- Apa itu sholat itikaf?
- Apakah itikaf harus 10 hari penuh?
- Apakah wanita boleh sholat itikaf?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Ramadhan 2026 sudah nyaris separuh napas, umat Islam berlomba meningkatkan kualitas ibadahnya. Salah satu amalan yang paling dianjurkan terutama menjelang akhir bulan adalah sholat itikaf. Ibadah ini menjadi momen khusus untuk berdiam diri di masjid dan fokus mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Memasuki sepuluh malam terakhir, semangat i’tikaf biasanya semakin terasa di berbagai masjid. Banyak yang berharap bisa meraih keutamaan Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Lalu bagaimana tuntunan sholat itikaf yang benar sesuai Al-Qur’an dan hadis Nabi? Berikut ulasan selengkapnya, dirangkum Liputan6.com Senin (16/3/2026).
1. Pengertian dan Dasar Hukum Sholat Itikaf
فَاْلآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَكُمْ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ تِلْكَ حُدُودُ اللّٰهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ
Fa al-āna bāsyirūhunna wabtaghū mā kataballāhu lakum wa kulū wasyrabū ḥattā yatabayyana lakumul-khaiṭul-abyaḍu minal-khaiṭil-aswadi minal-fajr, ṡumma atimmuṣ-ṣiyāma ilal-lail, wa lā tubāsyirūhunna wa antum ‘ākifūna fil-masājid...
“...dan janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam masjid...” (QS. Al-Baqarah: 187)
Ayat ini menjadi dasar kuat bahwa i’tikaf disyariatkan dan dilakukan di masjid. Larangan berhubungan suami istri saat i’tikaf menunjukkan keseriusan ibadah ini. Sholat itikaf bukan sekadar berdiam diri, tetapi fokus penuh pada ibadah.
Dalil Hadis
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهَا قَالَتْ: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّىٰ تَوَفَّاهُ اللّٰهُ، ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ. (رواه مسلم)
‘An ‘Āisyah raḍiyallāhu ‘anhā qālat: anna an-nabiyya ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam kāna ya‘takifu al-‘asyra al-awākhira min Ramaḍān ḥattā tawaffāhullāh, ṡumma‘takafa azwājuhu min ba‘dih.
“Bahwa Nabi saw melakukan i’tikaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga beliau wafat, kemudian istri-istri beliau melakukan i’tikaf setelah beliau wafat.” (HR. Muslim)
Hadis ini menjelaskan bahwa Rasulullah SAW konsisten melaksanakan i’tikaf di 10 hari terakhir Ramadhan. Karena dilakukan langsung oleh Nabi, ibadah ini memiliki nilai sunnah yang sangat kuat. Inilah sebabnya banyak umat Islam berlomba melaksanakan sholat itikaf di fase akhir Ramadhan.
2. Waktu Pelaksanaan Sholat Itikaf
Para ulama sepakat bahwa i’tikaf bisa dilakukan kapan saja, namun paling utama di sepuluh malam terakhir Ramadhan. Momentum ini diyakini sebagai waktu turunnya Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.
Sebagian ulama seperti Hanafiyah berpendapat i’tikaf boleh dilakukan dalam waktu singkat tanpa batas minimal. Sedangkan Malikiyah mensyaratkan minimal satu hari satu malam. Dari perbedaan ini dapat disimpulkan bahwa sholat itikaf tetap sah meski hanya satu atau dua jam selama diniatkan.
3. Niat Sholat Itikaf dan Lafalnya
Secara tarjih, niat cukup di dalam hati. Namun jika ingin melafalkannya, berikut beberapa bentuk niat:
I’tikaf Mutlak
نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu an a‘takifa fī hāżal-masjidi lillāhi ta‘ālā.
“Aku berniat i’tikaf di masjid ini karena Allah.”
I’tikaf Terikat Waktu
نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ يَوْمًا كَامِلًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu an a‘takifa fī hāżal-masjidi yauman kāmilan lillāhi ta‘ālā.
“Aku berniat i’tikaf di masjid ini selama satu hari penuh karena Allah.”
Niat menjadi rukun utama i’tikaf. Tanpa niat, aktivitas berdiam di masjid tidak dihitung sebagai ibadah i’tikaf. Karena itu, kesadaran dan keikhlasan menjadi fondasi utama dalam sholat itikaf.
Syarat dan Rukun Sholat Itikaf
Agar sholat itikaf sah dan bernilai ibadah, ada beberapa syarat dan rukun yang tidak boleh diabaikan. Kesalahan memahami bagian ini bisa menyebabkan i’tikaf tidak sah. Berikut penjelasan selengkapnya:
Syarat Sah Sholat Itikaf
Beragama Islam
I’tikaf hanya sah dilakukan oleh seorang Muslim. Karena i’tikaf adalah ibadah khusus dalam syariat Islam, maka orang yang tidak beragama Islam tidak termasuk dalam kategori ahli ibadah ini. Status keislaman menjadi fondasi utama sahnya seluruh amal.
Baligh dan Berakal
Orang yang beri’tikaf harus sudah baligh dan memiliki akal sehat. Anak kecil yang belum tamyiz atau orang yang hilang akal tidak memenuhi syarat sah. Sebab i’tikaf membutuhkan niat dan kesadaran penuh dalam beribadah.
Dilakukan di Masjid
I’tikaf wajib dilakukan di masjid sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an. Berdiam diri di rumah tanpa uzur tidak termasuk i’tikaf menurut jumhur ulama. Masjid menjadi elemen utama karena di sanalah ibadah-ibadah utama dilaksanakan.
Suci dari Haid, Nifas, dan Junub
Wanita yang sedang haid atau nifas tidak sah melakukan i’tikaf karena tidak diperbolehkan berdiam di masjid. Begitu pula orang yang dalam keadaan junub dan belum mandi wajib. Kesucian menjadi syarat penting demi menjaga kehormatan masjid.
Rukun Sholat Itikaf
Niat
Niat menjadi inti dari i’tikaf. Tanpa niat, berdiam diri di masjid hanya dianggap duduk biasa dan tidak bernilai ibadah. Niat cukup di dalam hati, namun boleh dilafalkan untuk memperkuat kesungguhan.
Berdiam Diri di Masjid
Unsur utama i’tikaf adalah menetap di masjid dalam jangka waktu tertentu. Tidak ada batas minimal yang disepakati secara mutlak, sehingga beberapa menit pun sah jika diniatkan. Namun semakin lama dan semakin fokus, semakin besar peluang meraih keutamaan.
Masjid sebagai Tempat I’tikaf
Masjid menjadi rukun karena i’tikaf tidak sah jika dilakukan di luar masjid. Masjid jami’ lebih utama, tetapi masjid biasa juga diperbolehkan. Keberadaan masjid memastikan suasana ibadah tetap terjaga.
Orang yang Beri’tikaf (Mu’takif)
Orang yang melaksanakan i’tikaf harus memenuhi syarat sah yang telah disebutkan. Jika salah satu syarat tidak terpenuhi, maka rukun ini otomatis gugur. Karena itu, memahami syarat dan rukun menjadi sebab sahnya sholat itikaf.
Hukum asal i’tikaf adalah sunnah. Namun bisa berubah menjadi wajib apabila dinazarkan. Bahkan bisa menjadi tidak diperbolehkan apabila dilakukan tanpa izin suami bagi istri hingga menimbulkan fitnah.
5. Amalan yang Dianjurkan dan Hal yang Membatalkan Sholat Itikaf
Agar sholat itikaf benar-benar bernilai maksimal, penting memahami amalan apa saja yang dianjurkan dan apa saja yang bisa membatalkannya. Banyak orang fokus pada durasi, padahal kualitas ibadah justru menjadi penentu utama. Berikut rinciannya:
Amalan yang Dianjurkan saat Itikaf
Sholat Sunnah
Seperti tahiyatul masjid, qiyamul lail, dan sholat sunnah lainnya. Ibadah ini menjadi inti aktivitas selama i’tikaf. Semakin khusyuk dan konsisten, semakin besar nilai pahala yang diperoleh.
