Liputan6.com, Jakarta - Kedekatan spiritual antara warga Nahdlatul Ulama (NU) dengan Rasulullah SAW dibangun dengan mengenal sholawat Nahdliyah ini. Sholawat ini diciptakan oleh salah satu ulama NU yang tujuan utamanya mengukuhkan semangat perjuangan dakwah yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.
Sholawat ini biasa dibaca di acara organisasi keagamaan NU, baik untuk pembuka maupun penutup majelis ilmu. Dikarenakan lirik sholawat dari Nahdliyah berisikan doa memohon keberkahan kepada Allah SWT sekaligus mampu memperkuat organisasi NU tersebut.
Lirik sholawat dari Nahdliyah disebut juga sebagai sholawat Nabi. Namun, para warga NU lebih sering menyebutnya sebagai sholawat khusus NU, karena liriknya disusun dengan semangat perjuangan dan syiar agama Islam menurut cara-cara NU.
Berikut Liputan6.com ulas lengkap lirik, tujuan membaca, dan asal-usulnya, Jumat (14/11/2025).
Lirik Sholawat Nahdliyah
Mengutip dari dokumen scribd berjudul Sholawat Nahdliyah yang diunggah oleh kang computer, berikut lirik sholawat Nahdliyah lengkap teks Arab, latin, dan artinya.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Allahumma shalli 'alaa sayyidina Muhammad
صَلَاةَ تُرَغَبُ وَ تُنَشِّطُ
Shalaatan turaghghibu wa tunasyithu
وَ تُحَمِّس بها الجهاد لإِحْيَاءِ
Wa tukhammisu bihal-jihaad li ihyaai
وَ إِعْلَاءِ دين الإسلام
Wa i'laai diinil islaam
واظهار شَعَائِرِهِ عَلَى طَرِيقَةِ
Wa idzhaari sya'aairihi 'alaa thariqati
جَمْعِيَّةِ نَهْضَةِ العُلَمَاءِ
Jam'iyyati nahdlatil 'ulamaa'
وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ
Wa 'alaa aalihi wa shahbihi wa sallim.
الله الله الله الله
Allah Allah Allah Allah....
تبت وَانْصُرْ أَهْلَ جَمْعِيَّة
Tsabbit wanshur ahla jam'iyyah
جَمْعِيَّة نَهْصَةِ العُلَمَاءِ
Jam'iyyah Nahdlatil Ulama
لإِعْلَاءِ كَلِمَةِ الل
Li i'laa-i kalimatillah.
Artinya:
Ya Allah, limpahkan sholawat kepada junjungan kami, Nabi Muhammad SAW
Yang dengan harapan berkah bacaan sholawat ini, jadikanlah kami senang, rajin, dan semangat dalam berjuang menghidupkan
Dan meninggikan agama Islam serta menampakkan syiar-syiarnya menurut cara Jam’iyyah Nahdlatul Ulama (NU)
Juga kepada keluarga beliau dan para sahabatnya, berikanlah keselamatan.
Ya Allah, teguhkanlah pendirian kami dan berikanlah kemenangan bagi warga Jam’iyyah Nahdlatul Ulama (NU).
Tujuan Membaca Sholawat Ini
Sholawat Nahdliyah merupakan sholawat yang isinya berupa pujian dan doa kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, dan sahabat beliau.
Di dalamnya juga ada doa khusus memohon agar warga yang berorganisasi di Nahdlatul Ulama (NU) diberikan istiqomah semangat dan pertolongan untuk terus berdakwah. Berdakwah memperjuangkan Islam dan melanjutkan ajaran yang dibawa Rasulullah SAW menurut cara NU.
Tujuan dari membaca sholawat tersebut:
- Memohon agar sholawat dicurahkan kepada Nabi Muhammad SAW.
- Berharap agar dengan membaca sholawat ini dapat memperoleh keberkahan dalam hidup.
- Mendorong setiap muslim untuk senang berdakwah.
- Menguatkan motivasi untuk terus menghidupkan ajaran-ajaran Islam.
- Menegaskan pentingnya sebuah syiar Islam dalam kehidupan.
- Memohon agar keluarga Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya memperoleh keselamatan sejati.
- Memohon agar warga Jam’iyyah NU memperoleh keteguhan dan kemenangan dalam dakwahnya.
Asal-usul Sholawat Nahdliyah
Sholawat Nahdliyah liriknya diciptakan oleh pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, KH. Hasan Abdul Wafi, melansir dari Repository UIN Saizu.
KH. Hasan membuat lirik sholawat indah tersebut karena rasa cinta teramat mendalam kepada Nabi Muhammad SAW, organisasi Nahdlatul Ulama (NU) dan membangkitkan semangat berjuang warga NU untuk dakwah Islamiyah.
Maka tidak heran jika lirik dalam sholawat KH. Hasan tidak hanya berisi pujian kepada Rasulullah SAW, keluarga, dan sahabatnya, melainkan doa memohon agar warga NU diteguhkan semangat dakwahnya.
