Sekarang Berapa Syawal? Simak Jadwal Lengkap Kalender Hijriah 1447 H

16 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Umat Islam di seluruh dunia senantiasa berpegang pada kalender Hijriah untuk menentukan waktu-waktu penting dalam ibadah, termasuk bulan Syawal yang penuh berkah. Pertanyaan mengenai 'sekarang berapa Syawal' menjadi sangat relevan, terutama bagi mereka yang ingin menjalankan amalan sunah seperti puasa Syawal.

Kalender Hijriah, yang perhitungannya didasarkan pada peredaran bulan, seringkali memiliki perbedaan dengan kalender Masehi yang digunakan secara umum. Oleh karena itu, pemahaman yang akurat mengenai penanggalan Hijriah sangat dibutuhkan untuk memastikan setiap ibadah dilaksanakan pada waktu yang tepat sesuai syariat.

Artikel ini akan membahas mengenai posisi tanggal Syawal saat ini, perbedaan penetapan awal bulan, hingga jadwal lengkap kalender Hijriah 1447 H. Informasi ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi Anda dalam merencanakan aktivitas keagamaan sepanjang bulan Syawal.

Tanggal Syawal Hari Ini dan Perbedaannya

Pada hari Senin, 6 April 2026, kalender Hijriah menunjukkan tanggal yang berbeda tergantung pada rujukan yang digunakan. Berdasarkan konversi kalender Hijriah 2026 yang disusun oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI, hari ini bertepatan dengan 17 Syawal 1447 H.

Informasi ini senada dengan laporan dari Liputan6.com yang juga menyebutkan 6 April 2026 sebagai 17 Syawal 1447 H. Namun, perlu diketahui bahwa terdapat sumber lain seperti Kalender Islam Global Alhabib yang mencatat 6 April 2026 sebagai 18 Syawal 1447 H.

Perbedaan penetapan ini merupakan hal yang wajar dalam penanggalan Hijriah, mengingat adanya variasi metode perhitungan dan pengamatan hilal di berbagai wilayah atau lembaga. Meskipun demikian, Kemenag RI menjadi rujukan utama bagi umat Islam di Indonesia.

Penetapan Awal Syawal 1447 H oleh Pemerintah dan Arab Saudi

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Agama, telah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Penetapan ini merupakan hasil dari sidang isbat yang dipimpin oleh Menteri Agama, dengan mempertimbangkan data hisab dan hasil rukyatul hilal (pengamatan bulan secara langsung) di berbagai titik di Indonesia.

Kriteria yang digunakan pemerintah Indonesia mengacu pada standar MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) yang mensyaratkan hilal berada pada ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Berbeda dengan Indonesia, Kerajaan Arab Saudi menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh satu hari lebih awal, yakni pada Jumat, 20 Maret 2026.

Perbedaan penetapan awal bulan Syawal antara pemerintah Indonesia dan Arab Saudi, serta beberapa organisasi Islam lainnya seperti Muhammadiyah, bukan hal baru dan sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Muhammadiyah, misalnya, menggunakan metode hisab murni atau perhitungan astronomi tanpa menunggu rukyat, serta menerapkan konsep Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Akhir Bulan Syawal dan Awal Dzulqa'dah 1447 H

Bulan Syawal 1447 H diperkirakan akan berlangsung selama 29 hari. Dengan demikian, bulan Syawal 1447 H akan berakhir pada Sabtu, 18 April 2026.

Setelah berakhirnya bulan Syawal, umat Islam akan memasuki bulan Dzulqa'dah, yang merupakan salah satu dari empat bulan yang dimuliakan dalam Islam. Awal bulan Dzulqa'dah 1447 H akan jatuh pada pertengahan April 2026, tepatnya pada Sabtu, 18 April 2026, menurut Kalender Islam Global.

Bulan April 2026 sendiri mencakup sebagian bulan Syawal dan awal bulan Dzulqa'dah. Pengetahuan mengenai tanggal-tanggal ini penting untuk mempersiapkan diri menyambut amalan-amalan sunah di bulan Dzulqa'dah, seperti puasa Ayyamul Bidh.

