Liputan6.com, Jakarta - Niat mandi sholat Ied menjadi langkah awal yang sangat penting bagi setiap Muslim yang hendak menyambut hari kemenangan dengan kondisi suci dan prima. Berdasarkan tuntunan dalam Kitab Al-Fiqh al-Manhaji 'ala Madzhab al-Imam asy-Syafi'i, mandi sunah ini merupakan bagian dari syiar Islam untuk menghormati momen berkumpulnya umat di tanah lapang atau masjid. Kesempurnaan ibadah salat Idul Fitri maupun Idul Adha sangat berkaitan erat dengan kebersihan lahiriah yang dimulai sejak fajar menyingsing di hari raya tersebut.
Mengamalkan mandi sunah ini tidak hanya sekadar membersihkan badan dari kotoran fisik, tetapi juga sebagai bentuk ketaatan terhadap anjuran Rasulullah SAW. Pelaksanaan mandi yang benar sesuai tuntunan para ulama akan memberikan ketenangan batin serta kesiapan mental dalam melaksanakan rangkaian ibadah salat Id secara berjamaah. Dengan memahami serta menghafalkan teks niat mandi sholat Ied secara benar, setiap individu dapat memastikan aktivitas mandinya bernilai pahala di sisi Allah SWT.
Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya, Minggu (15/3/2026).
Bacaan Niat Mandi Sunah Hari Raya
Persiapan menyambut Idul Fitri atau Idul Adha selalu diawali dengan pembersihan diri secara menyeluruh agar ibadah terasa lebih khusyuk. Niat merupakan pembeda antara aktivitas mandi biasa untuk kesegaran dengan mandi yang bernilai ibadah sunah dalam syariat. Berikut adalah bacaan niat yang umum digunakan oleh masyarakat berdasarkan rujukan kitab-kitab fikih klasik:
Teks Arab:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِعِيْدِ الْفِطْرِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Teks Latin:
Nawaitul ghusla li'idil fithri sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya:
"Aku niat mandi untuk merayakan Idul Fitri sebagai sunah karena Allah Ta'ala."
Jika niat tersebut ditujukan untuk Idul Adha, maka kata al-fithri cukup diganti dengan al-adha. Menurut penjelasan dalam buku Fikih Ibadah terbitan Kementerian Agama RI, niat ini sebaiknya dilafalkan dalam hati berbarengan dengan saat air pertama kali menyentuh bagian tubuh sebagai rukun mandi.
Tata Cara Mandi Sholat Ied yang Benar
Melaksanakan mandi sunah hari raya memiliki urutan tertentu agar seluruh bagian tubuh tersuci secara sempurna sesuai kaidah fikih. Tata cara ini diambil dari kebiasaan para sahabat Nabi yang sangat menjaga kebersihan sebelum menghadiri perkumpulan besar umat Islam. Berikut adalah urutan langkah yang perlu diikuti untuk mencapai keabsahan mandi sunah tersebut:
1. Membaca Niat di Dalam Hati
Langkah pertama adalah memantapkan niat di dalam hati bersamaan dengan basuhan air pertama ke area tubuh. Niat mandi sholat Ied ini berfungsi sebagai penentu bahwa aktivitas tersebut dilakukan demi menjalankan kesunahan hari raya.
2. Mencuci Kedua Telapak Tangan
Bersihkan kedua telapak tangan sebanyak tiga kali sebelum memasukkannya ke dalam bak air atau menyentuh peralatan mandi lainnya. Hal ini bertujuan untuk memastikan tangan dalam kondisi bersih saat akan menyentuh bagian tubuh yang sensitif.
3. Membersihkan Bagian Kemaluan
Gunakan tangan kiri untuk membersihkan area kemaluan dan kotoran yang menempel di sekitarnya hingga benar-benar bersih. Tindakan ini merupakan bagian dari upaya menghilangkan najis yang mungkin masih tersisa sebelum mengguyur seluruh tubuh.
4. Melakukan Wudu Sempurna
Lakukan gerakan wudu sebagaimana saat hendak melaksanakan salat, mulai dari mencuci muka hingga membasuh kaki. Wudu di tengah proses mandi ini berfungsi sebagai pelengkap kesucian sebelum air diguyurkan ke seluruh badan.
5. Menyiram Air ke Kepala
Guyur kepala dengan air sebanyak tiga kali sambil memastikan air masuk hingga ke pangkal rambut dan kulit kepala. Pastikan seluruh sela-sela rambut basah sempurna tanpa ada bagian yang terlewat agar mandi dianggap sah.
6. Mendahulukan Anggota Tubuh Bagian Kanan
Siramkan air ke seluruh anggota tubuh bagian kanan, mulai dari pundak hingga ke ujung kaki. Prinsip mendahulukan bagian kanan merupakan sunah Rasulullah SAW yang sangat dianjurkan dalam setiap aktivitas bersuci.
7. Membasuh Anggota Tubuh Bagian Kiri
Lanjutkan dengan menyiram air ke seluruh anggota tubuh bagian kiri dengan cara yang sama seperti pada bagian kanan. Pastikan seluruh lipatan tubuh seperti ketiak dan pusar ikut terbasuh oleh air secara merata.
