhan: Waktu mandi junub boleh ditunda hingga sebelum berakhirnya waktu sholat Subuh. Pendapat ini didasarkan pada hadits Nabi Muhammad SAW yang pernah berpuasa dalam keadaan junub setelah hubungan suami istri, dan baru mandi setelah masuk waktu Subuh.
- Kewajiban Sholat: Mandi wajib harus dilakukan sebelum waktu sholat wajib berakhir. Karena mandi junub adalah syarat sah shalat.
Pertanyaan Seputar Niat Mandi Junub
1. Apa niat mandi junub?
Niat mandi junub adalah untuk menghilangkan hadas besar, yang bisa dilafalkan dalam bahasa Arab sebagai "nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari minal janabati fardhan lillahi ta'ala". Artinya adalah "Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari janabah, fardu karena Allah Ta'ala". Niat ini diucapkan saat air mulai mengenai tubuh.
2. Apa niat mandi wajib sesudah berhubungan?
Niat Mandi Wajib setelah Berhubungan Badan
Arab latin: Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari fardhol lillaahi ta'aala. Artinya: "Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar fardhu karena Allah."
3. 7 Langkah mandi wajib perempuan?
Tujuh langkah mandi wajib wanita adalah 1. Membasuh tangan, 2. Membersihkan kemaluan, 3. Berwudhu, 4. Mengguyur kepala dengan niat, 5. Mengguyur sisi kanan tubuh, 6. Mengguyur sisi kiri tubuh, dan 7. Memastikan seluruh tubuh terbasuh sempurna. Setiap langkah, terutama mengguyur air, dilakukan hingga tiga kali sambil memastikan air mencapai seluruh bagian tubuh, termasuk lipatan kulit dan akar rambut.
8. Mandi junub dengan niat saja apakah sah?
Tidak sah mandi wajib hanya dengan niat saja, karena niat adalah rukun utama yang harus disertai dengan mengguyurkan air ke seluruh tubuh. Niat dilakukan dalam hati untuk menghilangkan hadas besar, dan harus diikuti dengan memastikan seluruh tubuh, termasuk pangkal rambut, terkena air tanpa terhalang.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515498/original/093226700_1772178025-010411500_1540352808-pf-ake3273-num.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515616/original/022919100_1772182056-Terminal_Jatijajar_Depok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4769102/original/014075000_1710171937-20240311-Taraweh_Pertama_di_Istiqlal-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505405/original/077638700_1771386569-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505591/original/004405000_1771391548-baju_kurung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515025/original/077930200_1772148384-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1606355/original/da4eee4c0f11eaa06447a469562bbdd4ommons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5169865/original/011956600_1742551032-Depositphotos_650337252_S.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501800/original/006278100_1770956928-unnamed__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514935/original/093643200_1772126473-WhatsApp_Image_2026-02-24_at_16.46.14.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514742/original/096572900_1772104605-ShopeePay_Gebyar_Ramadan_2026_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514291/original/081789300_1772086565-073849700_1414158415-x6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4377848/original/055270800_1680189080-pexels-thirdman-7956574.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514838/original/031002600_1772111058-san1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/697821/original/26062014-jelang-puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2220482/original/035724700_1526813013-The_Blue_Mosque_at_night.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379059/original/056919200_1760334225-sholawat_asyghil.jpg)













:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1554094/original/040157900_1491121330-stairs-735995_1920.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348709/original/090969100_1757859256-bioskop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)









