Tata Cara Sholat Tahajud yang Benar, Panduan Lengkap Bagi Muslim

3 months ago 34

Liputan6.com, Jakarta - Sholat sunnah malam menjadi salah satu ibadah yang paling dianjurkan, dan banyak umat Islam mencari tata cara Sholat Tahajud yang benar agar bisa melaksanakannya secara tepat. Ibadah ini dilakukan pada waktu-waktu sunyi, menjadi momen khusus bagi seorang hamba untuk mendekatkan diri pada Allah.

Keutamaan Tahajud pun tak sedikit, sehingga memahami Tata Cara Sholat Tahajud yang Benar menjadi bagian penting sebelum memulai amalan ini. Banyak riwayat menjelaskan bahwa malam hari adalah waktu terbaik memohon hajat kepada Allah.

Tahajud bisa dikerjakan kapan pun setelah tidur malam, selama waktunya berada setelah Isya hingga menjelang subuh. Para ulama menekankan bahwa tidur terlebih dahulu adalah syarat yang membedakan Tahajud dari qiyamul lail lainnya.

Setiap rakaat Tahajud mengandung bacaan dan ketentuan yang sama seperti sholat pada umumnya, tetapi suasana dan kekhusyukannya memberi nilai tersendiri bagi yang melakukannya.

Niat dan Awal Pelaksanaan

Langkah pertama adalah membaca niat dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Lafalnya:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat tahajjudi rak‘ataini lillahi ta‘ala.

Artinya: “Aku menyengaja sholat sunnah Tahajud dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Setelah itu, membaca doa iftitah sebagaimana sholat lainnya. Salah satu lafal yang umum dibaca yaitu:

اللهُ اَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللّٰهِ بُكْرَةً وَّأَصِيْلًا.اِنِّيْ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمٰوَاتِ وَالْاَرْضَ حَنِيْفًا مُّسْلِمًا وَّمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ.اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ.لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَبِذٰلِكَ أُمِرْتُ، وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ.

Allāhu akbaru kabīrā, walhamdu lillāhi katsīrā, wa subhānallāhi bukratan wa asīlā.Innī wajjahtu wajhiya lilladzī fataras-samāwāti wal-arda hanīfan musliman wa mā anā minal musyrikīn.Inna salātī wa nusukī wa mahyāya wa mamātī lillāhi rabbil ‘ālamīn.Lā syarīka lah, wa bidzālika umirtu, wa anā minal muslimīn.

Artinya:

“Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya. Segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya. Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang.Sungguh aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang telah menciptakan langit dan bumi, dengan penuh ketulusan dan kepasrahan, dan aku bukan termasuk golongan orang-orang musyrik.Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku adalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam.Tiada sekutu bagi-Nya, dan dengan begitu aku diperintahkan, dan aku termasuk golongan orang-orang Muslim.”Doa iftitah ini menjadi pembuka yang menghadirkan ketenangan sebelum memasuki bacaan inti.

Membaca Al-Fatihah dan Surat Pilihan

Pada setiap rakaat, bacaan Al-Fatihah menjadi bagian wajib. Teks lengkapnya telah Anda sertakan dan tetap berlaku sebagai bacaan standar sholat.

Setelah Al-Fatihah, dianjurkan membaca surat lain dari Al-Qur’an, baik surat pendek maupun ayat-ayat panjang sesuai kemampuan dan kekhusyukan masing-masing.

Rasulullah SAW tidak membatasi surat tertentu untuk Tahajud, sehingga umat Muslim bebas memilih bacaan yang paling mengena di hati.

Gerakan Ruku hingga Sujud

Ruku dibaca dengan bacaan:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ

Subhāna rabbiyal-‘azīmi wa bihamdih.

“Mahasuci Rabbku Yang Maha Agung dan Maha Terpuji.”

Bangkit dari ruku dilanjutkan i‘tidal dan membaca:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

Sami‘allāhu liman hamidah.

“Allah mendengar siapa pun yang memuji-Nya.”

Kemudian saat berdiri membaca pujian tambahan.

Sujud dilakukan dua kali setiap rakaat, dengan bacaan:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Subhāna rabbiyal-a‘lā wa bihamdih.

“Mahasuci Rabbku Yang Maha Tinggi dan bagi-Nya segala puji.”

Tasyahud dan Salam

Tahajud dua rakaat ditutup dengan tasyahud akhir dan salam. Lafal tasyahud awal maupun akhir sesuai dengan bacaan sholat wajib, lengkap dengan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Apabila ingin menambah jumlah rakaat, maka setiap dua rakaat diakhiri salam, kemudian memulai dua rakaat berikutnya.

Setelah semua rakaat selesai, dianjurkan membaca doa panjang yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim, dimulai dengan:

اَللّٰهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمٰوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا بَيْنَهُمَا وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

Allāhumma rabbana laka al-hamdu mil’a as-samāwāti wa mil’a al-ardi wa mil’a mā baynahumā wa mil’a mā shi’ta min shay’in ba‘d.

Arti lengkap:“Ya Allah, Tuhan kami, bagi-Mu segala pujian, sepenuh langit, sepenuh bumi, sepenuh apa yang ada di antara keduanya, dan sepenuh apa pun yang Engkau kehendaki setelah itu.”

Doa ini berisi pengakuan hamba atas kebesaran Allah serta permohonan ampunan dan perlindungan.

Keutamaan Tahajud dalam Kehidupan

Tahajud bukan sekadar ibadah malam, tetapi menjadi jalan bagi hamba untuk memperbaiki diri, memperkuat hati, dan memohon kebutuhan yang sangat pribadi hanya kepada Allah.

Qiyamul lail adalah sholat malam secara umum, sedangkan Tahajud memiliki syarat tidur lebih dulu sebelum mengerjakannya.

Bebas memilih ayat membuat Tahajud terasa lebih personal bagi setiap orang.

Doa yang dianjurkan cukup panjang dan bermakna, menjadi momen curhat terdalam seorang hamba.

Waktu paling utama adalah sepertiga malam terakhir, saat Allah paling dekat menerima doa hamba-Nya.

Tidak ada batasan rakaat, namun Rasulullah SAW sering mengerjakan delapan rakaat, kemudian ditutup witir tiga rakaat.

Melaksanakan Tata Cara Sholat Tahajud yang Benar memberi peluang besar bagi seorang Muslim mendapatkan ketenangan batin dan terkabulnya doa secara lebih luas. Tahajud adalah ruang pribadi untuk mendekat pada Sang Pencipta.

Ibadah ini tidak hanya mendekatkan hamba dengan Tuhannya, tetapi juga memperbaiki hidup melalui perenungan dan doa yang tulus.

Dengan memahami Tata Cara Sholat Tahajud yang Benar, umat Islam bisa menunaikan ibadah malam ini dengan khusyuk dan penuh keikhlasan.

People Also Talk

 1. Apa waktu terbaik sholat Tahajud?Sepertiga malam terakhir, yaitu menjelang subuh.

2. Berapa rakaat minimal Tahajud?Minimal dua rakaat.

3. Apakah harus tidur dulu sebelum Tahajud?Ya, tidur adalah syarat Tahajud menurut jumhur ulama.

4. Bolehkah membaca surat pendek saja?Boleh, tidak ada ketentuan khusus untuk surat tertentu.

5. Apakah setelah Tahajud harus membaca doa panjang?Tidak wajib, tetapi sangat dianjurkan karena doa tersebut dicontohkan Nabi SAW.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |