Liputan6.com, Jakarta - Puasa Syawal menjadi amalan yang dilakukan setelah Hari Raya Idulfitri, sementara puasa Senin dan Kamis sudah dikenal sebagai amalan rutin yang dijalankan pada hari tertentu dalam sepekan. Banyak umat Islam ingin menjalankan keduanya tanpa harus menambah jumlah hari puasa secara terpisah. Kondisi ini lantas memunculkan pertanyaan tentang cara menggabungkan niat dan pelaksanaannya dalam satu waktu.
Dalam praktiknya, penggabungan puasa bukan hal yang baru dibahas dalam kajian fikih. Umat Islam mencari cara agar ibadah tetap berjalan tanpa menambah beban waktu, terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas harian yang padat. Meski begitu, dibutuhkan pemahaman yang tepat tentang niat dan tata caranya agar ibadah yang dilakukan tetap sah dan bernilai pahala.
Jika saat ini Anda sedang ingin mengupayan dua puasa sunnah tersebut dalam satu hari pelaksanaan, kiranya ulasan Liputan6 berikut bisa membantu Anda. Simak informasi selengkapnya berikut.
Apakah Boleh Menggabung Puasa Syawal dengan Puasa Senin Kamis?
Menggabungkan puasa Syawal dengan puasa Senin Kamis boleh dilakukan dalam satu hari dengan satu niat yang mencakup keduanya, sehingga seseorang tidak perlu memisahkan pelaksanaannya dalam hari yang berbeda. Hal ini sering dilakukan oleh umat Islam yang ingin tetap menjalankan amalan rutin tanpa menambah jumlah hari puasa setelah Idulfitri.
Dalam praktiknya, seseorang cukup berpuasa pada hari Senin atau Kamis di bulan Syawal sambil menghadirkan niat untuk dua tujuan sekaligus, yaitu puasa Syawal dan puasa sunnah mingguan. Cara ini memudahkan pelaksanaan ibadah tanpa mengubah jadwal harian secara signifikan, sehingga tetap bisa dijalankan secara konsisten.
Ini juga sesuai dengan yang disampaikan oleh Ulama, sekaligus Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah Al Bahjah Cirebon, Buya Yahya. Di kanal Youtube resminya, Buya Yahya, disampaikan bahwa puasa dengan kategori sesama sunnah boleh digabung. Yang tidak boleh adalah, wajib dengan sunnah.
"Misalnya Anda mengqadha Puasa Ramadan Anda di hari Kamis, lalu Anda niat menggabungkan antara qadha Anda dengan puasa Kamis Anda, maka itu tidak sah penggabungan niat fardhu dengan niat sunnah. Tetapi jika itu antara sunnah dengan sunnah, maka boleh untuk digabungkan, " kata ulama kelahiran Blitar, Jawa Timur itu di tayangan berjudul "Bolehkah Niat Puasa Sunnah dan Wajib Digabungkan?", dikutip Liputan6.
Dalil Tentang Puasa Syawal yang Digabung dengan Puasa Senin Kamis
Adapun, Puasa Syawal memiliki dasar dari hadis yang menjelaskan keutamaannya setelah Ramadan, sehingga menjadi amalan yang dianjurkan untuk dilaksanakan selama enam hari di bulan Syawal. Dalam Hadist Riwayat Muslim No 1164 dirujuk dari laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), disebutkan:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
Man shāma Ramaḍāna tsumma atba‘ahu sittan min Syawwāl kāna kaṣiyāmid dahr
"Barang siapa berpuasa Ramadan lalu mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun."
Selain itu, puasa Senin Kamis juga memiliki dasar dari hadis yang menjelaskan bahwa amal manusia dilaporkan pada dua hari tersebut. Hal ini menunjukkan adanya waktu tertentu yang memiliki nilai dalam pelaksanaan ibadah.
Penggabungan puasa tidak bertentangan dengan tujuan ibadah selama niatnya jelas dan pelaksanaannya sesuai aturan. Oleh karena itu, banyak ulama membolehkan menggabungkan dua puasa sunnah dalam satu hari karena tidak ada larangan yang membatasi hal tersebut.
Niat Puasa Syawal yang Digabung dengan Puasa Senin Kamis
Niat menjadi bagian penting dalam ibadah puasa karena menentukan tujuan dari amalan yang dilakukan. Dalam penggabungan puasa Syawal dan puasa Kamis, niat dapat dilakukan dalam satu kalimat yang mencakup kedua tujuan tersebut sejak malam hari atau sebelum fajar.
نَوَيْتُ صَوْمَ شَوَّالٍ وَصَوْمَ يَوْمِ الْخَمِيسِ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma Syawwālin wa shauma yaumil khamīsi lillāhi ta‘ālā
"Saya niat puasa Syawal dan puasa hari Kamis karena Allah Ta’ala."
Dengan niat tersebut, seseorang telah menggabungkan dua amalan dalam satu waktu tanpa perlu memisahkan pelaksanaannya. Niat cukup dihadirkan dalam hati, sementara lafal hanya membantu memperjelas tujuan bagi yang membutuhkannya.
