Pertamina Laporkan Distribusi BBM di Sumbar Kembali Stabil

1 day ago 11

PT PERTAMINA Patra Niaga Regional Sumatera bagian utara (Sumbagut) memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Sumatera Barat kembali stabil setelah kondisi jalur distribusi di sejumlah ruas utama mulai membaik. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani, mengatakan lancarnya distribusi BBM itu sejalan dengan selesainya perbaikan sejumlah ruas jalan strategis.

“Seiring membaiknya kondisi jalur distribusi di sejumlah titik, proses penyaluran BBM juga semakin lancar. Pertamina tetap mengoperasikan seluruh sarana distribusi secara maksimal agar pasokan di seluruh wilayah Sumatera Barat tetap terjaga," ujar Fahrougi dalam keterangan tertulis, Ahad, 19 Juli 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Sebelumnya, kata Fahrougi, distribusi bahan bakar minyak sempat terkendala akibat perbaikan jalan, penyempitan ruas, serta material longsor di sejumlah titik. Perbaikan jalan itu berlangsung di jalur menuju Bungus, Sitinjau Lauik, dan Lembah Anai yang menjadi jalur utama distribusi BBM di Sumatera Barat. “Hambatan tersebut membuat waktu tempuh mobil tangki menjadi lebih lama dibandingkan kondisi normal,” ucapnya.

Selain itu, Fahrougi mengatakan, untuk mempercepat pemulihan distribusi, Pertamina mengerahkan 25 unit mobil tangki tambahan melalui skema spot charter. Integrated Terminal Teluk Kabung juga dioperasikan selama 24 jam untuk mendukung proses penerimaan, penyimpanan, dan penyaluran BBM.

Sebelumnya, kelangkaan BBM merebak di sebagian besar daerah Pulau Sumatera, termasuk Sumatera Barat. Berdasarkan laporan dari Organisasi Angkutan Darat (Organda), kondisi itu berlangsung secara luas sejak pekan pertama Juli 2026. 

Organda menyatakan laporan antrean kendaraan hampir setiap hari diterima dari berbagai daerah. "Bahkan hampir setiap jam ada video yang masuk ke grup percakapan kami terkait antrean solar," kata Sekretaris Organda Kurnia Lesani Adnan.

Adnan mengirimkan puluhan video yang memperlihatkan antrean bus dan truk di sejumlah kota, seperti Padang, Bukittinggi, Jambi, Medan, Palembang, hingga Lampung. Menurut dia, persoalan tersebut tidak hanya terjadi di Sumatera. Sejumlah wilayah di Kalimantan dan Sulawesi juga dilaporkan mengalami kelangkaan solar bersubsidi.

"Kelangkaan solar ini sebenarnya sudah berlangsung lama dan selalu berulang. Namun, kondisinya semakin parah dalam sebulan terakhir," ujarnya.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |