Prabowo Teken Perpres Pendirian KJRI Chengdu di Cina

2 hours ago 2

PRESIDEN Prabowo Subianto membuka Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kota Chengdu, Cina. Pendirian perwakilan diplomatik RI di ibu kota Provinsi Sichuan tersebut dilakukan melalui Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Prabowo meneken Perpres KJRI Chengdu pada 2 Maret 2026. “Negara Republik Indonesia membuka Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Chengdu, Republik Rakyat Tiongkok,” demikian bunyi Pasal 1 Perpres Nomor 10 Tahun 2026.

Tujuannya untuk meningkatkan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Cina. “Terutama di Kota Chengdu, khususnya di bidang kerja sama ekonomi dan pelindungan WNI,” seperti tertulis dalam bagian pertimbangan.

Saat ini, Indonesia sudah memiliki tiga perwakilan di Cina selain Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing yaitu KJRI Guangzhou, KJRI Shanghai, dan KJRI Hong Kong. Kantor konsuler di Chengdu akan menjadi KJRI keempat di Negeri Tirai Bambu.

KJRI di Chengdu adalah perwakilan konsuler yang berada di bawah Kepala Perwakilan Diplomatik atau Duta Besar Republik Indonesia untuk Cina di Beijing. KJRI Chengdu akan mengurusi wilayah Provinsi Sichuan, Kota Chongqing, Provinsi Yunan, Provinsi Shaanxi, dan Provinsi Gansu.

Penetapan kebutuhan jumlah dan jenis jabatan pada KJRI di Chengdu akan diatur melalui Peraturan Menteri Luar Negeri. Sementera pendanaan yang diperlukan untuk KJRI tersebut akan bersumber dari anggaran Kementerian Luar Negeri yang ada dalam anggaran pendapatan dan belanja negara.

Sementara ketentuan lebih lanjut mengenai susunan organisasi dan tata kerja serta tugas, fungsi, jenjang jabatan pada KJRI di Chengdu akan diatur dengan Peraturan Menteri Luar Negeri. Permenlu tersebut sebelumnya harus mendapat persetujuan dari menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang aparatur negara.

Rencana pembukaan KJRI di Chengdu telah dijajaki pemerintah Indonesia sejak era mantan presiden Joko Widodo. Menteri Luar Negeri era Jokowi, Retno Marsudi, pernah membicarakan wacana tersebut pada 23 Agustus 2024 setelah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi dalam pertemuan Komisi Bersama Kerja Sama Bilateral ke-5 di Wisma Negara Diaoyutai, Beijing.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |