Liputan6.com, Jakarta - Malam Lailatul Qadar selalu menjadi momen yang paling dinantikan oleh seluruh umat Islam di penjuru dunia, sebuah malam istimewa yang dipenuhi kemuliaan serta keberkahan di bulan suci Ramadan. Banyak umat Muslim yang kerap bertanya-tanya, sholat Lailatul Qadar mulai jam berapa sebaiknya dilaksanakan agar tidak terlewatkan kesempatan emas ini. Memahami waktu pelaksanaan sholat sunnah Lailatul Qadar menjadi kunci utama untuk meraih keutamaan besar yang telah dijanjikan oleh Allah SWT.
Keistimewaan malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan mendorong setiap Muslim untuk berlomba-lomba dalam meningkatkan ibadah dan amal shaleh. Oleh karena itu, mengetahui secara pasti sholat Lailatul Qadar mulai jam berapa merupakan informasi krusial yang dicari banyak orang demi mempersiapkan diri sebaik mungkin. Persiapan yang matang akan sangat membantu umat Muslim memaksimalkan setiap detik di malam yang agung ini.
Artikel ini akan mengulas secara komprehensif panduan sholat Lailatul Qadar, termasuk niat, tata cara, doa, serta penjelasan mendalam mengenai sholat Lailatul Qadar mulai jam berapa. Informasi ini diharapkan dapat menjadi pedoman berharga bagi Anda yang ingin menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan ibadah yang khusyuk dan penuh makna, sekaligus menjawab pertanyaan umum seputar sholat Lailatul Qadar mulai jam berapa.
Keutamaan Malam Lailatul Qadar yang Agung
Malam Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat istimewa dalam ajaran Islam, bahkan digambarkan lebih mulia dibandingkan seribu bulan. Keistimewaan luar biasa ini dijelaskan secara gamblang dalam Al-Qur'an Surat Al-Qadr ayat 1-5. Pada malam yang penuh berkah ini, Al-Qur'an pertama kali diturunkan, membawa petunjuk bagi seluruh umat manusia.
Pada malam Lailatul Qadar, para malaikat dan Ruh, yaitu Malaikat Jibril, turun ke bumi dengan izin Allah SWT untuk mengatur segala urusan. Malam ini juga disifati dengan kedamaian dan ketenangan yang berlangsung hingga terbitnya fajar. Beribadah dengan sungguh-sungguh pada malam Lailatul Qadar dapat menghadirkan ketenangan batin yang mendalam, serta menjadi momen penting untuk memohon ampunan dosa bagi setiap jiwa yang ingin membersihkan diri.
"Sesungguhnya kami turunkan dia (Al-Quran) pada Lailatul Qadar. Tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh dengan izin Tuhannya, untuk mengatur segalanya. Salam sejahteralah malam itu sampai terbit fajar."
[ Al-Qur'an | QS. Al-Qadr: 1-5 ]
Niat Sholat Lailatul Qadar yang Benar
Sebelum memulai pelaksanaan sholat sunnah Lailatul Qadar, seorang Muslim wajib untuk melafalkan niat. Niat ini menjadi fondasi utama agar ibadah yang dilakukan diterima oleh Allah SWT. Melafalkan niat dengan tulus dan ikhlas adalah langkah awal yang sangat penting dalam setiap ibadah.
Niat sholat Lailatul Qadar diucapkan di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Berikut adalah lafal niat sholat Lailatul Qadar yang dapat diamalkan. Pastikan untuk memahami maknanya agar niat semakin mantap.
"أُصَلِّى سُنَّةً لَيْلَةُ الْقَدَرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى"
Latinnya: "Usholli sunnatan lailatul qadari rok'ataini (imaaman/makmuuman) lillaahi ta'ala."
Artinya: "Saya niat sholat sunnah Lailatul Qadar dua rakaat (imam/makmum) karena Allah Ta'ala."
Waktu Pelaksanaan Sholat Lailatul Qadar Mulai Jam Berapa
Pertanyaan mengenai sholat Lailatul Qadar mulai jam berapa adalah hal yang sering muncul di kalangan umat Muslim. Sholat sunnah istimewa ini dapat dilaksanakan pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil. Hal ini didasarkan pada hadits sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Aisyah RA, yang menjelaskan anjuran Rasulullah SAW untuk mencari malam tersebut.
Secara umum, waktu pelaksanaan sholat Lailatul Qadar dimulai setelah sholat Isya hingga menjelang terbit fajar, yaitu sekitar pukul 19.30 hingga 04.00 dini hari. Namun, waktu yang paling utama dan sangat dianjurkan untuk menunaikannya adalah pada sepertiga malam terakhir. Periode ini biasanya jatuh sekitar pukul 01.00 hingga 04.00 dini hari, di mana ibadah dan doa diyakini memiliki keutamaan yang jauh lebih besar.
Apabila seseorang telah bernazar untuk melaksanakan sholat sunnah pada malam Lailatul Qadar, maka hukumnya menjadi wajib untuk menunaikan sholat tersebut setiap malam pada sepuluh terakhir Ramadan karena ketidakpastian kapan malam Lailatul Qadar itu tiba, sehingga semua malam ganjil di sepuluh hari terakhir perlu dihidupkan dengan ibadah.
"تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ وَعَنْ عَائِشَةَ فِي الْوَتْرِ مِنَ العَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ"
Artinya: "Bersungguh-sungguhlah kalian mencari Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadan."
[ Hadits tentang Waktu Lailatul Qadar | Imam Bukhari ]
"لو نذر الصلاة ليلة القدر لزمه أن يصلي تلك الصلاة في جميع ليالي العشر لأجل الإبهام"
Artinya: "Seandainya seseorang bernazar untuk melakukan sholat sunnah pada malam Lailatul Qadar, maka ia wajib menunaikan sholat tersebut setiap malam pada 10 terakhir Ramadhan karena samar (pada malam keberapa Lailatul Qadar berada)."
[ Al-Khatib As-Syarbini | Mughnil Muhtaj ila Ma'rifati Ma'ani Alfazhil Minhaj, juz IV, halaman 483 ]
Tata Cara Sholat Lailatul Qadar yang Mudah
Sholat sunnah Lailatul Qadar umumnya dilaksanakan sebanyak dua rakaat dengan satu salam. Pelaksanaan sholat ini tidak jauh berbeda dengan sholat sunnah lainnya, namun terdapat kekhususan dalam bacaan surat setelah Al-Fatihah. Memahami tata caranya akan membantu Anda melaksanakannya dengan benar.
Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk menunaikan sholat Lailatul Qadar:
- Membaca Niat: Awali dengan membaca niat sholat Lailatul Qadar seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, diucapkan dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram.
- Rakaat Pertama: Setelah takbiratul ihram, bacalah Surat Al-Fatihah secara sempurna. Kemudian, lanjutkan dengan membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak 7 kali.
- Rakaat Kedua: Setelah bangkit dari sujud rakaat pertama, bacalah kembali Surat Al-Fatihah. Setelah itu, bacalah Surat Al-Ikhlas sebanyak 7 kali.
- Salam: Setelah menyelesaikan rakaat kedua dengan tasyahud akhir, akhiri sholat dengan mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri.
- Istighfar: Setelah salam, sangat dianjurkan untuk memperbanyak istighfar sebanyak 70 kali. Lafal istighfar yang bisa dibaca adalah "Astaghfirullāha wa atūbu ilayhi."
"أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ"
Latinnya: "Astaghfirullāha wa atūbu ilayhi."
Artinya: "Aku memohon ampunan Allah dan aku bertobat kepada-Nya."
Doa Setelah Sholat Lailatul Qadar yang Dianjurkan
Setelah selesai menunaikan sholat Lailatul Qadar, umat Muslim sangat dianjurkan untuk memanjatkan doa khusus yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW. Doa ini merupakan permohonan ampunan dan rahmat dari Allah SWT, yang sangat relevan dengan keistimewaan malam Lailatul Qadar. Doa ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Aisyah RA.
Aisyah RA pernah bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai doa apa yang sebaiknya dibaca jika bertepatan dengan malam Lailatul Qadar. Rasulullah SAW kemudian mengajarkan doa yang singkat namun penuh makna. Mengamalkan doa ini menjadi salah satu bentuk pengharapan ampunan di malam yang mulia.
"وَعَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَرَأَيْتَ إنْ وَافَقْت لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا؟ قَالَ: قُولِي: اللَّهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي"
Artinya: "Dari 'Aisyah, beliau berkata, "Aku bertanya, Wahai Rasulullah apa pandanganmu jika saya bertepatan dengan malam lailatul qadar?. Beliaupun bersabda: "Berdoalah engkau dengan doa "اللَّهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي " "Sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang maha memaafkan, menyukai memaafkan maka maafkanlah aku."
[ Hadits tentang Doa Lailatul Qadar | Imam Ahmad ]
Jadi, doa yang sangat dianjurkan untuk dibaca pada malam Lailatul Qadar adalah:
"اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي"
Latinnya: "Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwan fa'fu 'anni."
Artinya: "Sesungguhnya Engkau dzat yang maha memaafkan, menyukai memaafkan maka maafkanlah aku."
Waktu Mustajab untuk Berdoa Selain Lailatul Qadar
Selain malam Lailatul Qadar yang merupakan puncak kemuliaan, terdapat beberapa waktu lain yang juga diyakini sebagai saat-saat mustajab untuk memanjatkan doa. Pada momen-momen istimewa ini, umat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa dan memohon kepada Allah SWT. Memanfaatkan waktu-waktu ini dapat meningkatkan peluang terkabulnya doa.
Waktu Sahur (Sepertiga Malam Terakhir)
Waktu sahur, atau sepertiga malam terakhir, adalah salah satu waktu yang sangat mustajab untuk berdoa. Pada waktu ini, Allah SWT turun ke langit dunia dan menawarkan ampunan serta pengabulan doa bagi hamba-Nya yang memohon. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda mengenai keutamaan waktu ini.
Ibnu Hajar menjelaskan bahwa doa dan istighfar yang dipanjatkan pada waktu sahur memiliki peluang besar untuk dikabulkan. Allah Ta'ala juga menegaskan keutamaan waktu sahur dalam firman-Nya di QS. Ali Imran: 17, yang menyebutkan orang-orang yang beristighfar di waktu sahur.
"يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ"
Artinya: "Rabb kita Tabaraka wa ta'ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Allah berfirman, "Siapa saja yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni."
[ Hadits tentang Waktu Sahur | HR. Bukhari, no. 1145 dan Muslim, no. 758 ]
"وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ"
Artinya: "Dan orang-orang yang meminta ampun di waktu sahur."
[ Al-Qur'an | QS. Ali Imran: 17 ]
Waktu Berpuasa
Doa orang yang sedang berpuasa juga termasuk dalam kategori doa yang tidak tertolak. Keutamaan ini berlaku baik saat menjalankan puasa Ramadan maupun puasa sunnah lainnya. Kondisi berpuasa menjadikan seorang hamba lebih dekat dengan Allah, sehingga doanya lebih mudah diijabah.
Imam Nawawi rahimahullah menyarankan agar orang yang berpuasa memperbanyak doa untuk urusan akhirat dan dunianya. Selain itu, penting juga untuk tidak melupakan doa kebaikan bagi kaum Muslimin secara umum. Ini menunjukkan betapa besar nilai doa di saat berpuasa.
"ثلاثَةٌ لا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ"
Artinya: "Tiga orang yang doanya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang dizalimi."
[ Hadits tentang Doa Orang Berpuasa ]
Waktu Berbuka Puasa
Selain waktu sahur dan selama berpuasa, waktu berbuka puasa juga merupakan momen mustajab untuk memanjatkan doa. Keutamaan ini secara jelas disebutkan dalam sabda Nabi SAW. Saat berbuka, hati seorang Muslim cenderung lebih khusyuk dan penuh rasa syukur, sehingga doa yang dipanjatkan lebih mudah diterima.
Momen berbuka puasa adalah saat yang tepat untuk memohon segala hajat kepada Allah SWT. Jangan sia-siakan waktu berharga ini dengan hanya terfokus pada makanan dan minuman, melainkan manfaatkanlah untuk bermunajat. Ini adalah kesempatan emas untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
"ثَلَاثَةٌ لا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ"
Artinya: "Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak: Pemimpin yang adil, Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, Doa orang yang terzalimi."
QnA: Sholat Lailatul Qadar Mulai Jam Berapa
1. Sholat Lailatul Qadar biasanya dimulai jam berapa?
Sholat untuk menyambut Lailatul Qadar dapat dilakukan setelah salat Isya hingga sebelum masuk waktu Subuh. Banyak orang mulai melaksanakan ibadah ini sekitar pukul 20.00 atau setelah salat tarawih, kemudian dilanjutkan dengan berbagai amalan seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, dan berdoa.
2. Apakah ada waktu paling utama untuk sholat Lailatul Qadar?
Waktu yang paling utama adalah pada sepertiga malam terakhir. Jika dihitung secara umum, waktu ini biasanya sekitar pukul 01.00 hingga menjelang Subuh. Pada waktu tersebut suasana lebih tenang sehingga lebih khusyuk untuk beribadah dan bermunajat.
3. Apakah sholat Lailatul Qadar harus dilakukan tepat tengah malam?
Tidak harus tepat tengah malam. Sholat malam untuk mencari Lailatul Qadar bisa dilakukan kapan saja sepanjang malam setelah Isya. Yang terpenting adalah memperbanyak ibadah seperti salat sunnah, membaca Al-Qur’an, dzikir, dan doa.
4. Apakah sholat Lailatul Qadar berbeda dengan sholat tahajud?
Secara praktik, sholat yang dilakukan pada malam Lailatul Qadar biasanya berupa sholat malam seperti tahajud, witir, atau salat sunnah lainnya. Tidak ada bentuk sholat khusus yang berbeda, namun niatnya adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah dan meraih keutamaan malam Lailatul Qadar.
5. Malam Lailatul Qadar biasanya terjadi pada malam ke berapa di bulan Ramadhan?
Lailatul Qadar diyakini terjadi pada salah satu malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, seperti malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29. Karena waktunya tidak diketahui secara pasti, umat Muslim dianjurkan memperbanyak ibadah pada seluruh malam tersebut.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450038/original/011940800_1766126206-Gemini_Generated_Image_n0zy6on0zy6on0zy.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3532776/original/065720800_1628221685-pexels-shahbaz-akram-1883409.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4404679/original/036716300_1682224088-WhatsApp_Image_2023-04-23_at_11.24.21.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2240141/original/037485200_1528257613-20180606-Bandung-AFP3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529462/original/017016000_1773355521-unnamed__37_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5524851/original/086106700_1773022243-unnamed_-_2026-03-09T090726.688.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529989/original/003217300_1773388683-hll.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529486/original/019393200_1773359054-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4677121/original/018877200_1701918772-rumman-amin--BHiUdFK5T4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528301/original/089065300_1773276397-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5147850/original/001895800_1740973989-arti-imsak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519665/original/044511200_1772592972-unnamed__44_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528074/original/023473200_1773231468-Oppo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2810105/original/026483700_1558322699-cdn2.tstaticdotnet_masjid-al-akbar-surabaya_20150616_182916.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523786/original/041686300_1772861449-unnamed__35_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4383041/original/089396700_1680601074-zlataky-cz-fqUBQejVYDM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528237/original/095128400_1773266971-cover_imsak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528849/original/002824100_1773297841-unnamed__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4993514/original/090860500_1730893169-fungsi-zakat-mal-adalah.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381466/original/043629600_1613720800-photo-1512632578888-169bbbc64f33.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)



