MANTAN Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menjalani pemeriksaan untuk ketiga kalinya oleh penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung. Jaksa penyidik memeriksa Sudirman selama kurang lebih tiga jam dalam perkara dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di Petral dan Pertamina Energy Services (PES), serta fungsi integrated supply chain PT Pertamina pada periode 2008–2017.
“Saya memberi penjelasan tentang apa-apa yang saya ketahui dan saya alami ketika saya di Pertamina pada tahun 2008–2009 sebagai Corporate Secretary, sebagai Senior Vice President dari ISC (Integrated Supply Chain),” kata Sudirman Said di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jumat, 17 Juli 2026.
Dalam perkara Petral, penyidik telah menetapkan tujuh tersangka. Mereka ialah beneficial owner Gold Manor, VeritaOil, dan Global Energy Resources (GER) Muhammad Riza Chalid; Manajer Niaga Direktorat Pemasaran dan Niaga PT Pertamina yang terakhir menjabat Managing Director Pertamina Energy Services Bambang Baskoro Guritno; Head of Trading PES periode 2012–2014 Agus Bachtiar; Senior Trader Pertamina Energy Services Pte Ltd periode 2009–2015 Mulyono; Crude Trading Manager di PES Novi Restu Darmawan; serta Vice President Integrated Supply Chain (ISC) PT Pertamina yang terakhir menjabat Direktur Utama PT Pertamina International Shipping Triyono Putro Kuncoro.
Sebelumnya, Direktur Penyidikan pada Jampidsus Syarief Sulaiman Nahdi mengatakan Muhammad Riza Chalid bersama Irawan Prakoso, melalui perusahaan milik dan perusahaan yang terafiliasi dengan mereka, memengaruhi proses pengadaan atau tender minyak mentah, produk kilang, serta pengangkutan di Petral, anak usaha PT Pertamina.
Menurut Syarief, para tersangka juga diduga mengondisikan proses tender, termasuk memberikan informasi Harga Perkiraan Sendiri (HPS). Penyidik juga menemukan dugaan praktik mark-up harga.
Kejaksaan menilai praktik tersebut membuat proses pengadaan minyak mentah dan produk kilang menjadi lebih panjang serta lebih mahal, khususnya untuk produk gasoline 88 (Premium) dan gasoline 92. Akibatnya, PT Pertamina diduga mengalami kerugian.
Pilihan Editor: Peran Riza Chalid dalam Korupsi Minyak Pertamina Anaknya








































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531528/original/007916600_1773619112-unnamed__10_.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4403008/original/008750000_1681991372-20230420-Pemantauan-Hilal-Iqbal-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5544736/original/021119200_1775115709-gibran_promo_motor_-_klaim.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378584/original/033747300_1760257934-unnamed__52_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4067423/original/029499900_1656490392-WhatsApp_Image_2022-06-29_at_2.40.46_PM.jpeg)