Membaca dan Tadarus Al-Qur’an
Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an, sehingga memperbanyak tilawah menjadi amalan utama. Membaca dengan tadabbur akan menambah kekhusyukan. Apalagi jika dilakukan pada sepuluh malam terakhir.
Dzikir dan Doa
Memperbanyak istighfar, tasbih, tahmid, dan doa menjadi cara efektif mendekatkan diri kepada Allah. Dzikir menjaga hati tetap fokus dan tidak lalai. Momentum i’tikaf sangat tepat untuk bermuhasabah.
Menjauhi Hal Sia-Sia
Bermain ponsel berlebihan, mengobrol tanpa manfaat, atau tidur sepanjang waktu dapat mengurangi kualitas i’tikaf. Fokus ibadah menjadi sebab utama diraihnya keutamaan. Karena itu, menjaga niat dan konsentrasi sangat penting.
Hal yang Membatalkan Sholat Itikaf
Berhubungan Suami Istri
Ini adalah pembatal utama sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an. Ibadah i’tikaf menuntut pengendalian diri secara total. Pelanggaran ini langsung menggugurkan i’tikaf.
Keluar Masjid Tanpa Alasan Syar’i
Keluar tanpa kebutuhan mendesak dan tanpa niat kembali membatalkan i’tikaf mutlak. Namun keluar untuk buang air, mandi wajib, atau salat Jumat diperbolehkan. Niat kembali menjadi pembeda penting.
Haid dan Nifas
Jika seorang wanita mengalami haid atau nifas saat i’tikaf, maka i’tikafnya batal. Karena syarat suci tidak lagi terpenuhi. Ia wajib keluar dari masjid.
Murtad atau Hilang Akal
Keluar dari Islam atau hilang kesadaran menjadi pembatal otomatis. Karena salah satu syarat sahnya adalah beragama Islam dan berakal.
Pertanyaan Seputar Sholat Itikaf
1. Apa itu sholat itikaf?
Sholat itikaf adalah ibadah berdiam diri di masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah melalui berbagai amalan.
2. Apakah itikaf harus 10 hari penuh?
Tidak harus, bisa beberapa jam saja selama diniatkan dengan benar.
3. Apakah wanita boleh sholat itikaf?
Boleh, selama dalam keadaan suci dan mendapat izin suami jika sudah menikah.
4. Apakah itikaf harus puasa?
Tidak disyaratkan puasa untuk sahnya i’tikaf.
5. Apa keutamaan itikaf di 10 hari terakhir Ramadhan?
Untuk mengejar Lailatul Qadar yang pahalanya lebih baik dari seribu bulan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3985383/original/000921600_1649137964-photo-1587617425953-9075d28b8c46.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4388091/original/073839000_1681019533-IMG_8487.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5178916/original/077732200_1743422473-WhatsApp_Image_2025-03-31_at_11.27.35__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5146076/original/094776800_1740749108-20250228-Mantau_Hilal-MER_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531527/original/052463700_1773619111-unnamed__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2247529/original/092815000_1528777620-20180611-Doa-malam-Lailatul-Qadar-di-Yerusalem-afp-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531529/original/097781100_1773619716-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2815494/original/048732000_1558772546-iStock-1142815561.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531528/original/007916600_1773619112-unnamed__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529430/original/090616400_1773341833-Pantai_Serang.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4107439/original/016257600_1659334506-290971405_760433481667114_1513570325309335504_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5457761/original/067285900_1767049561-Redmagic_11_Pro_02.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507622/original/094965800_1771504770-pexels-thirdman-7956565.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5304456/original/081102000_1754273101-Gemini_Generated_Image_dadjkjdadjkjdadj.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4670207/original/029073300_1701403206-rasyid-maulana-yVwiHXoTrnU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2820929/original/054084500_1559368646-Tol-Palimanan-Padat-Merayap6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1769689/original/013624100_1510647009-20171114-Monas-akan-Dibuka-untuk-Kegiatan-Agama-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519665/original/044511200_1772592972-unnamed__44_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5013589/original/069991600_1732075246-tips-sembuh-dari-gerd.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381466/original/043629600_1613720800-photo-1512632578888-169bbbc64f33.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)



