Liputan6.com, Jakarta - Selama bulan Ramadan, puasa memiliki dampak terhadap seberapa sering seseorang berkemih pada siang hari. Tessa Oktaramdani, seorang dokter spesialis penyakit dalam yang juga konsultan ginjal hipertensi, menjelaskan bahwa penurunan asupan cairan akan berpengaruh pada frekuensi buang air kecil (BAK) yang dialami seseorang.
"Ginjal itu pintar, ketika jumlah cairan di dalam tubuh berkurang, maka dia akan mengurangi frekuensinya," ungkap Tessa dalam sebuah pertemuan media yang diadakan di RS EMC Sentul, Bogor, Jawa Barat, pada hari Jumat, 13 Maret 2026, kepada Health Liputan6.com.
Namun, berapa kali seseorang seharusnya berkemih pada siang hari selama menjalani puasa untuk menunjukkan bahwa ginjalnya berfungsi dengan baik dan dalam keadaan normal?
"Berapa kali? Itu bisa berbeda-beda sih, tergantung dari besar ukuran tubuhnya, (jumlah) minumnya dia waktu sahur. Kemudian aktivitasnya, kalau berkeringat banyak, otomatis ginjalnya juga akan me-reserve (mencadangkan) air," jelasnya lebih lanjut.
"Tapi umumnya sih pasien itu dalam sekitar empat, lima jam itu biasanya akan berkemih. Kalau di luar itu, mungkin dia ada dehidrasi berat dan kita harus cek dari warna urinenya," tambah Tessa dengan penjelasan yang lebih rinci.
Jika seseorang tidak buang air kecil dari pagi hingga sore dan saat berkemih, warna urinenya terlihat kuning pekat, maka ini adalah tanda yang perlu diwaspadai sebagai indikasi dehidrasi. Kondisi ini bisa disebabkan oleh kurangnya asupan cairan atau aktivitas fisik yang berlebihan selama berpuasa.
Reporter/Laporan: Ade Nasihudin Al Ansori
Urine Mengeluarkan Bau Setelah Mengonsumsi Jengkol.
Tessa memberikan tanggapan terhadap anggapan yang beredar bahwa bau urine setelah mengonsumsi jengkol menunjukkan bahwa ginjal berfungsi dengan baik. Ia menjelaskan bahwa bau tersebut sebenarnya berasal dari senyawa yang terkandung dalam jengkol. "Ada molekul atau senyawa dalam jengkol itu semacam acid, semacam asam gitu yang kadang-kadang kita bilangnya jengkolat acid, itu dia bisa terakumulasi di dalam ginjal. Nah kalau dia bisa mengeluarkan itu, memang jadinya buang air kecilnya berbau," ungkap Tessa. Ia juga menambahkan bahwa pemikiran masyarakat mengenai hubungan antara bau urine jengkol dan kesehatan ginjal berakar dari kemampuan tubuh untuk mengeluarkan tumpukan jengkolat acid.
“Jadinya orang berpikir secara sederhana begini, kalau ginjalnya bagus, maka kalau dia makan jengkol bisa ngeluarin baunya, negluarin si acid tadi dan tidak akan menumpuk di dalam. Jadi memang yang jadi dasar pemikiran orang seperti itu,” tambahnya. Meskipun demikian, Tessa tidak merekomendasikan untuk mengonsumsi jengkol dalam jumlah yang berlebihan karena dapat berisiko menyebabkan gagal ginjal akut. "Kalau makan jengkolnya terlalu banyak, orang yang awalnya ginjalnya normal juga bisa terjadi gangguan akut. Jadi ada beberapa pasien dan memang terjadi gagal ginjal akut karena makanan yang terlalu banyak," jelasnya.
Ia menekankan pentingnya batasan dalam konsumsi jengkol, "Makanya ada takarannya, kalau konsumsi terlalu banyak, over, ginjal itu bisa overload kerjanya sehingga terjadi gangguan walaupun gangguannya akut dan bisa kembali lagi (pulih). Makanya tetap harus hati-hati dalam konsumsi tuh jangan berlebihan, apapun itu (tidak hanya jengkol)," ujarnya. Dengan demikian, Tessa mengingatkan agar masyarakat lebih bijak dalam mengonsumsi jengkol untuk menjaga kesehatan ginjal dan menghindari potensi masalah kesehatan yang lebih serius.
Informasi tentang Ginjal
Tessa sebelumnya mengungkapkan bahwa ginjal merupakan organ vital yang memiliki peran utama dalam menyaring limbah serta racun dari aliran darah. Selain itu, ginjal juga berfungsi dalam mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh, mengontrol tekanan darah, dan memproduksi hormon yang sangat penting bagi kesehatan. Sayangnya, banyak orang di seluruh dunia yang menderita penyakit ginjal, dan ironisnya, banyak di antara mereka yang tidak menyadari kondisi tersebut. Padahal, penyakit ginjal sebenarnya bisa dicegah dan dideteksi sejak dini.
Ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami penyakit ginjal, antara lain: adanya diabetes dan hipertensi, riwayat keluarga yang memiliki penyakit ginjal, usia di atas 60 tahun, serta paparan terhadap panas berlebih dan polusi udara. Selain itu, pencemaran air, perubahan iklim, serta kurangnya akses terhadap air bersih juga menjadi faktor risiko yang perlu diperhatikan. Tessa menekankan bahwa terdapat delapan pedoman yang dapat diikuti untuk menjaga kesehatan ginjal, yaitu: tetap aktif dan bugar, mengontrol kadar gula darah, serta memantau tekanan darah secara teratur. Selanjutnya, penting juga untuk mengonsumsi makanan sehat dan menjaga berat badan, minum air yang cukup, berhenti merokok, menghindari penggunaan obat tanpa resep dokter, dan melakukan pemeriksaan fungsi ginjal secara rutin.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517007/original/005810100_1772375913-Gemini_Generated_Image_d9ed13d9ed13d9ed.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3124329/original/061392200_1589171569-383585-PBYIZ7-451.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529017/original/068243500_1773303581-009713000_1736851480-15113950775a160f05254e2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532692/original/081390000_1773667794-IMG-20260315-WA0020-scaled-800x533.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533330/original/048691000_1773732465-unnamed__13_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503768/original/028075100_1771211648-jam_weker__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530039/original/091045200_1773390124-unnamed__82_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531528/original/007916600_1773619112-unnamed__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4791022/original/069901600_1711975621-24438246_6949552.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531526/original/098176600_1773619110-unnamed__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4793461/original/008972800_1712150830-Ilustrasi_Idulfitri__Idul_Fitri__Lebaran.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3430346/original/057356100_1618535827-coffee-cup-with-different-dried-fruits-nuts.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532810/original/009796500_1773700730-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532801/original/050637200_1773700007-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532774/original/080349200_1773682287-ITSEC.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4382809/original/074926600_1680593144-top-view-hand-holding-silver-coins.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532795/original/069260500_1773695283-nina_zatulini.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3983388/original/074926000_1648974831-000_327H9HJ.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381466/original/043629600_1613720800-photo-1512632578888-169bbbc64f33.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)