Keutamaan Mandi Sunah di Hari Raya
Mandi sebelum berangkat ke tempat salat Id bukan hanya rutinitas biasa, melainkan memiliki dimensi keutamaan yang sangat besar dalam Islam. Hal ini merujuk pada praktik para sahabat terkemuka seperti Ibnu Umar yang tidak pernah meninggalkan mandi sebelum berangkat salat Id. Berikut beberapa keutamaan yang didapatkan dari pelaksanaan mandi sunah tersebut:
1. Meneladani Sunah Rasulullah dan Sahabat
Mandi di hari raya merupakan bentuk mengikuti jejak para salafus saleh yang sangat memuliakan hari raya dengan kebersihan. Mengikuti keteladanan ini akan mendatangkan kecintaan Allah sebagaimana disebut dalam kitab Fathul Mu'in.
2. Mendapatkan Kesempurnaan Pahala Ibadah
Seseorang yang berangkat salat Id dalam keadaan suci dan wangi akan mendapatkan pahala yang lebih sempurna dibandingkan yang tidak mandi. Kebersihan fisik merupakan syarat keindahan yang sangat dicintai oleh Allah SWT dalam setiap perkumpulan ibadah.
3. Meningkatkan Rasa Percaya Diri dalam Berjamaah
Kondisi tubuh yang bersih dan segar akan menghindarkan aroma yang tidak sedap bagi jamaah lain di sekitarnya. Hal ini sangat penting untuk menjaga kenyamanan bersama saat berada di saf salat yang rapat.
4. Simbol Kebersihan Hati di Hari Kemenangan
Mandi secara lahiriah disimbolkan sebagai upaya untuk membersihkan sisa-sisa dosa dan kesalahan selama bulan sebelumnya. Kesucian fisik diharapkan menjadi cerminan dari kesucian batin setelah melalui proses ibadah puasa atau kurban.
5. Memperoleh Keberkahan di Hari Raya
Hari raya adalah hari yang penuh berkah, dan mengawalinya dengan bersuci adalah cara terbaik menjemput keberkahan tersebut. Kebersihan tubuh yang terjaga membantu seseorang untuk lebih bersemangat dalam mengumandangkan takbir dan zikir.
Waktu Terbaik Pelaksanaan Mandi Sunah
Waktu pelaksanaan mandi sunah ini dimulai sejak tengah malam pada malam Idul Fitri atau Idul Adha. Namun, waktu yang paling utama (afdal) adalah dilakukan setelah terbit fajar atau sesaat sebelum berangkat menuju masjid/lapangan. Hal ini tercantum dalam Kitab Al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab karya Imam Nawawi, yang menyebutkan bahwa kedekatan waktu mandi dengan waktu berangkat salat akan menjaga kesegaran tubuh lebih lama. Melaksanakan mandi di waktu yang tepat dan didasari dengan niat mandi sholat Ied akan mengoptimalkan kualitas ibadah seseorang.
FAQ (Frequently Asked Questions)
Apakah mandi sholat Ied hukumnya wajib?
Hukumnya adalah sunah muakkad (sangat dianjurkan), sehingga tidak berdosa jika ditinggalkan namun kehilangan pahala besar.
Bolehkah mandi sholat Ied dilakukan sebelum subuh?
Boleh, waktu mulainya sudah masuk sejak tengah malam, meski paling utama dilakukan setelah fajar.
Bagaimana jika lupa membaca niat saat mandi?
Jika tidak ada niat sama sekali, maka mandinya hanya menjadi mandi biasa dan tidak mendapatkan pahala sunah hari raya.
Apakah setelah mandi ini harus wudu lagi untuk salat?
Jika saat mandi sudah berwudu dan tidak melakukan hal yang membatalkan (seperti menyentuh kemaluan), maka tidak perlu wudu lagi.
Bolehkah menggunakan sabun dan sampo saat mandi sunah ini?
Sangat diperbolehkan dan justru dianjurkan agar tubuh benar-benar bersih dan harum.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476427/original/007188300_1768749384-WhatsApp_Image_2026-01-18_at_22.12.04.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534003/original/000782500_1773803600-WhatsApp_Image_2026-03-18_at_10.00.12.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533897/original/011316600_1773794593-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528228/original/088334900_1773264319-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5487449/original/000679200_1769665521-Pohon_asam_Jawa_di_depan_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531526/original/098176600_1773619110-unnamed__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533911/original/014121800_1773796232-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526377/original/052775600_1773118866-unnamed_-_2026-03-10T115904.629.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2834495/original/085523200_1561118975-Meisya_Siregar__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4617868/original/072798700_1697788718-_fpdl.in__shower-head-with-hot-water_23-2149088614_normal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521378/original/058769000_1772688582-074926600_1680593144-top-view-hand-holding-silver-coins.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4480252/original/019024100_1687663619-bacaan-sholat-idul-adha-lengkap-dengan-urutannya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4691249/original/031975500_1702964570-Antusias_pelaku_UMKM_memanfaat_platform_tiktok_shop-ARBAS_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3448149/original/014754400_1620170420-AP21124444657697.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5068793/original/058797700_1735279743-Teuku_Wisnu_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528370/original/059788900_1773282080-Ilustrasi_Cokelat_Valentine__Photo_by_valeria_aksakova_on_Freepik___4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4373091/original/033031400_1679908390-top-view-islamic-new-year-with-quran-book.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517007/original/005810100_1772375913-Gemini_Generated_Image_d9ed13d9ed13d9ed.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3124329/original/061392200_1589171569-383585-PBYIZ7-451.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529017/original/068243500_1773303581-009713000_1736851480-15113950775a160f05254e2.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381466/original/043629600_1613720800-photo-1512632578888-169bbbc64f33.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)