Pelaksanaan puasa tetap berjalan seperti biasa tanpa perubahan pada waktu makan sahur maupun berbuka. Hal ini menunjukkan bahwa penggabungan niat tidak mengubah tata cara dasar puasa yang sudah dikenal.
Keutamaan Puasa Syawal yang Perlu Diketahui
Puasa Syawal memiliki nilai karena dilakukan setelah Ramadan, sehingga menjadi bagian lanjutan dari ibadah yang telah dijalankan selama satu bulan penuh. Dengan menjalankan puasa ini, seseorang melanjutkan kebiasaan menahan diri yang sudah dibangun sebelumnya.
Selain itu, puasa Syawal juga menjadi bentuk konsistensi dalam ibadah setelah Idulfitri. Banyak orang kembali pada rutinitas harian, sehingga puasa ini menjadi cara untuk tetap menjaga hubungan dengan ibadah di luar Ramadan.
Penggabungan dengan puasa Senin Kamis juga membantu menjaga rutinitas mingguan tanpa menambah beban waktu. Dengan cara ini, seseorang tetap dapat menjalankan dua amalan dalam satu hari dengan niat yang jelas.
Tata Cara Melaksanakan Puasa Syawal dan Kamis agar Bisa Dilakukan Bersamaan
Pelaksanaan puasa gabungan dimulai dengan memahami bahwa kedua amalan dapat dilakukan dalam satu hari tanpa memisahkan waktu. Seseorang cukup memilih hari Senin atau Kamis di bulan Syawal sebagai waktu pelaksanaan.
Langkah berikutnya adalah memastikan niat sudah mencakup dua tujuan sejak malam hari atau sebelum fajar. Niat tidak perlu diucapkan secara panjang, cukup dihadirkan dalam hati dengan tujuan menjalankan puasa Syawal dan puasa Kamis.
Setelah itu, pelaksanaan puasa dilakukan seperti biasa tanpa perbedaan dari puasa lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa penggabungan niat tidak mengubah aturan dasar dalam ibadah puasa.
Tata cara pelaksanaan:
- Menentukan hari Senin atau Kamis di bulan Syawal
- Menghadirkan niat untuk puasa Syawal dan puasa Kamis sebelum fajar
- Melakukan sahur seperti biasa
- Menahan diri dari hal yang membatalkan puasa hingga magrib
- Berbuka pada waktunya tanpa perbedaan tata cara
Dengan langkah ini, seseorang dapat menjalankan dua amalan dalam satu waktu tanpa menambah jumlah hari puasa.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Apakah niat puasa Syawal harus diucapkan?
Tidak harus diucapkan, karena niat cukup dihadirkan dalam hati sebelum memulai puasa.
2. Berapa hari puasa Syawal dilakukan?
Puasa Syawal dilakukan selama enam hari di bulan Syawal.
3. Apakah puasa Syawal boleh tidak berurutan?
Boleh tidak berurutan selama masih dalam bulan Syawal.
4. Apakah puasa Senin Kamis wajib?
Tidak wajib, puasa ini termasuk amalan sunnah.
5. Kapan waktu niat puasa sunnah dilakukan?
Niat dapat dilakukan sejak malam hari atau sebelum fajar.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1612134/original/044088500_1496388393-20170602-Salat-Jumat-Pertama-Bulan-Ramadan-di--Istiqlal-Gempur-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381462/original/019627800_1613720800-wooden-spoon-fork-as-clock-hands-white-plate_49149-1007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531526/original/098176600_1773619110-unnamed__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4314861/original/012980000_1675661791-rade-nugroho-rlj3VznKap0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2815496/original/065112000_1558772546-iStock-1137948841.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512253/original/006335800_1771934492-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2798272/original/079059200_1557206746-20190507-Mengisi-Waktu-Berpuasa-dengan-Tadarus-ARBAS-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534795/original/014528000_1773892938-khutbah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4373091/original/033031400_1679908390-top-view-islamic-new-year-with-quran-book.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4030425/original/064674000_1653273891-raka-dwi-wicaksana-Jbk_Tce8Z1U-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4054720/original/000780500_1655361908-muhammad-adil-6JaO2SVfMq0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534796/original/005967200_1773893358-unnamed__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5549337/original/029961700_1775615923-072121600_1775615170-unnamed__29_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5549300/original/072121600_1775615170-unnamed__29_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5548242/original/082432300_1775532139-WhatsApp_Image_2026-04-07_at_10.11.58.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3069493/original/086042400_1583427507-INFUS-ridlo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3187033/original/003171100_1595400533-makkah-kaaba-hajj-muslims_21730-6508.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531527/original/052463700_1773619111-unnamed__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3343121/original/038184100_1610024393-asian-young-woman-praying-with-al-qur-prayer-beads_8595-1178.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448205/original/085550400_1766022443-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-18T084617.730.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381466/original/043629600_1613720800-photo-1512632578888-169bbbc64f33.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5154231/original/041919200_1741337635-20250307-Tadarus-ANG_2.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450038/original/011940800_1766126206-Gemini_Generated_Image_n0zy6on0zy6on0zy.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360668/original/038739700_1611729329-abdullah-faraz-fj-p_oVIhYE-unsplash.jpg)