Pada mula penciptaannya, sholawat ini disebut sebagai sholawat untuk perjuangan. Menurut catatan sejarah, lirik Nahdliyah pertama kali ditulis di atas kertas pada saat Muktamar Nahdlatul Ulama ke-29 di Cipasung, Tasikmalaya, tahun 1994.
Namun, meski teks asli sholawat tersebut ditulis oleh KH. Hasan, catatan sejarah juga menyebutkan bahwa lirik Nahdliyah yang dikenal sekarang gubahan dari lirik KH. Muhyiddin Abdusshomad.
Sholawat Dibaca di Momen Ini
Warga NU membaca sholawat Nahdliyah di acara-acara penting. Salah satunya di Muktamar atau Munas NU, untuk membangkitkan semangat juang dakwah dan cinta organisasi. Acara seperti ini biasanya dihadiri para pengurus dan tokoh-tokoh penting di NU.
Meski begitu, sholawat ini juga bisa dibaca kapan saja termasuk di waktu luang untuk mempererat hubungan dengan NU dan Nabi Muhammad SAW, serta berdoa untuk keteguhan agama Islam dengan cara-cara NU. Sholawat ini juga bisa dibaca sebagai dzikir.
Contoh praktiknya dalam kehidupan:
- Dibaca ketika Muktamar untuk menguatkan ruh perjuangan di organisasi NU.
- Dibacakan sebagai pembuka rangkaian kegiatan besar saat Munas.
- Dibaca di sebuah rapat pengurus NU untuk menghadirkan suasana berkah.
- Dibaca dalam pelatihan kader NU untuk menanamkan semangat juang berdakwah.
- Bisa juga dibaca ketika mengadakan pengajian di kampung sebagai penutup majelis ilmu tersebut.
- Bisa dibaca saat hendak memulai kegiatan sosial khususnya bagi warga NU.
- Dibaca di acara peringatan hari besar Islam agar syiar agama semakin terasa hidup.
- Secara pribadi bisa dibaca sebagai dzikir di waktu malam menjelang subuh.
- Bisa juga dibaca di sela istirahat siang setelah beraktivitas.
- Baik dibaca saat mengikuti kegiatan rutin di majelis taklim NU.
- Bisa dibaca di kegiatan-kegiatan bakti sosial misalnya ketika memberikan santunan hingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
- Dibaca di pesantren bersama para ustadz, ustadzah, dan para santri untuk memperkuat cinta kepada Nabi Muhammad SAW dan dakwah Islamiyah.
- Bisa juga dibaca di acara musyawarah wilayah atau cabang NU.
- Kemudian bisa juga dibaca saat upacara Hari Santri Nasional.
- Di acara silaturahmi akbar warga NU, misalnya menjelang puasa Ramadhan.
- Termasuk bisa juga dibaca di malam keakraban di kegiatan kemah GP Ansor atau Banser.
FAQ
1. Apa fungsi utama sholawat Nahdliyah?
Untuk memohon rahmat bagi Nabi Muhammad SAW serta meneguhkan semangat dakwah ala NU.
2. Siapa penyusun awal liriknya?
KH. Hasan Abdul Wafi dari Paiton, dengan gubahan kemudian oleh KH. Muhyiddin Abdus Shomad.
3. Di mana sholawat ini biasa dibaca?
Dalam berbagai kegiatan keagamaan NU, mulai pengajian hingga forum besar organisasi.
4. Mengapa banyak warga NU membacanya?
Karena liriknya mengandung pujian, doa, serta dorongan perjuangan dalam syiar Islam.
5. Apakah sholawat ini bisa dibaca secara pribadi?
Bisa, sebagai dzikir harian untuk memperkuat kedekatan spiritual dengan Nabi Muhammad SAW.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515498/original/093226700_1772178025-010411500_1540352808-pf-ake3273-num.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515616/original/022919100_1772182056-Terminal_Jatijajar_Depok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4769102/original/014075000_1710171937-20240311-Taraweh_Pertama_di_Istiqlal-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505405/original/077638700_1771386569-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505591/original/004405000_1771391548-baju_kurung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515025/original/077930200_1772148384-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1606355/original/da4eee4c0f11eaa06447a469562bbdd4ommons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5169865/original/011956600_1742551032-Depositphotos_650337252_S.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501800/original/006278100_1770956928-unnamed__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514935/original/093643200_1772126473-WhatsApp_Image_2026-02-24_at_16.46.14.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514742/original/096572900_1772104605-ShopeePay_Gebyar_Ramadan_2026_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514291/original/081789300_1772086565-073849700_1414158415-x6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4377848/original/055270800_1680189080-pexels-thirdman-7956574.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514838/original/031002600_1772111058-san1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/697821/original/26062014-jelang-puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2220482/original/035724700_1526813013-The_Blue_Mosque_at_night.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379059/original/056919200_1760334225-sholawat_asyghil.jpg)













:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1554094/original/040157900_1491121330-stairs-735995_1920.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348709/original/090969100_1757859256-bioskop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)