Daftar Lengkap Kalender Syawal 1447 H

Untuk memudahkan umat Islam dalam melacak tanggal-tanggal penting, berikut adalah padanan lengkap setiap tanggal Syawal 1447 H dengan tanggal Masehi, berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI:

  • 1 Syawal 1447 H: Sabtu, 21 Maret 2026
  • 2 Syawal 1447 H: Minggu, 22 Maret 2026
  • 3 Syawal 1447 H: Senin, 23 Maret 2026
  • 4 Syawal 1447 H: Selasa, 24 Maret 2026
  • 5 Syawal 1447 H: Rabu, 25 Maret 2026
  • 6 Syawal 1447 H: Kamis, 26 Maret 2026
  • 7 Syawal 1447 H: Jumat, 27 Maret 2026
  • 8 Syawal 1447 H: Sabtu, 28 Maret 2026
  • 9 Syawal 1447 H: Minggu, 29 Maret 2026
  • 10 Syawal 1447 H: Senin, 30 Maret 2026
  • 11 Syawal 1447 H: Selasa, 31 Maret 2026
  • 12 Syawal 1447 H: Rabu, 1 April 2026
  • 13 Syawal 1447 H: Kamis, 2 April 2026
  • 14 Syawal 1447 H: Jumat, 3 April 2026
  • 15 Syawal 1447 H: Sabtu, 4 April 2026
  • 16 Syawal 1447 H: Minggu, 5 April 2026
  • 17 Syawal 1447 H: Senin, 6 April 2026
  • 18 Syawal 1447 H: Selasa, 7 April 2026
  • 19 Syawal 1447 H: Rabu, 8 April 2026
  • 20 Syawal 1447 H: Kamis, 9 April 2026
  • 21 Syawal 1447 H: Jumat, 10 April 2026
  • 22 Syawal 1447 H: Sabtu, 11 April 2026
  • 23 Syawal 1447 H: Minggu, 12 April 2026
  • 24 Syawal 1447 H: Senin, 13 April 2026
  • 25 Syawal 1447 H: Selasa, 14 April 2026
  • 26 Syawal 1447 H: Rabu, 15 April 2026
  • 27 Syawal 1447 H: Kamis, 16 April 2026
  • 28 Syawal 1447 H: Jumat, 17 April 2026
  • 29 Syawal 1447 H: Sabtu, 18 April 2026

Jadwal ini penting untuk diperhatikan, terutama bagi yang ingin menunaikan puasa sunah enam hari di bulan Syawal yang pahalanya setara dengan berpuasa setahun penuh.

Sumber Resmi Kalender Hijriah 2026

Untuk mendapatkan kalender Hijriah 2026 (1447-1448 H) secara lengkap dan akurat, masyarakat dapat merujuk pada beberapa sumber resmi dan terpercaya. Kementerian Agama RI menyediakan Kalender Hijriah Indonesia 2026/1447-1448 H yang dapat diunduh dalam format PDF melalui situs resmi seperti aceh.kemenag.go.id.

Selain itu, situs-situs penanggalan Hijriah global seperti al-habib.info juga menyediakan kalender Islam (Hijriah) tahun 2026 M (1447–1448 H) berdasarkan kemungkinan rukyatul hilal global. Kalender ini lengkap dengan bulan Hijriah dan tersedia dalam versi PDF.

Bagi pengguna perangkat seluler, aplikasi kalender Islam seperti Muslim Pro juga menawarkan kalender Hijriah 2026 (1447-1448 H) yang mudah diakses. Memanfaatkan sumber-sumber ini akan membantu umat Islam dalam merencanakan kegiatan ibadah dan hari-hari penting lainnya sepanjang tahun.

5 Pertanyaan dan Jawaban

1. Sekarang tanggal berapa dalam kalender Hijriah?

Per tanggal 6 April 2026, berdasarkan Kementerian Agama RI, bertepatan dengan 17 Syawal 1447 H, meskipun beberapa sumber lain bisa berbeda satu hari.

2. Kenapa tanggal Hijriah bisa berbeda-beda?

Perbedaan terjadi karena metode penentuan awal bulan yang berbeda, seperti rukyatul hilal (pengamatan bulan) dan hisab (perhitungan astronomi), serta perbedaan wilayah.

3. Kapan awal dan akhir bulan Syawal 1447 H?

Di Indonesia, 1 Syawal 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026 dan diperkirakan berakhir pada 18 April 2026.

4. Berapa hari puasa Syawal yang dianjurkan?

Puasa Syawal dianjurkan selama 6 hari di bulan Syawal, yang bisa dilakukan berturut-turut atau terpisah setelah Idul Fitri.

5. Dari mana sumber kalender Hijriah yang resmi?

Sumber resmi di Indonesia adalah Kementerian Agama RI, selain itu juga tersedia dari kalender Islam global dan aplikasi seperti Muslim Pro.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |